
Setelah selesai melakukan pertemuan rapat dengan Perusahaan Teknologi. Melodi memilih beristirahat di kursi kebesarannya sebagai CEO di ruangannya. Ia menatap semua berkas hasil rapat yang dicatat oleh Wika tadi. Sekarang perusahaannya semakin banyak rekan bisnis untuk melakukan hubungan kerjasama dan bisa meningkatkan kualitas perusahaannya semakin maju ke depan.
Melodi memilih memejamkan kedua matanya sejenak karena susah tidur semalam membuat ia terus menguap. Baru saja Melodi mulai terlelap di tidurnya. Tiba-tiba, ia merasakan kedua matanya ditutup oleh seseorang dari belakang.
Dengan mengumpulkan tenaga agar bisa melepaskan kedua tangan di kedua matanya. Melodi sedikit memberontak karena ia tidak bisa melepaskan kedua tangan itu.
"Lepaskan! Siapa kamu? Beraninya menutup kedua mataku seperti ini!" ucap Melodi sedikit berteriak.
Bukannya kedua mata Melodi dilepas dari kedua tangan menutup kedua matanya. Malahan, tubuh Melodi disuruh berdiri dari duduknya.
"Hei! Mau dibawa kemana saya? Cobalah buka dulu kedua mata saya. Baru saya bisa berjalan sendiri." pinta Melodi tetapi tidak ada jawaban apapun dari orang itu.
"Wika! Dimana kamu? Tolong, bantu saya melepaskan kedua tangan orang aneh ini!" teriak Melodi tetapi tidak ada suara Wika yang terdengar di indera pendengarannya.
Seketika Melodi menelan salivanya dengan susah payah dikala ia merasa aneh dan takut dengan orang yang menutup kedua matanya.
"Kamu siapa? Kenapa kamu diam saja saat aku bertanya padamu? Apa kamu tidak punya mulut untuk berbicara?" tanya Melodi kesal.
"Sudahlah, berhenti mengajak saya berjalan sambil menutup mata. Saya sibuk hari ini banyak jadwal pertemuan rapat." Melodi mulai mengomel lagi dan lagi. Tetapi, ia tidak mendapatkan tanda-tanda siapa orang dari kedua tangan yang menutupi kedua tangannya.
Akhirnya, Melodi memilih diam saja karena ia capek berbicara sendiri. Dengan kedua kakinya berjalan mengikuti arahan pria yang menuntunnya dari belakang. Hingga, kedua kaki Melodi berhenti di suatu tempat.
Disaat Melodi membuka kedua matanya, ia sangat terkejut dengan pemandangan yang pertama kali dilihatnya. Sebuah dekorasi ruangan yang bernuansa gold klasik dipenuhi berbagai bunga yang indah dan terdapat sebuah kue ulang tahun bertingkat dua yang bertuliskan selamat ulang tahun Melodi istriku tercinta dan nasi tumpeng di sebelahnya.
__ADS_1
Senyuman bahagia muncul di wajah cantik Melodi dikala melihat pemandangan indah yang mengingatkan hari ulang tahunnya hari ini. Ia yang berulang tahun juga melupakan tanggal ulang tahunnya karena memikirkan kesibukan pekerjaan dan rumah tangganya.
Melodi mengalihkan pandangannya dari kue ulang tahun dan nasi tumpeng menuju ke arah Alex yang tersenyum manis ke arah dirinya. Dengan rasa bahagia tiada tara, Melodi langsung berhambur masuk ke dalam pelukan Alex.
"Selamat ulang tahun ke 24 tahun istriku tercinta, semoga panjang umur, murah rezeki dan sehat selalu sayangku. Semoga kamu bisa mencintaiku," ucap Alex terdengar tulus di indera pendengaran Melodi. Alex mencium kening Melodi dengan sayang dan Melodi langsung mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Alex.
"Aamiin, terima kasih ya suamiku atas kejutan di hari ulang tahunku. Bahkan, aku sendiri lupa hari ini ulang tahunku." sahut Melodi dengan menyenggir kuda di hadapan Alex. Melodi menatap penampilan Alex tak seperti biasanya. Penampilan Alex terlihat tampan dan keren dengan gaya rambut poni disamping dan bedak tipis ala oppa korea dan pakaiannya formal Jaz coklat setelan celana yang senada dengan warna bajunya. Lalu, Melodi teringat dengan wajah culun Alex dengan kacamata bulatnya.
Melodi meregangkan pelukannya, posisi dirinya dan Alex terlihat intim dan tidak enak untuk dilihat oleh semua karyawannya.
"Alex, kamu tampan sekali hari ini. Aku hampir saja tidak mengenali penampilanmu yang keren." puji Melodi membuat semua karyawan bersorak bahagia.
"Cie... Cie... Selamat ulang tahun Nona Muda Melodi dan semoga romantis selalu dengan suami tampan dan keren."
"Cie... Cie... Langgeng terus hubungan rumah tangga Nona Melodi dan Tuan."
Melodi hanya tersenyum membalas perkataan dari karyawannya yang rata-rata memuji ketampanan Alex dan keberuntungan dirinya tanpa mengetahui penampilan Alex selama ini. Ya, setidaknya, penampilan Alex yang tampan dan keren tidak membuat Melodi malu karena menikah dengan Alex.
"Maaf ya aku bersikap lancang sama kamu tadi. Pasti kamu merasa tidak nyaman dengan sikapku," ucap Alex dan Melodi langsung menggeleng cepat.
"Tidak apa-apa, semua rasa kesalku tadi telah tergantikan dengan kejutan romantismu ini Lex. Kamu ini diam-diam romantis juga jadi laki-laki. Suka aku dengan sikap baikmu ini." sahut Melodi dengan senyuman manisnya di hadapan Alex.
Dengan senyuman manis Melodi berhasil membuat jantung Alex berdebar lebih kencang. Ia sangat bahagia jika melihat istrinya bahagia.
__ADS_1
"Syukurlah, aku senang melihat kamu bahagia, Mel." balas Alex tersenyum.
Alex mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Melodi menuju ke arah kue ulang tahun bertingkat dan nasi tumpeng yang dibelinya.
"Mari kita tiupkan kue ulang tahun dulu." ajak Alex dengan menarik tangan Melodi agar mengikuti langkah kakinya menuju ke arah tempat meja kue ulang tahun dan nasi tumpeng.
Melodi mengangguk mengiyakan perkataan Alex, ia mengikuti langkah kaki Alex di hadapannya. Ia menatap kue ulang tahun bertingkat berwarna pink sage dihiasi mayones bunga dan lilin angka 24 untuk menyambut umur baru Melodi sekarang.
Alex memimpin bernyanyi dan semua karyawannya mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk dirinya. Kemudian, Alex menyuruh Melodi agar bertiup lilin dan berdoa kepada Tuhan. Sebenarnya tradisi ini bukan syariat Islam tapi hanya mengikuti jaman sekarang yang ingin wah dan keren dilihat oleh semua orang.
Setelah Melodi berdoa dalam hati agar meminta kehidupannya lebih baik dan sukses dalam segala urusan termasuk kebahagiaannya yang entah ia pusing sendiri apa benar Alex jodohnya.
"Tuhan, terima kasih atas nikmat yang engkau berikan padaku. Aku sangat bersyukur atas hidupku sudah bahagia setelah melewati beberapa fase susah dan menyayat hati. Entah kenapa aku sedikit ragu dengan suamiku -- Alex. Apa benar dia jodohku seumur hidupku? Jika dia hanya jodoh tertukar, aku ikhlas dia pergi dari hidupku." itulah doa Melodi dalam hati. Memang agak lain dan penuh makna tapi Melodi yang kurang percaya dengan isi hati Alex.
Sementara Alex yang ikut berdoa dalam hati. Ia selalu mendoakan agar Melodi tetap hidup bahagia bersamanya hingga maut yang memisahkan. Doa Alex dan Melodi sangat berbanding terbalik dan tidak sefrekuensi yang diharapkan oleh Alex selama ini.
"Sudah saatnya memotong kue, mau aku bantu memotong kuenya?" tanya Alex menawarkan bantuan pada Melodi yang menggeleng cepat tidak setuju.
"Tidak, aku bisa melakukannya sendiri." jawab Melodi lalu ia mengambil pisau kue dan piring kecil untuk memulai memotong kue. Aktivitas hari ini diabadikan melalui kamera yang diambil oleh fotografer dadakan yaitu Lilo yang sedang fokus mengambil gambar dan video di kameranya.
"Aku harap Alex dan Melodi tetap hidup bahagia tanpa adanya orang lain yang mengusiknya." doa Lilo dalam hati. Ia sangat bahagia melihat sahabat baiknya merasakan cintanya mulai terbalaskan oleh wanita yang selama ini dicintainya dalam diam.
"Ayo, suapan kue pertamanya mau kasih sama siapa? Ayo berikan saja pada Alex sekarang, biar aku yang mengambil foto romantis kalian," ucap Lilo membuat Alex dan Melodi malu-malu kucing.
__ADS_1