Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 33 Melodi Jalan Bersama Dengan Anton


__ADS_3

Melodi menyerhitkan keningnya merasa heran saat melihat ekspresi terkejut Anton. Bukankah Anton berusaha mendekati dirinya dan semakin semangat karena dirinya tidak mengandung anak dari suami culunnya?


“Iya, memangnya kenapa? Aku kan belum siap memiliki anak apalagi melahirkan anak dari pria tidakku cinta,” ucap Melodi jujur.


Anton hanya tersenyum kecut menanggapi perkataan Melodi, ia berusaha menyembunyikan rasa kecewa di hatinya yang teramat dalam. Memang sedari awal ia yang bersalah karena memaksakan kehendak hatinya dengan mengikuti semua keinginan Mama Siska. Tapi, bagaimana dengan tanggapan Melodi yang berusaha menyingkirkan benih cinta di tubuhnya.


“Baguslah, jika tindakanmu bisa membuat hatimu senang, aku pun ikut senang mendengarnya.” sahut Alex dengan wajah datarnya.


Tidak lama kemudia, makanan dan minuman yang dipesan oleh Melodi dan Anton telah datang.


“Ini Tuan, Nona, silahkan dimakan,” ucap Pelayan wanita di rumah sakit dengan ramah.


“Terima kasih.” sahut Melodi dengan senyuman ramahnya.


Berbeda dengan Anton hanya diam memperhatikan Melodi yang mulai menyantap makanan di hadapannya.


“Kenapa belum makan?” tanya Melodi menghentikan aktivitas makan nasi gorengnya dan ia melirik ke arah Anton yang diam saja.


“Aku tidak berselera makan dan aku tidak memesan makanan nasi goreng.” jawab Anton cepat membuat Melodi menyenggir kuda.


“Oh iya, aku lupa memberitahumu kalau aku pesan makanan nasi goreng untuk dua porsi, aku pikir kamu perlu makan dulu. Jam sudah pukul 11 siang dan waktunya makan siang. Ayo makan.” ajak Melodi dan Anton mengangguk mengiyakan perkataannya.


Melodi menyuapi sendok berisi nasi goreng menuju mulutnya, ia menatap Anton yang mulai menyentuh makanan yang dipesannya.


“Semoga Alex tidak tahu kalau aku memasang obat KB, dengan begitu aku tidak dimarahi oleh Mama dan Papa.” batin Melodi.


Setelah menghabiskan makan siangnya, Melodi memanggil Pelayan perempuan untuk membayar makanan dan minuman yang dipesannya.


“Berapa semuanya?” tanya Melodi pada Pelayan Wanita yang telah berdiri di hadapannya.


“Baiklah, saya hitung dulu, Nona.” jawab Pelayan Wanita.


“Semuanya RP. 150.000,00 Nona.” Lanjutnya.


“Baiklah.” Melodi mengambil dompet di dalam tasnya untuk membayar pesanannya.


Ketika Melodi menyerahkan uang pada Pelayan Wanita Rumah sakit, Anton langsung mendorong tangannya dan tergantikan Anton yang memberikan uang pada Pelayan Wanita itu.


“Ini uangnya,” ucap Anton yang menyerahkan uang Rp. 200.000,00 pada Pelayan Wanita di kantin Rumah sakit.


“Terima kasih.” Pelayan wanita menerima uang yang diberikan oleh Anton dan pamit undur diri di hadapan mereka.


Melodi yang menerima penolakan dari Anton, ia menatap heran pada Anton.

__ADS_1


“Sebenarnya kamu kenapa, Anton? Sepertinya kamu tidak suka padaku?” tanya Melodi to the point.


Anton langsung menoleh ke arah Melodi yang telah bangun dari duduknya dan melangkah keluar dari kantin. Ia pun mengikuti langkah kaki Melodi di hadapannya.


“Maksudnya?” tanya Anton balik.


“Kok kamu bertanya balik padaku, Nton. Tadi kan aku sudah bilang akan mentraktirmu tapi kenapa kamu yang bayar?” ucap Melodi menoleh ke arah Anton yang berjalan di sebelahnya.


“Iya maaf, aku lupa.” jawab Anton.


Melodi menghela nafas kasar saat mendengar perkataan Anton itu.


“Baiklah, abaikan saja masalah tadi. Setelah ini kamu langsung pulang?” tanya Melodi balik.


Seketika Anton menghentikan langkah kakinya dan ia merubah posisi berdirinya berhadapan dengan Melodi.


“Siapa bilang aku langsung pulang, bukankah hari ini hari libur dan aku berniat mengajakmu untuk jalan-jalan.”


“Jalan-jalan.” ucap Melodi mengulangi perkataan Anton.


“Iya, aku mau mengajakmu di tempat wisata baru dibuka itu. Apa kamu tertarik pergi kesana?” tanya Anton membuat Melodi tersenyum manis di hadapannya.


“Tentu saja aku mau pergi kesana. Aku bahkan melupakan waktuku untuk membuat diriku bersantai dan berliburan.” jawab Melodi.


Melodi hanya mengikuti langkah kaki Anton saja, masa bodoh dengan suami culunnya yang berbuat kurang ajar pada dirinya semalam. Ia butuh liburan agar tenang tanpa banyak pikiran. Terserah orang-orang yang melihat dirinya sedang jalan bersama dengan pria lain dianggap dirinya berselingkuh dengan pria lain. Hal terpenting dipikirannya saat ini bisa menenangkan dirinya dan mencoba menerima setiap cobaan hidup di hadapinya.


Anton membukakan pintu mobilnya untuk Melodi.


“Silahkan masuk nona cantik,” ucap Anton dan Melodi langsung mencegahnya.


“Tunggu! Bagaimana dengan mobilku, Anton?” tanya Melodi yang melirik ke arah mobil mewahnya yang terparkir rapi tidak jauh dari parkiran mobil Anton di sekitar pekarangan rumah sakit.


Anton tersenyum manis di hadapan Melodi dan ia memegang pundak Melodi.


“Tenanglah, aku sudah memberitahu satpam di rumah sakit akan menjaga mobilmu. Ini tempat aman walaupun pasien tidak terlalu banyak dan banyak kamera CCTV yang akan mengawasi aktivitas orang-orang disini.” jelas Anton panjang lebar di hadapan Melodi.


Melodi yang mendengar perkataan Anton. Barulah ia dapat bernafas dengan lega. Ia sangat menyayangiku mobil mewah pengeluaran terbaru 2023 dan mobil itu kenangan termanis yang dibelikan oleh mantan tunangannya.


“Baiklah, terima kasih sudah memberitahuku.” sahut Melodi yang melangkah masuk ke dalam mobil.


Anton menutup pintu mobil Melodi dan ia berjalan mengitari tubuh mobilnya untuk melangkah masuk ke dalam mobil. Ia menstarter mobilnya dan mobilnya telah melaju meninggalkan area rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan, tidak ada topik pembicaraan diantara Melodi dan Anton. Melodi sibuk memikirkan bagaimana tindakan melakukan obat KB bisa berhasil membuat dirinya tidak hamil atau justru bisa mengandung anak Alex? Sedangkan Alex yang menyamar sebagai Anton tanpak galau memikirkan nasib rumah tangganya yang sepertinya di fase ujung tanduk.

__ADS_1


“Apa aku bisa memperjuangkan rumah tangga tanpa menerima perlakuan baik dari istriku?” tanya Anton dalam hati. Tatapan matanya tetap fokus menyetir di jalanan raya tetapi tidak fokus memikirkan hatinya yang teramat kecewa pada Melodi.


“Bahkan, kamu tega meninggalkanku di rumah kedua orang tuamu dan pergi bersama pria lain. Sekalipun pria lain itu adalah aku. Tetapi, tetap saja kamu tidak menghargaiku sebagai suami.”


Melodi yang merasa tidak enak hati pada Anton karena diam saja. Ia mencoba mendekati Anton.


“Oh ya Anton, kamu berasal dari mana?” tanya Melodi memulai membuka topik pembicaraan.


Anton melirik sekilas ke arah Melodi.


“Aku asli orang Jakarta.” Jawab Anton cepat.


“Oh, dimana istrimu? Apa kamu sudah menikah?” tanya Melodi dan Anton tanpa sadar menganggukkan kepalanya.


“Oh tidak, pasti istrimu nanti marah padamu karena jalan berdua denganku. Nanti aku dianggap pelakor lagi.” jawab Melodi menutup mulutnya merasa terkejut.


Seketika Anton memakirkan mobilnya di tepi jalananya, ia merubah posisi duduknya agar berhadapan langsung dengan Melodi.


“Tidak, maksudku belum menikah. Aku masih sendiri dan tidak punya pacar. Tenang saja, tidak ada satupun orang yang berani memarahimu, Mel. Apalagi memberikan cap pelakor padamu, kecuali aku sendirilah dianggap peiskor.” jelas Anton dengan jujurnya dan Melodi langsung menggengam tangan Anton agar semuanya baik-baik saja.


“Tidak Anton, kamu bukan peiskor. Kita hanyalah teman biasanya. Walaupun aku sudah menikah, aku berhak berteman dengan siapapun. Sekalipun berdekatan pria lain.” perkataan Melodi hanya senyuman manis yang Anton munculkan.


Anton tidak bisa berbicara apa-apa untuk menanggapi perkataan Melodi. Ia melepaskan tangannya dari genggaman Melodi.


“Kita lanjutkan perjalanan menuju taman hiburan,” ucap Anton.


“Baiklah.” sahut Melodi cepat.


Setibanya di taman hiburan, Melodi dan Anton telah keluar dari mobil. Mereka terlihat seperti pasangan yang serasi yang sedang liburan bersama. Melodi yang memiliki paras cantik apalagi dengan tersenyum bahagia membuat siapapun terpesona akan kecantikannya. Sedangkan Anton yang wajahnya tampan dan rahangnya yang tegas membuat orang-orang sangat menyukai dirinya.


Anton yang menyadari kecantikan Melodi dinikmati oleh setiap pria yang duduk disekitar taman membuat Anton geram. Ia langsung memegang pundah Melodi agar orang-orang tidak genit melihat wanitanya.


“Eh, kenapa?” tanya Melodi dengan tatapan herannya.


“Tidak apa-apa, bagaimana coba bermain wahana mainan disana.” jawab Anton yang mengarahkan jari telunjuknya menuju kea rah wahana bermain.


“Baiklah, ide bagus itu. Aku mau kita naik Roller coaster, Bianglala, Bumper car, dan Sky swinger,” ucap Melodi membuat Anton menyerhitkan keningnya merasa heran pada Melodi. Bukankah Melodi di rumah sakit memasang obat KB dan pasti membutuhkan istirahat yang cukup. Bisa lepas itu alat KB di tubuh Melodi kalau tidak menjaganya dengan baik.


“Kamu beneran mau naik semua permainan wahana itu?” tanya Anton memastikan dan Melodi mengangguk cepat.


“Bukannya kamu sedang sakit, Mel? Apa kamu tidak takut alat KB tidak berjalan dengan baik?” tanya Anton lagi.


“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, aku percaya pada sahabatku itu. Dia pasti memberikan obat KB termahal dan ampuh. Jika aku hamil pun aku tetap mengugurkannya.” jawab Melodi tanpa doa membuat Anton memberikan tatapan tajam ke arah Melodi.

__ADS_1


__ADS_2