
Saat ini posisi wajah Melodi dan Alex sangat dekat dengan jarak 2 cm saja Melodi dapat merasakan hembusan nafas Alex.
Alex -- suami culunnya menatap serius pada Melodi yang sepertinya meminta sesuatu darinya.
"Aku ingin memilikimu seutuhnya," ucap Alex dengan suara beratnya.
Hal itu membuat detak jantung Melodi berdetak tak karuan. Ia tidak ingin memberikan mahkotanya pada pria yang tak dicintainya. Sekalian, pria itu sudah menjadi suami sahnya.
Melodi menahan wajah Alex yang semakin mendekat menggunakan tangannya. Ia memberikan tatapan tajam pada Alex.
"Tidak boleh, kamu tidak boleh menyentuhku," ucap Melodi seraya mendorong tubuh Alex agar menjauh dari tubuhnya.
Melodi melihat Alex hampir terjatuh, untung saja Alex bisa menyeimbangkan tubuhnya kalau tidak ia bisa terbaring di atas lantai.
"Ingat baik-baik Alex, aku bukan wanita yang haus belaian laki-laki dan hipersex. Aku ini wanita baik-baik, mana mungkin wanita baik-baik sepertiku dengan mudahnya memberikan kehormatanku." jelas Melodi panjang lebar membuat Alex merasa tersinggung.
Alex menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan hati dan pikirannya.
"Baiklah kalau begitu, maafkan aku terlalu lancang seperti itu. Jangan takut, aku tidak akan memintanya lagi." Alex menatap ke arah Melodi yang merasa tidak nyaman pada dirinya.
"Kamu bisa beristirahat di kamar ini saja, aku bisa tidur di kamar lain." setelah mengatakan itu Alex melangkah pergi meninggalkan Melodi yang terdiam di tempat meratapi kepergian Alex yang menghilang dari hadapannya.
"Huh, menyebalkan sekali drama tadi. Buat aku senam jantung saja." Melodi menjatuhkan dirinya di atas kasur tidur berukuran king size. Ia menatap langit-langit kamar milik Alex dihuninya.
"Apa aku salah menolak permintaan Alex tadi? Tapi, aku tidak mau hamil anak dari pria yang tidak ku cintai. Aku tidak ingin melihat anak-anakku nanti kekurangan kasih sayang pada orang tuanya." Melodi menghela nafasnya dengan kasar untuk menghadapi nasib pernikahannya seumur jagung itu.
Malam harinya, Melodi yang telah membersihkan dirinya. Ia ikut bergabung makan malam bersama Alex di meja makan. Ia melihat Alex yang duduk membelakanginya. Ia menghampiri Alex yang duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Alex.
"Kenapa kamu tidak makan?" ucap Melodi melirik piring kosong di hadapan Alex.
"Belum nafsu makan." jawab Alex dengan tatapan sendunya.
"Kenapa Alex terlihat tak bersemangat seperti itu? Apa Apa mungkin gara-gara aku menolaknya siang tadi?" tanya Melodi dalam hati. Ia merasa bersalah pada Alex yang berbaik hati membiarkan dirinya tidur di dalam kamarnya.
Melodi berinisiatif untuk mengambilkan makanan untuk Alex.
"Sini aku ambil makanan untukmu, Lex." Melodi mengambil piring Alex yang seperti Alex menolaknya.
"Tidak usah, aku bisa ambil makananku sendiri. Kamu ambil saja makananmu." tolak Alex dengan halus.
__ADS_1
Melodi tersenyum mendengar perkataan Alex yang tidak ingin direpotkan.
"Jangan begitu, sudah kewajibanku untuk melayani suami dalam menyiapkan makanan. Kamu mau makan apa?"
"Makanan apapun aku suka dan tidak ada alergi apapun pada diriku."
"Baiklah." Melodi mengambil nasi dan lauk sayur dan ayam yang dimasak oleh pelayan rumah Alex.
Setelah mengisi semua makanan di dalam piring Alex, Melodi menyerahkan makanan itu pada Alex dan menuangkan minuman pada Alex.
"Terima kasih," ucap Alex dibalas anggukan cepat oleh Melodi.
Melodi pun mengisi makanan pada piringnya, lalu menikmati masakan makan malam bersama suami culunnya di malam pertama bersama.
Suasana di meja makan terasa sunyi dan hanya terdengar dentingan sendok garpu yang saling menyahut satu sama lain.
Disaat Melodi menikmati makan malamnya, pikirannya berkelana dimana-mana.
"Andai kamu mengetahui kisah hidupku akan kekecewaan yang mendalam saat ditinggal oleh pria yang ku cintai, Alex. Kamu pasti tidak mampu mendengar kisah hidupku, kamu sangat kasihan padaku. Walaupun aku tahu, kamu bukan pria ku cintai, tapi ketahuilah sedihnya kisah hidupku seperti cerita novel yang dilalui oleh seorang wanita berhak bahagia." kata Melodi dalam hati.
Tidak ingin berlarut dalam pikirannya, Melodi mempercepat makan malamnya. Ia meneguk habis air putih di gelasnya tanpa sisa.
"Maksudnya?" tanya Alex dengan menyerhitkan keningnya merasa heran.
"Sekarang aku sudah menjadi istri sahmu dan aku wajib melakukan kewajibanku sebagai seorang istri." jawab Melodi membuat Alex tersenyum bahagia.
"Benarkah?" tanya Alex memastikan.
"Iya, aku akan melakukan kewajiban sebagai seorang istri untuk melayani suaminya mulai dari memasak, menyiapkan pakaian dan mendengar keluh kesah suami, kecuali--" jawab Melodi tergantung dengan kalimat akhirnya.
"Kecuali apa, hem?"
"Kecuali aku tidak melayanimu dalam berhubungan suami istri."
Senyuman Alex yang manis itu menjadi luntur setelah mendengar perkataan istrinya.
"Aku pikir dia akan belajar mencintaiku, tapi ternyata tidak." batin Alex.
"Baiklah, aku setuju." sahut Alex.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku akan membuat surat perjanjian antara kedua belah pihak."
"Memangnya kita melakukan kerjasama dalam pekerjaan?" Alex semakin heran melihat Melodi tampak menyembunyikan sesuatu pada dirinya.
"Tidak, maksudku aku ingin berbicara sesuatu padamu nanti. Setelah selesai makan malam ini bisa ke ruang kamarku yang kamu berikan padaku itu." Melodi menatap ke arah Alex yang memasang wajah datarnya.
"Baiklah."
Di dalam ruang kamar, Melodi dan Alex duduk di sofa yang berhadapan langsung satu sama lain.
Melodi menatap serius ke arah Alex yang menunggu penjelasannya. Lamanya mereka terdiam dan saling menatap satu sama lain. Melodi dengan tenang memulai topik pembicaraan penting.
"Aku ingin kamu menandatangani surat perjanjian ini," ucap Melodi dengan menyerahkan sebuah map merah di atas meja.
"Berkas apa ini?" tanya Alex yang melihat map merah dan pena yang diserahkan oleh Melodi.
"Baca saja! Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya padamu. Kamu akan mengerti setelah membaca berkasnya." jawab Melodi dengan cueknya menyuruh Alex yang membaca surat perjanjian dari dirinya.
Alex mengangguk cepat dan mengambil map merah untuk dibacanya dengan seksama. Seketika Alex membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna saat membaca satu persatu isi surat perjanjian itu.
Surat Perjanjian Antara Pihak 1 Melodi dan Pihak 2 Alex:
Pernikahan yang dilakukan oleh Melodi dan Alex bukan unsur saling mencintai satu sama lain tetapi dijodohkan maka dengan hal ini Pihak 1 Melodi memberikan peraturan pada Pihak 2 Alex untuk dipatuhi, seperti:
Tidak boleh mencampuri urusan pribadi baik itu dalam bidang pekerjaan, kehidupan pribadi dan kehidupan media sosial
Tidak boleh melakukan sentuhan tubuh baik dari ujung kepala hingga ujung kaki termasuk tidak berhubungan intim
Tidak boleh mengakui mereka sepasang suami istri di depan masyarakat
Tidak boleh menuntut harta gono-gini dari pihak 1
Tidak boleh memaksa pihak 1 untuk mengikuti perintahnya dan apabila pihak 2 melanggar kelima peraturan ini maka pihak 2 berhak menerima konsekuensi berupa hukum pidana penjara
"Apa-apaan ini! Kenapa kamu membuat surat perjanjian sekonyol ini Melodi? Kenapa kamu tidak menghargai keberadaanku? Apa salahku Melodi?" ucap Alex dengan menghempaskan berkas itu di atas meja dengan kasar.
__ADS_1