
Melodi menatap wajah tampan Anton yang terlihat pucat dan kelelahan.
"Baiklah, terima kasih," ucap Melodi menerima hasil tulisan Anton lalu membacanya dengan cepat.
Anton sangat menikmati wajah cantik Melodi yang begitu dekat dan tenang.
"Tidak seperti biasanya, aku seberani ini menatap Melodi sangat dekat. Apa mungkin dengan perubahan penampilan diri membuat aku percaya diri." batin Anton. Ia masih menunggu hasil perbaikan dari tulisan garis besar naskah novel.
Disaat Melodi mengangkat kepalanya dan tatapan Melodi dan Anton saling bertemu satu sama lain. Melodi tersenyum bahagia di hadapan Anton.
"Menarik, ceritanya keren dan sangat sempurna jika aku tulis naskah novelnya nanti. Apalagi dari tulisan garis besar novel diadaptasi menjadi video film pendek pasti banyak penonton yang menyukainya." Melodi menjelaskan semua penilaiannya dari ide menarik Anton yang membantu dirinya mendapatkan semua ide cerita dari bab awal hingga bab terakhir dengan sempurna.
"Syukurlah, aku senang ide ceritaku terakhir ku buat ini cocok dengan naskah novelmu." sahut Anton membalas senyuman Melodi.
"Sekarang semua garis besar pada naskah novel sudah selesai dan aku akan menyelesaikan naskah novel 45.000 kata secepatnya. Dengan begitu, kita akan memulai syuting film pendek dari naskah novel ini. Oh iya, tolong ajak Lilo ikut dalam berperan di cerita film pendek ya Anton." Melodi merapikan beberapa kertas yang ditulis oleh Anton dan laptopnya dimatikan.
Sekilas wajah Anton membuat ia teringat dengan mimpi tidurnya tadi.
"Kenapa ada Anton di dalam mimpiku? Mana ada dua anak kecil pula yang mengajakku hidup bersama Anton." kata Melodi dalam hati. Ia menepis pikiran yang mulai berkelana dimana-mana.
"Sudah jam makan siang dan kamu sudah membelikan makanan dan minuman untuk kita. Ayo makan sekarang, setelah selesai makan bisa sholat dan melanjutkan menyelesaikan tugas novel." ajak Melodi seraya bangun dari posisi duduknya dan ia berjalan menuju tempat meja panjang di sebelah meja sofa. Diambilnya semua makanan dan dibantu oleh Wika yang membawa minuman yang dibeli oleh Anton.
Melodi dan Wika menyiapkan semua makanan untuk diisi ke dalam piring dan mengeluarkan minuman dari dalam plastik.
"Ini makanlah, jangan lupa baca doa makan," ucap Melodi seraya menyerahkan makanan pada Anton.
Anton tersenyum hangat saat menerima piring yang sudah disi makanan nasi Padang pedas sapi mewah.
"Terima kasih," ucap Anton dibalas anggukan cepat oleh Melodi." Anton berdoa sebelum makan dan ia mulai menyuapi makanan di dalam mulutnya.
Melodi dan Wika melakukan aktivitas yang sama, memakan makanan dengan lahap hingga habis tak bersisa.
Setelah selesai makan siang bersama dan menulaikan ibadah sholat berjamaah di dalam ruang kamar menjadi ruang istirahat Melodi di kantornya.
Mereka melanjutkan menyelesaikan menulis novel dan menyiapkan beberapa keperluan membuat video film pendek.
"Wika, kamu buatkan desain grafis pada poster dan cover kaset CD. Untuk melakukan pengeditan foto dan video setelah selesai syuting film!" titah Melodi.
__ADS_1
"Baik Nona." jawab Wika pamit undur diri di hadapan Melodi karena ia ingin melakukan tugas yang diberikan oleh Melodi.
Hari ini hingga satu minggu ke depan, Melodi menunda jawaban dari kerjasama dengan rekan bisnisnya. Kecuali, memeriksa hasil saham keuntungan perusahaan dan kondisi kinerja karyawan akan tetap dikerjakan.
"Anton bawa laptop?" tanya Melodi disela mengetik naskah novel dan ia menatap ke arah Anton yang duduk diam saja.
Anton menggeleng cepat, ia lupa tidak membawa laptop di ruang kerjanya. Tapi, percuma saja ia membawa laptopnya nanti ketahuan sama Melodi.
"Tidak, aku lupa membawa laptop." jawab Anton polos.
"Baiklah, tidak masalah. Kamu bisa mengedit video, Anton?" tanya Melodi lagi.
"Bisa dong, mudah sekali bagiku dalam hal mengedit sudah terbiasa aku lakukan, Mel." jawab Anton membuat Melodi dapat bernafas dengan lega.
"Syukurlah, boleh minta nomor ponsel Lilo, Anton? Biar aku saja yang memberitahu Lilo. Aku tidak enak selalu merepotkanmu, Anton," ucap Melodi membuat Anton menjadi curiga.
Bukannya Anton zholim pada Melodi, tetapi, ia sangat yakin dengan wajah tampan Lilo membuat Melodi teringat dengan mantan tunangannya dulu. Ia tidak ingin kehilangan istrinya yang sangat ia cintai. Lebih baik menghindar dari kehilangan Melodi.
"Tidak usah Mel, jangan merasa tidak enakkan, biar aku saja yang memberitahu Lilo karena dia teman baikku." sahut Anton menolak secara halus pada Melodi.
Melodi yang mendapatkan penolakan secara langsung dari Anton, ia memilih diam dan mengetik naskah novel agar cepat selesai.
"Tuan, Tuan Dendi dari perusahaan telekomunikasi ingin bertemu dengan tuan sekarang. Saya sudah memberitahu dia agar membuat janji pertemuan lebih dulu. Tetapi, Tuan Dendi terus memaksa agar bertemu dengan Tuan." pesan Zino.
Anton menghela nafas kasar saat teringat dengan nama Dendi -- Teman sewaktu SMA selalu berbuat jahat pada dirinya.
"Haduh, Lagi-lagi si Dendi membuat ulah padaku. Apa yang dia inginkan dariku? Perasaan, aku tidak pernah mengusik hidupnya." kata Anton dalam hati.
"Anton, aku sudah menyelesaikan naskah di bab 20. Bagaimana kita butuh revisi perubahan garis besar naskah di akhir bab," ucap Melodi setelah satu jam lebih diam dan akhirnya ia mengajak Anton berbicara padanya.
Melodi mengalihkan pandangannya dari layar laptop menuju ke arah wajah datar Anton.
"Anton kenapa? Bisa-bisanya dia memasang wajah datar di hadapanku. Apa dia sedang marah padaku? Perasaan, aku tidak salah bicara dan tidak menyinggung Anton." batin Melodi.
"Anton, apa kamu bisa membantuku untuk merevisi naskah novel ini?" tanya Melodi lagi.
Melodi yang tidak mendapat jawaban dari Anton. Ia melambaikan tangannya di hadapan Anton.
__ADS_1
Seketika Anton tersadar dari lamunannya yang memikirkan rencana busuk Dendi.
"Eh-eum, ada apa Melodi?" tanya Anton dengan polosnya.
Melodi langsung merubah posisi laptopnya agar Anton dapat melihat tulisan di layar laptopnya.
"Aku perlu melakukan revisi naskah novel di bagian bab 21, kamu boleh periksa dulu agar memberi komentar," ucap Melodi mempersilahkan Anton agar membaca tulisannya.
"Hem... Ceritanya bagus dengan tulisan novelmu rapi dan tidak perlu direvisi lagi." sahut Anton yang telah membaca cepat pada naskah novel.
"Baiklah, aku akan membantumu untuk melanjutkan mengetik naskah novel sesuai dengan garis besar yang ku buat." balas Anton yang ingin menggeserkan posisi kursinya agar duduk di sebelah kursi Melodi.
"Tidak usah Anton, aku bisa menulis naskah novel sendiri." tolak Melodi mentah tapi tidak terpengaruh oleh Anton.
"Baiklah, aku tidak menggangumu mengetik tapi aku akan membantumu memberi kosakata bahasa padamu." jawab Anton dan Melodi hanya mengangguk saja karena ia tidak ingin jadwal memgetiknya terganggu.
Sore harinya, Melodi mengajak Anton pergi ke tempat restoran favoritnya. Ia ingin mengucapkan terima kasih karena membantu dirinya mengetik novel hingga sampai 28 bab.
"Terima kasih banyak Anton sudah membantuku mengetik novel hari ini. Oh iya, kalimat novel kamu rasanya nano-nano ya ada rasa sedih, tersakiti, dikucilkan hingga bahagia. Pasti banyak orang yang suka dengan novel dan video film pendek kita nanti jika sudah terbit," ucap Melodi tersenyum ke arah Anton yang duduk di hadapannya.
Saat ini mereka sudah berada di dalam ruang restoran favorit Melodi. Melodi menawarkan makanan kesukaannya pada Anton agar dapat mencicipi makanan kesukaannya.
"Anton, cobalah menu makanan satu ini rasanya lezat dan nikmat," ucap Melodi seraya menunjukkan tangannya pada gambar makanan pada Anton.
Anton yang mengikuti arah tatapan mata Melodi, ia mengangguk mengiyakan perkataan Melodi.
"Iya, kelihatannya makanan enak dan aku pesan satu. Kamu pesanlah makanan yang kamu suka, aku akan mentraktirmu." sahut Anton yang melihat Melodi ingin menolak niat baik Anton dan Anton langsung mencegahnya.
"Tidak menerima penolakan apapun, pesan saja sesuai makanan kesukaanmu." lanjut Anton lalu tatapan matanya fokus ke arah layar ponselnya sedang mengetik pesan.
"Itu saja makanan dan minumannya," ucap Melodi pada Pelayan wanita yang sedang mencatat pesanan Melodi.
"Baik Nona, mohon ditunggu sebentar nanti makanan dan minuman akan diantar sesuai pesanan." sahut Pelayan wanita sopan dan Melodi mengangguk mengiyakan perkataannya.
"Kamu pasti lelah hari ini, Anton. Maafin aku telah merepotkanmu. Apa pertemuan besok kita tunda saja agar kamu bisa beristirahat dan melanjutkan pekerjaan kantormu?" tanya Melodi membuat Anton langsung menggeleng cepat.
"Tidak, aku senang bisa bersamamu hari ini. Buktinya, aku dapat diandalkan dalam menyelesaikan semua keperluan lomba novel dan video film pendek itu." jawab Anton membuat Melodi dapat bernafas lega.
__ADS_1
"Baiklah, makanan sudah datang, sebaiknya kita selesaikan masalah perut meminta diisi agar pulang tidak kelaparan." sahut Melodi dibalas anggukan cepat oleh Anton.