
Wika yang telah sampai di dalam ruangan Nona Melodi, ia langsung mengambil satu map merah berisi laporan kerjasama dengan perusahaan Tekstil fashion tadi. Setelah mendapatkan semua berkas sesuai perintah Melodi. Wika membawa map di tangannya dan ia melangkah keluar dari ruangan.
Di sepanjang perjalanan melewati beberapa ruangan dan menuruni anak tangga karena banyak karyawan yang menggunakan ruang lift. Dengan terpaksa Wika berjalan cepat menuju kantin di kantor perusahaannya.
Dari kejauhan, Wika memperjelas kedua matanya dikala ia melihat Melodi sedang memeluk Anton.
"Waduh... Adegan tidak ramah bintang lima ini. Kenapa Nona muda memeluk Tuan mesum seperti Tuan Anton. Bisa hancur citra baik Nona Melodi apalagi di tengah karyawan sedang jajan di kantin." Wika langsung mempercepat langkah kakinya mendekati dua karyawan wanita yang merekam video Melodi dan Anton.
"Ehem... Jangan sembarangan merekam video orang lain dan diviralkan di media sosial! Jika orang dalam video tidak terima di viralkan bisa dituntut atas pencemaran nama baik," ucap Wika tegas membuat Kedua karyawan wanita tampak ketakutan saat menoleh ke arah samping yang ternyata Wika sedang berdiri dengan melipatkan kedua tangannya di atas perut.
"Jika kalian masih bekerja disini dan hidup tenang. Maka, serahkan ponsel kalian pada saya." lanjut Wika dan dua karyawan wanita langsung memberikan ponsel mereka.
"Ini ponsel kami, tolong jangan laporkan masalah ini pada Nona Melodi. Kami butuh pekerjaan untuk melanjutkan hidup," ucap salah satu karyawan wanita sembari memberi ponsel dirinya dan temannya pada Wika.
"Baiklah, saya periksa dulu ponsel kalian." Wika menerima ponsel mereka dan ia langsung menghapus semua foto dan video Melodi dan Anton sedang berpelukan. Setelah tidak ada tanda-tanda bekas video dan foto dihapus. Wika mengembalikan ponsel milik dua karyawan wanita di hadapannya dan ia berjalan meninggalkan dia karyawan wanita yang menunduk takut atas perkataannya.
Sementara Melodi masih memeluk tubuh kekar Anton dengan erat. Entah kenapa ia merasa nyaman dan aman sama seperti dirinya dipeluk oleh Miko.
"Seandainya Miko masih hidup, pasti hidupku sangat bahagia sudah menjadi istrinya." kata Melodi dalam hati.
"Ehem... Nona, Tuan." deheman Wika membuat Melodi langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Anton.
Melodi dan Anton terlihat tidak enak hati saat Wika menatap intens menuju ke arah dirinya.
"Iya, dimana berkasnya?" tanya Melodi pada Wika.
Wika langsung menyerahkan berkas laporan dipegangnya menuju ke arah tangan Melodi.
"Ini Nona Melodi berkasnya dan ini hadiah ulang tahun dari saya. Tolong diterima dan jangan melihat barangnya tetapi dilihat dari ketulusan hatinya." jawab Wika yang telah mengeluarkan kotak kecil buldru di saku roknya.
Melodi tersenyum tulus saat menerima Hadian dari Wika. Ia menatap kado kecil buldru di tangannya lalu ia menatap tersenyum ke arah Wika.
__ADS_1
"Wah, bagus sekali hadiahnya, terima kasih ya Wika. Aku boleh buka hadiahnya," ucap Melodi dibalas anggukan cepat oleh Wika.
Melodi membuka kotak kecil buldru yang menunjukkan sebuah sepasang anting-anting ayunan emas. Ia mengambil sepasang anting-anting dan ditunjukkannya di hadapan Wika dan Anton.
"Keren sekali anting-antingnya. Senangnya hari ini aku banjir kado."
"Wika, tolong anting-antingnya dipasangkan ke telinga aku." pinta Melodi pada Wika.
"Baik Nona." jawab Wika dan ia langsung memasangkan anting-anting di telinga. Sekilas, Wika menatap ke arah kalung berlian yang terpasang di leher jenjang Melodi.
"Bagaimana dengan perasaan Tuan Alex, jika melihat kalung pemberian dari Tuan Anton terpasang rapi di leher Nona Melodi." batin Wika sambil fokus memasangkan anting-anting di telinga Melodi.
"Terima kasih, Wika," ucap Melodi setelah anting-anting terpasang di telinganya. Ia menatap pantulan dirinya di layar kamera depan ponselnya.
"Sama-sama." sahut Wika tersenyum.
Tidak berapa lama kemudian, datanglah makanan dipesan oleh Melodi tadi.
"Sama-sama Nona Melodi." sahut Pelayan wanita tersenyum ramah pada Melodi.
"Ya sudah, kita langsung makan saja. Perut sudah bernyanyi meminta diisi makanan." perkataan Melodi dijawab anggukan cepat oleh Anton dan Wika.
Setelah menghabiskan makanannya, Melodi mengambil berkas laporan kerjasama dengan perusahaan Anton untuk dibacanya.
Anton yang telah meneguk habis minumannya, ia menatap heran ke arah Melodi yang fokus membaca.
"Rajinnya, calon istriku yang sibuk membaca semua laporan kerjasama," ucap Anton membuat Melodi menatap tajam ke arah dirinya.
"Sembarangan bicara kamu, aku sudah menjadi istri orang, Anton. Sudahlah, jangan memancing emosiku! Nanti aku marahnya berbeda dari yang lain." sahut Melodi cetus.
Rasanya Wika ingin tertawa lepas saat menyaksikan ekspresi wajah masam Anton dimarahi oleh Melodi.
__ADS_1
"Kasihan Tuan Anton, bercandanya dianggap serius. Makanya, kalau mau bercanda cari dulu waktu yang tepat. Jangan asal bicara aneh-aneh bisa berdampak emosi pada Nona Melodi." kata Wika dalam hati.
Seketika Melodi teringat dengan rencana lomba membuat video film pendek yang kekurangan orang.
"Oh iya, Wika. Apa kamu sudah menemukan orang yang mau diajak kerjasama dalam mengikuti lomba video film pendek?" tanya Melodi membuat Wika tersadar dari lamunannya.
"Eh-eum... Belum Nona." jawab Wika dengan mengaruk kepalanya karena lupa dengan tugas Melodi kali ini.
Melodi menghela nafas kasar atas perkataan Wika.
"Baiklah, tidak masalah. Aku bisa carikan orang yang tepat." Melodi menoleh ke arah Anton yang diam menatap ke arah dirinya.
"Anton, apa kamu sibuk di dua minggu ini?" tanya Melodi membuat Anton tampak berpikir sejenak.
"Sepertinya tidak." jawab Anton ragu-ragu.
Melodi langsung tersenyum manis di hadapan Anton.
"Hem... Apa boleh aku meminta bantuan padaku agar mau menjadi pemeran dalam video film pendek?" tanya Melodi dengan tatapan penuh harap pada Anton.
"Baiklah." jawab Anton yang hatinya menjadi luluh melihat tatapan penuh harap Melodi pada dirinya.
"Tapi, tolong beritahu aku semua sistem skenario dan sinopsis film pendeknya. Dengan begitu, aku lebih mudah belajar akting pada tokoh yang diperankan sesuai cerita." lanjut Anton.
"Baiklah, tenang saja dengan urusan seperti itu aku pasti menjelaskan semua peraturan padamu. Kamu cukup membantuku menjadi tokoh dala film pendek. Secepatnya aku akan menulis naskah novel untuk film pendek." jelas Melodi panjang lebar di hadapan Anton.
"Wika, kamu termasuk tokoh pendukung dalam cerita dan bantu aku dalam melakukan editing video dan foto."
"Siap Nona Melodi, saya akan laksanakan sesuai perintah." jawab Wika cepat.
"Okey, terima kasih Anton, Wika sudah mendukungku untuk mengikuti lomba video film pendek ini mulai besok kita mulai. Sungguh, aku sangat beruntung memiliki bestie seperti kalian," ucap Melodi dengan senyuman manisnya di hadapan Anton dan Wika yang ikut tersenyum membalas senyuman Melodi.
__ADS_1