
Suasana di tempat aula perusahaan Tekstil fashion Rani telah banyak orang-orang yang berkumpul. Dengan dekorasi ruangan bergaya anak sekolahan sesuai tema Bullying di SMA membuat semua peserta mengenakan pakaian seragam sekolah untuk menunjukkan aksi acting bagian penting menjadi cuplikan cerita dalam cerita novel diadaptasikan menjadi video film pendek masing-masing.
Sekarang kelompok Melodi yang memiliki anggota yang berbeda perusahaan sudah duduk di kursi peserta lomba. Melodi duduk di sebelah kiri Anton. Ia menatap ke sekeliling ruangan untuk mencari kebenaran Alex, Mama Siska dan Papa Max yang berjanji akan menghadiri acara lomba menulis naskah novel dalam pembuatan video film pendek. Diliriknya jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
"Haduh... Alex, Mama dan Papa dimana sekarang? Apa mereka belum datang kesini?" lirih Melodi pelan tetapi masih terdengar jelas di indera pendengaran Anton.
Anton menoleh ke arah wajah cemberut Melodi yang menatap ke kiri dan ke kanan.
"Kamu sedang mencari keluargamu?" tanya Anton dan Melodi menggangguk cepat.
"Hem... Kamu sudah menghubungi mereka?" tanya Anton lagi merasa kasihan pada Melodi. Ia menoleh ke arah sampingnya sudah ada Wika, Lilo, Jino yang sedang menghapal bagian skenario mereka.
"Sudah, sepertinya mereka tidak datang." jawab Melodi dengan wajah ditekuk masam di hadapan Anton.
"Oh begitu." sahut Anton singkat.
"Keluarga kamu tidak datang kesini, Anton?" tanya Melodi balik.
Anton menggeleng cepat dan tersenyum tulus menuju ke arah Melodi.
"Tidak, kamulah keluargaku." jawab Anton mulai memgombali Melodi membuat Melodi menatap kedua bola malas ke arah dirinya.
"Ayolah Anton, aku sedang berbicara serius padamu." sahut Melodi tidak ingin bercanda di waktu tidak tepat pada Anton.
"Iya, aku seratus rius, Mel. Jika aku jodohmu, apa kamu mau menjadi istriku dan menerima segala kekuranganku hingga mengandung anakku?" tanya Anton menatap serius ke arah kedua mata Melodi.
Melodi yang menerima tatapan serius dan pertanyaan yang tak biasa dari Anton membuat ia tidak nyaman.
"Tergantung." jawab Melodi singkat.
"Tergantung apa ayo jujur?" tanya Anton mulai menggoda Melodi.
"Jika kamu setia dan tulus mencintaiku. Apa salahnya aku menjadi istrimu dan melahirkan anak untukmu." jawab Melodi membuat hati Anton tersentuh mendengar perkataannya.
"Tapi, kataku ini hanyalah kata majas saja. Abaikan saja, aku sudah menikah dan menjadi istri orang. Hahaha... Biasa saja kali melihat aku ini aku memang cantik dan tidak perlu jatuh hati padaku, aku sudah menikah. Pasti kedua orang tuamu sibuk dan tidak datang kesini. Kamu masih single dan tetap semangat mencari jodohmu." lanjut Melodi dengan senyuman manis pada Anton.
"Kamu benar Mel, akulah jodohmu selama-lamanya, hahaha..." sahut Anton dengan tawa sumbangnya tapi Melodi tak menghiraukan perkataan Anton yang selalu berbicara aneh-aneh pada dirinya.
Acara sudah dimulai, Melodi, Anton dan semua orang fokus menonton pertunjukan peserta berdasarkan nomor urut peserta.
Melodi menatap fokus ke arah peserta pertama, kedua, ketiga yang menghayati bermain memerankan perannya dalam video film pendek. Ia menoleh ke arah anggota kelompok yang duduk di sebelahnya.
"Anton, Wika, Lilo, Jino, kita wajib tampil lebih bagus dari mereka. Apa kalian sudah hapal skenario acting masing-masing," ucap Melodi bertanya pada Anton, Wika, Lilo dan Jino yang mengangguk-angguk kepalanya setuju.
"Baguslah, semangat," ucap Melodi lagi dan tidak lupa mengeluarkan yel-yel diiri acungan jempolnya.
Tidak terasa sudah waktunya nomor peserta 06 Melodi, Alex dan anggotanya tampil. Melodi berdiri dari duduknya dan ia melangkah tegas menuju ke atas panggung diikuti oleh Anton, Wika, Lilo dan Jino yang membawa beberapa alat properti yang dibutuhkan.
Kini layar monitor telah terpancar jelas dalam menunjukkan desain poster foto dirinya dan anggota timnya dan CD cover video film pendek dalam judul "Aku Manusia Bukan Figuran". Melodi terlihat cantik dan muda dengan pakaian baju seragam sekolah putih abu dengan hijab putih di bagian kepalanya. Begitu juga dengan penampilan Anton yang terlihat tampan dan keren dengan pakaian baju seragam sekolah putih abu dengan gaya anak brandal sedang mengganggu Melodi. Melodi berperan sebagai peran utama protagonis dalam naskah novel. Anton sebagai peran utama antagonis. Wika, Lilo dan Jino sebagai peran pendukung dalam video film pendek.
Melodi memberikan tatapan kode ke arah Anton dan anggota timnya untuk memulai menunjukkan hasil akting mereka.
__ADS_1
Di awali dari Melodi yang berniat untuk jajan ke kantin sekolah, ia dikejutkan dengan kedatangan Anton -- Kepala gang brandal di sekolahnya diikuti oleh Lilo dan Jino yang berjalan di belakangnya.
Disaat Melodi berjalan menunduk hormat saat melewati Anton dan dua anggota geng brandalnya. Anton menahan tangan Melodi hingga langkah kaki Melodi terhenti.
"Hei, anak baru! Cepat berikan uang jajannya padaku jika kamu mau sekolah tenang disini!" ucap Anton mulai mengancam Melodi.
Melodi langsung ketakutan dengan ancaman Anton. Tapi, ia tidak bisa memberikan uang di saku bajunya. Ini uang Guru wali kelasnya yang menitip makanan untuk dirinya.
"Maaf kak, saya tidak bisa memberikan uang pada kakak. Uang ini milik Pak Zino untuk menyuruh saya membelikan makanan di kantin." tolak Melodi secara halus. Ia menundukkan kepalanya di hadapan Anton karena tidak berani melihat tatapan tajam Anton.
"Cih, omong kosong kamu! Cepat berikan atau aku rebut uang darimu!" dengan satu tarikan Anton dapat menarik uang di saku baju Melodi tanpa menyentuh bagian sensitifnya.
Adegan selanjutnya terus diperankan oleh Melodi yang berusaha memberontak pada Anton agar mengembalikan uang itu padanya hingga kedua anggotanya yaitu Lilo dan Jino menahan tangan Melodi agar menjauhinya.
Kejadian menegangkan ini diketahui oleh Wika yang merupakan anak kepala sekolah membuat Anton dan dua anggota takut. Tapi, uangnya tetap dibawa lari dan Wika berusaha mengambil uang Melodi tapi Anton memukulinya hingga jatuh pingsan. Melodi yang melihat sahabatnya tak sadarkan diri, ia langsung mengeluarkan jurus cap lima jari di wajah Anton.
Seketika Anton sangat murka saat menerima tamparan bertubi-tubi dari Melodi yang tangannya lebih cepat dari dirinya. Anton yang ingin menghindar tapi Melodi mencari celah agar terus melawan Anton hingga Anton terjatuh.
Sebelum Anton tak dapat menyeimbangkan tubuhnya, ia menarik tangan Melodi hingga tubuh Melodi ikutan terjatuh. Sungguh adegan unfaedah seperti apa ini? Melodi tidak menulis naskah novel bagian skenario saat ini. Sekalipun, ia mengarang cerita novel "Aku Manusia Bukan Figuran" hasil wawancaranya dengan salah satu siswa SMA di bullying habis-habisan di sekolahnya. Apa mungkin Anton menambah adegan bagian romantis ini tapi dapat menyusahkan dirinya. Bagaimana tidak susah, Melodi jatuh lebih dulu di atas lantai. Lalu tubuhnya hampir tertimpa oleh tubuh Anton di atas dirinya.
Jarak wajah Melodi sangat dekat dengan wajah Anton. Melodi dapat terlihat jelas semua bagian wajah Anton. Ia menajamkan kedua matanya saat melihat satu tahi lalat di pipi kanan Anton. Ia langsung menyentuh wajah Anton tapi Anton lebih cepat mencegah tangannya.
"Maafkan aku, kamu pasti tidak nyaman. Jaga diri baik-baik dan jangan lupa makan," ucap Anton membuat Melodi teringat dengan kata-kata Alex yang sering katakan pada dirinya.
Sekilas Melodi teringat dengan posisinya sekarang sama dengan posisi dirinya dengan Alex sedang bermain di dalam kamarnya dan tidak lupa mengucapkan kata itu.
"Alex, kamu Alex kah?" tanya Melodi dengan menatap sendu ke arah Anton yang sedang tersenyum mengangguk.
Semua orang bertepuk tangan meriah karena adegan cuplikan cerita pendek telah selesai. Melodi, Anton dan tiga anggotanya tersenyum di hadapan semua penonton. Melodi menoleh ke arah Anton yang membalas tatapan dirinya dengan senyuman.
Setelah semua anggota peserta selesai menunjukkan hasil karya cuplikan cerita film pendek dalam naskah novel. Sudah saat ini detik-detik hasil penilaian dari juri.
Melodi berdoa pada Tuhan agar kelompoknya masuk kategori juara 1-3. Sedangkan Anton yang menoleh ke arah Melodi, ia sangat bahagia dengan akting tak sengaja dirinya tadi bisa diimbangi oleh Melodi.
Peserta juri telah menyebutkan juara 3 dan juara 2 yang diberikan oleh kelompok 3 dan 1. Kini tinggallah juara 1 yang akan dinantikan oleh Melodi, Anton dan tiga anggotanya yang berharap penuh agar anggota mereka menang.
Melodi memejamkan kedua matanya dan menutup telinganya dengan kedua tangannya. Ia tidak sanggup jika menerima kenyataan pahit bahwa ia kalah.
"Baiklah, sudah dinanti-nantikan siapakah juara 1 dalam perlombaan menulis novel diadaptasikan dalam bentuk video film pendek ini. Baiklah kita sebutkan pemenangnya adalah--" ucap MC pria sengaja tergantung agar semua peserta senam jantung termasuk Melodi dan Anton yang terus berdoa baik-baik untuk dirinya.
"Selamat juara 1 dimenangkan oleh kelompok 1." lanjut MC pria membuat Melodi berjingkrak senang, ia spontan memeluk tubuh Anton yang duduk di sampingnya.
"Alhamdulillah, kelompok kita menang. Kelompok kita menang," ucap Melodi masih memeluk tubuh Anton.
Anton merasa tidak enak menjadi bahan tontonan semua orang, ia melepaskan tubuh Melodi dari dirinya dan mengajak Melodi agar berjalan menuju atas panggung.
Senyuman manis Melodi terbit di wajah cantiknya dikala juri memberikan kalung piagam di bagian leher Melodi dan Anton diberikan piala sebagai pemenang pertama dalam perlombaan ini. Melodi dan Anton sebagai perwakilan kelompok yang memenangkan lomba juara 1 dalam perlombaan ini.
Melodi dan Anton diajak berfoto bersama pemenang di atas panggung. Untuk hadiah barang dan uangnya akan diberikan setelah acara selesai.
Setelah acara selesai dan Melodi telah menerima semua hadiah pemenang perlombaan. Ia menyuruh Wika, Lilo dan Jino untuk membawa semua hadiah ke dalam mobilnya. Ia tersisa dirinya dan Anton di taman belakang kantor perusahaan Tekstil fashion Rani.
__ADS_1
Melodi menatap intens menuju ke arah Alex yang menyamar sebagai Anton sedang berdiri di hadapannya. Ia melipatkan kedua tangannya di bagian perutnya.
"Katakan yang sejujurnya, kenapa kamu berbohong padaku, Alex?" tanya Melodi memulai pembicaraan pada Alex yang terlihat pucat.
"Bagaimana kamu mengenaliku, Mel?" tanya Alex balik membuat Melodi menghela nafas kasarnya.
"Coba periksa tahi lalat di wajahmu dan kalimat yang sering kamu berikan padaku sudah menyakinkan aku bahwa kamu adalah Alex -- Suami culunku. Aku sempat tidak mengenalimu, Lex. Penampilanmu yang keren dan modis serta sifat humoris yang sering kamu tunjukkan padaku sangat membuatku terkesan mengagumimu." Melodi menghentikan perkataannya sejenak dan ia menatap wajah Alex yang terlihat bersalah.
"Kamu hampir membuatku jatuh cinta lagi, Lex. Jatuh cinta pada pria baru ku kenal. Aku tidak marah apapun alasanmu padaku, aku ingin tahu apa yang kamu inginkan dariku saat kamu menyamar sebagai orang lain?" tanya Melodi membuat Alex tersenyum tipis ke arah Melodi.
"Semua sikap penyamaranku selama ini alasannya yaitu aku sangat mencintaimu." jawab Alex cepat.
"Kamu sangat mencintaiku?" tanya Melodi dengan menyerhitkan keningnya merasa binggung.
"Iya, cintaku begitu besar padamu. Apapun aku lakukan demi kamu bisa melihat ke arah diriku sebentar saja dan kamu bisa hidup nyaman dan tenang bersamaku. Apa kamu tidak ingat dengan teman kecilmu yang selalu melindungimu dan berjanji akan menikahiku setelah besar nanti?" tanya Alex membuat Melodi semakin binggung. Ia mencoba mengingat masa kecilnya.
Melodi kecil menangis saat dibully oleh empat anak perempuan yang julid dengan hidup mewahnya. Hal itu membuat Alex kecil yang menjadi tetangga rumah Melodi tiga langkah dari rumah itu datang dan mengusir semua calon nenek mulut pedas dan julit itu.
"Pergi kalian! Kalian itu jelek dan miskin tidak pantas membully Melodi cantik. Aku akan melapolkan pada polisi atas sikap kulang ajal kalian agal masuk penjara, pelgi kalian!" usir Alex mengusir empat anak perempuan yang ketakutan dan berlari hingga jatuh jungkir-balik.
"Apa ada bagian yang sakit?" tanya Alex kecil membantu Melodi berdiri dari duduknya.
Melodi mengusap air matanya dan ia menatap sendu ke arah Alex.
"Tidak, cuma hatiku sakit kalena dihina. Telima kasih ya Ali udah menolongku." jawab Melodi kecil yang berterima kasih pada Ali. Iya, Ali adalah nama teman yang selalu Melodi sematkan pada sahabat baiknya karena ia tidak bisa menyebutkan huruf e atau x.
"Iya, sama-sama, aku janji aku akan melindungimu dan menikahimu setelah besal nanti kalena aku mencintaimu," ucap Alex.
Seketika Melodi menatap kedua mata bulat dikala Ali adalah Alex sudah berada di hadapannya. Melodi menyentuh wajah Alex dengan tangan sedikit bergetar hebat.
"Ja-jadi, kamu Ali -- Sahabat baikku sewaktu kecil, Lex?" tanya Melodi dengan terbata-bata.
Alex mengganguk cepat saat mengiyakan perkataan Melodi.
"Iya, aku bahagia sudah menempati janjiku dulu padamu. Maafkan aku baru berkata jujur padamu, Mel. Aku kira kamu mengenaliku, rupanya aku melupakanku dan janji di waktu kecil dulu." jawab Alex dengan tatapan sendunya.
Melodi langsung berhamburan ke dalam pelukan Alex. Ia menangis tersedu-sedu di dalam pelukan hangat Alex.
"Hiks... Hiks... Maafin aku atas semua perbuatanku padamu, Alex. Aku sangat menyesal menatap rendah dirimu dan tak menganggapmu sebagai suamiku. Sungguh, aku sangat menyesali perbuatanku. Maafkan aku, Lex. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi istri yang baik untukmu." jelas Melodi menyesal diiringi isak tanggisnya di hadapan Alex.
Alex meregangkan pelukan Melodi, ia menghapus semua air mata Melodi di wajah cantiknya.
"Jangan menangis, hatiku sakit melihat kamu menderita, Mel. Aku sudah memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf padaku. Mari kita bangun rumah tangga ini dengan baik dan kita beri warna-warni rumah tangga kita dengan kehadiran bayi kecil dari rahimmu," ucap Alex dengan senyuman tulus ke arah Melodi.
Melodi membalas senyuman tulus Alex, ia mengganguk mengiyakan perkataan Alex.
"Kamu benar, Lex. Aku setuju, terima kasih sudah memaafkanku. Izinkan aku belajar mencintaimu dan menjadi istri yang baik serta ibu yang baik dari calon anak kita yang belum lahir nanti, i love u." sahut Melodi.
"Love u too." balas Alex yang merangkul tubuh Melodi agar melangkah keluar dari taman menuju ke arah mobil.
Setelah kejadian tak terduga itu rumah tangga Melodi dan Alex terlihat sangat bahagia dan dipenuhi oleh warna-warni saat Melodi telah mengandung anak kembar Alex. Semua aktivitas Melodi selalu diawasi oleh Alex. Alex sangat mencintai Melodi dan ia rela bekerja dari rumah dan menghandel semua pekerjaan kantor perusahaan dirinya dan perusahaan Melodi untuk membantu aktivitas keseharian Melodi semasa hamil di rumah saja.
__ADS_1
*Tamat*