Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 32 Melodi Menceritakan Pada Anton


__ADS_3

Alex yang sedang bersantai di area taman belakang rumah mewah kedua orang tua Melodi. Ia mendapatkan pesan dari bodyguardnya.


"Ma, Pa, mohon tunggu sebentar, ada pesan masuk dan aku mau membaca pesan itu," ucap Alex merasa tidak enak hati jika ia memainkan ponsel saat berbicara dengan Mama Siska dan Papa Max.


"Iya, silahkan saja." jawab Papa Max dan Alex langsung mengambil ponsel di atas meja.


"Tuan muda, Nona muda Melodi berada di rumah sakit swasta Lia." Bodyguard Rio.


Seketika raut wajah Alex menjadi masam saat membaca isi pesan yang dikirimkan oleh bodyguard Rio.


"Mungkinkah Melodi memasang obat KB pada dokter Lia?" tanya Alex dalam hati.


Mama Siska yang menatap raut wajah Alex berubah menjadi asam, membuat ia merasa penasaran bukan main.


"Alex, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mama Siska.


"Tidak apa-apa Ma, cuma dapat pesan dari bodyguardku kalau Melodi sedang berada di rumah sakit." jawab Alex dengan memberikan senyuman tipis pada Mama Siska.


"Apa? Rumah sakit?" ucap Mama Siska dan Papa Max secara bersamaan.


"Apa Melodi sedang sakit?" tanya Papa Max dengan tatapan penuh selidik.


"Aku rasa begitu pa, Melodi sakit karena diriku. Maafkan aku yang membuat Melodi menjadi sakit." jawab Alex dengan menundukkan kepalanya merasa bersalahnya.


"Tidak masalah, Papa mengerti maksudmu, Lex. Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, lebih baik kamu jemput istrimu agar tidak merajuk tidak jelas." saran Papa Max dan Alex mengangguk mengiyakan perkataannya.


Alex pamit undur diri di hadapan Mama Siska dan Papa Max. Ia ingin berganti pakaian baju kaos dan celana panjang santai dan sopan. Setelah itu ia membawa mobil mewahnya untuk pergi menuju rumah sakit sesuai lokasi yang dibagikan oleh bodyguardnya.


Di tengah perjalanan, Alex teringat dengan penampilan dirinya yang cukup.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak boleh berpenampilan seperti ini bisa saja kedatanganku membuat suasana hati Melodi semakin mengamuk. Lebih baik aku menyamar sebagai Anton." Alex mencari toko baju biasa untuk mendapatkan baju dan celana yang keren dan mengganti penampilannya menjadi pria tampan. Ia tidak memperdulikan beli baju di toko baju biasa yang dilakukan oleh rakyat jelata. Ia termasuk rakyat jelata tetapi hidupnya jauh lebih beruntung karena terlahir dari keluarga miliader.


Alex memarkirkan mobilnya di depan toko baju dan ia berjalan keluar dari mobilnya. Di dalam toko baju, Alex disambut hangat oleh wanita berparuh baya yang memiliki toko baju itu.


"Bu, saya mau membeli baju kaos santai berwarna biru navi dan celana panjang senada dengan warna bajunya," ucap Alex dan Wanita berparuh baya itu menunjukkan letak bagian pakaian yang diinginkan Alex.


Setengah jam kemudian, setelah melakukan pembayaran membeli pakaian dan mengenakan pakaian ke tubuhnya. Alex telah menyamar sebagai Anton dan berpenampilan seratus persen lebih tampan dan keren. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga sampai di rumah sakit swasta Lia. Ia menatap ke sekeliling pekarangan depan rumah sakit yang ternyata Melodi baru keluar dari rumah sakit dengan tatapan mata fokus ke arah ponselnya.


"Dasar korban kecanduan gadget, tidak takut banget kalau jatuh dan menabrak orang lain." kata Alex dalam hati. Ia berjalan keluar dari mobil untuk menghampiri Melodi.


Bruk!


Alex yang telah menghentikan langkah kakinya di hadapan Melodi. Tubuhnya menjadi korban ditabrak oleh Melodi. Alex mendengar permintaan maaf Melodi yang sepertinya tidak mengetahui keberadaan dirinya.


"Apa ada bagian tubuhmu terasa sakit?" tanya Anton dengan ekspresi wajah dingin dan datarnya. Alex tidak menghiraukan pertanyaan Melodi, ia lebih mementingkan kondisi Melodi yang sepertinya kepalanya sakit karena terbentuk oleh tubuh kekarnya.


"Kamu sakit apa? Kenapa bisa pergi ke rumah sakit sendirian? Dimana suamimu? Apa suamimu tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk mengantarkan istrinya pergi ke rumah sakit?" berbagai pertanyaan Alex lontarkan pada Melodi.


Melodi yang menerima banyaknya pertanyaan dari Anton. Ia langsung menarik Anton menuju ke kantin rumah sakit.


"Nanti aku bisa jelaskan padamu."


Anton hanya mengangguk mengikuti perkataan Melodi. Sesampainya di kantin rumah sakit, Melodi menyuruh Anton memesan makanan atau minuman.


"Kamu mau pesan apa? Biar aku pesan dan mentraktirmu," ucap Melodi yang sedang membaca setiap buku menu makanan dan minuman di rumah sakit.


"Tolong pesankan aku kopi hangat saja, aku sudah sarapan pagi tadi." sahut Anton.


"Baiklah." Melodi pun memesan minuman kopi, makanan nasi goreng dan susu hangat pada pelayan kantin.

__ADS_1


"Kamu sakit apa, Anton?" tanya Melodi menatap ke arah Anton yang duduk berhadapan langsung dengan dirinya.


"Sakit hati." jawab Anton cepat membuat Melodi menyerhitkan keningnya merasa binggung.


"Kenapa bisa sakit hati? Kamu belum memiliki pasangan hidup, jangan bilang kalau kamu diselingkuhi oleh pasanganmu?" tanya Melodi lagi dan Anton menggeleng cepat.


"Lalu, apa yang terjadi padamu?" lagi-lagi Melodi mengajukan pertanyaan pada Anton.


"Lalu, bagaimana dengan kamu? Kenapa kamu pergi ke rumah tanpa ditemani suamimu?" tanya Anton balik.


Seketika Melodi menelan salivanya dengan susah payah, ia mulai memutar otaknya untuk memberi alasan yang tepat. Tidak etis jika ia berkata jujur pada Anton.


"Aku memeriksa kondisi tubuhnya yang meriang kesakitan." jawab Melodi tersenyum terpaksa.


"Oh, apa kamu sedang berbohong, Mel?" tanya Anton dengan penuh selidik.


"Hem... Tidak, ada satu hal yang aku lakukan selain memeriksa kondisiku, Anton. Tetapi, aku tidak bisa cerita padamu." jawab Melodi menundukkan kepalanya merasa sedih.


"Jika kamu merasa keberatan, kamu tidak berhak bercerita padaku. Itu privasi hidupmu dan aku tidak perlu tahu," ucap Anton membuat Melodi menggeleng pelan.


"Jika aku menceritakan masalah kehidupan pribadiku, apa kamu mau menjadi pendengar yang baik untukku, Anton?" tanya Melodi dengan ragu-ragu.


"Dengan senang hati, aku akan mendengarkannya dengan baik dan aku akan merahasiakan masalah itu pada siapapun." jawab Anton cepat.


"Baiklah, Sebenarnya aku menikah dengan pria culun pilihan orang tuaku. Aku menikah dengan pria itu sama di tanggal pernikahanku dengan mantan pacarku yang meninggal dunia. Aku sangat frustasi karena hidup berumah tangga dengan pria tak ku cintai. Apalagi, kedua orang tuaku, memaksaku untuk belajar mencintai pria itu tetapi hatiku belum bisa membuka orang baru." Melodi menghentikan perkataannya sejenak, ia menarik nafasnya dalam-dalamnya.


"Dengan sikap suamiku yang baik dan perhatian, aku berpikir agar aku bisa memulai mencintainya. Tetapi, dia berani menyentuhku tanpa seizinku. Aku sangat kecewa pada dirinya. Akhirnya, aku diam-diam memutuskan untuk datang ke dokter Lia untuk memeriksa kondisiku yang sakit dan meminta obat KB agar aku tidak hamil anaknya." jelas Melodi panjang lebar membuat Anton membulatkan kedua bola matanya.


"Apa? Obat KB kamu konsultasi dengan dokter Lia?" tanya Anton memastikan dan Melodi dengan polosnya mengangguk mengiyakan perkataannya.

__ADS_1


__ADS_2