Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 37 Makan Siang Bersama


__ADS_3

Alex yang telah memesankan menu makanan spesial untuk Melodi yang sama dengan makanan dipesannya, ia melirik ke arah Melodi yang menatap sendu ke arah Lilo setelah mendengar perkataan candaan Lilo. Ia langsung mencetil kening Lilo hingga Lilo meringis kesakitan.


"Aduh sakit tahu, Lex. Kenapa kamu jahat banget sama aku," ucap Lilo dengan memonyongkan bibirnya merasa kesal pada Alex.


"Tolong kondisikan bibirnya dan candaanmu itu tidak lucu kali Lilo. Kamu ini selalu saja membuat ulah dimanapun berada. Mentang-mentang wajahmu mirip dengan mantan tunangan istrinya. Jadi, seenak jidatnya kamu mengaku sebagai mantan tunangan istriku. Ayolah Lilo, jangan merusak suasana hatiku yang sedang berwarna-warni. Lihatlah Melodi jadi sedih karena kamu." sahut Alex panjang lebar pada Lilo.


Dengan mendengar perkataan Alex yang baru ia ketahui kebenaran bahwa wajahnya mirip dengan mantan tunangan Melodi membuat ia kaget.


"Apa? Wajah tampanku ini mirip dengan wajah mantan tunangan istrimu, Lex," ucap Lilo dengan menelan salivanya dengan susah payah saat menyadari Melodi menatap penuh cinta ke arah dirinya.


"Hem..." Hanya deheman Alex saja yang mengiyakan perkataan Melodi.


"Sudahlah sayang, jangan dimasukkan ke dalam hati kata teman gak ada akhlakku ini dia orangnya humoris dan berbicara sembarangan. Tidak ada Miko 1, Miko 2 atau Miko apapun. Ikhlaskan saja mantan tunanganmu pergi menghadap Tuhan dan buka lembaran hidup baru bersamaku." bujuk Alex dengan mengusap kepala Melodi dengan lembut.


Melodi menatap sendu ke arah kedua mata Alex yang menatap penuh cinta ke arah dirinya.


"Benar Lex, lupakan masa lalu dan aku berhak hidup bahagia di masa sekarang." sahut Melodi tersenyum.


"Ehem... Sepertinya aku dan wanita cantik ini menjadi obat nyamuk. Oh iya, siapa namamu, cantik?" ucap Lilo menoleh ke arah Wika yang duduk di sampingnya dan ia mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Wika.


Wika menerima jabatan tangan Lilo dan ia tersenyum ke arah Lilo.


"Saya Wika -- Tangan kanannya Nona Melodi." jawab Wika.


"Oh nama yang bagus, nama saya Lilo -- Pemilik perusahaan Fashion baru berkembang di Jakarta dan abaikan pakaian dinas pemerintahan ini karena hari ini terakhir saya bekerja sebagai pegawai honorer pemerintahan." sahut Lilo mulai curhat pada Wika dengan mudahnya.


Tidak berapa lama kemudian, datanglah semua makanan dan minuman yang dipesan oleh Alex.


"Silahkan dimakan makanannya Tuan, Nona," ucap Pelayan Misa yang telah menyusun semua makanan di atas meja.


"Terima kasih," ucap Melodi mulai menatap satu persatu menu makan siang di atas meja makan.

__ADS_1


"Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi dulu." pamit Pelayan Misa dan dijawab anggukan oleh Melodi dan Alex.


"Alex, kamu yang memesan semua makanan ini?" tanya Melodi dengan menunjukkan semua makanan di atas meja.


"Iya, aku sengaja memesan makanannya untuk kita dan dua tangan kanan kita." jawab Alex.


"Baiklah." sahut Melodi singkat. Lalu, ia mulai mencicipi makanan yang dipesan oleh Alex.


"Silahkan makan saja, jangan malu-malu." tawar Alex pada Lilo dan Wika yang sedang tersenyum manis.


Alex mulai menyuapi makanan di mulutnya dan tidak ada suara apapun di meja makan mereka.


Setelah menghabiskan makanannya, barulah Melodi yang terlihat tersenyum manis di hadapan Lilo.


"Oh iya, maafkan aku yang salah menduga kamu adalah mantan tunanganku tadi. Sebab, kamu hampir menyerupai wajah Miko," ucap Melodi memulai membuka topik pembicaraan.


Lilo membalas senyuman Melodi membuat Alex cemburu.


Melodi yang mendengar perkataan Lilo, ia pun teringat dengan kejadian itu.


"Iya benar sekali, rupanya kita pernah bertemu. Oh iya, maafkan aku waktu itu tidak sengaja menabrak tubuhmu. Ngomong-ngomong, kamu mau mengajukan kontrak kerjasama dengan perusahaanku?" tanya Melodi cepat.


"Iya, kamu tahu darimana?" tanya Lilo balik.


"Tentu saja, aku tahu semua berkas pengajuan kerjasama di perusahaanku karena aku sendiri yang memeriksanya." jawab Melodi cepat.


"Sayang, Lilo mau mengajukan kerjasama kontrak dengan perusahaanmu? Kenapa kamu tidak memberitahuku?" tanya Alex mulai mencampurkan pembicaraan Melodi dan Lilo.


"Iya, aku baru tahu kalau Lilo ini teman dekatmu. Makanya, aku tidak memberitahumu mengenai berkas pengajuan kerjasama yang baru masuk pagi tadi." jawab Melodi jujur.


"Oh begitu, baiklah periksa dulu bentuk keuntungan kerjasamanya. Jika Lilo membuat peraturan macam-macam tinggal tolak saja," ucap Alex enteng membuat kedua mata Lilo menatap tajam ke arah dirinya.

__ADS_1


"Penghasut, tidak boleh bersifat hati busuk seperti itu Lex. Ayolah kasihanilah perusahaanku yang baru berkembang dan butuh kerjasama dengan perusahaan besar seperti istrimu." sahut Lilo cepat.


"Iya aku tahu kok Lilo, aku sedang bercanda. Tapi, ada benarnya juga kataku itu. Kita harus teliti dalam memilih rekan bisnis. Teruntuk kamu baru membuka bisnis baru wajib memilah bentuk kerjasama dan dapat meningkatkan mutu perusahaanmu." jelas Alex panjang lebar pada Lilo.


"Baiklah, aku mengerti, terima kasih atas sarannya." balas Lilo cepat.


Lilo melirik ke arah Melodi yang sedang berbicara dengan tangan kanannya.


"Untunglah kita makan siang bersama hari ini di restoran. Aku bisa melihat istriku untuk pertama kalinya."


"Iyalah, kamu sendiri gak datang acara ke pernikahanku. Lihatlah sekarang baru tahu wajah cantik istriku." Alex merangkul tubuh Melodi di hadapan Lilo dan Wika yang tersenyum saja.


"Wow kalian pasangan romantis, tapi kalian lebih pasangan serasi jika kamu bisa berubah menjadi pria tampan yang bisa merubah penampilan culunmu menjadi pria keren dan sempurna. Dengan begitu barulah pantas bersanding dengan Melodi." perkataan Lilo membuat Alex menatap kedua bola mata malas ke arah Alex.


"Nona Melodi semua berkas kerjasama yang diterima sudah selesai saya sampaikan," ucap Wika membuat Melodi yang sedang memeriksa laporan di ponselnya teralihkan menuju ke arah Wika.


"Okey, bagaimana dengan kerjasama kita dengan Tuan Anton, apa sudah ada kabar?" tanya Melodi membuat Alex dan Lilo langsung terdiam dari kata candaannya.


"Belum Nona, kerjasama pembelian bahan pakaian yang dipesan dulu sudah selesai pakaiannya dan rupanya ada tambahan bahan yang akan dijahit untuk acara fashion show busana muslim." jawab Wika melaporkan pada Melodi sesuai pesan Tuan Anton.


"Benarkah begitu? Lalu, kenapa Tuan Anton tidak memberitahuku kalau ada tambahan bahan yang akan dijahit dalam acara fashion show? Seharusnya pesan di butik kita saja perusahan fashion kita terkenal produk pakaian mewah dan elegan." Melodi mengerutkan keningnya merasa heran pada rekan bisnisnya. Katanya Tuan Anton ingin bekerjasama dengan perusahaannya tetapi dia tidak jujur kalau ada tambahan bahan.


"Jika tidak ada kabar apapun, biar aku saja menelpon Tuan Anton agar datang kesini." baru saja Melodi ingin mengambil ponsel di atas meja. Alex langsung mengambil ponselnya membuat Melodi menatap heran pada suami culunnya.


"Kenapa kamu mengambil ponselku, Lex?" tanya Melodi to the point.


Seketika raut wajah Alex menjadi gugup dan ia mencoba berpikir keras untuk memberikan jawaban yang tepat untuk Melodi.


"Tidak, maksudku, jangan mengundang rekan bisnismu saat jam istirahat, Mel. Jangan menggangu Tuan Anton sedang makan siang dengan mengaitkan kegiatan kerjasama perusahaan." jawab Alex tegas.


Melodi menyenggir kuda saat mendengar perkataan Alex ada benarnya. Ia hampir mengambil jam istirahat orang lain dan tidak seharusnya ia mempersulit hidup orang lain agar datang kesini secara mendadak dan waktu tidak tepat.

__ADS_1


"Benar juga, ya sudahlah nanti saja aku akan menelponnya. Lebih baik kita habiskan saja minumnya lalu kembali masuk kerja." sahut Melodi dan Alex mengacungkan jempol pada Melodi.


__ADS_2