
Sesampainya di depan pintu rumah mewah, Melodi melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 6 sore.
"Ya ampun, sebentar lagi sudah waktu sholat magrib. Lebih baik aku ambil air wudhu dan sholat." Melodi memasuki rumah mewahnya dan menaiki anak tangga menuju ruang kamarnya. Ia tidak terbiasa untuk menaiki ruang lift. Lebih baik naik tangga bisa menyehatkan tubuh dan mengeluarkan keringat.
Cekrek!
Pintu ruang kamarnya terbuka lebar dan Melodi melangkah masuk ke dalam ruang kamarnya. Ia menaruh tas di atas meja riasnya dan mengganti pakaiannya menjadi rumahan saja. Ia mulai mengambil air wudhu dan sholat sesuai adzan magrib.
Di tengah sholatnya, Melodi berdoa khusyu kepada Tuhan agar diberikan kemudahan dan jalan keluar dari rumah tangga yang tak diharapkannya. Setelah selesai sholat, Melodi merapikan alat sholat dan ia mengambil ponsel di dalam tasnya.
Ting!
Pesan masuk dari seseorang.
Melodi membuka isi pesan dari Alex di layar ponselnya.
"Aku dalam perjalanan pulang, tolong siapkan makanan kesukaanku." Alex.
Tanpa disadari oleh Melodi, seketika senyuman manis muncul menghiasi wajah cantiknya. Jari-jarinya terlihat lincah untuk mengetik pesan.
"Okey." Melodi membalas pesan singkat.
Melodi menatap ke sekeliling ruang kamarnya yang terasa sunyi dan tenang.
"Jika saja waktu itu aku membiarkan Alex tidur satu ranjang denganku. Sekarang aku telah mengandung anak Alex." lirih Melodi tanpa sadar.
"Eh, tidak-tidak! Kenapa aku bisa berpikir sejauh itu? Aku mana mungkin melakukan itu kalau tidak cinta." Melodi menggeleng cepat untuk menetralkan pikirannya yang berantakan. Ia mengeluarkan semua barang di dalam tasnya. Lalu, ia memilih melangkah keluar dari kamarnya.
Hari ini Melodi merasa hatinya bahagia, setelah pertemuan singkat dengan Anton tadi. Entahlah, cuma rasa kagum saja di rasakan oleh Melodi.
Melodi berjalan melewati ruang makan yang ternyata sudah ada berbagai makanan yang dihidangkan. Ia memeriksa lima macam lauk untuk makan malam. Tetapi, ia tidak menemukan satu lauk kesukaan Alex.
Dengan langkah kakinya yang tegas, Melodi berjalan menuju ruang dapur dan membuat makanan kesukaan Alex.
"Aku buat ayam geprek saja, Alex pernah bilang ia suka makan itu." lirih Melodi yang mulai membuka kulkas dan mencari stok makanan ayam mentah.
__ADS_1
"Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pelayan Lela dengan sopan.
Melodi menoleh ke arah belakang, ia tersenyum tipis ke arah Pelayan Lela.
"Tentu saja, bisa rebuskan ayam ini dan aku bisa membuat bumbu gepreknya," ucap Melodi dan Pelayan Lela mengangguk cepat untuk melaksanakan perintah Melodi.
Satu menit telah berlalu dan bumbu racikan yang dibuatkan oleh Melodi telah selesai. Tinggal mengoreng ayam dan mencampurkan bumbu menjadi satu bagian.
"Selesai," ucap Melodi dengan tersenyum saat menatap makanan yang dibuatkannya untuk suami culunnya.
Jam dinding telah menunjukkan pukul 6.30 malam dan Melodi membawa makanan di meja makan.
Di ruang makan ternyata sudah ada Alex yang telah berganti pakaian santai.
"Sejak kapan kamu pulang, Lex?" tanya Melodi yang dengan tatapan binggungnya dan mengisi makanan di atas meja. Melodi mengambil piring untuk Alex dan mengisi makanan untuk diserahkan kepada Alex.
Alex yang sibuk memeriksa laporan perusahaannya, ia mengalihkan pandangannya dari layar ponsel menuju ke arah Melodi yang telah memberikan piring berisi makanan kesukaanya.
"Terima kasih telah membuatkan makanan kesukaanku. Tentu saja, setengah jam tadi." jawab Alex yang telah menerima makanan dan mulai memakan makanan buatan Melodi.
"Tapi, kenapa aku tidak tahu kamu sudah pulang?" tanya Melodi lagi.
"Benar juga ya." Melodi mengangguk mengiyakan perkataan Alex. Ia mulai mengambil makanan kesukaannya sedikit saja.
Suasana di meja makan terasa sunyi dan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu saja. Melodi dan Alex sibuk memakan makanannya. Tidak ada rasa romantis diantara mereka, melainkan rasa canggung karena tak sepenuhnya saling mengenal.
Melodi menatap ke arah Alex yang menambah makanannya menjadi dua porsi.
"Syukurlah dia bersemangat makan dan tidak mubasir makanan buatanku." kata Melodi dalam hati.
Drt... Drt...
Melodi menoleh ke arah sumber suara yang ternyata ponselnya berbunyi.
"Mama," ucap Melodi pelan. Ia telah menyelesaikan makan malamnya dan meneguk habis minumannya sebelum mengangkat telepon mama Siska.
__ADS_1
Melodi : "Hallo Ma, assalamualaikum."
Mama Siska : "Wa'alaikumsalam, bagaimana kabarmu dengan suamimu, Mel?"
Melodi : "Alhamdulillah baik, mama dan papa apa kabarnya?"
Mama Siska : "Alhamdulillah kurang baik."
Melodi menyerhitkan keningnya merasa heran karena ia tahu sendiri mamanya selalu menjaga kesehatan dan pasti ada sesuatu yang membuat mamanya sakit. Ia melirik ke arah Alex yang sepertinya menajamkan indera pendengarannya. Ia tidak tega melihat Alex yang makan pelan-pelan tanpa suara. Ia pun menghidupkan speaker ponselnya.
Melodi : "Kenapa kurang baik, ma? Pasti Mama banyak pikiran, sudahlah ma jangan banyak berpikir nanti cepat tua."
Mama Siska : "Bagaimana mama gak banyak pikiran, anak semata wayang mama udah menikah tapi belum hamil juga. Mama kan butuh menimang cucu sama seperti teman mama yang anaknya nikah dan dua bulan kemudian udah punya anak. Masa mama kalah sama kamu yang nikah dalam kondisi gadis ting-ting."
Melodi menghela nafas kasar saat mendengar keluh kesah mamanya.
Melodi : "Semua butuh proses ma."
Mama Siska : "Kamu selalu bilang seperti itu. Mama tidak butuh kata manismu, Melodi. Mama butuh bukti punya cucu. Cepatlah berikan cucu pada mama dan papa yang semakin hari semakin menua. Oh iya, besok hari Sabtu. Itu berarti waktu kalian liburan. Ayolah menginap ke rumah mama dan papa. Sudah satu bulan lebih kalian menikah dan tidak mengunjungi mama dan papa."
Melodi : "Iya maaf ma, Melodi dan Alex sedang sibuk. Mungkin Mel---"
Perkataan Melodi terhenti saat Alex menyentuh tangannya agar mengiyakan permintaan mama Siska.
Melodi : "Baiklah Ma, aku dan Alex akan datang ke rumah mama besok."
Mama Siska : "Okey, mama tunggi kedatangan kalian. Sampai jumpa, assalamualaikum."
Melodi : "Wa'alaikumsalam."
Akhirnya, sambungan panggilan masuk di ponsel Melodi dimatikan oleh Mama Siska. Melodi menoleh ke arah Alex yang telah berpindah duduk di kursi sebelahnya.
"Kamu sudah mendengar percakapan tadi. Jadi, besok hari libur kita liburan di rumah mama dan papa," ucap Melodi membuat Alex mengangguk cepat.
"Baiklah, aku kembali ke kamar dulu. Masih ada beberapa berkas perusahaan yang harus aku selesaikan." Melodi melangkah pergi dari hadapan Alex yang diam menatap kepergiannya.
__ADS_1
"Semakin hari, Melodi selalu bersikap dingin padaku. Apa aku sanggup hidup bersama wanita yang keras hati seperti Melodi? Apa aku kuat menjalankan rencana itu?" Alex menatap sendu ke arah punggung Melodi yang kian menjauh dari hadapannya.
"Tidak! Aku tidak boleh pesimis seperti ini aku pasti bisa mendapatkan hati Melodi secepatnya. Aku percaya Dino tidak akan mengganggu rumah tanggaku lagi karena aku sudah memahami sifat asli Dino." Alex menyemangati dirinya sendiri dan ia tetap memantapkan hatinya untuk Melodi.