
Melodi memberikan pakaian Alex untuk dititipkan kepada Anton.
"Ini pakaian suamiku, sekarang kamu bisa pergi," usir Melodi sembari menyerahkan pakaian milik Alex pada Anton.
Anton menerima pakaian Alex yang diberikan oleh Melodi. Ia tampak terdiam sejenak saat menatap ke arah Melodi.
"Kamu tidak menawarkanku minuman," ucap Anton.
"Tidak, kamu kan datang kesini hanya mengambil pakaian Alex. Lalu, untuk apa aku memberikanmu minuman? Tidak baik seorang pria lajang bertamu di rumah istri teman yang suaminya tidak pulang." tolak Melodi.
"Baiklah, terima kasih sudah membantuku."
"Sama-sama." Melodi mengikuti langkah kaki Anton menuruni anak tangga hingga keluar dari rumahnya.
Melodi mencari mobil Anton yang terparkir di sekeliling pekarangan rumah mewahnya.
"Dimana mobilmu Anton?" tanya Melodi membuat Anton terdiam sejenak.
"Kenapa mobil Alex berada di rumah? Apa kamu yang meminjamkan mobil suamiku? Haduh... Alex ini mudah sekali meminjamkan barang dan mempercayaimu. Memangnya apa kelebihanmu, Anton? Hingga, Alex bisa bersikap polos seperti itu?" Melodi mengerutkan keningnya merasa pusing memikirkan kebodohan suaminya yang culun dan sikap polosnya.
"Sudahlah Anton, lain kali jangan meminjamkan barang suamiku apalagi datang ke rumah kami sendirian. Aku tidak suka kamu seenaknya masuk ke rumahku tanpa adanya orang yang mendampingimu." Melodi memperingati Anton agar bersikap segan pada dirinya dan Alex karena ia memahami sifat Anton yang humoris dan jail.
"Iya-ya, jangan marah-marah nanti cantiknya luntur kali. Aku mengerti kok aku meminjam mobil Alex karena mobilku mogok dan diperbaiki di bengkel mobil. Aku tidak enak hati jika menolak permintaan Alex untuk mengambil pakaiannya di rumahmu. Tapi, aku pastikan tidak akan mengulangi perbuatan yang menggangu kenyamananmu. Maafkan aku, Mel." jelas Anton merasa bersalah pada Melodi.
"Baiklah, tidak apa-apa. Aku maafkan perbuatanmu ini titip salam pada Alex jangan lupa makan dan tidur." sahut Melodi dan Anton mengacungkan jari jempolnya di hadapan Anton.
Anton pamit undur diri di hadapan Melodi dan ia melangkah masuk ke dalam mobil untuk menstarterkan laju kecepatan mobil hingga melaju keluar meninggalkan area pekarangan rumah mewah Melodi dan tidak lupa melambaikan tangan perpisahan pada Melodi.
__ADS_1
"Syukurlah Melodi percaya saja apa kataku tadi. Jika Melodi teliti dalam memperhatikanku bisa terbongkar semua penyamaranku." batin Alex dalam hati. Tatapan mata Alex fokus menyetir ke arah jalanan raya.
"Lalu, aku harus pergi kemana sekarang? Sudah hampir magrib dan perutku sudah lapar butuh asupan makanan sehat."
Sementara Melodi yang telah melangkah masuk ke dalam rumahnya. Ia menjatuhkan dirinya di atas sofa di ruang keluarga berada di lantai dasar.
"Kenapa Anton bersikap mencurigakan seperti itu? Bisa-bisanya Alex menyuruh Anton mengambil pakaiannya sendiri di ruang kamarnya. Coba saja Anton memiliki niat jahat, ujung-ujungnya aku terkena imbasnya dituduh Alex." lirih Melodi pelan.
Sekilas Melodi teringat dengan wajah tampan Anton yang tersenyum kaku ke arah dirinya.
"Wajah tampan Anton hampir mirip dengan wajah Alex. Tapi, bedanya penampilan Anton keren dan sempurna. Berbanding terbalik dengan penampilan Alex yang culun dan polos."
"Kenapa aku tiba-tiba memikirkan Alex? Haduh... Melodi jangan mudah mencintai pria baru masuk ke dalam kehidupanmu. Sekalipun dia sudah menjadi suami dan milikmu seutuhnya." Melodi menggelengkan kepalanya untuk menetralkan pikirannya yang berkelana dimana-mana.
Tok! Tok! Tok!
Pintu terbuka lebar dan Lilo menatap heran ke arah Alex yang masih mengenakan pakaian baju jas kantor yang berdiri di hadapannya.
"Kenapa kamu pulang kesini, Lex?" tanya Lilo membuat Alex menatap kedua bola mata malas ke arah Lilo.
"Bukankah kamu menyuruhku agar belajar berdandan layaknya pria idaman, Lilo?" tanya Alex balik dan ia menerobos masuk ke dalam ruang apartemen Lilo.
Lilo dengan cepat menutup pintu apartemennya dan ia berjalan menyusul Alex yang telah duduk di sofa ruang keluarga.
"Iya, maksudku tidak pulang ke rumahku juga, Lex. Bagaimana dengan istrimu yang curiga tidak pulang?"
"Justru aku pulang ke rumahlah aku dicurigai oleh Melodi. Ini semua aku mengikuti saranmu Lilo setelah pulang dari restoran itu aku langsung belajar dandan di rumahku. Aku menghabiskan waktu 3 jam untuk berdandan di depan kaca rias dan hasilnya memang pria keren dan sempurna. Tetapi, aku lupa dengan penampilanku seperti Anton. Tepat jam pulang kerja Melodi, aku ketahuan oleh Melodi." jelas Alex langsung lebar pada Lilo.
__ADS_1
"Apa? Kamu ketahuan dengan penyamaran oleh Melodi?" tanya Lilo dengan wajah terkejutnya.
"Iya, untung saja otakku sangat cerdas untuk berpikir memberi alasan yang tepat. Seolah-olah aku menyuruh Anton untuk mengambil pakaianku di ruang kamarku dan meminjamkan mobilku pada Anton. Walaupun Melodi akan murka denganku yang mudah mempercayai orang baru dikenal." jawab Alex menceritakan kembali drama kecil dengan Melodi di dalam kamarnya tadi.
"Lalu, bagaimana episode selanjutnya?" tanya Lilo dengan antusias untuk mendengarkan cerita Alex.
"Tentu saja mengikuti skenario menyamar sebagai Anton untuk pergi memberikan pakaian pada Alex dan Alex tidak pulang karena ada kerjaan lembur." jawab Alex membuat Lilo mengacungkan jari jempol pada Alex.
"Pria pintar, udah bisa pintar berbohong. Mantul kuy." puji Lilo dengan mengedipkan sebelah matanya pada Alex.
"Lilo, aku sudah cerita masalahku. Kalau begitu, bolehkah aku menginap di apartemenmu malam ini dan meminjamkan pakaianmu?" tanya Alex dengan wajah polosnya membuat Lilo tampak berpikir keras.
"Hem... Mau menginap disini dan meminjamkan pakaianku ya? Hem... Nanti aku pikir-pikir dulu?" ucap Lilo berhasil membuat Alex menjadi kesal.
"Ayolah Lilo, apa kamu tidak kasihan padaku jika aku tidur di mobil." bujuk Alex dengan tatapan sendunya ke arah Lilo.
Seketika Lilo tertawa lepas saat melihat kekonyolan Alex yang membohongi istrinya.
"Hahaha... Baiklah, aku setuju, Lex. Jangan menangis seperti itu wajahmu sudah tampan dan tidak pantas meminta belas kasihan padaku."
"Wokeh." sahut Alex lalu ia bergegas menuju ruang kamar tidur Lilo yang seperti biasanya jika ia berkelahi dengan Melodi, ia mampir kesini untuk beristirahat dan menumpang mandi saja.
Lilo menghela nafas kasar saat melihat kepergian Alex begitu saja.
"Dasar teman gak ada akhlak, belum aku suruh untuk beristirahat. Dia sudah lebih dulu masuk ke dalam kamarku. Untung saja aku sudah mandi dan makan. Jadi, aku tidak rebutan untuk masuk ke dalam kamar," Lilo geleng-geleng kepala saat melihat tingkah lucu Alex yang selalu seperti itu.
Lilo yang tidak ingin mengganggu Alex yang membersihkan diri dan menulaikan ibadah sholat magrib. Ia memilih berjalan masuk menuju ruang kamar keduanya untuk menulaikan ibadah sholat magrib dengan khushu dan serius.
__ADS_1