Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 17 Tidak Sudi Netizen Follow Akun Medsosku


__ADS_3

Saat ini Melodi sedang berbelanja di Mall bagian bahan makanan. Ia memilih makanan ayam, ikan, udang, cumi dan sayur untuk dimasaknya malam ini. Tidak lupa Melodi membeli bumbu dan buah-buahan sebagai makanan penutup. Melodi berbelanja sendiri setelah pulang dari perusahaannya. Melodi memberikan semua perbelanjaan ya pada karyawan Mall menuju tempat kasir. Ia ikut mengantri seperti masyarakat biasa dan gilirannya Melodi mengeluarkan uang sesuai jumlah belanjaannya. Diserahkannya uang itu pada kasir dan ia menyuruh karyawan Mall untuk membawa semua belanjaannya menuju mobil.


Melodi berjalan lebih dulu menuju area parkiran mobil dan ia membuka bagasi mobil.


"Taruh disini saja kak, semua belanjaan saya" ucap Melodi dengan jari telunjuknya ke arah dalam bagasi mobil.


"Baik Nona." sahut karyawan Mall lalu memasukkan semua belanjaan Melodi.


Melodi melihat semua barang belanjaannya telah dimasukkan semua.


"Terima kasih, ini ada sedikit sedekah untukmu," ucap Melodi dengan menyisipkan yang seratus ribu di tangan karyawan Mall.


Karyawan Mall bernama Rio yang melihat ada uang 100 ribu di tangannya. Ia merasa tidak enak hati pada pelanggan di tempat kerjanya.


"Tidak usah Nona, ini sudah pekerjaan saya." tolak Rio membuat Melodi langsung menyisipkan uang di saku bajunya.


"Ambillah, ini niatku untuk bersedekah sedikit." sahut Melodi tersenyum tulus.


"Baiklah Nona, terima kasih banyak sudah memberikan bantuannya. Semoga kebaikan Nona Melodi dibalas berkali lipat oleh Allah SWT." Rio menerima uang yang diberikan oleh Melodi dan mendoakan baik-baik untuk Melodi.


"Aamiin, kalau begitu saya pulang dulu." setelah mengatakan itu Melodi melangkah masuk ke dalam mobilnya. Ia menstarter mobilnya agar melajukan kecepatan mobil meninggalkan area parkiran Mall.


Satu jam kemudian, Melodi telah sampai di depan pintu halaman rumah Alex. Ia menyuruh pelayan rumah untuk membawakan semua belanjaannya. Ia berjalan masuk menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian santai ala rumahan.


Setelah itu Melodi baru menuruni anak tangga menuju ruang dapur. Ia mulai melakukan aktivitas memasak makanan kesukaan dirinya dan suaminya. Melodi melakukan itu untuk meminta maaf pada suaminya. Ia telah memantapkan hati untuk memperbaiki hubungan rumah tangganya bersama Alex -- Suami culunnya.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan masakan makanannya selama setengah jam, Melodi meminta pelayan yang menawarkan untuk membantunya memasak tapi ditolak oleh Melodi untuk memasak sendiri agar bisa membawa semua makanan di atas meja makan.


"Bibi Lesti, Tolong bawakan semua makanannya. Aku mau cuci tangan dulu," ucap Melodi.


"Baik Nona." sahut Bibi Lesti dibantu oleh Bibi Lena agar membawa semua makanan yang dimasak oleh Melodi.


Melodi melangkahkan kaki menuju toilet umum di dekat ruang dapur. Di dalam ruang toilet terdapat bak mandi berukuran besar, WC jongkok, westafel dipasang kaca dan tempat untuk mesin cuci. Berbeda dengan toilet di ruang kamarnya, terdapat bathtub, WC duduk, westafel dipasang kaca dan shower mandi. Tidak menggunakan bak mandi besar tapi bak mandi mini khusus untuk bagian buang air besar.


Melodi mengambil air menggunakan gayung dan mencuci tangan dengan sabun. Setelah bersih ia berjalan keluar dari toilet umum itu. Melodi mengisi air putih di gelasnya. Ia membawa gelas menuju meja makan. Didudukinya kursi makan untuk meminum air sesuai syariat agama Islam agar minum dalam posisi duduk. Ia melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore. Melodi tampak binggung sekarang.


"Bukankah sudah jam pulang Alex dari kantor di dinasnya? Apa dia ada jadwal lembur kerja?" tanya Melodi pelan.


"Tadi siang juga, aku telpon tidak diangkat oleh Alex. Apa dia marah karena aku mengabaikannya selama satu minggu ini?" tanya Melodi lagi.


"Huh... Percuma saja aku telpon, pasti tidak diangkat oleh Alex. Ya sudah, aku tunggu Alex pulang saja. Dia tidak akan pergi kemana-mana." Melodi meneguk air putih sampai habis dan diletakkannya gelas kosong di atas meja.


Adzan berkumandang yang menandakan sudah waktunya sholat Maghrib dan satu jam sudah Melodi menunggu kepulangan Alex di ruang meja makan.


"Sebaiknya aku sholat magrib dulu, setelah itu aku kembali menunggu." Melodi berdiri dari duduknya dan ia berjalan gontai menaiki anak tangga menuju ruang kamarnya.


Setelah selesai sholat magrib, Melodi kembali turun ke lantai bawah menuju ruang makan. Ia duduk di hadapan makanan lezat yang dimasaknya.


"Semua makanan yang ku masak, enak-enak semua. Aku senang bisa menyempatkan waktu untuk memasak." puji Melodi pada dirinya sendiri. Ia mengetuk jarinya di meja makan untuk menunggu Alex yang tak kunjung pulang.


Kriukkk!

__ADS_1


"Perutku sudah bernyanyi dan minta asupan protein. Aku langsung makan saja, terserah Alex saja mau pulang atau tidak. Setidaknya aku tidak sakit menahan lapar." Melodi mengambil piring kosong untuk mengisi nasi dan lauk cumi dan sayur kesukaannya. Ia melahap makanan hingga habis dan menambah lauk yang belum disentuhnya.


Setelah menghabiskan makan malamnya, Melodi yang melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 7.30 malam. Ia merasa Alex tidak akan makan malam.


"Bibi Lesti!" panggil Melodi.


"Iya Nona." jawab Bibi Lesti telah berdiri di hadapan Melodi dengan sopan.


"Tolong habiskan semua makanan ini karena aku tidak mau menyia-nyiakan makanan yang sama saja itu mubazir makanan," ucap Melodi.


"Maaf, maksud Nona muda, semua makanan ini untuk saya dan teman-teman?" tanya Bibi Lesti memastikan.


"Benar Bi, Bibi pasti belum makan malam dan bawa saja semua makanan ini masih higenis dan aku tidak menyentuh makanan yang lain. Tolong bibi habiskan saja makanannya." jawab Melodi dengan senyuman tulusnya.


"Baik Nona, terima kasih." jawab Bibi Lesti dan Melodi hanya mengangguk mengiyakan perkataannya.


Melodi yang merasa gerah menunggu kepulangan Alex. Ia memutuskan untuk bersantai di dalam ramainya. Ia berbaring di atas kasur empuk dan dibukanya layar ponsel untuk membuka akun medsosnya.


"Sudah lama aku tidak foto selfie dan update foto profil di akun medsosku. Lebih baik aku cari gaya keren untuk pose fotoku." Melodi mengarahkan kameranya di hadapannya untuk berfoto slefie hingga ia mendapatkan hasil foto yang keren dan diupload di akun medsosnya.


Sekilas Melodi menatap wajah seorang pria di medsos yang pernah ditemuinya waktu itu.


"Pria sok ganteng ini kok memfollow akun medsos aku. Apa dia netizen yang suka mencari kekurangan orang dan berkomentar pedas," ucap Melodi dengan tatapan mata fokus ke layar ponselnya.


"Jika benar, dia netizen dan berniat jahat untuk menjatuhkan citra baikku. Aku tidak akan pernah menerima follow darinya. Tidak sudi aku, akun medsosku dipenuhi oleh netizen gak jelas." lirih Melodi dengan mendengus sebal.

__ADS_1


__ADS_2