Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 22 Teringat Dino Mengejar Dirinya


__ADS_3

"Tidak mungkin, eh maaf maksudku aku tidak apa-apa. Maafkan aku yang tidak berjalan hati-hati. Aku permisi dulu." pamit Melodi memilih menghindari pria tampan yang menatap heran ke arah dirinya.


"Aneh sekali wanita itu? Setelah melihat wajahku menjadi melamun dan aku tanpa keadaannya. Dia malahan pergi begitu saja. Huh, dasar wanita cantik pasti bersikap agak lain." gumam Lilo pelan. Ia melanjutkan langkah kakinya menuju area parkiran mobil untuk menemui Alex.


Melodi yang memilih duduk di kursi penumpang, ia menatap kaca mobil untuk melihat keadaan jalan raya yang dilalui oleh banyak kendaraan yang berlaku lalang. Di pikirannya saat ini terbayang wajah Miko pada wajah pria tampan tadi. Walaupun wajahnya serupa tapi tak sama dengan sikapnya.


"Ada apa dengan diriku ini? Kenapa aku memikirkan pria itu adalah Miko? Sudah jelas kalau Miko sudah meninggal dunia. Miko juga anak tunggal dari kedua orang tuanya." Melodi mengusap keningnya yang sedikit pusing.


Wika yang sedang fokus mengendarai mobil milik Melodi. Ia menatap sekilas ke arah kaca mobil untuk memantau kondisi Nona mudanya.


"Nona Melodi, apa nona merasa sakit? Apa kita batalkan rapat mendadak itu?" tanya Wika pada Melodi.


Memang benar hari ini ada jadwal rapat dadakan yang dimintai oleh salah satu rekan bisnis Melodi yang ingin meminta rancangan model pakaian khusus karyawan di perusahaannya. Sungguh tidak ada akhlak memang tuan muda Dino yang sepertinya meminta dadakan tanpa membuat janji lebih dulu.


Melodi teringat atas laporan yang diberikan oleh tangan kanannya sekaligus sekretarisnya, kalau Tuan Dino ingin melakukan rapat jam 2 siang ini. Ia menyadari dengan sikap Dino seperti itu pasti berniat untuk mendekati dirinya. Padahal dirinya sudah bersuami tapi masih saja Dino mengejarnya.


Sekilas Melodi teringat perkataan Dino saat acara pertemuan antara pebisnis di semua bidang.


Dengan menghirup udara segar di sekitar taman danau koulin. Melodi sedang menenangkan dirinya setelah menikah dengan pria culun tak dicintainya.

__ADS_1


"Kenapa semua orang tidak memahami kondisiku? Apa aku harus berteriak seperti kesetanan saja agar mereka merasa iba pada diriku? Apa mungkin aku harus menjadi orang gila agar melepaskan cobaan rumah tangga yang kujalani satu minggu ini?" tanya Melodi pada dirinya sendiri.


"Tidak perlu merasa berkecil hati, aku tahu adanya pelaksanaan pernikahanmu itu pasti keinginan kedua orang tuamu," ucap seorang pria dengan suara beratnya.


Lantas saja Melodi mengalihkan pandangan dari tanaman bunga menuju ke arah seorang pria tampan bertubuh kekar yang berdiri di sebelahnya.


"Itu bukan urusanmu," ucap Melodi cetus. Lalu, ia bangun dari posisi duduknya dan ia melangkah pergi dari hadapan Dino.


Dino yang melihat kepergian Melodi dari hadapannya, ia langsung mencekal tangan Melodi. Membuat pemilik tangan mungil itu menghentikan langkah kakinya.


"Jangan pergi! Tetap disini bersamaku," ucap Dino terdengar tulus.


"Kenapa kamu masih mengejarku, Dino? Belum kurang kamu mendapatkan setiap wanita cantik yang telah kamu tiduri?" tanya Melodi sarkas. Tatapan matanya masih fokus ke arah depan dan tak menghiraukan Dino memberikan tatapan penuh cinta ke arah dirinya.


Dino yang merasa diabaikan, bahkan dijatuhkan oleh Melodi. Ia menyentuh wajah cantik Melodi agar menatap ke arah dirinya.


"Karena aku sangat mencintaimu, Mel. Sedari dulu, rasa cintaku masih terjaga sepanjang masa. Cobalah untuk melihat ke arah diriku sedikit saja, Melodi? Apa aku salah untuk mendapatkan cintamu sedari dulu hingga sekarang?" perkataan Dino membuat Melodi memejamkan kedua bola matanya sejenak untuk mengontrol emosinya yang sedikit meledak.


Entah kenapa perkataan Dino ada benarnya untuk menerima kehadiran Dino lebih sebagai teman saja. Dino yang terkenal kaya dan baik dalam menolong sesama rekan bisnisnya membuat Melodi sedikit terinspirasi atas sikap baiknya. Tetapi hatinya lebih memilih Miko, pria baik, kaya raya dan introvert itu.

__ADS_1


"Kamu benar Dino, kamu berhak mendapatkan kesempatan dariku," ucap Melodi membuat Dino tersenyum bahagia.


"Maafkanlah aku atas semua sikapku yang selalu menghindarimu. Tapi, tolong jangan menjadi orang ketiga dalam rumah tanggaku. Kamu sudah tahu bagaimana rasanya ditinggal pergi oleh orang yang dicintai dan dipaksa menikah dengan pria tak dicintai. Jika kamu memaksa hadir untuk mencuriku dari suami culunku. Itu berarti sama saja kamu menghancurkan hati seorang pria yang tak bersalah." jelas Melodi panjang lebar pada Dino.


Dino menggeleng tidak setuju, ia tidak mau wanita yang dicintainya untuk pertama kalinya menjadi milik orang lain. Semua sikap cassanova itu ulah cinta tak terbalaskan oleh Melodi membuat ia menganggap semua wanita sama saja yang hanya menjadi boneka untuk dimainkan. Tetapi, hatinya tetap cinta dan luluh pada satu wanita yaitu Melodi saja.


"Tidak Mel, semua ini tidak adil bagiku. Aku telah lama menunggumu agar membalas cintaku. Tetapi, kenapa kamu menyerah dan tetap menjadi istri pria culun itu. Tolong tinggalkan dia demi aku, aku janji akan membahagiakan hidupku baik dari lahir maupun batin," ucap Dino dengan tatapan sendunya di hadapan Melodi


Melodi langsung memeluk tubuh Dino agar mendapatkan ketenangan hatinya. Ia mendengar Isak tangis Dino yang terdengar memilukan itu. Rasanya, ia tidak tega selalu bersikap kejam pada Dino. Padahal Dino tidak pernah berbuat salah pada dirinya, kecuali Dino dengan terang-terangan bilang wajah dirinya jelek di saat waktu kuliah dulu. Hal itu berhasil membuat Melodi menjadi dendam dan tak menghiraukan Dino yang terus mengejar dirinya karena Dino mendapatkan karma dari benci menjadi cinta.


"Terima kasih atas cintamu yang begitu besar untukku, Dino. Aku menghargai rasa cintamu itu. Tapi, maafkan aku karena tidak bisa menjadi milikmu." Melodi melepaskan pelukannya dari tubuh Dino. Ia menatap sendu ke arah Dino yang terus mengeluarkan air matanya untuk Melodi.


"Kita tidak ditakdirkan berjodoh, Dino. Tolong, ikhlaskan aku bersama pria lain. Aku percaya suatu hari nanti kamu pasti memiliki sosok wanita yang sangat mencintaimu." Melodi mencoba menghibur Dino yang menggeleng tidak setuju.


Daripada drama sedih ini berlanjut sampai episode lainnya. Melodi memilih melangkah pergi dari hadapan Dino. Ia mempercepat langkah kakinya menuju area parkiran mobil. Saat ini ia membawa mobil sendiri karena acara pertemuan para pengusaha sukses cukup dirinya saja bisa menghandel semua kerjasama.


Jika saja Melodi terlambat sedikit untuk pergi dari hadapan Dino. Dapat dipastikan Dino menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Melodi agar menjadi miliknya. Melodi mana mau mendapatkan pria bekas dan posesif seperti itu. Pasti hidupnya susah pergi kemana-mana.


Sementara Melodi masih asyik di dalam lamunannya. Ia tidak menyadari mobil telah berhenti di depan bangunan tinggi pencakar langit milik dirinya.

__ADS_1


"Kenapa berhenti disini? Aku butuh istirahat di rumah saja," ucap Melodi dengan raut wajah lelahnya.


__ADS_2