Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 16 Harapan Alex Sesuai Rencana


__ADS_3

Sementara Alex yang dicueki oleh istri yang dicintainya itu ia menunda pengunduran dirinya di kantor pemerintahan perikanan dan tetap memantau kemajuan bisnis kuliner dirintisnya.


Saat ini Alex terlihat sibuk memeriksa hasil laporan kegiatan internal untuk dijadikan data internal kantor. Alex mendengar sekilas suara notifikasi panggilan masuk dari ponselnya. Diliriknya sekilas nama penelpon yang ternyata Melodi.


"Untuk apa dia menelponku setelah memarahiku habis-habisan waktu itu? Dia juga tidak menginginkan aku sebagai suaminya." lirih Alex pelan. Ia mengabaikan sambungan panggilan masuk dari ponselnya itu. Ia memilih melanjutkan pekerjaannya untuk mengetik hasil kegiatan dalam satu rangkuman.


Di ruangan Alex sebagai sekretaris bidang kehumasan, ia bertanggung jawab penuh mengenai laporan kegiatan yang dilaksanakan oleh kantor dinas perikanan. Dalam ruangan humas dan protokol inilah Alex sedang mengetik laporan di komputer dan printer yang tersedia. Hingga ia tidak menyadari ada seseorang yang berjalan mengendap-endap ke arah dirinya.


Dor!


Seseorang mengejutkan Alex dengan menyentuh pundaknya dari belakang. Hal itu membuat Alex terkejut dan reflek loncat dari kursi kerjanya.


"Hahaha... Lucu sekali ekspresi wajahmu Alex," ucap Lilo dengan tawa kerasnya.


Alex menoleh ke arah Lilo yang tertawa bahagia atas penderitaannya yang dibuat oleh Lilo.


"Dasar teman gak ada akhlak! Datang-datang suka bikin orang senam jantung saja di siang hari ini. Kayak gak ada kerjaan saja untuk usilin hidup orang." sahut Alex dengan kedua bola mata malasnya ke arah Lilo.


"Hei! Santuy dulu bro. Jangan marah dulu, nanti kalau cepat marah cepat tua loh jadi cowok. Masa kamu udah culun mana tua pula itukan tidak etis sekali untuk merubah dirimu menjadi pria tampan dan keren." balas Lilo dengan sedikit mengejek bercampur memberi motivasi pada Alex yang hanya mengangguk mengiyakan saja.


"Yayaya... Terserah kamu saja. Aku lebih baik memikirkan pekerjaanku belum selesai agar cepat diselesaikan daripada memikirkan yang tidak penting," ucap Alex membuat Lilo mendengus sebal.


"Ayolah Alex, aku maha tahu kalau kamu ini pegawai teladan dan dapat diandalkan oleh pimpinan. Tapi, maksud aku ini mau merubah penampilanmu sedikit baik." Lilo duduk di kursi yang berhadapan dengan Alex yang mulai fokus mengetik laporan.


Alex hanya melihat sekilas ke arah Lilo yang sedang menatap kesal ke arah dirinya.


"Terima kasih atas sarannya. Aku sisipkan dulu niat baikmu itu Lilo. Setelah aku menyelesaikan semua pekerjaanku baru aku akan mendengarkan strategimu."

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan menunggumu sampai selesai membuat laporan." perkataan Lilo membuat Alex menghentikan aktivitas mengetuknya sejenak, ia menatap intens menuju ke arah Lilo.


"Kamu tidak kerja Lilo?" tanya Alex dengan tatapan seriusnya.


"Tentu saja bekerja, Lex. Aku kan sudah mengumpulkan laporan data keuangan dan tinggal menunggu hasil koreksi dari pimpinan." jawab Lilo jujur.


"Secepat itukah kamu telah menyelesaikannya? Apa kamu menyuruh orang lain untuk mengerjakan tugasmu?" tanya Alex merasa tidak percaya pada Lilo karena ia sangat mengenali sifat Lilo yang suka mengabaikan pekerjaan. Tapi, ketika pimpinan meminta hasil laporan pekerjaannya maka saat itulah dia akan membuat laporan dengan sistem kerja kebut satu hari selesai di waktu terakhir. Ataupun dia membayar orang lain untuk mengerjakan laporan pekerjaannya saat dia merasa susah dan tidak mampu menyelesaikannya.


"Enak saja, aku buat sendirilah tugasku yang mudah itu hanya saja aku mengerjakannya semalaman, aku lembur kerja biar hari ini bisa santai begitu." sahut Lilo santai.


"Syukurlah, kalau kamu sudah berubah menjadi rajin, Lilo. Ya sudah, aku lanjut mengerjakan tugasku dulu." perkataan Alex dijawab anggukan setuju oleh Lilo.


Satu jam kemudian, tugas laporan data kegiatan kantor telah selesai. Alex meregangkan kedua otot tangannya karena merasa pegal. Ia mengajak Lilo pergi ke kantin saja.


"Lilo, aku sudah selesai. Mari kita nongkrong di kantin saja. Sebentar lagi waktu istirahat." ajak Alex.


"Okey." sahut Lilo yang menyimpan ponsel di saku celananya dan ia bangun dari duduknya agar mengikuti langkah kaki Alex di hadapannya.


Setibanya Alex dan Lilo di kantin kantor, Alex memesan nasi goreng ayam dan kopi hangat. Begitu juga Lilo memesan makanan yang disukainya.


"Apa yang ingin kamu katakan Lilo?" tanya Alex mulai membuka topik pembicaraan pada Lilo.


"Aku ingin mengajakku di butik langganan istriku. Dia bisa merubah penampilan siapapun termasuk penampilan culunnya menjadi tampan Alex." Lilo menjawab pertanyaan Alex panjang lebar.


"Lalu? Apa rencanamu?" tanya Alex dengan rasa penasarannya.


"Begini Lex, sebaiknya kita makan dulu pesanan kita." jawab Lilo membuat Alex menoleh ke arah belakang yang ternyata sudah ada bibi kantin yang membawa pesanan mereka.

__ADS_1


"Baiklah, aku juga lapar dan butuh asupan makanan untuk mendengar rencana anehmu." sahut Alex dan datanglah bibi kantin yang menyusun makanan di atas meja makan kantin.


Alex dan Lilo langsung menikmati makanan yang mereka pesan hingga habis tanpa sisa. Setelah menyelesaikan makan siangnya di kantin. Alex meminta penjelasan dari Lilo tadi.


"Ayo Lilo langsung ke inti saja," ucap Alex.


Lilo yang telah mengetuk habis air minumnya, ia mengangguk cepat.


"Okey, sepulang kerja kita langsung kesana. Malam ini kamu menginap di apartemenku saja bersamaku. Aku sedang bertengkar dengan istriku." jelas Lilo.


"Baiklah, aku telpon istriku dulu. Agar dia tidak mencariku saat aku tidak pulang hari ini." Alex ingin mengeluarkan ponsel dari saku celananya tapi ditahan oleh Lilo.


"Jangan Alex! Biarkan saja kamu tidak memberikan kabar untuk istrimu. Kamu kan tidak dianggap oleh istrimu dan marahan sampai sekarang. Anggap saja, kamu memberi pelajaran pada istrimu kalau tidak memberi kabar menginap di apartemenku." rayu Lilo memberi ajaran sesat pada Alex.


Alex yang mendengar saran yang efektif dan sesat membuat Alex menggeleng tidak setuju.


"Jangan Lilo, aku tidak ingin memperkeruh masalah." tolak Alex secara langsung pada Lilo.


"Tenang bro, istrimu bukan wanita cerewet yang kamu kira. Dia cuek bebek saja dan terus mengabaikanmu. Lalu, kamu mau selalu diperlakukan tidak baik di seumur hidupmu, Lex? Apa kamu mau terus-terusan tersakiti oleh istrimu?" tanya Lilo membuat Alex menggeleng cepat.


"Kalau tidak mau, ayo ikut aku saja. Aku bisa membuatmu senang sejenak."


"Okey." sahut Alex menyetujui penawaran Lilo.


Jam telah menunjukkan pukul 4 sore itu berarti Alex dan Lilo pulang dari kerjanya. Mereka masing-masing pulang dengan mengendarai mobil pribadinya.


Alex mengikuti laju mobil Lilo di hadapannya hingga kecepatan mobilnya terhenti di depan sebuah bangunan butik elit yang akan merubah penampilan culun Alex. Alex turun dari mobilnya dan ia berjalan mendekati Lilo Yang sedang berbicara dengan pemilik butik.

__ADS_1


"Aku harap rencana Lilo sesuai keinginanku." kata Alex dalam hati.


__ADS_2