Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 44 Kejutan Di Rumah


__ADS_3

Sepulang Melodi di tempat kerjanya, ia berjalan menuju pintu utama rumah mewahnya dan memegang gagang pintu agar bersiap terbuka.


Setelah pintu rumah terbuka lebar, Melodi menyerhitkan keningnya merasa heran dengan suasana di dalam rumah gelap gulita.


"Haduh... Dimana orang-orang di rumah ini? Kenapa lampu rumah tidak dinyalakan? Alex dimana? Mana letak saklar lampu jauh lagi harus melewati ruang tamu menuju ruang keluarga baru bisa menyalakan lampu," ucap Melodi kesal, ia berjalan pelan dengan meraba-raba barang-barang di sekitarnya.


Rasanya, Melodi ingin mengeluarkan ponselnya di dalam tas. Tapi, apa daya dengan ponselnya habis baterai. Melodi hanya bisa bersabar dikala ia pulang dari kantor perusahaannya disambut dengan lampu gelap-gelapan menjelang malam.


Disaat Melodi berhasil mendapatkan lokasi saklar lampu, ia langsung menekannya hingga lampu menyala di seluruh ruangan dan apalagi pemandangan sekarang. Melodi terlihat bahagia saat menatap sebuah dekor bunga mawar kesukaannya terpasang rapi di ruangan keluarga.


Dengan berbagai bunga mawar berwarna-warni bertaburan di atas lantai membentuk cinta dan bertuliskan "Happy Birthday My Wife My Love" dan tatapan matanya beralih pada Alex, Mama Siska dan Papa Max yang berdiri tersenyum hangat ke arah dirinya.


Melodi menatap ke arah Alex yang berdiri paling depan seolah-olah menyambut kedatangan dirinya. Dengan langkah kaki cepat Melodi berhambur ke dalam pelukan Alex.


"Terima kasih banyak Alex untuk kejutan hadiahnya hari ini," ucap Melodi masih berada di dalam pelukan Alex.


Alex membalas pelukan Melodi yang sangat bahagia atas kejutan romantisnya hari ini.


"Sama-sama, Mel. Apa kamu sudah bahagia hari ini?" tanya Alex dan Melodi langsung mengangguk cepat.


"Alhamdulillah, aku senang melihat kamu senang." Alex mencium kening Melodi yang menatap penuh cinta ke arah dirinya.


Sementara Mama Siska dan Papa Max yang berdiri tidak jauh dari keberadaan Melodi dan Alex. Mereka seperti obat nyamuk saja tak dianggap. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, Mama Siska wajib mengingatkan mereka.


"Ehem..." deheman Mama Siska seketika membuat Melodi melepaskan pelukannya dari tubuh Alex.


Melodi teringat dengan kedatangan kedua orang tuanya. Apalagi, suara deheman Mama Siska dapat dipastikan ada dramatis panjang kali lebar.


"Mama, Papa," ucap Melodi menyapa kedua orang tuanya dan ia berjalan mendekati kedua orang tuanya untuk mencium punggung tangan mereka.


"Bagaimana kabar Mama dan Papa?" tanya Melodi yang telah berdiri di hadapan kedua orang tuanya.


"Alhamdulillah, kabar Mama dan Papa sangat baik. Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, sukses selalu dan langgeng terus rumah tangganya sampai menua bersama," ucap Mama Siska sambil memeluk tubuh Melodi tidak lupa cipika-cipiki di pipi mereka.


"Aamiin, terima kasih atas doanya Ma." sahut Melodi dan ia menyambut Papa Max yang ingin memeluk dirinya.


"Selamat ulang tahun anak Papa yang cantik, semoga panjang umur, sukses selalu dan jadi istri yang baik dan berbakti pada orang tua dan suami," ucap Papa Max.


"Aamiin, terima kasih Pa atas doanya." sahut Melodi tersenyum menatap ke arah Papa Max.


Papa Max berdiri di hadapan Melodi dengan menatap senyum ke arah anak semata wayangnya. Namun, tatapan mata Papa Max terfokuskan pada sebuah kalung berlian termahal di dunia yang dikenakan oleh Melodi.

__ADS_1


"Cie... Dibeliin kalung mewah oleh sang suami. Kamu harus bersyukur Mel, suamimu sangat mencintaimu. Buktinya dia rela membelikan kalung semahal ini." perkataan Papa Max membuat Melodi menelan salivanya dengan susah payah apalagi ia menatap kedatangan Alex yang telah berdiri di sebelahnya.


"Kalung? Alex belum beri hadiah pada Melodi. Alex tidak tahu dengan kalung itu." sahut Alex cepat.


Papa Max menyerhitkan keningnya merasa heran saat mendengar perkataan Alex.


"Kamu beneran belum beri hadiah pada Melodi. Lalu, siapa yang memberikan hadiah semewah ini Mel?" tanya Papa Max menatap intens menuju ke arah Melodi.


Melodi yang ditatap terimindasi oleh Papa Max membuat ia gugup untuk berbicara.


"Aku mana mungkin beritahu kalung ini pemberian dari Anton. Bisa mengamuk Papa dan Mama. Apalagi Alex, aku tidak enak hati jika aku menerima hadiah dari pria lain." batin Melodi.


Papa Max yang menunggu jawaban dari Melodi, ia langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sudah ku duga, pasti kamu menerima hadiah dari pria lain. Melodi, sadarlah dengan statusmu sudah menjadi istri orang. Jangan mencoba bermain api, ingatlah dengan hukum tabur tuai. Apa kamu tidak kasihan dengan Alex yang selalu memberikan hal yang terbaik untukmu agar kamu bisa nyaman dan tenang bersamanya. Jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya saja, lihatlah ketulusan hatinya, Melodi. Percayalah apa kata papa ini papa tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari." jelas Papa Max mulai memberi ceramah pada Melodi panjang lebar.


Melodi yang menerima ceramah dari Papa Max, ia menundukkan kepalanya merasa bersalah dan memegang ujung bajunya merasa takut atas perbuatannya.


"Papa harap kamu bisa menjaga nama baik keluarga kita dengan setia pada suamimu." lanjut Papa Max.


Melodi hanya mengangguk mengiyakan perkataan Papa Max, ia masih berdiri menundukkan kepalanya merasa takut melihat tatapan tajam Papa Max.


Sementara Alex yang mendengar perkataan Papa Max dan bukti semi perselingkuhan Melodi membuat ia menahan air matanya agar tidak jatuh di hadapan Papa Max. Walaupun Anton itu samaran dirinya. Entah kenapa hatinya sangat sakit saat Melodi dengan mudahnya menerima hadiah dari pria lain.


Papa Max hanya menghela nafas kasar saat menatap tatapan sendu Alex.


"Alex, kamu memang pria baik dan tulus mencintai Melodi. Tadi, kamu ini kepala keluarga di rumah tangga kalian. Jangan sering-sering memanjakan Melodi dengan kebebasannya bergaul dengan pria asing. Ingat, perselingkuhan terjadi dari awal teman saja berakhir menjadi teman hidup." balas Papa Max mengingatkan dari Alex.


"Iya Pa, Alex tahu itu. Lebih baik kita lanjutkan saja acara perayaan ulang tahun Melodi." Alex mengandeng tangan Melodi di hadapan Papa Max dan Mama Siska.


Melodi mengangkat kepalanya saat menatap tangannya digenggam erat oleh Alex. Ia menatap sendu ke arah Alex.


"Maafin aku, Alex." lirih Melodi pelan tetapi masih terdengar jelas di indera pendengaran Melodi.


Alex tersenyum tulus menatap ke arah Melodi.


"Iya, aku sudah memaafkanmu." Alex langsung berjongkok di hadapan Melodi dan kedua orang tua Melodi.


"Maafkan aku baru memberimu hadiah, ini hadiah dariku. Aku harap kamu menyukainya," ucap Alex yang telah menunjukkan sebuah kotak kecil buldru berwarna merah di hadapan Melodi.


Seketika senyuman manis Melodi muncul di wajah cantiknya. Ia menatap kotak kecil yang dibuka oleh Alex yang menampilkan sebuah cincin berlian permata mewah termahal di dunia telah berada di hadapannya. Melodi menutup mulutnya merasa tak percaya atas hadiah mewah Alex.

__ADS_1


"Wah keren sekali cincinnya, terima kasih Alex," ucap Melodi tersenyum lebar di hadapan Alex.


"Izinkan aku memasangkan cincin ini di jari manismu." izin Alex dan Melodi langsung menyuruh Alex memasangkan cincinnya di jari manis kirinya karena di jari manis kanannya ada cincin nikah emas dan berlian.


Melodi mengangkat tangan kirinya yang telah disematkan cincin berlian oleh Alex. Lihatlah, betapa cantiknya Melodi yang tersenyum bahagia hari ini.


"Kamu sangat baik, Alex. Terima kasih banyak atas kejutan dan kado hari ini." Melodi kembali memeluk tubuh Alex hingga Mama Siska dan Papa Max langsung menepuk jidatnya.


"Jadi, obat nyamuk lagi kita, Pa," ucap Mama Siska yang baru berbicara setelah mode diamnya tadi.


"Iya, lebih baik kita menikmati makanan disajikan saja. Perut Papa sudah bernyanyi minta diisi makanan." sahut Papa Max jujur.


"Baiklah, ayo kita pergi. Drama anak muda masih panjang dan romantis. Nanti kita julid lagi kalau melihat adegan romantis itu." Mama Siska langsung mengandeng tangan Papa Max agar mengikuti langkah kakinya menuju meja makan di ruang keluarga.


"Kalian sudah bisa menikmati makanan dan minuman yang disajikan," ucap Mama Siska pada semua pelayan rumah Melodi dan Alex.


"Baik Nona, Tuan, terima kasih," ucap semua pelayan menunduk hormat pada Mama Siska dan Papa Max yang mulai mengambil makanan dan minuman yang disajikan.


Sementara Melodi dan Alex masih asyik dengan dunia mereka yang seraya dunia milik berdua, orang yang lain hanya mengontrak saja.


Alex meregangkan pelukannya dan ia menatap penuh cinta ke arah kedua bola mata bulat Melodi. Tatapan matanya terfokus pada bibir mungil yang tersenyum bahagia ke arah dirinya. Dengan permintaan hatinya, ia mendekatkan wajahnya menuju ke arah wajah Melodi hingga mereka berciuman.


Lamanya mereka asyik dengan ciuman penuh cinta itu. Alex melepaskan ciumannya dan ia langsung membawa Melodi ke dalam gendongannya ala bridal style.


Melodi yang digendong oleh Alex secara tiba-tiba, ia langsung memeluk tubuh Alex yang melangkah tegas menaiki anak tangga.


"Alex, bagaimana dengan nasib kue ulang tahunku jika kita melanjutkan kegiatan itu?" tanya Melodi masih fokus menatap ke arah kue ulang tahun yang kian menjauh dari tatapannya.


"Tidak ada yang berani mengganggu kuemu. Tenang saja, kita harus menyelesaikan kegiatan dengan tuntas." jawab Alex menatap fokus ke arah depan dan mempercepat langkah kakinya menuju ruang kamarnya.


Melodi hanya mengangguk mengiyakan perkataan Alex saja. Ia sudah berjanji akan memberi jatah pada Alex dan apa salahnya ia melakukan aktivitas itu. Ia sudah menjadi istri sah Alex.


Tiga jam kemudian, Melodi dan Alex telah mandi dan berganti pakaian casual baju tidur stelan celana warna hijau sage. Mereka sudah sholat magrib jamaah dan menuruni anak tangga untuk bergabung dengan Mama Siska dan Papa Max untuk makan malam.


Baru saja Melodi dan Alex sampai di ruang tamu, Melodi tidak menemukan kebenaran kue ulang tahunnya.


"Dimana kue ulang tahunku? Perasaan kuenya diletakkan di atas meja ini? Kenapa bisa hilang?" tanya Melodi mulai mencari keberadaan kue ulang tahun yang dibeli oleh Alex pada dirinya dan beberapa kado untuknya ikutan hilang.


"Haduh, kue dan kadoku hilang, bagaimana ini Alex?" tanya Melodi lagi.


Alex hanya berdiri diam saja dan ia memasangkan wajah datarnya ke arah Melodi.

__ADS_1


"Tidak tahu." jawab Alex cepat membuat Melodi semakin frustasi mencarinya.


"Tidak usah dicari kue ulang tahunmu sudah habis dimakan dan kadomu sudah disimpan di ruang kerjamu," ucap Mama Siska yang berjalan mendekati Melodi diikuti Papa Max di belakangnya.


__ADS_2