
Mobil yang dikendarai oleh Melodi telah sampai di area pekarangan rumah mewahnya, ia melangkah keluar dari mobilnya. Ia berniat untuk membersihkan diri dan sholat magrib.
Setengah jam kemudian, Melodi telah menyelesaikan aktivitasnya di dalam ruang kamarnya. Setelah membaca pesan Alex yang pulang jam 7 malam, Melodi berniat untuk memasak makanan kesukaan Alex saja.
"Hem... Aku masak apa ya?" tanya Melodi pada dirinya sendiri. Ia menatap ke sekeliling ruang dapur bersih untuk memasakkan makan malam.
"Oh, aku masak lempah kuning ikan kesukaan Alex saja. Dia suka makanan khas Daerah Bangka Belitung, aku buatkan saja sesuai resep Mbah google." Melodi mengambil ponsel dari saku baju kaos santai khas rumahan. Diketiknya resep membuat masakan lempah kuning ikan khas Bangka Belitung beserta tutorial pembuatannya. Ia membaca satu persatu tulisan di mbah google sambil mencari bahan utama ikan dan bumbu yang dibutuhkan untuk ditumbuknya.
"Oh seperti ini caranya, baiklah, mari kita coba," ucap Melodi meletakkan ponsel di atas meja yang bersebelahan dengan bahan makanan.
Bibi Lesti yang berjalan ke ruang dapur, ia menatap heran pada Nona Melodi yang ingin membersihkan ikan mentah tetapi tidak bisa. Ia berjalan menghampiri Nona Melodi.
"Nona Melodi, biar saya saja yang membersihkan ikannya? Nanti tangan Nona terluka," ucap Bibi Lesti menawarkan bantuan pada Nona Melodi yang terlihat sibuk menyayat sisik ikan tetapi posisi pisau yang dipegangnya hampir mengenai tangannya.
"Aw... Hampir saja tanganku terluka." lirih Melodi yang baru menyadari keberadaan Bibi Lesti.
"Iya Bi, tolong bantu aku untuk membersihkan ikan ini," ucap Melodi dengan menyerahkan ikan dan pisau dapur pada Bibi Lesti.
"Baik Nona." jawab Bibi Lesti yang menerima pemberian Nona Lesti dan membersihkan ikan mentahnya hingga bersih.
Melodi memilih membuatkan bumbu dari bahan mentah yang butuh ditumbuk secara halus hingga berhasil untuk dimasukkan ke dalam masakan ikan.
Setengah jam kemudian, makanan yang dimasak oleh Melodi dibantu oleh Bibi Lesti telah selesai. Melodi tersenyum puas saat menatap beberapa makanan yang dimasaknya telah dihidangkan di atas meja.
"Sempurna, meskipun aku baru pertama kali membuatkan makanan ini pasti rasanya enak, hehehe..." Melodi memuji makanan yang dimasaknya sendiri karena tidak ada yang berani memuji makanan dimasaknya.
Melodi mengalihkan pandangannya ke arah luar ruangan saat mendengar suara deru mobil Alex telah sampai di depan rumah.
"Alex sudah pulang, dia pasti lapar karena sibuk bekerja." Melodi berjalan meninggalkan ruang makan menuju pintu utama rumahnya untuk menyambut kedatangan Alex.
Disaat Melodi berjalan di ruang keluarga, ia melihat Alex berjalan cepat menuju anak tangga.
__ADS_1
"Alex!" panggil Melodi membuat langkah kaki Alex berhenti dan Alex menoleh ke arah dirinya.
"Setelah berganti pakaian, kamu ke ruang makan ya aku sudah memasak makanan kesukaanmu," ucap Melodi dengan mengangkatkan kepalanya ke arah Alex yang berada di anak tangga.
"Baiklah." sahut Alex dengan wajah dinginnya menatap ke arah Melodi, lalu ia melanjutkan langkah kakinya menuju ruang kamarnya.
"Kenapa Alex bersikap dingin sekali padaku, perasaan aku tidak berbuat salah padanya." lirih Melodi pelan. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang makan untuk menunggu kedatangan Alex.
Di meja makan ini telah tersaji minuman susu hangat kesukaan Melodi yang minum setelah makan. Ia mengisi susu di dalam gelasnya, lalu meneguk habis susu hangat kesukaannya. Ia menoleh ke arah Alex yang telah berganti pakaian kaos santai yang warnanya senada dengan dirinya.
"Mau makan apa? Biar aku isi makanan untukmu," ucap Melodi dengan senyuman manisnya pada Alex.
Alex hanya tersenyum tipis membalas perkataan Melodi.
"Boleh." sahut Alex sembari memainkan ponselnya di genggaman tangannya.
Melodi menatap semua menu makanan ikan lempah kuning, sayur sop dan ayam bakar yang sebagian makanan dibantu oleh Bibi Lesti yang memasaknya.
Alex menyerhitkan keningnya merasa heran atas perkataan Melodi.
"Maksudnya?" tanya Alex merasa binggung.
"Sikap kamu berbeda saja, Lex. Kamu tidak niat memakan masakanku, begitu?" tanya Melodi balik.
Alex langsung menyimpan ponselnya di atas meja dan ia menatap penuh cinta ke arah Melodi.
"Apaan sih sayang, kamu ini selalu saja merindukan sikap anehku. Apapun makanan yang kamu masak, pasti aku makan." jawab Alex.
Melodi tersenyum bahagia di hadapan Alex.
"Baiklah, aku akan mengisi semua menu makanan untukmu. Kamu pasti lelah bekerja seharian, kamu makan yang banyak ya agar tetap sehat dan kuat." Melodi menaruh piring yang telah berisi semua makanan yang disinya penuh sesuai kebiasaan makan Alex.
__ADS_1
Sementara Alex yang menerima makanan banyak di dalam piringnya. Ia menelan salivanya dengan susah payah karena mana mungkin ia menolak kebaikan Melodi. Bisa perang dunia ketiga sekarang.
Dengan tangan yang terlatih, Alex memegang sendok dan mengisi makanan di mulutnya. Ia mengunyah makanan dengan pelan dan aktivitas Alex diawasi oleh Melodi yang memilih diam menatap Alex sedang makan.
"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Alex saat melihat Melodi hanya diam menatap dirinya.
"Aku sudah kenyang." jawab Melodi enteng.
Alex hanya mengangguk saja, ia memilih melanjutkan memakan habis makanan kesukaannya daripada Melodi curiga pada dirinya.
"Tentu saja kamu kenyang, sore tadi aku mentraktirmu semua menu makanan kesukaanmu dan kamu melahap habis semua makanan kamu pesan itu." itulah perkataan Alex yang ingin disampaikan pada Melodi. Tetapi, lidahnya terasa keluh dan akal sehatnya masih normal untuk menghindari kecurigaan Melodi yang berkepanjangan.
Setelah menyelesaikan makan malam bersama, Alex memilih pamit ke rumah kamarnya lebih dulu. Sedangkan Melodi tersenyum bahagia karena semua makanan yang dimasaknya telah dihabiskan oleh Alex.
"Syukurlah Alex suka dengan masakanku. Lain kali, aku buatkan semua makanan kesukaan Alex agar tubuhnya lebih berisi dan sispek sedikit." lirih Melodi pelan.
Sementara Alex yang telah membukakan pintu kamarnya, ia berjalan cepat menuju ruang kamar mandi. Perutnya terasa mulas dan sakit karena menampung banyak makanan. Belum lagi, makanan yang dibelinya di restoran sore tadi masih kenyang di perutnya ditambah lagi dengan makanan yang dimasak oleh Alex sudah dipastikan Alex tidak nyaman.
"Haduh, bisa-bisanya Melodi membuatkan makanan kesukaanku mana minta dihabiskan pula semua makanan yang dimasaknya. Apa Melodi sudah berubah dan mulai mencintaiku? Apa jangan-jangan dia sudah mengetahui penyamaanku?" tanya Alex pada dirinya sendiri. Alex masih duduk di kloset duduk untuk menyelesaikan aktivitasnya.
Dengan hati yang senang dan kedua kaki yang menari-nari di menaiki anak tangga. Melodi berniat untuk mengajak Alex agar ikut shooting video film pendek dalam lomba diikutinya. Tokoh yang berperan dalam tulisan naskah novelnya terdiri dari 5 orang dan kurang 1 orang yang harus dilengkapinya dalam waktu satu minggu ini.
Cekrek!
Pintu terbuka lebar dan Melodi melangkah masuk ke dalam ruang kamarnya. Ia menatap ke sekeliling ruang kamarnya yang tidak ada tanda-tanda keberadaan Alex.
"Alex, kamu dimana? Apa kamu berada di dalam kamar mandi?" tanya Melodi telah sampai di depan pintu kamar mandi di dalam ruang kamarnya. Ia mengetuk pintu kamar mandi yang dikunci dari dalam.
"Alex, kamu sakit perut? Butuh obat untuk diminum, tunggu disini saja, biar aku saja yang mengambil obat untukmu," ucap Melodi dan ia melangkah pergi meninggalkan Alex yang telah menjawab pertanyaannya.
"Melodi, aku tidak butuh obat. Aku butuh menghilangkan lemak yang lebih disini. Jangan ganggu aku dulu!" ucap Alex sedikit berteriak tetapi Melodi sudah pergi lebih dulu di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1