Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 21 Miko?


__ADS_3

Zevana menatap heran ke arah Tuan mudanya yang berpenampilan modis diiringi senyuman lebar yang baru kali ini dilihatnya.


"Sepertinya Tuan sedang bahagia?" tanya Zevana yang menghampiri Alex yang telah duduk di kursi kebesarannya.


"Tuan, ini hasil data penjualan selama satu minggu ini mengalami peningkatan pesat." lanjut Zevana membuat Alex semakin bahagia.


"Masya Allah, tentu saja aku bahagia hari ini. Setelah berhasil mendapatkan hati istriku, aku juga mendapatkan informasi peningkatan pesat perusahaan kulinerku." sahut Alex sembari mengambil berkas laporan keuangan perusahaan yang diberikan oleh Zevana.


Zevana yang mendengar perkataan Alex yang menyebut hati istrinya. Ia hanya tersenyum kecut atas kebahagiaan Alex yang telah berhasil mencari rasa simpatik istrinya.


"Iya Tuan." itulah kalimat yang muncul dari mulut Zevana.


"Pekerjaan yang bagus, kamu keren bisa mengawasi karyawan agar bekerja dengan baik." puji Alex.


"Terima kasih Tuan atas pujiannya." Zevana terus menatap wajah tampan Alex yang sedang sibuk memeriksa berkas laporan di tangannya.


Alex baru menyadari bahwa Zevana tetap berdiri di hadapannya. Ia menaruh berkas laporan di atas meja dan membalas tatapan mata Zevana.


"Iya, saya tahu kalau saya tampan. Kamu pasti jatuh cinta dengan ketampanan saya. Tapi, maaf ya saya sudah menikah. Saya akan memulai berbicara formal saja pada semua karyawan agar tidak ada jatuh hati pada saya," ucap Alex tegas.


Zevana langsung menunduk malu, ia memegang ujung roknya merasa malu.


"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak bermaksud seperti itu hanya saja saya merasa heran dengan penampilan Tuan yang lebih tampan dan modis." sahut Zevana cepat.


Alex tersenyum tipis menanggapi perkataan Zevana. Ia mengambil uang lima lembar berwarna merah dari saku celananya.


"Ambillah sedikit uang ini untukmu, Zevana. Anggap saja, saya sedang sedekah padamu." Alex menyodorkan uang di hadapan Zevana.


Seketika Zevana tidak enak hati karena Tuan muda selalu membantu hidupnya.


"Tidak usah Tuan, saya hanya melakukan tugas dan kewajiban saya saja." tolak Zevana secara halus.

__ADS_1


Alex memahami Zevana bukanlah wanita materialistis, ia mengetahui Zevana sudah lama menyukainya atas kebaikannya. Tapi, ia anggap Zevana hanya fans beratnya. Ia tidak bisa berkhianat pada wanita yang disukainya selama ini sudah menjadi istri sahnya. Ia sangat membenci seorang pria pengkhianat laknat dan ia tidak boleh seperti itu. Ia langsung memasukkan uang di dalam tangan Zevana.


"Tidak apa-apa, ambil saja. Kamu bisa kembali bekerja," ucap Alex dengan senyuman tulusnya.


Zevana terharu atas sikap baik Alex yang tak memudar.


"Seandainya, aku memiliki suami seperti Tuan Alex. Aku janji tidak akan menyakitinya." batin Zevana.


"Terima kasih banyak Tuan, semoga hati-hati tuan selalu bahagia." doa Zevana terdengar tulus di indera pendengaran Alex.


Cekrek!


Seketika pintu terbuka lebar dan membuat kedua insan yang berbeda itu menoleh ke arah belakang.


"Kedatanganku sekarang pasti mengganggu perbicangan penting kalian," ucap Lilo.


Ternyata pria tampan yang membuka pintu ruang kerja Alex adalah Lilo. Alex menyuruh Zevana agar keluar dari ruangannya. Ia tidak mau teman gak ada akhlak itu memberikan dugaan yang tidak-tidak pada dirinya.


Lilo yang melihat seorang wanita cantik yang berpakaian seksi yang berjalan melewatinya. Ia langsung menahan tangan Zevana hingga berhenti.


"Sudah menikah belum? Kalau masih sendiri, ayo kita menikah," ucap Lilo membuat Zevana menatap kedua bola mata heran ke arah Lilo.


Alex hanya menghela nafas kasar saat Lilo yang suka menggoda para wanita cantik untuk dijadikan istrinya. Ia memahami Lilo yang bosan hidup sendiri setelah ditinggal istrinya. Tetapi, tidak begitu juga kali, sikap Lilo yang mengajak setiap wanita cantik untuk menikah.


"Zevana, abaikan saja perkataan teman saya ini dia sedang setres," ucap Alex dengan wajah datarnya.


"Baik Tuan, saya permisi dulu." sahut Zevana sopan dan ia melepaskan tangan Lilo yang menggenggam tangannya.


Lilo langsung cemberut atas kepergian Zevana sesuai perintah Alex. Sedangkan Alex melanjutkan aktivitasnya untuk memeriksa data hasil penjualan makanan di perusahaannya.


"Lex, kenapa kamu usir wanita cantik itu?" tanya Lilo yang langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Alex.

__ADS_1


"Karena aku tidak mau kamu jadi pria pemberi harapan palsu." jawab Alex tanpa mengalihkan pandangan di laptopnya.


"Huh, menyebalkan sekali. Tetapi, tidak masalah masih ada wanita lain bisa menggantikan posisi mantan istriku." sahut Lilo yang menatap penampilan Alex yang mengikuti perkataannya.


"Nah begini Lex penampilan kamu kan berubah menjadi pria keren dan tampan. Coba saja dari dulu kamu berdandan seperti sekarang. Pasti si Melodi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padamu."


"Terima kasih sudah memujiku, Lilo. Tetapi, aku akan melanjutkan rencana yang kamu berikan padaku." Alex menatap sekilas ke arah Lilo yang tersenyum penuh arti ke arah dirinya.


"Termasuk kamu tetap berdandan pria culun dan memakai kacamata buatmu?" tanya Lilo dan Alex mengangguk cepat atas perkataannya.


***


Melodi yang memilih pulang ke rumah mewah Alex, ia sedang rebahan di atas kasur empuk berukuran king size miliknya. Ia menatap ke sekeliling ruangan kamarnya yang tertata rapi dan bersih sama seperti ruang kamarnya di rumah kedua orang tuanya.


"Enak juga rebahan masih di jam kerja. Apalagi aku bos di perusahaanku sendiri. Hahaha... Tidak ada yang berani julid dan memarahiku," ucap Melodi sembari mengambil posisi berbaring manja dengan nikmat.


"Oh iya, Kenapa Alex tidak perduli lagi padaku? Apa dia sudah kecewa berat atas sikapku." lirih Melodi yang tanpa sadar memikirkan Alex.


"Hem... Terserahlah, Yang penting hidupku bahagia dan tenang tanpa memikirkan orang spesial di hatiku." lagi-lagi Melodi teringat atas kejadian tak terduga saat pulang dari restoran untuk makan siang bersama Wika tadi.


Dimana Melodi sedang melangkah keluar dari ruang toilet di restoran itu. Ia tidak sengaja menabrak seorang pria yang sedang berdiri di hadapannya. Iya, dirinya sangat terburu-buru karena di rumah Alex ada seseorang yang berani masuk di dalam pagar rumahnya tanpa seizinnya.


"Eh, maaf-maaf. Aku sangat terburu-buru," ucap Melodi meminta maaf pada pria yang sedang menelpon seseorang.


Seketika Melodi menatap kedua bola mata bulat ke arah wajah pria tampan di hadapannya.


"Miko?" ucap Melodi pelan.


Pria tampan yang heran atas perkataan Melodi, ia memeriksa kondisi Melodi yang terlihat kaget pada dirinya.


"Kamu baik-baik saja? Apa ada bagian tubuh yang sakit? Pastinya sakit karna tubuh kekarku ini sangat keras, hehehe..." ucap Pria tampan itu tampak bersahabat.

__ADS_1


"Tidak mungkin, ini pasti ada yang salah. Kenapa Miko hidup kembali? Jangan-jangan, Miko memiliki saudara yang kembar?" tanya Melodi dalam hati.


"Nona cantik? Apa ada yang terluka?" tanya Pria tampan itu lagi membuat Melodi tersadar dari lamunannya.


__ADS_2