Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 24 Siomay dan Bertemu Anton


__ADS_3

"Hei Alex, ayolah istirahat sejenak. Apa kamu tega membiarkan aku duduk diam saja dari tadi.," ucap Lilo membuat Alex yang sibuk membaca beberapa berkas laporan kerjasama perusahaannya langsung terhenti.


"Bukannya kamu sering aku cuekkin seperti ini Lilo? Kenapa kamu mengeluh seperti itu?" tanya Alex dengan mengerutkan keningnya merasa binggung.


Saat ini Alex memilih menyelesaikan laporan kerjasama dengan rekan bisnisnya. Perusahaan yang dibangunnya sedari nol hingga berkembang pesat seperti sekarang membuat Alex berpikir untuk mengundurkan diri di kantor pemerintahan. Waktunya sudah tidak bisa dibagi seperti dulu, banyaknya aktivitas kesibukan perusahaannya dan rumah tangganya yang tidak baik-baik saja. Membuat Alex harus melepaskan salah satu pekerjaan yang dilakukannya sebelum sukses seperti sekarang.


"Benar juga sih tapi setidaknya aku butuh teman curhat. Oh iya Alex, apa kamu tahu pengusaha terkaya di dunia berniat untuk mendekati istrimu," ucap Lilo berhasil membuat Alex menutup rapat lembaran berkas laporan kerjasama dan ia menatap intens menuju ke arah Lilo.


"Maksudnya?" tanya Alex dengan penuh selidik.


"Itu Tuan Dino pemilik perusahaan properti sering mengunjungi perusahaan istrimu -- Melodi. Apa kamu tidak takut kalau Dino ingin merebut Melodi darimu? Aku pernah cari informasi tentang Dino yang ternyata cinta mati dengan Melodi." jawab Lilo panjang lebar membuat Alex terkejut bukan main.


"Apa? Setianya Dino yang tulus mencintai istriku." sahut Alex dengan pikiran yang mulai kacaw atas pengaduan dari Lilo.


"Tentu saja setia pada Melodi, buktinya Melodi yang menolak cinta pertama Dino itu berhasil merubah sifat Dino si pria baik-baik menjadi cassanova. Bukankah cinta mati itu namanya Dino?" balas Lilo.


Alex tampak berpikir keras untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini.


"Benar juga katamu, permasalahan ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Walaupun Melodi belum bisa membalas cintaku, setidaknya aku tidak mau menjadi duda. Sebaiknya, aku harus pulang ke rumah saja dan meminta maaf pada istriku yang sudah beberapa minggu ini aku abaikan keberadaannya."


"Lebih tepatnya, kamu membalas sikap mengabaikan dia padamu, Lex." sahut Lilo mengoreksi perkataan Alex tadi.


"Benar, sebelum itu aku akan tetap melanjutkan rencananya. Dengan begitu, Melodi bisa memiliki sudut pandang di berbagai arah." Alex bangun dari posisi duduknya dan ia mengambil tas kerjanya hinga melangkah keluar dari ruangannya.


Sementara Lilo yang menatap kepergian Alex di hadapannya, ia hanya menghela nafas kasar.


"Hadeh, selalu saja aku ditinggal di tempat. Alex agak lain dari yang lain. Tapi, semoga saja rumah tangga Alex berubah romantis seperti drama Korea," ucap Lilo tulus.


***


Melodi merasa perutnya telah bernyanyi ria yang menandakan perutnya butuh asupan makanan sehat dan bergizi.


"Baru jam segini, tetapi perutku kembali lapar. Padahal siang tadi aku sudah mengisi makanan mewah dan diet badan. Pasti perutku tercemar perut karet yang suka makan." lirih Melodi yang bangun dari posisi tidurnya dan ia melangkah keluar dari ruang kamarnya.

__ADS_1


Sesampainya di ruang meja makan, ia menanyakan pada kepala pelayan -- Mina.


"Bibi, bisa buatkan makanan siomay?" tanya Melodi pada pelayan Mina yang berlalu lalang.


"Maaf Nona muda, stok makanan ikan giling sudah habis." jawab Pelayan Mina dengan menundukkan kepalanya di hadapan Melodi.


Melodi menghela nafas panjang saat mendengar perkataan Pelanggan Mina.


"Bukannya bahan makanan dibeli banyak untuk stok satu minggu sekali? Lalu, kenapa ada bahan makanan yang habis tidak kalian beli?" tanya Melodi lagi.


"Maaf Nona, saya lupa." jawab Pelayan Mina dengan raut wajah takutnya saat Melodi yang memberikan tatapan tajam ke arah dirinya.


"Huh, ya sudahlah kalau tidak ada makanan yang aku inginkan. Aku bisa beli di luar." Melodi memilih melangkah pergi dari hadapan Pelayan Mina. Tetapi, ia menghentikan langkah kakinya sejenak untuk mengingat tugas seorang pelayan.


"Jangan lupa buatkan makan malam untukku dan Alex." lanjut Melodi.


"Baik Nona." sahut Pelayan Mina cepat.


Melodi langsung melangkah cepat menuju ke anak tangga agar sampai di ruang kamarnya. Ia mengambil cardigan panjang, celana panjang dan tas yang telah berisi kunci mobil, dompet dan ponselnya. Iya, Melodi memilih menyetir mobil sendiri saja, ia tidak suka dikawal oleh supir pribadi. Ia sudah besar dan mandiri. Ia bisa melakukan sendiri saja.


"Kalau makan di restoran sudah bosan, sesekali aku beli di pinggir jalan saja. Biar terasa sensasi yang berbeda dan bisa membantu membeli dagangan rakyat jelata." lirih Melodi pelan. Ia memakirkan mobilnya di pinggir jalan.


Melodi melangkah keluar dari mobil dan mengunci mobilnya. Ia berjalan melewati berbagai dagangan di toko kecil di pinggir jalan raya. Ada rasa kasihan pada semua penjual yang barang dagangannya tidak laku.


"Pak, berapa harga siomay satu porsinya?" tanya Melodi yang telah menghentikan langkah kakinya di hadapan seorang pedagang gerobak kecil yang pemiliknya seorang kakek tua.


"Rp. 10.000,00 nona." jawab pedagang Kakek tua dengan senyuman tulusnya.


"Okey, aku beli 2 bungkus dan cabe dipisah ya kek." sahut Melodi membalas senyuman tulus kakek itu.


"Iya Nona." balas penjual Kakek yang mulai mengambil plastik untuk mengisi siomay sesuai pesanan Melodi.


Melodi menatap ke sekeliling jualan yang tidak terlalu ramai.

__ADS_1


"Banyak sekali datangan disini. Kenapa aku baru tahu dan ada niatan untuk beli di pinggir jalan sekarang." kata Melodi dalam hati.


"Hei! Kamu ngapain kesini?" ucap seseorang dengan suara beratnya.


Lantas saja, Melodi menoleh ke arah samping yang ternyata ada Anton sedang tersenyum manis ke arah dirinya.


"Tentu saja, aku mau beli makanan." jawab Melodi cepat.


"Oh, kamu suka makan siomay juga. Ya sudah, aku pesan satu bungkus ya kek," ucap Anton dan dijawab anggukan cepat oleh Penjual Kakek tua itu.


"Kamu ngapain kesini?" tanya Melodi balik.


"Ya seperti kamu bilang tadi. Aku mau beli makanan." jawab Anton membuat Melodi menatap Anton dari ujung kaki mengenakan sepatu hitam hingga menuju tubuh dan wajahnya terlihat tampan dan menawan.


"Kamu yakin kalau pertemuan kita sekedar kebetulan. Aku rasa kamu sedang mengikutiku?" tanya Melodi dengan penuh selidik, mana mungkin seorang pria tampan dan kaya seperti Anton mau belanja di pinggir jalan, kecuali bertemu seseorang yang menarik di hatinya.


"Hem... Selalu saja berpikir aneh-aneh, jika memang benar katamu, apa kamu marah padaku, hem?" tanya Anton balik membuat Melodi salah tingkah.


Melodi langsung memalingkan wajahnya ke arah depan dan ia mengambil uang 2 lembar merah untuk diberikan kepada penjual Kakek itu.


"Ini kek uangnya, kembalian uangnya untuk kakek saja," ucap Melodi menyerahkan uang untuk membayar makanan siomay yang diterimanya.


"Wah, kembalian uangnya terlalu banyak nona." sahut Pedagang kakek merasa tidak enak hati.


"Iya tidak apa-apa, anggap saja uang itu sedekah kecil dari saya." balas Melodi.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, atas nikmat yang diberikan melalui orang-orang yang baik. Semoga hidup nona berkah dan dipermudahkan dalam segala urusan serta apalagi sudah berumah tangga tetap langgeng sampai tua, aamiin." doa Pedagang kakek terdengar tulus dan diaminkan oleh Melodi dan Anton alias Alex.


"Kek, aku mau bayar makanan siomaynya." Anton menyerahkan uang 2 lembar merah pada Kakek yang telah menyerahkan makanan pada Anton.


"Terima kasih banyak Tuan, semoga hidupmu berkah dan apapun yang dilakukan tetap sukses."


"Aamiin, ya sudah kalau begitu saya permisi pak. terima kasih." pamit Anton begitupula Melodi yang ikut pamit pada penjual Kakek itu.

__ADS_1


Tanpa Melodi sadari, Anton berani menggenggam tangannya menuju ke arah taman kota.


"Hei! Lepaskan tanganmu, Anton. Kenapa kamu menggenggam tanganku?" ucap Melodi berusaha melepaskan tangannya tapi Anton menggenggam kuat di tangan mungilnya.


__ADS_2