Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 14 Menolak Dicintai Alex


__ADS_3

Sore harinya, Melodi telah pulang dari perusahaannya. Ia keluar dari mobil dan ia berjalan masuk ke dalam rumah mewah Alex.


Melodi yang melihat Alex sedang duduk dengan membaca koran di tangannya di sofa ruang keluarga, ia sengaja melewatinya tanpa menyapa sepatah katapun.


"Baru pulang kerja?" ucap Alex yang melipat koran yang dipegangnya.


Melodi menghentikan langkah kakinya saat mendengar perkataan Alex


"Iya." jawab Melodi tanpa menoleh ke arah Alex.


"Apa aktivitas keseharianmu seperti ini pulang hampir magrib?" tanya Alex lagi.


"Iya." jawab Melodi cepat.


Alex yang mendengar jawaban singkat dari Moura dan tidak menoleh sedikit pun ke arah dirinya. Ia hanya menghela nafas kasar untuk menghadapi istri yang tak mencintainya.


"Baiklah, boleh aku meminta tolong padamu, Mel?" tanya Alex membuat Melodi dengan terpaksa membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Alex yang berdiri di hadapannya.


"Tanya saja apapun, jika aku bisa menjawab maka aku akan menjawab." jawab Melodi dengan melihat jam tangan di tangannya.


"Aku ingin kamu menjadi teman curhatku, apa kamu ada waktu untuk menemaniku?" tanya Alex membuat Melodi terdiam.


"Kenapa Alex meminta aku untuk menjadi teman curhatnya? Apa dia sedang ada masalah besar?" tanya Melodi dalam hati. Ia menatap wajah Alex yang terlihat lesu dan kurang semangat.


"Jika kamu sedang sibuk, kamu tidak usah merasa susah untuk membagikan waktumu untukku. Aku mengerti kalau kamu wanita karier," ucap Alex lalu melangkah pergi dari hadapan Melodi.


Melodi yang merasa kasihan pada Alex, ia langsung menahan tangan Alex agar tetap berdiri di tempat.

__ADS_1


"Tunggu, aku mau menemanimu kapan pun kamu mau." sahut Melodi membuat hati Alex senang.


"Baiklah, setelah makan malam ini aku mau mengajakmu ke dalam kamarku. Aku ingin berbagi cerita sesuatu."


"Iya." balas Melodi.


Setelah makan malam bersama, Melodi dan Alex pergi ke dalam ruang kamar Alex yang terletak di sebelah ruang kamar Melodi. Mereka tetap tidur berbeda kamar karena pernikahan tanpa unsur cinta tidak akan membangun rasa percaya dan saling memiliki. Adanya inisiatif Melodi untuk membuat peraturan seperti ini karena ia telah berpikir jauh. Ia tidak ingin melahirkan anak Alex tanpa unsur cinta dan pastinya anaknya tidak mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kedua orang tuanya. Biarkan waktu yang berkata untuk kondisi pernikahan Melodi dan Alex.


Melodi yang berada di dalam ruang kamar Alex, ia memilih duduk di sofa saja. Begitupula dengan Alex yang memilih duduk di sofa yang berhadapan dengan Melodi.


"Kamu mau bercerita saja? Tapi, tidak ada makanan cemilan dan minuman?" ucap Melodi dan Alex langsung menyuruh pelayan rumah untuk membawakan makanan kue coklat dan jus jambu kesukaan Melodi.


Alex menerima nampan yang berisi makanan dan minuman yang diberikan oleh pelayan rumahnya. Lalu, ia berjalan mendekati meja sofa.


"Makanlah, aku tidak ingin kamu lapar saat menjadi pendengar dari ceritaku," ucap Alex dan dibalas anggukan cepat oleh Melodi.


"Aku berencana untuk melebarkan usahaku di negara lain. Aku ingin keluar dari pekerjaanku di kantor pemerintahan," ucap Alex memulai topik pembicaraan pada Melodi.


Melodi hanya mengangguk saja dengan mulut terus mengunyah kue kesukaannya.


"Lanjut?"


"Aku sudah memikirkan matang-matang untuk hal ini. Jika aku mempromosikan usahaku ke luar negeri, otomatis aku jarang berada di rumah. Aku tidak ingin kamu merasa kesepian di rumahku. Aku tahu kamu tidak tertarik dengan topik pembicaraanku ini. Tapi, kamu wajib tahu karena kamu adalah istriku. Tapi, disisi lain aku ingin membuat seseorang jatuh cinta padaku--" perkataan Alex terhenti saat Melodi tersedak makanan.


Melodi langsung meminum air yang diberikan oleh Alex. Entah kenapa perkataan Alex itu membuat dirinya terkejut dan hatinya terasa nyeri.


"Kenapa aku merasa tidak ingin ditinggalkan oleh Alex?" tanya Melodi dalam hati.

__ADS_1


"Siapa wanita itu? Itu berarti kamu bisa menceraikanku dari pernikahan yang tak diharapkan ini?" perkataan Melodi membuat wajah Alex datar dan dingin.


"Bisakah kamu tidak membahas penceraian?" tanya Alex.


"Bukannya kamu sendiri yang bilang kamu ingin membuat seseorang jatuh cinta padamu? Itu berarti kamu sedang jatuh cinta pada wanita lain Alex. Untuk apa mempertahankan rumah tangga tanpa unsur cinta? Ujung-ujungnya, kita saling menyakiti." jawab Melodi.


"Belum tentu, kamu salah mempersepsikan aku yang mudah mencintai orang lain. Apalagi perceraian tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak prosedur yang perlu dilengkapi dan seandainya berhasil dalam mengurusi penceraian. Apa kamu sanggup menjadi janda di umur muda?" jelas Alex panjang lebar tapi Melodi tak menghiraukan perkataannya.


"Ya harus bagaimana lagi, aku tidak cinta." Melodi melipatkan kedua tangannya di bagian perut.


"Cinta itu bisa tumbuh, seiring berjalannya waktu. Cinta akan tumbuh, jika kedua belah pihak bisa membangun rumah tangga dengan baik. Aku tahu terasa sulit, tapi tolong Melodi belajarlah untuk menghargaiku. Aku ini suamimu dan lupakan tunanganmu yang telah tiada." perkataan Alex membuat Melodi murka.


Melodi berdiri dari duduknya, ia tidak suka Alex berani menggantikan posisi Miko di hatinya.


"Cukup Alex! Jangan mengatur hidupku! Aku bisa mengurusi hidupku sendiri! Aku tidak suka kamu mencampuri urusan hidupku! Kamu memang suamiku tapi tidak semua yang ku inginkan kamu atur sesuka hatimu. Jika kamu tidak sanggup menjadi suamiku lagi, maka ceraikan saja aku! Buat laporan kalau aku tidak bisa memberikan keturunan atau melakukan tindakan kekerasan rumah tangga. Agar proses penceraian cepat diproses," ucap Melodi lalu melangkah pergi dari ruang kamar Alex.


Alex yang melihat Melodi merasa tersinggung atas perkataannya, ia menjambak rambutnya dengan kesal.


"Aku salah apa coba? Aku hanya meminta istriku agar berhenti pria lain. Aku tidak ingin istriku menderita. Aku berhak memiliki istriku seutuhnya." lirih Alex.


Sementara Melodi yang telah memasuki kamarnya, ia menghembuskan tubuhnya di atas kasur empuk berukuran king size di dalam kamarnya. Ia menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih itu. Ia terniang-niang akan perkataan Alex yang menyuruhnya untuk melupakan pria yang dicintainya selama ini.


"Alex, sungguh terlalu! Dia pikir aku mudah mencintai orang lain, hem? Apa dia lupa dengan pernikahan konyol ini dan rupanya berpakaian culun yang jauh dari kata menarik? Sungguh aku jijik padanya," ucap Melodi lalu memukul bantal guling untuk menyalurkan emosinya yang labil.


Melodi tetap pada pendiriannya, ia tidak akan mencintai pria manapun kecuali Miko. Ia sudah berjanji akan tetap mencintai Miko dan tidak ada pria lain yang menggantikan posisi Miko di dalam hatinya.


"Biarkan aku memelihara sikap egois, tapi aku tidak serakah akan cinta. Aku tidak mau terjatuh pada lubang yang sama dan sakitnya ditinggalkan oleh pria yang kucintai." itulah prinsip hidup Melodi yang trauma saat ditinggal pria yang dicintainya. Setelah kehadiran Miko di dalam hidupnya dan memberikan ketulusan cinta membuat dirinya percaya cinta sejati. Tapi, takdir berkehendak lain, Melodi kehilangan Miko lagi.

__ADS_1


__ADS_2