
Setelah pertengkaran sengit antara Melodi dan Alex. Melodi semakin menjauhi Alex dan tetap dengan pendiriannya. Ia menyerahkan semua tugas sebagai seorang istri pada kepala pelayan rumah.
Melodi lebih baik menjaga jarak dari Alex yang sepertinya mulai mencintainya. Seperti saat ini, Melodi disibukkan dengan beberapa berkas laporan keuangan perusahaannya.
"Semua saham perusahaan stabil dan tingkat popularitas pakaian yang aku desain dari perusahaanku menjadi naik setiap waktu." Melodi tersenyum senang menatap map kuning yang berisi laporan perusahaan yang dipegangnya.
"Baguslah, aku bisa tenang untuk membuat model desain lain khusus pakaian muslim wanita yang banyak diminati." Melodi mengambil buku gambar yang berisi berbagai desainnya untuk membuat model pakaian kekinian dan keren. Ia melukis garis-garis pada lembar putih hingga terbentuk sebuah model pakaian muslim yang elegan.
Tanpa terasa aktivitas Melodi yang sibuk membuat berbagai desain telah menghabiskan waktu tiga jam.
"Huh, akhirnya semua selesai rancangan desain yang ada dipikiranku. Bagus dan menarik. Setelah ini aku akan memilih warna yang cocok untuk desainku." Melodi menyimpan buku gambarnya dan alat tulis di atas meja. Ia mengambil gelas berisi air putih untuk menghilangkan dahaganya.
Diliriknya sekilas jam dinding menunjukkan pukul 1 siang. Itu berarti Melodi telah melewatkan waktu istirahatnya dan waktu sholat Zuhur.
"Sudah jam 1 siang dan aku belum makan siang dan sholat. Ya ampun, kenapa adzan dari masjid tidak terdengar di ruanganku." Melodi menatap ke sekeliling ruangan kerjanya yang terlihat rapi dan bersih. Ia mendengar suara nyanyian keras dari arah Mall.
"Pantesan saja aku tidak mendengar suara adzan sholat Zuhur. Biasanya suara adzan terdengar jelas di ruanganku. Lebih baik aku sholat dulu baru makan malam" Melodi berdiri dari duduknya dan ia berjalan menuju ruang toilet pribadinya. Ia berniat untuk mengambil air wudhu dan menulaikan ibadah sholat Zuhur. Setelah itu Melodi mengambil mukenah dan sajadah di ruang istirahat dalam ruang kerjanya. Ia mulai sholat Zuhur dengan khusyu.
Kemudian, Melodi berdoa untuk meminta keselamatan dan rezeki yang melimpah. Tidak lupa mendoakan kedua orang tuamu dan mantan tunangannya. Setelah selesai memulaikan ibadah sholat Zuhur, Melodi membuka mukenah dan melipat sajadah untuk dimasukkan ke dalam lemari kaca.
Melodi berjalan menuju ruang kerjanya dan memanggil Wika -- Tangan kanannya.
"Wika!" ucap Melodi yang telah mendudukan diri di atas kursi kebesarannya.
Tidak ada seseorang yang muncul di ruangannya membuat Melodi menelpon Wika melalui telepon kantor.
__ADS_1
"Wika! Dimana kamu?" tanya Melodi saat mendengar sambungan panggilan dianggat oleh seseorang.
"Iya Nona Muda, saya sedang di kantin. Maaf tidak mengingatkan waktu istirahat karena saya lihat Nona Muda sedang sibuk untuk membuat desain." jawab Wika melalui sambungan panggilan telepon.
"Ya sudah, tidak apa-apa. Bisa pesankan makanan kesukaanku di kantin?" ucap Melodi.
"Iya Nona, apa nona mau menambah makanan lain?" sahut Wika bertanya pada Nona Muda Melodi melalui sambungan panggilan masuk di ponselnya.
"Hem... Aku tambah burger saja. Tapi, makanan nasi goreng aku tidak usah pedas ya. Jus Alpukat tidak pake batu es." balas Melodi.
"Siap Nona Muda, saya akan pesan sesuai makanan." jawab Wika.
Setelah Melodi mendengar persetujuan tangan kanannya yang membawa makanan untuk dirinya di ruangan. Ia menutup sambungan panggilan masuk secara sepihak. Ia memilih menyenderkan kepalanya di kursi kebesarannya. Dipejamkannya kedua matanya sejenak untuk beristirahat.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk saja, pintu tidak dikunci," ucap Melodi dan pintu dibukakan oleh seseorang.
Melodi melihat Wika melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya. Dengan kedua tangan memegang nampan berisi makanan dan minuman yang dipesannya.
"Taruh disini saja," ucap Melodi dengan jari menunjuk ke arah meja sofa.
"Baik Nona." jawab Wika mengikuti perintah Tuan Muda Melodi agar menaruh nampan makanan dan minuman di atas meja sofa.
Melodi yang berjalan menuju kursi sofa, ia menghentikan langkah kakinya di sebelah Wika. Diserahkannya uang 100 ribu untuk membayar makanan dan minumannya.
__ADS_1
"Ini Wika, aku bayar harga makanan dan minuman. Uang kembaliannya untuk kamu saja," ucap Melodi dengan menyerahkan uang 100 ribu pada Wika.
Wika menerima uang yang diberikan oleh Nona Muda Melodi dan ia tersenyum senang karena uang kembalian 20 ribu untuk dirinya.
"Terima kasih, Nona Melodi."
"Sama-sama, terima kasih juga sudah mengantarkan makanan dan minuman untuk di ruanganku. Nanti setelah aku menghabiskan makanan dan minumanku, piring kotornya tolong dibawa ke kantin ya," ucap Melodi dan Wika mengangguk setuju.
"Ya sudah kamu bisa beristirahat sejenak, masih ada waktu 15 menit lagi untuk bersantai. Setelah itu kamu bisa ke ruanganku untuk melanjutkan pekerjaan."
"Baik Nona, saya permisi dulu." pamit Wika melangkah pergi dari hadapan Melodi.
Sedangkan Melodi mulai menikmati makanan dan minuman yang dipesannya. Tanpa terasa ia teringat dengan Alex yang sudah satu minggu ia abaikan.
"Apa Alex sudah makan siang?" tanya Melodi secara spontan.
"Tidak Melodi, untuk apa memikirkan orang yang tidak memikirkanku. Lebih baik urusi hidupku sendiri karena Alex bukan laki-laki yang aku cintai." kata Melodi menenangkan dirinya sendiri.
Ia memasukkan makanan ke dalam mulutnya hingga tanpa terasa semua makanan telah habis. Diteguknya jus alpukat kesukaannya hingga habis. Lalu, ia memanggil Wika untuk datang ke ruangannya. Ia menyerahkan nampan berisi piring kotor pada Wika. Lalu, menunggu Wika kembali ke dalam ruang kerjanya.
Melodi berjalan menuju ruang lemari kaca untuk mengambil berkas yang berisi hasil desain yang disetujui untuk membuat model pakaian. Didudukinya kursi kebesarannya untuk melihat kembali semua hasil desain yang dibuatnya selama ini.
"Menarik, aku suka dengan hasil model pakaian yang aku desain. Perusahaan Desainerku semakin hari banyak peminat yang beli pakaian yang baru diluncurkan. Sungguh tidak terasa aku mapan di usia muda. Aku tidak menyangka bisa menjadi wanita sukses sekarang. Aku bahagia dan bersyukur atas keberhasilan yang aku terima. Terima kasih Miko sudah menemaniku dari nol hingga sukses. Maafkan aku belum bisa menjadi wanita terbaikmu hingga kamu tiada selama-lamanya. Izinkan aku mencoba membuka lembaran baru dalam hidupku. Dengan begitu, aku ikhlas akan kepergianmu dari hidupku. Aku ingin merasa dicintai dan mencintai. Sekalipun, aku belajar mencintai suami culunku." lirih Melodi terdengar tulus.
Sempat terlintas dibenaknya untuk memberikan kesempatan pada Alex. Ia merasa berdosa karena membuat hidup Alex menderita atas sikapnya. Walaupun ia tidak menyukai pernikahan ini tapi ia akan tetap berusaha mempertahankan rumah tangga bersama Alex. Pria culun yang bisa membuat hidupnya sedikit tenang dari kenyataan pahitnya.
__ADS_1
"Alex, beri aku waktu untuk belajar mencintaimu," ucap Melodi terdengar serius.