
Setelah kegiatan rapat dengan rekan bisnisnya, Alex berjalan menuju ruang kerjanya. Baru saja, Alex ingin melangkah masuk ke dalam ruangannya, ia mendengar suara seseorang yang memanggil dirinya.
Alex pun menoleh ke arah belakang, tatapan matanya tertuju pada seorang pria tampan yang berjalan tegas ke arah dirinya.
"Kenapa?" tanya Alex telah merubah posisi berdirinya di hadapan Lilo.
"Sudah selesai rapat kan ayo kita makan siang di restoran Bplus yang baru dibuka hari ini." jawab Lilo mengajak Alex di jam makan siang agar bisa mengobrol santai dengan dirinya.
"Lain kali saja, Lilo. Aku masih banyak kerjaan. Kamu juga menggunakan pakaian seragam dinas pemerintahan. Mana jam istirahat cuma satu jam lagi." tolak Alex cepat.
Lilo menatap kedua bola mata malas ke arah Alex yang selalu memberikan alasan sibuk dengan pekerjaannya.
"Ayolah Alex, tidak masalah dengan pakaian dan waktu istirahatku yang sedikit dari jam istirahat di perusahaanmu. Besok juga aku tidak bekerja di kantor pemerintahan dan fokus dengan perusahaan baruku. Abaikan saja yang tidak penting, yang penting tubuh kita butuh nutrisi dan asupan makanan sehat serta tepat waktu makan. Jangan sering menunda-nunda makan Alex, nanti kamu sakit dan bisa menyusahkan istri yang tak mencintaimu." jelas Lilo panjang lebar dan cetus.
Semua perkataan Lilo ada benarnya dan Alex tidak mudah tersinggung pada sikap Lilo yang blak-blakan.
"Baiklah, mari sekarang kita pergi makan siang biar hatimu puas," ucap Alex mengalah dan membuat Lilo tersenyum lebar.
Alex memanggil tangan kanan barunya yang sedang berada di ruangannya.
"Aldi!" panggil Alex.
"Iya Tuan." jawab Aldi dengan langkah kaki cepat mendekati Alex.
"Kamu jaga ruangan saya sebentar, saya mau pergi makan siang dulu. Jika ada perwakilan perusahaan lain ingin mengajukan hubungan kerjasama, kamu cukup ambil saja berkas laporan kerjasamanya. Nanti saya bisa periksa," ucap Alex menjelaskan secara detail pada Aldi -- Tangan kanan barunya sekaligus sekretarisnya.
"Baik Tuan." jawab Aldi cepat.
Setelah Alex mengatakan itu ia dan Lilo melangkah pergi meninggalkan Aldi yang kembali beristirahat di dalam ruangannya.
__ADS_1
Sementara Melodi yang telah menyelesaikan sholat Zuhur di ruangan istirahat yang berada di dalam ruang kerjanya. Tiba-tiba perutnya berbunyi dan meminta makanan. Melodi melirik jam ditangannya yang sudah hampir setengah satu siang.
"Pantas saja perutku terasa lapar, sekarang sudah jam makan siang." gumam Melodi pelan.
Melodi menoleh ke arah ruangan Wika yang berbatasan kaca yang berada dalam ruangannya. Ia berjalan mendekati ruangan Wika.
"Wika, kamu tidak sholat?" tanya Melodi membuat Wika mengalihkan pandangannya dari layar komputer menuju ke arah Melodi yang sedang berdiri di depan meja kerjanya.
"Tidak Nona Melodi, saya sedang datang bulan." jawab Wika sopan.
"Baiklah, sudah jam makan siang, ayo temani aku pergi ke restoran baru di buka itu, nanti saya traktir kamu." ajak Melodi yang seperti biasa mengajak Wika untuk menemaninya makan siang.
"Baik Nona." jawab Wika cepat dan ia merapikan semua berkas laporan dan menutup layar komputer.
Melodi berjalan menuju ruang kerjanya untuk mengambil tas yang tertinggal di atas meja kerjanya. Setelah itu ia berjalan keluar dari ruangannya diikuti oleh Wika di belakangnya.
Di sepanjang ruangan kantor perusahaan terasa sepi karena semua karyawannya sedang makan di luar kantor. Begitu juga dengan Melodi dan Wika pergi makan siang di luar. Hanya bagian keamanan satpam yang tetap berjaga di kantor perusahaannya.
"Selamat datang Nona Melodi dan Nona Wika, ada yang bisa dibantu?" ucap Pelayan Misa sopan di hadapan Melodi dan Wika.
Melodi tersenyum tipis membalas perkataan Pelayan Misa.
"Bisa pesankan saya di meja makan VVIP untuk menikmati makanan di restoran ini?" tanya Melodi to the point.
"Tentu saja Nona Melodi, dengan senang hati saya akan memberikan fasilitas meja makan VVIP untuk Nona Melodi. Mari saya antar menuju meja makan VVIP." jawab Pelayan Misa tersenyum senang mendengar perkataan Melodi karena adanya pelayanan yang baik dan banyak pengunjung dari karyawan Melodi memberikan bonus besar untuk Misa.
Melodi mengangguk mengiyakan perkataan Pelayan Misa. Ia berjalan di sebelah Pelayan Misa. Ia menatap seluruh dekor ruangan yang dihiasi taman mini bunga dan dinding estetik dilengkapi lampu berkilau. Memberikan ketertarikan tersendiri dan nilai baik dari restoran Bplus ini.
Di sepanjang ruangan, Melodi terus disapa oleh semua karyawan kantor perusahaannya yang rupanya berkumpul makan siang disini. Ada juga karyawan perusahaan lain ikut menikmati makan siang disini. Melodi menajamkan kedua matanya saat menatap seorang pria tampan yang pernah dilihatnya.
__ADS_1
"Dia? Ternyata Pria yang mirip dengan Miko berada disini?" tanya Melodi dalam hati. Langkah kakinya terus mengikuti Pelayan Misa menuju meja makan VVIP.
"Tetapi, kenapa dia memilih duduk di meja makan biasa? Apa dia karyawan biasa saja dan pria yang duduk bersamanya itu seperti tidak asing aku melihat bentuk fostur tubuhnya." tatapan mata Melodi fokus ke arah satu pria yang duduk membelakanginya. Kemudian, Melodi menerka-nerka pria itu mirip dengan Alex -- Suami culunnya.
Seketika pria yang duduk membelakangi Melodi menoleh ke arah dirinya membuat tatapan mata Melodi terkunci dengan tatapan Alex.
"Melodi," ucap Alex langsung berdiri dari duduknya dan ia melangkah cepat mendekati Melodi.
Lilo yang melihat kepergian Alex secara tiba-tiba, ia ingin menyusul Alex tetapi ia langsung mengurungkan niatnya saat melihat wanita cantik di hadapan Alex.
"Melodi, kamu pasti mau makan siang disini. Ayo bergabunglah di meja makanku saja," ucap Alex yang telah menghentikan langkah kaki Melodi dan Wika.
Alex menoleh ke arah Wika yang tersenyum menyapa dirinya.
"Wika, kamu bisa ikut saya juga." lanjut Alex mengajak Wika.
"Baik Tuan." jawab Wika cepat.
Melodi hanya mengangguk mengiyakan perkataan Alex dan ia mengikuti langkah kaki Alex menuju meja makan biasa. Diikuti oleh Wika dan Pelayan Misa di belakangnya.
"Kamu duduk disini," ucap Alex sembari menggeserkan kursinya agar bisa diduduki oleh Melodi.
"Terima kasih," ucap Melodi tanpa sadar tatapan matanya bertemu dengan wajah pria yang sangat dirindukannya.
Alex yang sudah duduk di sebelah Melodi dan Wika duduk di kursi bersebelahan dengan Lilo. Alex meminta Pelayan Misa untuk memberikan buku menu makanan agar bisa dipesannya.
"Sayang, pilihlah makanan yang mau dicoba. Aku akan mentraktirmu dan tangan kananmu," ucap Raka yang telah menerima buku menu makanan di tangannya.
"Oh, jadi aku saja yang tidak ditraktir." celetuk Lilo mengambek pada Alex membuat Melodi menyerhitkan keningnya merasa heran.
__ADS_1
"Sayang, siapa pria ini? Dia teman dekatmu?" tanya Melodi to the point.
"Tidak, aku mantan tunanganmu." sahut Lilo asal saat membalas perkataan Melodi membuat Melodi kaget bukan main.