Suami Culun Pilihan Orang Tua

Suami Culun Pilihan Orang Tua
Part 8 Harapan Alex Pada Melodi


__ADS_3

Melodi menatap kedua bola mata malas ke arah Alex yang berdiri di hadapannya dengan tatapan galak.


"Jangan marah seperti itu, kamu tahu sendiri kita menikah atas keinginan orang tua saja. Jika kamu mau mempertahankan pernikahan ini silahkan tanda tangani surat perjanjian itu," ucap Melodi tanpa rasa bersalah atas keputusannya yang membuat Alex kecewa.


Alex mengusap wajahnya dengan kasar untuk menetralkan emosinya hampir meledak atas perbuatan Melodi.


"Astaghfirullah Melodi, kenapa kamu sejahat ini padaku? Aku ini suamimu, imammu di pernikahan ini dan aku yang akan menjagamu hingga maut memisahkan. Kenapa kamu setega begini membuat hatiku kecewa. Apa kamu tidak percaya dengan cintaku padamu, hem? Apa kamu takut kalau aku akan meninggalkanmu setelah aku mendapatkan hakku sebagai suami?"


Tidak ingin memperkeruh suasana yang tak kondusif, Melodi memilih pergi dari hadapan Alex.


"Mau kemana kamu, Melodi? Aku belum selesai bicara," Alex yang melihat Melodi tak menanggapi pertanyaannya, ia langsung menarik lengan Melodi hingga istrinya jatuh ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.


Sedangkan Melodi yang tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya karena tarikan kuat dari Alex membuat tubuhnya terbentur ke bidang dada Alex hingga masuk ke dalam pelukannya.


"Alex, lepaskan aku!" ucap Melodi mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan Alex yang terasa hangat.


"Biarkan aku memelukku sebentar saja, hatiku butuh istirahat sejenak." perkataan Alex terdengar tulus di indera pendengaran Melodi yang tanpa sengaja mengangguk setuju.


Melodi merasakan Alex terlihat rapuh dan hatinya hancur atas perbuatannya.


"Apakah aku salah untuk memberikan perjanjian itu pada Alex? Aku mana mungkin memberikan kewajibanku untuk melayani suami karena aku tidak mencintainya." kata Melodi dalam hati.


Tanpa terasa hati Melodi merasa tenang dan nyaman. Tangannya membalas pelukan Alex yang begitu lama hingga Alex meregangkan pelukannya dan memberikan tatapan sendu ke arah Melodi.


Melodi hanya diam saja, ia tidak mengerti dengan perubahan sikap Alex yang ingin memilikinya. Melodi menatap wajah Alex yang mendekat ke arah wajahnya, tidak ada penolakan yang diberikan oleh Melodi membuat jarak antara Melodi dan Alex sangat dekat hingga Alex mendekatkan ciuman pada bibir mungil Melodi.

__ADS_1


Entah kenapa Melodi yang telah lama tidak merasakan kehangatan dari seorang pria membuat ia membalas ciuman Alex hingga menjadi candu. Lamanya mereka saling menguatkan hati agar saling percaya hingga nafsu birahi muncul pada diri Melodi dan Alex.


Alex yang menyadari aktivitas panasnya berlanjut sampai jauh. Ia melepaskan ciumannya dan ditatapnya wajah cantik Melodi yang menatap nafsu ke arah dirinya.


"Aku tidak akan mengambil hakku sebagai suami sebelum aku bisa mendapatkan hatimu." perkataan Alex membuat hatinya Melodi merasa kecewa.


Entahlah Melodi merasa binggung dengan rasa aneh yang menguasai hatinya. Ia menatap Alex yang berjalan menuju berkas perjanjian yang jatuh di atas lantai dan diambilnya untuk menandatangani surat perjanjian itu.


"Aku sudah menandatangani surat perjanjian ini, silahkan pegang bukti fisiknya. Aku pastikan tidak akan melanggar peraturan yang ada dalam surat perjanjian itu," ucap Alex menyerahkan berkas surat perjanjian pada Melodi.


Melodi yang menerima surat perjanjian yang diberikan oleh Alex membuat dirinya melongo seperti orang bodoh saja. Bukankah tadi, dirinya melakukan ciuman hangat oleh Alex. Dia mengira Alex akan memberontak tidak setuju dari surat perjanjian itu tapi nyatanya setuju saja.


"Baiklah, aku pegang janjimu." sahut Melodi tetap terlihat sombong di hadapan Alex.


Alex menatap sendu ke arah Melodi diiringi senyuman dipaksakan untuk membalas perkataannya.


Melodi memalingkan wajahnya ke arah samping untuk menenangkan hatinya agar tetap pada pendiriannya. Ia memilih meninggalkan Alex dari ruang kamarnya. Ia ingin mencari tempat khusus untuk menyimpan berkas surat perjanjian yang sangat penting bagi hidupnya. Di benaknya, ia tidak tega melihat Alex terpaksa menyetujui keputusannya tapi ia tidak mau memiliki anak tanpa mencintai papa dari anaknya


"Lebih baik aku simpan saja berkas surat perjanjian ini di ruang kerjaku yang diberikan Alex khusus untukku bekerja dari rumah. Aku yakin tidak semua orang berani masuk ke dalam ruangan ini tanpa seizinku." lirih Melodi pelan.


Dilihatnya ada meja kaca gelap dan disitulah ia menyimpan berkas surat perjanjian dengan rapat. Ia menatap ke sekeliling ruangan yang bernuansa putih dan rapi dengan tata letak barang meja dan kursi kerja yang dilengkapi laptop dan printer serta lemari untuk menyimpan berkas terkesan menarik.


"Bagus dan cocok ruangan rapi ini untukku bekerja. Hem... Sepertinya Alex sudah menyiapkan keperluanku di rumahnya. Baik juga jadi orang tanpa bertanya padaku."


"Daripada aku tidak ada kerjaan di rumah mewah Alex. Lebih baik aku periksa saja data saham perusahaanku." Melodi berjalan menuju ke meja kerja dan menghidupkan laptop untuk melakukan aktivitas kerja dari rumah.

__ADS_1


Sementara di ruangan kamar bernuansa silver metalik, Alex duduk terdiam termenung memikirkan nasib pernikahannya seumur jagung.


"Baru dua hari pernikahanku, tapi bukan kebahagiaan yang aku dapatkan tapi penderitaan yang akan dimulai. Apakah aku salah memilih pasangan hidup? Aku sedang tidak baik-baik saja.


Ting!


Alex menoleh ke arah meja yang bersebelahan dengan kasur tidurnya. Ia mengambil ponselnya untuk memeriksa notifikasi pesan masuk di ponselnya.


Lilo : "Sorry bro, aku belum bisa hadir ke acara pernikahan kalian minggu kemarin. Tapi selamat ya atas pernikahanmu, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah. Cie... Cie... Sudah dapat pasangan hidup nih pasti lagi bulan madu."


Alex hanya menghela nafas kasar saat membaca pesan dari Lilo -- sahabat di tempat kerjanya. Ia pun membalas pesan Lilo.


Alex : "Aamiin, terima kasih atas doanya. Iya, tidak apa-apa, aku ngerti kok kamu pasti ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.Aku menikah atas perjodohan dan belum bulan madu."


Lilo : "Waduh, kamu beneran belum bercocok tanam. Kasihan, perjaka kamu masih segel. Belum coba sensasi baru, hahaha... Kasihan sudah menikah tapi perjaka."


Alex : "Aku harus lakukan apa? Kalau istriku tidak mencintaiku dan tidak mau memberikan kesucian padaku."


Lilo : "Sabar bro, cobaan pernikahan itu beraneka ragam bentuknya. Masih mending kamu tidak dicintai oleh istri, sedangkan aku diselingkuhi istri yang belum selesai dengan masa lalunya membuat hatinya hancur berkeping-keping."


Alex yang membaca curahan hati Lilo melalui pesan yang diterimanya. Hal itu membuat dirinya devaju, apakah Melodi akan melakukan seperti itu pada dirinya karena tidak mencintainya? Apakah dirinya mampu membuat hati Melodi luluh dan membalas cintanya?


Ping! Ping!


Lilo : "Bro, kenapa cuma baca saja. Bales chat aku yang sedang curhat padamu. Kamu sedang sedih?"

__ADS_1


Alex kembali membaca pesan masuk dari Lilo, dengan tangannya yang terlatih membalas pesan itu.


"Aku berharap suatu hari nanti, semoga saja Melodi bisa membalas cintaku." lirih Alex terdengar tulus.


__ADS_2