
Sudah tiga hari Melodi dan Anton telah menyelesaikan naskah novel dan desain grafis cover pada video film pendek. Selama satu minggu ini Melodi dan Anton semakin dekat dan mengenal satu sama lain.
Kesibukan menuntaskan semua keperluan lomba membuat Melodi lupa pulang ke rumah dan mengabaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Seperti sore ini seharusnya Melodi pulang ke rumah untuk beristirahat. Dia memilih menginap di ruang istirahat di dalam ruang kerjanya dan ia mengajak Wika agar menemaninya tidur di kantor perusahaannya.
Dengan bonus gaji lembur istirahat di kantor selama satu minggu pada Wika. Semua baik-baik saja karena ia tidak ingin kehilangan batas pengumpulan terakhir video film pendek dalam lomba tak terlaksana.
Melodi yang sibuk mendesain poster, banner dan cover video film pendek, ia melirik sekilas ke arah ponsel di atas meja kerjanya.
Alex memanggil...
Melodi menghentikan aktivitasnya sejenak, ia mengambil ponsel untuk mengangkat sambungan panggilan masuk di ponselnya.
"Hallo!" ucap Melodi setelah menerima sambungan panggilan masuk di ponselnya.
"Melodi, kapan kamu pulang? Sudah satu minggu kamu tidak pulang ke rumah? Ada masalah apa denganku membuat kamu tidak ingin pulang? Coba ceritakan biar aku bisa perbaiki diri agar kamu nyaman di rumah." sahut Alex yang berada di rumah mewahnya. Alex tampak heran dengan sikap Melodi yang mengabaikan keberadaan dirinya. Iya tahu Melodi sedang disibukkan dengan mengikuti keperluan lomba. Tetapi, Melodi tidak memberitahu dirinya sebagai Alex -- Suaminya bahwa Melodi mengikuti lomba.
Melodi menghela nafas kasar saat mendengar perkataan suaminya. Ia baru teringat tidak memberitahu tahu Alex selama satu minggu lebih ini bahwa ia sedang sibuk menyelesaikan video film pendek dalam mengikuti lomba.
"Iya maafkan aku, Lex. Tidak memberitahumu kalau aku sibuk mengikuti lomba video film pendek. Selama satu minggu ini aku menginap di kantor untuk menyelesaikan urusan kantor perusahaan dan menulis naskah novel untuk diadaptasi ke video film pendek. Sebenarnya aku ingin mengajakmu berperan dalam tokoh naskah. Tapi, adik laki-laki Wika mau memenuhi kekurangan tokoh." jelas Melodi panjang lebar pada Alex di sambungan ponselnya.
Satu pertanyaan yang ingin Alex tanyakan pada Melodi telah mendapatkan jawaban secara langsung oleh Melodi.
__ADS_1
"Syukurlah, aku tidak diajak oleh Melodi. Bisa pusing tujuh keliling aku gonta-ganti pakaian." kata Alex dalam hati.
"Iya, aku mengerti Melodi dengan kesibukanmu. Jaga diri baik-baik dan jangan lupa makan. Jika butuh bantuan bisa telpon aku bisa membantu." sahut Alex cepat.
"Baiklah, dua hari lagi aku akan pulang ke rumah. Aku harap kamu bisa menghadiri acara lomba video film pendek dan pemain tokoh dalam naskah novel yang ditulis akan berakting secara langsung bagian aksi penting dalam cerita. Nanti aku akan mengirimkan lokasi lombanya padamu." balas Melodi.
"Siap, aku pasti datang. Semangat ya Melodi, semoga sukses selalu. Aku tutup dulu, assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam." setelah sambutan panggilan masuk dimatikan oleh Melodi. Ia kembali fokus menyelesaikan sedikit desain grafisnya.
"Selesai," ucap Melodi tersenyum saat menatap semua desain grafis telah selesai. Ia menatap jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 5 sore.
"Huh, pasti semua karyawan sudah pulang termasuk Wika." Melodi melirik sekilas ke arah ruangan Wika yang telah sepi tanpa huni.
Melodi kembali berkutat Katik pada Laptopnya. Ia membuka folder foto dirinya bersama grub pemain video film video pendek itu. Melodi membuka foto shoot film pendek satu persatu dari foto dirinya, Anton, Wika, Lilo dan Jino.
Namun, Melodi mengulangi foto bagian Anton. Ia menyerhitkan keningnya merasa heran saat tatapan wajah Anton dan senyuman manis itu mirip seseorang. Dengan mengklik scroll untuk memperbesar gambar agar lebih jelas dilihat oleh Melodi. Tiba-tiba, hatinya teringat dengan wajah Alex -- Suami culunnya yang memberikan tatapan mata dan senyuman manis seperti itu.
"Kenapa raut wajah Anton dan Alex hampir serupa tapi tak sama betul." kata Melodi dalam hati.
Tidak ingin menggagalkan semangat hatinya untuk menyelesaikan editan foto untuk di upload di media sosial pribadinya sebagai bentuk promosi peserta yang mengikuti lomba. Melodi memilih membuka aplikasi edit foto dan mencari celah noise wajah kusam menjadi cantik dan tampan. Ia tidak ingin memperlambat proses penyelesaian pembuatan video film pendek.
__ADS_1
Besok pagi, jadwal syuting Melodi, Anton, Wika, Lilo dan Jino di lokasi sekolah sesuai judul naskah novel "Aku Manusia Bukan Figuran" dan mengikuti tema "Bullying di SMA"
Satu jam kemudian, Melodi telah menyelesaikan semua editan foto dan desain grafis cover CD, poster dan banner di video film pendeknya. Ia baru bernafas lega saat tugas penting telah diselesaikan. Tinggal melakukan syuting sesuai naskah novel dan video di edit menjadi menarik serta memberi instruksi tugas setiap pemain tokoh dalam memainkan perannya saat menampilkan bagian cerita aksi penting dalam video film pendek.
"Nona, maafkan aku datang terlambat. Tadi, aku mengantri dalam membeli makanan ini," ucap Wika yang telah berdiri di hadapannya dan membawakan makanan yang dipesan oleh Melodi.
"Baiklah, terima kasih." sahut Melodi cepat dan ia menerima plastik berisi makanan yang dibeli oleh Wika.
"Kamu sudah makan belum?" tanya Melodi saat ia membuka kotak makanan dan ia melirik sekilas ke arah Wika yang mengangguk cepat.
"Sudah Nona." jawab Wika sopan.
"Baiklah, saya makan dulu. Kamu sudah selesai mencari aplikasi yang cocok untuk mengedit video nanti?" ucap Melodi bertanya pada Wika lagi.
"Sudah Nona. Serahkan saya akan mengedit semua videonya." jawab Wika antusias dan Melodi mengangguk mengiyakan perkataan Wika.
Keesokan paginya, Melodi dan Wika telah sampai di tempat lokasi syuting dimana lokasi bangunan SMA Swasta terkenal di Jakarta. Semalam Melodi telah menyuruh Wika agar menyewa beberapa gedung bangunan sekolah sebagai bagian lokasi syuting agar tidak ada siswa-siswi yang menggangu aktivitas syuting mereka.
Aktivitas syuting dalam pembuatan video film pendek selesai dalam satu hari. Melodi dan Anton sangat bersyukur karena tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh setiap pemain film pendek.
"Kalian sangat berkompeten dan keren, saya sangat bersyukur telah mengajak bekerjasama dengan kalian," ucap Melodi dengan mengangkat tangannya yang tentunya jari jempol dan jari telunjuknya membentuk love ala Korea.
__ADS_1
"Kami juga berterima kasih pada Nona Melodi sudah diajak bermain dalam video film pendek perlombaan." sahut Anton, Wika, Lilo dan Jino secara bersamaan. Mereka memberikan senyuman termanis di hadapan Melodi.
"Syukurlah, kalian tetap semangat empat lima sudah berjuang selama 1 minggu 4 hari bersamaku. Tetap semangat, setelah syuting, kita wajib mengedit video dan memasukkan video dalam kaset CD yang telah diedit dan dipromosikan dalam medis sosial. Jangan lupakan pelajari bagian aksi penting dalam cerita naskah novel yang sudah dibagikan agar bisa menunjukkan hasil akting yang baik saat perlombaan terbuka." jelas Melodi membuat Wika, Anton, Lilo dan Jino menghela nafas kasar karena masih ada beberapa perjuangan yang harus dihadapi dan diselesaikan dengan semaksimal mungkin. Dengan adanya, perpaduan CEO di perusahaan berbeda dan menang dam perlombaan dapat meningkatkan citra baik di kehidupan masyarakat.