Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 25


__ADS_3

Setelah sampai di Villa miliknya itu Peter makin terkesima dengan keindahan dan kemewahan yang terlihat disekeliling juga didalam villa yang lebih bagus, namun masih sedikit ada yang kurang yaitu nama untuk Villa nya itu belum ada, dan orang-orang hanya menyebutnya Blistered West Mount Villa. Memikirkan hal itu akhirnya Peter bertanya kepada Wanda.


" De aku merasa kurang tentang villa ini, karna tidak ada nama untuk villa ini, orang-orang hanya menyebutnya Blistered West Mount Villa, kakak jadi ingin memberi villa ini nama, tapi kakak tidak punya ide nama apa yang bagus untuk villa ini, apakah kamu punya ide untuk nama villa ini? "


" wah benar sekali kak, memang terasa sekali kekurangannya karna tidak memiliki nama, tapi untuk saat ini aku tidak memiliki nama yang cocok untuk villa ini "


" Apa ya kira-kira yang bagus "


" Bagaimana jika Clouds Palace saja kak "


" Mmm apa itu tidak berlebihan de tapi okelah terserah mu saja, dan besok kamu minta kepada paman Jhon untuk memberitahu untuk mengumumkan nama villa ini kepada publik ketika acara "


" Siap kak "


" Oke sebaiknya sekarang kita tidur de, kita akan melihat persiapan untuk acara besok pagi saja "


" baiklah kak " Wanda menjawab dan langsung pergi meninggalkan Peter, sedangkan Peter pergi kebalkon untuk menikmati suasana malam di villa itu sambil melihat lampu-lampu dari gedung atau bangunan yang masih menyala di bawah villa nya.


" Apa sebaiknya aku kembangkan saja desa yang ada di jalan menuju villa ini ya, dan aku renovasi semua rumah-rumah penduduk agar terlihat lebih bagus, tapi apa mereka setuju? sebaiknya aku coba tanyakan kepada paman Jhon besok tentang ide ku ini " gumam Peter dalam hati


*****


pagi hari mereka semua sudah bangun, Wanda, Jhon, Randy, dan Roger, kecuali Peter yang belum bangun, sebab dia tidur terlalu larut karna terlalu asik menikmati malam di balkon villa. .


" Paman apakah kak Renna sudah kesini? "


" Sudah, sekarang dia ada di Aula sedang mengecek semua keperluan untuk besok, dan membicarakan hidangan untuk para tamu undangan besok kepada kepala koki "


" Ohh baiklah jika begitu, aku akan membangunkan kak Peter untuk sarapan bersama kita, dan kak Robin tolong panggilkan kak Renna dan kepala koki untuk sarapan bersama "

__ADS_1


" Baik Nona "


" Sekali lagi kamu memanggil ku nona, aku laporkan ke kak Peter agar menghukummu "


" Maaf kan aku de wanda "


" Itu lebih baik dan lebih terasa seperti keluarga " Wanda bekata sambil melangkah ke arah tangga untuk menuju ke kamar Peter


" Kak....kakak, bangun kita sarapan, semua sudah menunggu kakak untuk sarapan bersama "


Peter yang di bangunkan hanya membuka sedikit matanya ke arah Wanda lalu menutupnya kembali.


" Jadi kakak tidak ingin bangun dan sarapan dengan kami? baiklah aku akan ambil air untuk menyiram kakak " Ucap Wanda kesal karna Peter susah sekali dibangunkan, Peter yang mendengar ancaman itu langsung beranjak bangun dan langsung menggerutu tidak jelas sambil melihat ke arah Wanda yang ada dihadapannya


" Jadi kakak mau aku mandikan dikasur atau mandi sendiri di kamar mandi? " Wanda mengancam Peter lagi, karna kesal melihat Peter menggerutu tidak jelas


" Huft punya adik bawel sekali dan senang sekali mengancam kakak nya " Ucap Peter sambil berjalan menuju kamar mandi dengan gontainya


" Pagi Tuan Muda " sapa mereka semua kecuali Wanda, ketika Peter sampai di meja makan


" Ya pagi, silahkan nikmati sarapan, De jangan lupa yang semalam telah aku bicarakan kepada mu didalam mobil dan ketika sampai disini " Ucap peter kemereka semua, dilanjut berbicara dengan Wanda


" Iya kak, bawel loh kakak ini, lebih baik kita sarapan dahulu baru kita bahas setelah makan "


" Hmmm "


setelah 10 menit sarapan, akhirnya mereka selesai dengan sedikit obrolan-obrolan ringan disaat sarapan berlangsung. kemudia mereka berpindah ke ruang Tengah.


" Paman Jhon, apakah sudah memberikan undangan kepada 2 Tuan itu? " Peter bertanya kepada Jhon

__ADS_1


" Sudah, namun Paman baru mengundang melalui pesan kepada mereka berdua, belum mengirim kan kartu undangan resmi kepada mereka, dan mereka menyatakan bahwa mereka bisa hadir "


" Baiklah tidak masalah untuk itu, yang penting mereka sudah memberi jawaban untuk hadir, dan segera kirim kartu undangan nya kepada mereka "


" Paman sudah mengutus salah 1 anak buah Roger untuk mengirimkannya pagi ini ke perusahaan mereka "


" Hmm. .Dan Renna bagaimana persiapannya apa sudah selesai semua? "


" Untuk tempat acara didalam aula hanya tinggal sedikit dekorasi saja, mungkin siang ini sudah akan selesau semua "


" Renna tidak perlu memanggil ku seperti itu ketika tidak dalam pekerjaan lain, cukup panggil namaku saja kalau kau merasa sungkan kau bisa menambahkan panggilan lain didepan namaku, jika tidak mau lebih baik kamu kemasi barang-barang mu dan segera pergi dari sini agar aku mengantikan mu dengan yang lain sebagai penanggung jawab Villa ini "


" .......B...ba...baik Tu..ehh saudara Peter " jawab Renna dengan terbata, dan yang lain melihat kearah Renna dan memberikan anggukan agar Renna mengikuti saja apa yang Peter mau


" Begitu lebih baik "


" Dan Randy Roger apakah semua anak buah kalian sudah kalian atur untuk berjaga di acara besok? " tanya Peter kepada Randy dan Roger


" Sudah Kak " Jawab mereka berbarengan


" Baiklah, sekarang jika ada yang lain yang ingin kalian kerjakan aku persilahkan untuk kalian pergi " Ucap Peter lagi kepada mereka semua yang ada


" Aku permisi dulu saudara Peter, aku juga, aku juga " jawab Renna, Randi, Dan Roger secara bergantian, dan Peter hanya menjawab dengan anggukan saja.


" Paman aku ingin memberi tau aku dan kak Peter semalam sudah memikirkan untuk memberi nama untuk Villa ini dan aku mau sekalian besok untuk diumumkan ketika acara berlangsung " Ucap Wanda kepada Jhon


" Benarkah? apa itu? karna sebenarnya aku baru saja ingin bertanya kepada kalian berdua soal nama villa ini, karna menurutmu sangat kurang jika villa ini tidak memiliki nama " Jawab Jhon sangat senang ketika mendengar bahwa Peter dan Wanda ingin memberi nama untuk villa ini


" Kami telah sepakat untuk memberinya nama Clouds Palace, bagaimana menurut paman? "

__ADS_1


" Bagus sekali, besok aku akan umumkan tentang nama villa ini, Baiklah sekarang aku akan menyusul Renna untuk membuat rentetan Acara besok " Jhon sangat senang sekali dan pamit untuk berdiskusi kepada Renna, dan Kepala koki yang sejak tadi hanya diam pun pamit untuk kembali mengecek bahan-bahan untuk acara besok, dan harus memastikan bahwa kwalitas bahan-bahan untuk besok adalah bahan yang terbaik.


__ADS_2