
"Sayang... Kak Peter... Peter...." Teriak Adell, Wanda, Windy, Renna, dan Anna bersamaan.
"Duh hampir saja, untung aku cepat menghindari mobil itu, jadi hanya terkena spion, dan menabrak tempat sampah besar ini" gumam Peter yang hampir saja tertabrak oleh mobil yang melintas kencang ketika dia menyebrang asal dijalan.
"Sayang, Kak Peter, Peter" ucap mereka ketika sudah menyebrang melihat keadaan Peter yang jatih terduduk karena hampir tertabrak tadi.
"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Adell begitu khawatir mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
"Tidak apa-apa sayang, lihat lah aku hanya menyenggol spion mobil itu dan menabrak tempat sampah ini, tapi seperti nya hanya kaki ku saja yang terkilir dan bahu agak sedikit sakit" jawab Peter santai sambil berusaha berdiri, namun kaki kanannya sedikit sakit karena terkilir.
"Wanda, Renna tolong bantu Peter" Adell meminta tolong, namun Wanda diam saja melihat ke arah mobil itu pergi tanpa berhenti, untuk melihat nomor kendaraan itu, namun mobil itu tidak memakai nomor kendaraan.
"Seperti nya dia memang sengaja ingin menabrak kakak ku, karena dia tidak berhenti atau mengurangi kecepatan mobilnya sehabis menyerempet kakak ku, aku harus selidiki ini" Wanda berbicara didalam hati dan melihat sekeliling melihat apakah ada cctv disekitarnya.
"Wanda....." panggil Adell sedikit keras nada bicaranya.
"Apa kak?" tanya Wanda yang tidak mendengar perintah dari Adell tadi karena dia sedang sibuk dengan fikirannya sendiri.
"Ini bantu kakak mu" Jawab Adell sedikit kesal karena melihat Wanda hanya diam dan melamun saja.
"Sudah biar aku saja" sahut Anna yang langsung membantu memapah Peter.
"Oh maaf aku tadi tidak mendengar" Wanda meminta maaf karena tidak mengindahkan ucapan Adell "baik lah biar aku saja yang membawa belanjaan kalian" tambah Wanda yang melanjutkan fikirannya tadi.
Setelah sampai di depan gerbang Villa, semua penjaga panik melihat Peter yang berjalan dipapah oleh Renna dan Anna, dan melihat raut muka Adell yang sedikit sedih.
"Nona biar aku gantikan" jawab salah satu penjaga dan langsung mengambil alih memapah Peter, dibantu dengan satu penjaga lain, sedangkan yang lain langsung melaporkan kepada Dorris. Sedangkan Dorris yang mendengar kabar itu segera menghampiri Peter yang sudah didudukan di Sofa yang ada di ruang tamu.
__ADS_1
"Tuan Muda boleh saya periksa bagian mana yang Tuan Muda rasakan sakitnya" ucap Dorris yang langsung meminta persetujuan Peter untuk melihat bagian mana yang sakit, dan Peter menganggukkan kepala menandakan dia menyetujui permintaan Dorris untuk memeriksa bagian yang sakit.
"Ohh ini terkilir Tuan Muda, aku bisa memijat nya, namun mungkin agak sedikit sakit" ucap Dorris.
"Lakukan lah jika memang kamu bisa, aku akan menahan rasa sakitnya" jawab Peter.
Sementara Adell, Renna, Windy, dan Anna yang melihat expresi Peter yang menahan sakit, mereka seakan-akan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Peter saat di pijat. Sedangkan Wanda langsung menghubungi Nadine dan menceritakan kejadian yang di alami Peter tadi.
"Kak Nadine tolong suruh kak Vivian bantu aku untuk meretas cctv yang ada disekitar villa, aku yakin bahwa mobil itu dengan sengaja ingin mencelakai kak Peter" ucap Wanda sehabis dia menceritakan kejadian yang menimpa Peter, dan menjelaskan tentang ke curigaan nya.
"Tenang saja, aku akan langsung menemui Vivian dan memintanya untuk itu, nanti aku kabari kamu jika sudah berhasil meretas cctv di wilayah situ" jawab Nadine sambil berjalan menuju ruangan Vivian yang berada di kantor pusat, dan pastinya ruangan itu tidak sembarangan orang bisa masuk.
"Baik aku tunggu kabar dari kakak" ucap Wanda langsung mengakhiri tlp nya.
"Wanda kamu itu dari tadi tidak terlihat cemas sama sekali dengan kakak mu, apa kamu senang dia mendapatkan musibah seperti ini?" ucap Adell dengan penuh emosi karena dia melihat Wanda sepertinya tenang-tenang saja.
"Yakin apa?" ucap Adell masih dengan nada penuh kemarahan dengan sikap Wanda yang terlihat tenang, walaupun didalam hatinya Wanda sedang khawatir sekali karena doa yakin bahwa sebenarnya ada yang sengaja ingin mencelakai Peter.
"Yakin kak Peter baik-baik saja" jawab Wanda masih melihat ke arah Peter, dan Wanda yakin sekali bahwa Peter menyadari jika dia sedang di incar seseorang tapi entah siapa, dia tidak tau.
"Sudah-sudah sayang, benar kata Wanda aku memang baik-baik saja kok, ini udah agak enakan setelah di pijat, sebaiknya kalian taruh barang kalian dulu sana, dan bersiap untuk makan siang" Peter sedikit memberi tau keadaan nya agar istri nya tidak terlalu cemas dan emosi kepada Wanda.
"Iya baiklah" Jawab Adell sedikit mereda emosinya setelah mendengar dari mulut Peter bahwa dia baik-baik saja dan sudah tidak merasakan begitu sakit setelah di pijat oleh Dorris "Sebagai hukumannya, Wanda tolong kamu taruh barangku di kamar ku" Adell memberi hukuman kepada Wanda.
"Baik siap laksanakan" jawab Wanda dan langsung mengambil barang belanjaan Adell yang ada di atas Sofa ruang tamu, dan langsung bergegas naik ke kamar Peter.
"Sudah sayang jangan marah seperti itu, wajah mu jadi terlihat seram sekali, walaupun tetap cantik sih" ucap Peter menggoda Adell.
__ADS_1
"Apa sih kamu itu, mana ada wajah seram tapi cantik, gombal aja, tenang saja aku sudah tidak marah lagi kok dengan Wanda" jawab Adell yang langsung duduk disebelah Peter.
Tidak lama handphone Peter pun berbunyi singkat menandakan bahwa ada notifikasi pesan yang masuk, dan dia langsung melihat pesan itu, ketika Adell yang kebetulan sedang sibuk dengan handphone nya sendiri.
"Kali ini kamu beruntung hanya terserempet saja, tapi lain waktu aku pastikan kau akan tertabrak dan akan mati ditempat atau minimal luka parah" isi pesan teks yang masuk dan tidak ada nama pengirimannya hanya nomornya saja yang tertera disana. Peter yang melihat isi pesan itu, langsung mencoba menghubungi nya namun nomor tersebut seperti nya sudah di matikan.
Tidak lama Wanda sudah turun dan berjalan ke arah ruang tamu dimana Peter dan Adell sedang duduk, dan langsung ikut duduk di sebelah Peter, jadi posisi Peter ada di tengah antara Adell, dan juga Wanda.
Begitu Wanda duduk, dia mendapatkan senggolan dari Peter menandakan memanggilnya, kemudian Wanda menoleh dan Peter memberikan kode dengan matanya agar Wanda melihat kebawah ke arah handphone Peter yang sedang berada di dalam pesan tadi. Begitu Wanda melihat isi pesan itu, ternyata dugaan dia benar jika ada orang yang ingin mencelakai Peter.
Tidak lama handphone Wanda berdering panjang, ternyata dia dapat panggilan dari Nadine, dan Peter melihat itu, dan segera memberikan kode kepada Wanda agar menjauh dari Peter dan Adell agar Adell tidak mendengar percakapan mereka, karena Peter sudah tau pasti Wanda sudah melaporkan itu kepada Nadine dan segera memerintahkan Nadine untuk mencari tahu tentang mobil yang hampir mencelakai Peter.
"Hallo Wanda, aku sudah melihat semua, ternyata mobil yang di gunakan adalah mobil BMW, dan dia sudah mengintai kalian didekat villa, namun Vivian dan aku tidak bisa melihat wajah pengendara nya, dikarenakan kaca mobil itu benar-benar gelap" Nadine menjelaskan begitu tlpnya telah terhubung ke Wanda.
"Sial, orang itu sepertinya sudah memikirkan dengan matang untuk mencelakai kakak ku, Oh iya tadi kak Peter juga mendapatkan pesan dari pelaku, bisa kah kak Vivian melacak lokasi pelaku dengan menggunakan Nomor?" ucap Wanda memberitahu.
"Ohh tentu saja bisa, jadi berikan saja nomornya biar aku yang akan berikan kepada Vivian"
"Baik tungg sebentar aku akan meminta kepada kak Peter" ucap Wanda dan langsung menghampiri Peter dan meminjam hp nya beralasan ingin melihat game yang biasa Peter mainkan, Peter yang menyadari bahwa Wanda meminjam hp nya untuk melihat nomor yang tadi mengirim pesan, langsung memberikan kepada Wanda karena disaat Wanda ingin meminjam hp Peter, Peter sedang berbincang kepada Adell, Renna, Anna, dan Windy, agar mereka semua tidak mengetahui situasi yang sebenarnya.
"Kak tolong catat nomornya, aku akan sebutkan..........." ucap Wanda meminta Nadine untuk segera mencatat nya, setelah nomor pelaku kepada Nadine, Wanda pun memutuskan tlp nya dan meminta untuk segera memberikan informasi selanjutnya.
...----------------...
Kentang lagi ya? hihihi lanjut besok ya😁
Jangan lupa Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.
__ADS_1
Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁