
{ Maafkan author ya para reader karena di BAB sebelumnya sudah membuat kalian hampir tidak ingin melanjutkan membaca lagi, karena Peter yang di buat mati sementara sebelum nya hehehe }
#Yuk langsung lanjut cerita nya daripada ngoceh gak jelas😂
...----------------...
*Rencana yang Peter buat*
Peter membuat seolah-olah diri nya benar-benar telah meninggal dunia, dan ini akan di umumkan di seluruh negeri, agar semua orang tau, namun tetap untuk wajahnya tidak di publikasikan, hanya mempublikasikan tentang kematian Tuan Muda anak Pemilik RE. Ide ini di lakukan agar pelaku kecelakaan Peter menampakkan diri kepermukaan. Dan tentu jenazahnya pun tidak di perlihatkan, hanya peti matinya saja yang di perlihatkan, dan untuk jenazahnya pun di kebumikan di halaman rumah lama Peter, dan Peter tentu akan bergabung bersama mereka semua sebagai pelayat, dan tentu untuk mencari siapa saja yang terlibat akan kecelakaan nya, dan pasti dia pun akan menyamar agar tidak ada 1 pun yang mengenali wajahnya.
...----------------...
Setelah semua setuju tentang rencana Peter, merekapun langsung mempersiapkan semuanya, dari Peti, tempat pemakanan, serta orang-orang terdekat yang akan berpura-pura mengalami kesedihan yang teramat sangat dalam karena kepergian Peter.
Sudah 1 jam tentang berita kematian Peter, RS keluarga Peter sudah penuh dengan pelayat dari semua kalangan, dari para teman Sekolah Peter, para pengusaha besar hingga kecil, aparat keamanan, pejabat pemerintah, serta warga biasa yang ingin mengantar jenazah Peter sampai di rumah duka, tapi mereka hanya bisa menunggu di luar / taman rumah sakit tidak bisa mereka melihat kedalam rumah sakit yang sudah di penuhi keluarga serta bawahan Peter dan beberapa aparat yang sudah di berikan informasi tentang rekayasa semua ini. Hanya Tuan Petrus, Tuan Ricky, Master Yen Cing, Renna, dan Windy yang berada di Taman Rs yang sudah di pasangi tenda untuk para pelayat, mereka berada di taman untuk menyambut para pelayat, ditemani oleh Nadine, Donald, Frans, Brandy, dan Rio untuk berjaga-jaga disekitar mereka.
Disini terlihat sekali banyak para penguasa yang juga merasa sedih akan nasib keluarga Sherlock yang ke hilangan Pewaris Tunggal mereka, tapi ada juga yang merasa senang, karena hal ini bisa dijadikan keuntungan untuk mereka, karena sudah pasti untuk beberapa waktu kedepan Tuan Besar Sherlock akan larut dalam kesedihan karena kepergian Peter untuk selamanya, sama seperti yang dulu di alami saat Peter pergi dari rumah perusahaan nya hampir saja benar-benar bangkrut, karena Peter kabur dari rumah.
...----------------...
"Tuan Aska apakah Tuan sudah mendengar berita yang sedang ramai di bicarakan saat ini?" tanya Albert melalui sambungan tlp kepada Tuan Aska.
"Aku sibuk sekali dengan urusan ku, jadi aki belum mendengar kabar berita apapun hari ini, memangnya apa yang sedang ramai di pemberitaan?" Tuan aska penasaran.
__ADS_1
"Peter, anak dari si Tua Sherlock mati.....hahahaha" ucap Albert di tambah tawa di akhir kalimat nya.
"Apakah benar? jika benar, ini kesempatan kita untuk memanfaatkan hal ini" ucap Tuan Aska menyeringai dengan sinis.
"Tentu saja benar tuan, dan saat ini aku, Jessy serta beberapa teman seokalh yang lain akan melayat ke RS milik keluarga Peter, ternyata selama ini dia di rawat disana dan pihak Rs menyembunyikan identitas nya" ucap Albert yang sedang bersiap-siap kerumah sakit, tentu dia dan Jessy bukan untuk melayat, melainkan untuk melihat kesedihan yang terpancar dari keluarga Peter tentunya.
"Baik aku juga akan segera kesana, kita bertemu disana saja, tapi ingat kita seperti tidak mengenal 1 sama lain" ucap Tuan Aska memberitahu Albert "Oh iya jangan lupa hubungi Yudha" tambahnya.
"Tuan Yudha sudah tau, dan aku tau hal ini dari dia yang menghubungi ku tadi, sepertinya dia juga sudah mencoba menghubungi tuan sebelum menghubungi ku tadi, namun tuan tidak menerima panggilannya makanya dia menghubungi lu agar aku menghubungi tuan, dan Tuan Yudha sekarang sedang mempersiapkan diri untuk segera berangkat" ucap Albert.
"Ohh iya benar, dia telah menghubungi ku beberapa kali" ucap Tuan Aska setelah memeriksa di panggilan yang tidak terjawab "Baiklah aku akan segera pergi ke RS untuk menyaksikan kesedihan si Tua Petrus.......hahahaha" tambah Tuan Aska lalu memutuskan panggilannya.
...----------------...
Kini Peter telah berubah, menjadi pria yang menggunakan kumis dan juga janggut yang menyambung dan tentu sangat lebat, tentu tidak lupa menggunakan kacamata hitam agar tidak ada yang benar-benar mengenalinya melalui matanya.
"Jangan dekat-dekat dengan ku, dan jangan menciun ku, pasti akan membuat ku geli ketika kamu menciumku karena kumismu yang begitu lebat" ucap Adell sambil menghindari Peter berkali-kali, semua yang ada di ruangan itu hanya tertawa melihat tingkah Adell dan Peter yang seperti anak kecil bermain kejar-kejaran didalam ruangan, sedangkan Anna yang melihat mereka merasakan cemburu, walaupun begitu dia tidak memperlihatkan nya, dia mencoba untuk memasang raut wajah yang biasa saja.
"Sayang ayolah aku hanya ingin mencium mu 1 x saja, janganlah kamu menghindari ku terus......hehe" ucap Peter sambil terkekeh melihat tingkah istrinya yang menghindari nya terus, dan itu membuatnya semakin senang menggodanya.
"Peter sudah hentikan jangan membuat ke gaduhan lagi, dan sebaiknya kamu segera keluar dan bergabung dengan yang lain" ucap Ibu Peter yang sudah menahan perutnya yang sakit karena tertawa terus melihat tingkah dia dan istrinya.
"Iya mah, tapi aku hanya akan keluar jika sudah mencium istriku" balas Peter masih berusaha agar istrinya tidak menghindari ciumannya itu.
__ADS_1
"Adell kasihlah kening mu, biar Peter segera keluar" ucap Ibu Peter lagi.
"Tapi itu pasti geli sekali mah karena kumisnya itu" ucap Adell lemas karena permintaan Ibu mertuanya.
"Tahan saja, hanya sebentar tidak akan sampai 1 jam mungkin.........hihihi" ucap Ibu Peter terkekeh, melihat raut muka Adell yang memperlihatkan seolah-olah dia sedang merasakan geli.
"Baiklah....Ini sayang aku beri kening ku saja, tapi ingat sebentar saja atau aku pukul kamu" ucap Adell yang pasrah saja kali ini, tapi dia menutupi kedua pipinya agar tidak jadi sasaran lain ketika Peter sudah mencium kening nya.
Peter pun mendaratkan ciumannya di kening Adell berkali-kali, dan itu dia lakukan agar melepaskan tangannya dari ke dua pipinya agar dia bisa berganti mendaratkan ciumannya di pipi Adell. Adell yang seperti nya mengetahui niat Peter, berusaha tidak melepaskan kedua tangannya, dan menarik kepalanya kebelakang agar tidak terus-terusan di cium oleh Peter.
"Huh kamu itu sungguh senang menyiksa ku dengan kegelian yang aku alami" ucap Adell yang sudah tidak di ciumi lagi oleh Peter.
"Hahaha maafkan aku sayang, aku rindu sekali dengan mu jadi jika hanya sekali mencium mu tidak akan membuat ku puas" ucap Peter sambil terkekeh lalu, berpamitan kepada mereka semua untuk segera ke taman untuk menemui ayahnya dan yang lain, untuk melaksanakan rencananya.
...----------------...
Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.
Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.
Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁
*Maafkan Author jika dalam beberapa hari kedepan tidak update, karena kuota sekarat, maklum tanggal tua, tapi akan di usahakan untuk update, numpang wifi orang nanti untuk update😂
__ADS_1