Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 66


__ADS_3

Pagi hari mereka telah bangun dan berkumpul di balkon setelah melakukan sarapan bersama.


"Jadi hari ini kita lanjut sesuai rencana kita sebelumnya?" ucap Wanda.


"Jika kalian ingin yasudah, tapi aku masih betah disini, jadi aku tidak ikut" jawab Peter


"Aku juga" sahut Adell, Windy, Renna, dan Anna. bergantian mengikuti ucapan Peter yang ingin menetap di villa itu secara bergantian.


"Ahh kalian ini, yasudah aku juga disini saja walaupun aku sendiri sebenarnya bosan disini" ucap Wanda sedikit kesal.


"Ya itu karna kamu telah sering kesini kan, sedangkan kami baru pertama kali disini" ucap Adell.


"Benar itu, jika saja aku sering kali kesini mungkin aku juga akan merasa bosan" Renna menimpali "Berhubung aku baru pertama kali kesini jadi aku merasa kerasan disini, pemandangan nya membuat tenang dengan suara deru ombak" tambah Renna.


"Benar sekali Renna, suara ombak yang begitu membuat fikiran menjadi tenang, segala rasa yang tidak baik yang sedang dirasakan akan hilang hanya melihat ombak dan juga mendengar suara deru ombak dipantai ini" kali ini Anna menimpali, dia mengatakan rasa yang di rasakan sebenarnya dia merasa cemburu dengan Adell yang begitu beruntung mendapatkan Peter, bukan karena Peter Tuan Muda yang kaya raya, tapi karena Peter yang memiliki tempramen yang baik dalam hal apapun, ditambah sikap rendah hati yang jarang sekali di punyai oleh Tuan Muda lainnya yang dia kenal.


"Benar..benar" Windy tak tau mau biacara apalagi karena semua sudah diwakili oleh yang lain.


"Terus kita tidak melakukan apapun gitu disini? hanya berdiam mengobrol dan minum-mimun sambil melihat lautan?" tanya Wanda yang benar-benar merasakan sangat bosan jika hanya berdiam diri sana disini.

__ADS_1


"Benar juga ya jika hanya bediam saja tidak ada kegiatan apapun pasti cepat bosan nantinya" sahut Anna "Apa kita berjalan-jalan saja ke toko souvenir aku lihat seperti nya tidak jauh dari sini ada toko souvenir yang lumayan agak besar" tambah Anna.


"Benar jika aku juga tidak salah lihat memang ada ketika perjalanan ingin kearah villa ini" Windy antusias sekali dengan ide Anna yang ingin ke toko souvenir "Tapi kalian sajalah aku disini saja karna......" tambah Windy dengan wajah tidak lagi bersemangat karena ucapan nya terhenti karena di potong oleh Peter. dan dia juga menjadi tidak semangat karena dia tidak akan bisa membeli apa-apa di toko souvenir itu.


"Oke baiklah kita berjalan-jalan dan sekalian mampir ke toko souvenir, untuk selanjutnya kita mau melakukan apa mungkin kita akan menemukan ide ketika berjalan-jalan nanti, dan Windy ikut saja, tenang saja jika kamu ingin membeli souvenir untuk dijadikan oleh-oleh untuk keluarga pilih saja, aku yang akan bayar" Peter memotong ucapan Windy, sedangkan Windy mendengar ucapan Peter langsung terlihat semangat kembali dan menganggukkan kepala berulang-ulang kali.


"Apa aku juga?" sahut Adell dengan muka seolah-olah dia iri kepada Windy, padahal pada nyatanya akan tetap di bayar oleh Peter apapun yang dia beli, karena dia istrinya.


"Aku kak?" "Bagaimana dengan aku Tuan Muda?" "Kalo aku?" sahut Wanda, Renna, dan Anna.


"Istriku kamu itu sudah pastilah, tanpa kamu memintanya untuk aku yang membayarnya, karena kan kamu punya kartu yang belum pernah kamu gunakan, sedangkan Renna Anna okelah tidak masalah, kalau Wanda kamu kan sudah sering kesini untuk apa membeli souvenir?" jawab Peter kepada mereka..


"Aku punya kartu yang belum pernah di gunakan? kartu ku hanya 2 dan itu sudah sering aku gunakan" ucap Adell bingung soal kartu yang di bilang oleh Peter.


"Kak aku memang sering kesini tapi aku tidak pernah membeli apapun disini, jadi bayar juga ya apa yang aku beli" ucap Wanda memelas, Peter sedikit terkejut karena Wanda sering kesini tapi tidak pernah membeli apapun, dan hanya mengangguk saja.


"Ini tas nya, tapi kartu apa yang kamu maksud sayang? aku sambil berjalan kesini memeriksa tidak ada kartu lain selain 2 kartu ku" Adell menyerahkan tasnya kepada Peter, namun Peter malah menyerahkan lagi ke Wanda.


"De coba kamu cari dimana kamu letakan" perintah Peter kepada Wanda dan menyerahkan tas Adell kepada Wanda untuk di periksa karena Wanda lah yang memasukan kartu yang diberikan Peter untuk Adell..

__ADS_1


"Kak aku keluarkan semua barang yang ada di dalam nya ya" Wanda meminta ijin kepada Adell, dan Adell hanya mengangguk saja.


Di dalam Tas Adell hanya berisi dompet, bedak, lipstik, sisir, dan tisue. Setelah semua barang yang ada didalam tas itu Wanda menunjukkan resleting yang ada di dalam tas, dan meminta Adell membukanya sendiri.


"Kak coba kakak buka bagian ini" ucap Wanda kepada Adell dan memberikan Tas Adell kembali. Adell menerima dan Adell mengerutkan keningnya, karena dia tidak pernah membuka resleting yang ada didalam tasnya, karena dia juga tidak pernah menggunakan untuk menyimpan apapun dibagian itu.


"Hah ini....?" Adell Terkejut melihat Kartu hitam yang dia keluarkan dan tertera namanya yang ada di kartu itu ( Adell Sherlock ) serta ada stiker kecil yang bertuliskan angka, yang tak lain pasword untuk kartu itu. "Aku tidak pernah tau ada ini didalam tas ku, sejak kapan kartu ini berada di bagian itu, aku tidak pernah menggunakan bagian itu untuk menyimpan apapun jadi siapa yang menaruhnya?" tambah Adell masih terkejut serta bingung sendiri.


"Hahaha aku yang menaruhnya kak, dan semua itu terjadi ketika pertama kali kita bertemu di Blistered" Jawab Adell puas melihat expresi kakak iparnya itu, sengingga membuat nya tertawa sebelum menjawab pertanyaan Adell tadi.


"Hah selama itu, dan selama itu pun aku tidak menyadari nya? dan tidak pernah memeriksa sama sekali bagian itu" Adell masih dengan expresi terkejut nya yang belum hilang juga.


"Iya kak, tentu saja kakak tidak menyadari nya, karena kakak tidak lama memakai tas pemberian dari kak Peter, dan tas ini pun kakak gunakan lagi karena aku yang menyuruhnya untuk memakai tas ini saja saat kemari kita ingin berangkat menyusul kak Peter" jawab Wanda menjelaskan sedikit.


"Ahh benar juga ya" ucap Adell yang expresi terkejut nya telah hilang "Oke hari ini semua aku yang bayar, apapun yang kalian ingin kan" tambah Adell yang expresi wajahnya berubah sangat senang.


"Hore kita akan belanja souvenir dengan puas hari ini" Wanda berteriak senang, karena ini kali pertama dia ingin membeli souvenir di tempat ini.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁


__ADS_2