Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 84


__ADS_3

Setelah Peter merasa sudah jauh dari Jessy, dan melihat ke sekelilingnya tidak ada yang memperhatikan nya, dia pun langsung masuk ke dalam rumahnya, dan langsung membuka semua rambut palsu hingga bewok palsunya, karena sudah tidak ingin melanjutkan penyamarannya, karena dia sudah mendapatkan bukti yang kuat untuk menjebloskan Albert, Jessy, Tuan Aska, Yudha, serta para bawahan mereka yang ikut dalam perencanaan kecelakaan Peter beberapa bulan yang lalu.


"Sayang mengapa kamu melepaskan semua itu?" ucap Adell yang melihat Peter yang baru saja masuk namun langsung membuka semua itu.


"Sudah cukup penyamaran ku, aku sudah mendapatkan cukup bukti, dan aku akan segera membalas mereka yang mencelakai ku, dan hampir menghilangkan nyawaku" jawab Peter dengan suara yang sedikit keras dan bergetar karena emosi yang sudah tidak tertahankan.


Sontak membuat mereka yang tadi tidak tahu kehadiran Peter di ruangan itu langsung melihat kearah Peter, dan menatap Peter dengan sedikit takut, karena terlihat Peter kali ini seperti bukan Peter yang biasanya, tapi seperti orang yang lain dan juga memancarkan aura yang menakutkan, seperti aura pembunuh.


"Sayang redahkan emosimu, jika kamu sudah mendapatkan bukti sebaiknya kita serahkan kepada pihak yang berwajib" ucap Adell berusaha menenangkan suaminya yang sedang berada di puncak emosinya.


"Tidak, aku akan melakukan hukuman sendiri kepada mereka semua, aku akan buat keluarga mereka rasakan apa yang telah keluarga ku rasakan beberapa bulan ini atas kelakuan mereka" Peter semakin geram mengingat itu semua.


"Sayang jangan seperti itu" ucap Adell yang langsung memeluk Peter dan langsung menangis melihat suaminya telah berubah seperti orang lain.


Melihat Adell menangis, Peter pun langsung memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam-dalam untuk meredakan emosinya sambil membalas pelukan Adell.


"Baiklah, aku akan serahkan semuanya kepada Tuan Renaldi, Oliver, dan para bawahan mereka, asal kamu sekarang berhenti menangis" ucap Peter kali ini dia yang menenangkan istri nya agar tidak terus menangis.


"Tuan Renaldi, ini bukti yang kudapatkan, ku rasa cukup untuk menjebloskan mereka semua yang terlibat kedalam hotel yang paling mewah nantinya" ucap Peter sambil melepaskan pelukan Adell dan menggandeng Adell berjalan menuju Tuan Renaldi serta yang lain yang sedang berkumpul, kemudian meletakkan ponselnya di atas meja, dan mulai menyalahkan hasil rekaman cerita Jessy.

__ADS_1


Mereka yang semua yang mendengar itu semua terkejut karena dugaan Peter serta yang lain benar bahwa mereka semua terlibat dalam kecelakaan Peter.


Brak...."Kurang ajar ternyata dia ikut serta, Tuan Renaldi, cepat tangkap mereka semua dan bawa mereka kesini" Tuan Petrus menggebrak meja dan berteriak keras membuat mereka yang mendengar rekaman itu kaget, dan takut melihat ekspresi Tuan Petrus sama seperti Peter sebelumnya.


"Danny rebut semua usaha yang di miliki Aska, segera" tambah Tuan Petrus yang emosinya sudah tinggi.


Tuan Renaldi, serta Danny sudah akan memulai menjalankan perintah Tuan Petrus..


"Tunggu Tuan Renaldi, Paman Danny, Ayah aku minta maaf, aku mau kita tunda dulu untuk melakukan itu semua, aku ingin melihat mereka menuntaskan kegembiraan mereka setelah peti kosong itu sudah di timbun oleh tanah nanti dan kita bekuk mereka disaat acara penguburan selesai tentunya ayah umumkan di seluruh khalayak ramai setelah ayah mengucapkan ucapan terimakasih kepada seluruh pelayat yang hadir, aku rasa itu akan menjadi pertunjukan yang bagus nantinya" ucap Peter menghentikan langkah Tuan Renaldi dan pekerjaan tangan Danny yang sedang mengetik sesuatu di ponselnya.


Semua yang mendengar ucapan Peter tersenyum lebar, mendengar ide Peter untuk membalas kejahatan mereka dengan mempermalukan mereka di khalayak ramai.


"Aku juga setuju. .Aku juga. . Aku. .Aku. .Aku. .Aku. .Aku" semua yang ada di ruangan itu mengatakan hal yang sama atas ide Peter.


"Baik jika semua setuju aku rasa kita percepat saja acara pemakamannya" ucap Peter "Tapi tunggu, Paman Danny kira-kira waktu untuk mengambil seluruh usaha yang di miliki Tuan Aska kamu membutuhkan waktu berapa lama?" tambah Peter bertanya kepada Danny.


"Semua tergantung Vivian, karena aku tidak mungkin bergerak sendiri untuk mengambil alih seluruh perusahaan yang dimiliki Aska" jawab Danny. "Berapa lama kira-kira Vian?" tambah Danny bertanya kepada Vivian.


"Aku rasa 1 jam cukup bagiku untuk meretas dan mengambil alih seluruh perusahaan yang di miliki Tuan Aska itu" jawab Vivian sangat yakin.

__ADS_1


"Baiklah kerjakan sekarang, jadi begitu ucapan terimakasih untuk para pelayat selesai disampaikan, dan penangkapan mereka semua sudah dilakukan, kita umumkan juga bahwa Perusahaan yang di miliki Tuan Aska itu sudah tidak ada lagi, dan berpindah tangan ke kita" Peter menjelaskan lagi, serta memerintahkan agar Danny dan Vivian untuk segera mengambil semua aset keluarga Aska.


"Ohh iya Kak Nadine, tolong suruh para bawahan utama keluarga, untuk menjaga ketat pergerakan 3 Pria bajingan itu, aku tidak ingin mereka lolos, jika mereka lolos atau salah satu dari mereka lolos, aku akan bertindak sendiri dan aku akan membuat mereka tidak bernyawa lagi" ucap Peter dengan nada Tegas dan menakutkan "Dan Renna, dan Windy, tolong kalian temani wanita ****** itu, agar dia tidak pergi kemana-mana" tambah Peter


Dan mereka semua langsung bergegas menjalani perintah yang di berikan oleh Peter.


Tuan Renaldi pun langsung memerintahkan Oliver serta seluruh bawahannya untuk menjaga dengan ketat pintu gerbang kediaman Peter, untuk mencegah lolosnya para pelaku.


Jenderal Niga pun tidak tinggal diam, dia langsung memerintahkan kepada seluruh bawahan kepercayaan nya untuk memberantas seluruh bawahan Yudha yang berada di markas mereka jangan sampai mereka lolos 1 pun, serta menghancurkan markas mereka. dan pergerakan Jendral Niga tentunya inisiatif dirinya sendiri, karena Peter melupakan hal itu karena terlalu fokus dengan mereka yang ada dikediamannya.


...----------------...


Maaf ya jika lama updatenya, dan sekalinya update hanya 2 bab, karena author sedang sibuk dengan pekerjaan yang lagi padat, dan ini pun author ngetiknya dicicil sedikit-sedikit. Mohon pengertiannya ya para Reader yang baik hati dan penuh kesabaran ๐Ÿ™


Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.


Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah Follow, vote, dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2