
Mereka pun sudah berada di toko souvenir yang di lihat oleh Anna juga Windy, semua sibuk memilih souvenir untuk di hadiahkan untuk yang lain, sedangkan Peter hanya menunggu mereka di kursi dekat kasir sambil melihat mereka 1 per 1 yang sibuk kesana/kemari.
"Tingkah mereka seperti tidak pernah berbelanja saja" gumam Peter sambil menggelengkan kepalanya melihat mereka semua.
"Maaf Tuan Muda, saya kesini untuk meminta ijin sebentar untuk kembali ke kantor pusat karena Tuan Danny memanggil saya untuk kesana" ucap driver Peter yang kemarin menyupiri pergi ke villa.
"Baiklah tidak apa-apa, karena kami hari ini pun tidak akan pergi kemana-mana selain di daerah dekat villa saja" jawab Peter memberi ijin kepada sang driver.
"Baik Tuan, jika Tuan Muda dan yang lain ingin menggunakan mobil, kunci nya sudah saya titipkan ke Dorris" ucap sang driver lagi.
"Loh kenapa kamu tidak menggunakan mobil untuk kembali kekantor? apa kamu di jemput oleh yang lain?" tanya Peter heran kenapa dia tidak menggunakan mobil saja.
"Maaf Tuan Muda saya menggunakan taxi saja, karena itu juga perintah dari Tuan Danny, untuk sementara mungkin Dorris atau penjaga villa yang lain untuk menggantikan saya jika Tuan membutuhkan driver" jawab sang driver.
"Baik lah, kamu Hati-hati salamkan kepada Tuan Danny kemungkinan aku akan melihat kantor pusat disini besok atau lusa, dan ini untuk mu untuk ongkos taxi nya" ucap Peter, sambil memberikan uang kepada sang driver untuk naik taxi.
"Maaf Tuan Muda, aku tidak di perbolehkan untuk menerima nya dari Tuan Muda, jika ada yang tau aku menerima nya aku akan di keluarkan dari pekerjaan saya" sang driver menolak dan memberikan alasan kenapa dia menolak.
"Tenang saja jika ada yang tau dan kamu mendapatkan hukuman dengan diberhentikan dari pekerjaan, aku yang akan bertanggung jawab untuk mu, jadi terima ini jangan sampai malah aku yang akan marah kepadamu saat ini juga" Peter memaksa dengan sedikit nada tinggi agar sang driver takut dan menerima nya.
"Ba..Baik Tyan Muda, aku terima pemberian Tuan Muda, aku sangat berterima kasih sekali kepada Tuan Muda, dan saya mohon pamit karen sudah di tunggu oleh Tuan Danny" sang driver menerima dengan sedikit takut akan ancaman Peter, dengan membungkukkan tubuhnya dan pamit kepada Peter untuk segera pergi menemui Danny.
"Mmm" Balas Peter singkat, dan sang driver pun pergi.
Kasir yang sedari tadi melihat kejadian itu dia tidak menyangka jika Peter adalah Tuan Muda dari pemilik perusahaan RE, dia bisa tau karena sang driver menyebutkan nama Danny berkali-kali dan agak keras pembicaraan mereka di dekat kasir itu, Siapa yang tidak kenal Danny, diseluruh negri ini tau siapa Danny itu, dan tidak ada seorang yang paling ditakutkan selain dia.
__ADS_1
"Maaf Tuan apakah tadi Tuan dan driver Tuan itu membicarakan tentang Tuan Danny dari RE?" Tanya sang kasir yang sangat penasaran.
"Benar, memang nya anda dan Tuan Danny saling kenal?" jawab Peter yang agak bingung melihat kasir muda ini mana mungkin saling kenal dengan Danny yang umurnya hampir sama dengan ayahnya itu.
"Oh aku tau dirinya, tapi dia tidak tau saya Tuan, dan aku adalah karyawan dirinya, dan toko ini adalah salah satu toko pribadi milik Tuan Danny" sang kasir menjelaskan.
"Oh jadi seperti itu, baiklah lakukan tugas mu dengan baik, dan aku hanya berpesan jangan memandang orang dari pakaian nya saja dan selain itu kenalin dulu siapa dia sebenarnya, jangan asal meremehkan orang" Peter memberi nasehat sedikit kepadanya.
"Baik Tuan Muda, saya akan ingat kata-kata Tuan ini" ucap sang kasir dengan senyumnya karena dia merasa dia tidak pernah meremehkan orang lain hanya karena penampilan nya yang biasa saja.
"Mengapa kamu menambahkan panggilan ku?" ucap Peter yang mendengar dipanggil Tuan Muda olehnya.
"Bagaimana pun Tuan Muda adalah Bos dari Bos saya, jadi mana mungkin aku memanggil Tuan Muda hanya dengan sebutan Tuan" sang kasir sedikit menjelaskan dengan senyum nya.
"Ohh aku bukan Bos dari Tuan Danny, Tuan Danny dia bekerja dengan ayah ku bukan dengan ku jadi biasa saja dengan ku" ucap Peter dengan senyum juga.
"Ahh. .baiklah baiklah terserah pada mu saja aku tidak bisa memaksa, tapi ingat pesan ku tadi ya" ucap Peter menyerah karena sudah tidak tau ingin menjelaskan apalagi.
"Baik Tuan Muda, aku akan selalu ingat itu" ucap sang kasir lalu melayani orang yang akan membayar barang yang di beli.
Setelah hampir 1 jam lebih mereka semua membeli souvenir, akhirnya mereka telah keluar dari toko itu, mereka sangat senang sekali dengan souvenir yang mereka pilih, dan tidak menyangka jika mereka mendapatkan diskon dari toko itu yang tak lain toko pribadi milik Danny.
Dan sebenarnya mereka mendapatkan barang itu secara gratis namun Peter menolaknya karena biar bagaimana pun itu usaha milik orang lain, jika itu miliknya sendiri pun dia akan tetap membayarnya. karena Peter tetap menyuruh istri nya untuk membayar akhirnya sang kasir yang telah mendapatkan perintah dari Danny untuk menuruti kemauan Peter akhirnya dia berinisiatif untuk memberikan diskon. Walaupun agak alot untuk membuat Peter menyerah untuk membayar full.
"Sudah puas kalian berbelanja nya? aku sampai ngantuk menunggu kalian untung saja kasir tadi mengajak ngobrol jika tidak aku akan benar-benar tidur disana" ucap Peter jengkel karena mereka begitu lama.
__ADS_1
"Maaf kan kami kaka ku sayang" sahut Wanda
"Iya maafkan kami Peter" sahut Renna, Windy, dan Anna bersamaan.
"Hah kamu berbicara dengan kasir tadi? pantas saja dia memaksa untuk tidak memperoleh kan ku untuk membayarnya di awal tadi, dan sampai akhirnya memberikan diskon kepadamu. Jangan-jangan kalian itu mantan kekasih atau jangan-jangan dulunya kalian belum mengakhiri hubungan kalian?" ucap Adell emosi karena cemburu, dan dia juga salah paham.
"Bicara apa kamu itu sih, aku saja tidak tau namanya dan baru kenal saja tadi, bagaimana aku memiliki hubungan dengannya di masalalu" jawab Peter dengan agak sebal karena dituduh oleh Adell seperti itu.
"Terus apa alasan dia memberikan diskon?" Adell masih tidak percaya dengan jawaban Peter barusan.
"Toko itu milik paman Danny, dan pasti paman Danny lah yang menyuruh kasir itu untuk tidak membiarkan kita membayar, dan juga memberikan diskon karena kak Peter tetap ingin membayarnya" sahut Wanda yang menjelaskan sedikit kepada Adell yang terlihat emosi karena cemburu.
"Dengar kan apa kata Wanda?" Peter bertanya kepada Adell.
"Iya aku dengar memangnya aku tuli" Adell masih menjawab dengan ketus.
"Sudah salah paham bukannya minta maaf malah emosi terus, dasar ibu hamil yang rese" ucap Peter dan berlari menyebrang jalan karena begitu Peter menyelesaikan perkataan nya, Adell bersiap menimpuknya dengan belanjaan yang dia pegang, Namun........
"Brak............................!!!"
...----------------...
Kentang ya? hihihi lanjut besok ya😁
Jangan lupa Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.
__ADS_1
Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁