
Sudah 1 bulan sejak hari dimana acara resepsi pernikahan Peter dan Adell di adakan. Querto sudah memberitahu bahwa semua rencana pembangunan besar-besaran di wilayah Blistered South City sudah mulai di lakukan, dan banyak warga yang tidak memiliki pekerjaan disana telah di rekrut untuk menjadi tukang, ditambah mereka juga mengetahui bahwa 2 bangunan yang mereka kerjakan akan menjadi tempat tinggal mereka dan juga tempat anak-anak mereka belajar tanpa biaya, mereka tidak memperdulikan uang yang mereka dapat besar atau kecil, karena mereka berfikir akan mendapatkan tempat tinggal secara gratis dan juga anak mereka akan mendapatkan pendidikan secara gratis juga, dan dari yang mereka lihat dari lahan yang di gunakan dan juga sketsa, mereka melihat bahwa 2 gedung ini dibuat dengan begitu besar, mereka benar-benar tidak pernah menyangka bahwa wilayah mereka yang tidak pernah di lirik oleh pemerintah kota setempat kini akan berubah menjadi lebih baik, dengan adanya 2 bangunan yang sedang mereka kerjakan, ditambah akan ada 1 buah bangunan yang benar-benar begitu megah yang akan berdiri di wilayah mereka yang dikenal dengan wilayah terbengkalai.
Querto memberi tahu itu semua kepada Peter dengan rasa hormat dan bangga memiliki Tuan Muda yang begitu perhatian kepada orang-orang yang kurang beruntung seperti dirinya. Peter yang mendengar itu semua pun merasa bahagia karena menurut dia ini hanya sedikit bantuan untuk mereka tapi mereka begitu antusias sekali.
"Bagus jika begitu, aku sangat bahagia mendengar itu semua, dan aku yakin setelah bangunan Pusat grup kita jadi, wilayah itu akan ada perombakan besar-besaran dari beberapa pengusaha yang akan mendirikan perusahaan disitu. semua semua fikiran ku tentang ini akan terwujud"
"Benar sekali apa yang anda fikirkan Tuan Muda, karena dengan gebrakan kita yang mendirikan beberapa bangunan saja, sudah banyak dari kalangan pengusaha berlomba-lomba ingin juga mendirikan perusahaan disana, dan banyak juga yang hingga saat ini berlomba-lomba untuk memenangkan tender dari pihak kita yang masih berjalan hingga saat ini."
"Benarkah? aku tidak menyangka akan secepat ini bisa membuat para pengusaha lain ingin mendirikan banguan disana juga"
"Oh iya tuan, aku juga mendengar bahwa pihak Brown Corporation sekarang sudah sedikit membaik karena ada beberapa investor yang menginvestasikan dana mereka kepada BC, dan mereka juga berniat ingin mendirikan cabang perusahaan di wilayah Blistered South City"
"Bagus lah jika mereka bisa berkembang, dan biarkan para investor melakukan itu, tapi kita harus tetap memperhatikan gerakan mereka, jika mereka sampai berulah kembali, tidak perlu basa-basi langsung hilangkan seluruhnya"
"Baik Tuan aku akan terus memantau mereka jangan khawatir"
"Oh iya Querto tolong kamu cek rumah sakit yang ada di wilayah itu, mempunyai peralatan medis dan yang lengkap, dan lihat bangunan nya masih layak atau tidak, jika tidak lengkap dan tidak layak, segera lakukan apa yang seharusnya dilakukan, kau mengerti kan maksudku?"
"Jelas sekali aku mengerti Tuan. .Baik Tuan aku akan segera melakukan perintah Tuan Muda, dan aku permisi untuk melanjutkan pekerjaan ku"
"Baik, terimakasih atas laporanmu dan kerja mu"
"Tidak perlu berterimakasih Tuan, karena semua memang sudah menjadi tugas ku"
"Mm iya"
__ADS_1
Setelah Querto melaporkan semua dan Peter memberikan perintah baru, Querto pun langsung pergi dengan rasa bangga karena dia bisa mengerjakan semua dengan baik, dan tidak merasa tertekan akan tugas-tugasnya, tidak seperti di perusahaan Brown dulu yang selalu di tekan oleh Nyonya besar dan keluarga nya, untung saja Tuan Ricky dan Adell tidak seperti yang lain hingga membuat nya bertahan di BC. jika saja Tuan Ricky dan Adell sama seperti mereka, mungkin sudah sejak lama dia akan meninggalkan BC.
*****
Setelah 15 menit sejak kepergian Querto, Peter mendapat Tlp dari Renna, dia mengabarkan bahwa akan mengadakan acara reuni yang dulu pernah di bicarakan, namun karena Peter tidak membahas nya lewat tlp, jadi dia meminta Renna untuk ke kantornya saja, dan Renna pun meng-iyakan, dan bergegas berangkat ke kantor Peter, setelah meminta ijin kepada Ibu Peter untuk pergi ke kantor Peter karena Peter memintanya, karena bagimanapun dia bekerja sebagai penanggung jawab Villa, jadi dia tidak bisa meninggalkan villa begitu saja tanpa meminta ijin atau berpamitan.
Setibanya di kantor Peter Renna pun langsung menemui Peter yang berada di ruangannya, dan langsung masuk karena sudah mendapatkan ijin dari Peter ketika dia memberitahu Peter bahwa dirinya telah sampai.
"Jadi kapan dan dimana acara itu diadakan?" tanya Peter begitu Renna masuk keruangannya.
"Bisakah aku duduk dulu dan istirahat sebentar Tuan Muda, aku lelah sekali karna tidak dekat jarak dari villa ke kantor mu ini" Renna mengeluh sambil meledek dengan panggilan Tuan Muda. sebagai catatan Renna begini karena dia sudah diperingatkan bahwa jika sedang berdua dan sedang tidak membahas urusan kantor atau villa jangan sungkan kepadanya dan anggap seperti teman biasa saja.
"Hahahaha, baiklah istirahat sejak dulu saja, aku juga masih melihat-lihat daftar perusahaan yang aku miliki selain di Blistered Street City, oh iya jika kau haus ambil saja minuman sendiri" Peter tertawa melihat temannya kelelahan karena perjalanan yang luyaman jauh, dan menunjuk ke arah Lemari es yang ada di ruangannya itu jika dia ingin minum sesuatu. Ya diruangan Peter memang tersedia sebuah lemari es dan juga mesin kopi otomatis, karena dia tidak ingin jika ada yang sering bolak-balik masuk keruangannya hanya sekedar memberikannya minuman, jadi dia meminta Jhon untuk menyediakan itu semua di ruangannya.
"Iyaiya" jawab Renna yang masih nerasa letih.
"Acara akan di adakan di tempat asal kita 2minggu kedepan, dan untuk tempat nya aku belum mendapatkan nya, dan sedang meminta teman yang lain untuk mencarikan tempat yang cocok untuk acara kita" Renna langsung menjawab pertanyaan Peter yang tadi belum dia jawab ketika baru saja tiba di ruangan Peter.
"Duh aku tidak mendengar nya, kamu tiba-tiba saja berbicara ketika aku masih sibuk melihat daftar perusahaan" Peter merajuk.
"ahahaha, baiklah aku akan ulangi sekali lagi" Setelah itu Renna mengulangi jawaban nya itu, dan Peter hanya mengangguk-nganggukan kepala saja ketika mendengarkan
"Mmm 2 minggu lagi ya, baik lah aku akan bicarakan kepada Adell nanti agar mendapatkan ijin"
"Mendapatkan ijin? memang kamu tidak ingin membawa Adell dan memperkenalkan Adell kepada teman-teman kita?"
__ADS_1
"Bukan seperti itu maksudnya, aku hanya tidak mau istriku kelelahan akibat perjalanan yang cukup jauh dengan keadaan dia sedang hamil, lihat kamu saja yang tidak hamil perjalanan dari villa kesini saja sudah kelelahan apalagi istri ku jika ikut kesana"
"Benar juga ya, baiklah aku akan menunggu kabar darimu ya, dan aku akan mengabari mereka jika kamu ikut menghadiri acara reuni ketika kamu sudah mendapatkan ijin ya"
"Iyalah, jika kamu mengabari mereka sebelum aku mendapatkan ijin dari Adell pasti mereka kecewa ketika ternyata aku tidak akan datang, dan ingat jangan bilang kamu bekerja dengan keluarga ku, jika mereka menanyakan siapa pemilik Secret Group yang sedang ramai dibicarakan, bilang saja kamu tidak mengenalnya dan hanya tau beberapa orang kepercayaan dan penanggung jawabnya saja, dan bersikap biasa ketika diacara nanti. .tapi itu semua kamu lakukan jika aku mendapatkan ijin sih ahahaha"
"Dasar Tuan Muda banyak mau nya hahaha. .iya tenang saja aku tau apa yang harus aku lalukan nanti, dan aku dengar juga ada beberapa teman kita yang mendapatkan jabatan yang lumayan bagus di beberapa anak perusahaan Secret Group yang ada disana"
"Wah seperti nya aku harus menilai mereka semua secara langsung, aku ingin lihat mereka layak atau tidak berada di perusahaan ku, kamu mengertikan maksud ku Renn?"
"Tentu saja mengerti, bahkan aku tau apa yang akan mereka terima nantinya jika mereka tidak layak" Renna menjawab dan langsung menahan tawa nya dengan sebelah tangan menutup mulutnya
"Senang sekali seperti nya kamu itu, jika ada teman yang mendapatkan kesialan"
"Bukan seperti itu, aku cukup jengkel saja jika mengingat beberapa dari teman kita, dan aku ingin lihat tampang mereka akan seperti apa nanti, dan kamu juga akan segera tau sifat dari masing-masing teman mu"
"Mmm seperti nya ada sesuatu yang menarik dengan teman-teman ku nih, aku harus mendapatkan ijin jika begitu, dan kalau bisa sebar status pekerjaan ku yang seorang pekerja serabut beberapa hari sebelum kita berangkat, aku sudah mendapatkan ide yang lebih baik, dan aku akan memberitahu mu secara detail ketika sudah mendapatkan ijin nanti"
"Baiklah aku ikut permainan Tuan Muda"
Setelah pembicaraan mereka selesai, mereka pun makan bersama di ruangan Peter, dan membicarakan hal-hal mengenai lahan-lahan yang berada di dekat villa yang rencananya akan di beli oleh Ayah Peter untuk dijadikan lahan pertanian terbesar di Blistered City, dan ingin meningkatkan perekonomian di wilayah dekat villa, dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk warga setempat tentunya dengan bayaran yang lumayan besar, dan juga seperti biasa ayah Peter juga akan memberi tempat tinggal baru dengan cuma-cuma, dan tentunya lebih naik dari tempat tinggal mereka sebelum nya namun itu hanya untuk mereka yang bersedia menjual rumah mereka yang terkena dampak dari lahan yang akan dijadikan tempat pertanian. dan ini sangat menguntungkan bagi mereka, sudah mendapatkan uang dari hasil menjual rumah mereka yang entah memiliki surat atau tidak, mendapatkan rumah ganti secara gratis, dan mendapatkan pekerjaan yang bayarannya lebik besar dibanding mereka bekerja kepada pemilik lahan pertanian yang kecil.
——————
Mohon maaf seperti nya hari ini hanya bisa Up 1 Bab saja, dikarenakan ada urusan mendadak yang menjadikan saya tidak dapat menulis lebih dari 1 bab, saya harap untuk mengerti dan bersabar untuk bab selanjutnya.
__ADS_1
Jangan Lupa Gift dan Follow ya, serta Like dan spam komen untuk kritik dan sarannya ya. .agar saya bisa lebih baik lagi, dan tentunya bisa makin lebih semangat untuk meneruskan novel Peter ini ya. .terimakasih kepada readers Peter Sherlock 🙏😇