Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 86


__ADS_3

"Boleh aku duduk disini" ucap Albert yang ingin duduk di sebelah Anna.


"Duduklah tidak ada yang melarang, lagi pula tidak ada bangku kosong lagi" Anna melihat ke sekeliling nya ternyata tidak ada bangku kosong, jadi dia berbicara dengan datar sedikit kesal mengapa hanya bangku di sebelahnya yang kosong.


Setelah mendapatkan ijin dari Anna, Albert senang sekali karena bisa duduk disebelah Anna.


Namun setelah Albert sudah duduk tidak lama Anna langsung bertukar tempat dengan Jessy, tanpa menolak nya Jessy pun mau bertukar tempat duduk dengan Anna. Melihat itu Albert yang awalnya senang sekarang menjadi kesal karena Anna bertukar tempat duduk dengan Jessy.


Setelah semua sudah duduk di kursi masing-masing dan sudah tidak ada lagi aktivitas berpindah kursi, keluarga Peter serta beberapa orang penting lainnya pun keluar dari kediamannya dan duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk mereka.


Keanehan terlihat sekali dari raut wajah keluarga tidak menunjukkan kesedihan melainkan seperti menahan amarah yang tertahan, dan ini di sadari oleh Yudha.


Ketika Yudha sedang merasakan keanehan tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan terlihat bahwa yang menghubungi nya adalah bawahannya yang berada di markasnya. Setelah mengangkat tlp dari bawahnya Yudha terlihat marah sekali, dan dia meminta ijin kepada aska untuk kembali ke markas karena ada urusan yang harus segera di selesaikan, Aska pun mengijinkannya tanpa bertanya ada urusan apa.


Setelah Yudha tepat di dekat mobilnya dia di hampiri oleh Rio yang telah menyadari bahwa Yudha sepertinya ingin pergi meninggalkan tempat itu.


"Maaf Tuan apakah anda ingin keluar?" ucap Rio yang sudah berada di depan Yudha.


"Ohh benar, karena ada hal yang penting yang harus saya segera selesaikan ditempat lain" ucap Yudha.


"Tapi saya meminta maaf, untuk saat ini saya di tugaskan untuk menahan semua tamu yang ingin keluar dari kediaman Tuan besar kami sampai waktu acara pemakaman selesai" ucap Rio lagi.

__ADS_1


"Tapi saya benar-benar harus segera pergi karena harus segera kembali menyelesaikan urusan saya di tempat lain" ucap Yudha dengan nada sedikit berat karena menahan emosinya.


"Tapi Tuan........" ucapan Rio terhenti karena melihat kearah lain, ada seorang pria yang memberikan kode untuk membiarkan Yudha pergi. "Baiklah jika anda memang harus pergi, maafkan saya telah menghambat Tuan" tambah Rio memperbolehkan Yudha untuk pergi.


"Tidak masalah, dan terimakasih" ucap Yudha dan langsung masuk kedalam mobilnya dan bergegas bergerak untuk ke markasnya yang sedang di serang oleh bawahan Jendral Niga.


"Biarkan dia pergi, Jenderal Niga sudah memberitahu ku bahwa para bawahan nya sedang menghancurkan markas mereka" ucap lelaki yang memberikan kode kepada Rio tadi setelah Rio datang menghampiri nya.


"Baik Tuan Muda, jadi apa yang harus saya lakukan untuk Yudha?" ucap Rio kepada Peter untuk meminta kepada Peter langkah selanjutnya.


"Kamu bawa Roger dan Freddy untuk mengejar dan menghadang Yudha di jalan, dan bawa dia ketempat sepi yang kamu tau, jika sudah berhasil beritahu kepada ku kemana kamu membaeanya, aku yang akan mengurus sisanya nanti, aku ingin orang itu hancur ditangan ku" ucap Peter dengan aura seperti pembunuh.


"Ba..ba..baik Tuan Muda, akan segera aku laksanakan" ucap Rio agak terbata karena aura yang di pancarkan oleh Peter sangat mengerikan, dan Rio langsung bergegas menghampiri Roger dan Freddy untuk ikut dengannya atas perintah Peter, untuk mengejar Yudha.


Disisi lain Albert bertanya-tanya dalam hatinya kenapa Yudha pergi begitu saja dan terlihat seperti terjadi sesuatu yang besar ditempat lain. Sedangkan Tuan Aska terlihat bahagia sekali melihat peti yang mulai terkubur oleh tanah, tapi dia tidak mengetahui bahwa seluruh perusahaan serta kekayaannya sudah berpindah tangan ke keluarga Sherlock. Dia tidak mengetahui itu karena ponselnya mati jadi dia tidak tau informasi itu dari bawahannya yang sedang mencoba menghubunginya berulang kali.


Tidak lama setelah kepergian Yudha peti sudah sepenuhnya tertutup dengan tanah, tidak lama setelah itu Rena yang sudah berada diatas panggung mulai menyampaikan terimakasih untuk para pelayat yang telah datang.


Setelah ucapan dari Rena berakhir Peter yang kembali menjadi Fenser pun naik keatas panggung.


Disisi lain Jessy yang melihat itu langsung terkejut melihat Fenser naik keatas panggung dan melihat adegan dimana Rena begitu hormat kepada Fenser, membuat Jessy sedikit khawatir dan bertanya-tanya di dalam hatinya, sebenarnya siapa kekasihnya ini, mengapa Rena begitu hormat sekali kepadanya.

__ADS_1


Anna yang melihat Jessy seperti memikirkan sesuatu mau tidak mau dia bertanya kepada Jessy "Jessy kamu kenapa? seperti sedang memikirkan sesuatu?"


"Ohh tidak apa-apa" jawab Jessy dengan senyum yang di paksakan.


Anna pun tidak bertanya lebih lanjut, karena dia tau pasti Jessy bingung kenapa bisa Fenser naik keatas panggung kecil itu, di tambah Renna yang begitu hormat kepadanya.


Lanjut kepada Fenser / Peter yang sudah di atas panggung kecil bersama Renna.


"Terimakasih untuk semua para pelayat yang sudah datang untuk melihat acara pemakaman diriku hari ini" Peter berbicara tanpa basa/i dan langsung membuka semua yang dia kenakan untuk menutupi wajahnya.


Seketika semua para tamu yang hadir yang tidak mengetahui sandiwara keluarga Sherlock langsung terkejut dan membuat mereka bertanya-tanya sehingga membuat suasana yang tadi hening mendadak ramai dengan suara bisikan diantara para tamu pelayat, terutama Tuan Aska, Albert, dan Jessy.


"Saya harap semua nya untuk tenang, dan saya mohon maaf jika kalian semua bertanya-tanya mengapa keluarga kami melakukan ini semua, ini semua kami lakukan hanya untuk membuka kedok pelaku yang telah mencelakai saya beberapa bulan lalu sehingga membuat saya terbaring koma dirumah sakit begitu lama, dan akhirnya tidak sia-sia kami melakukan itu semua, saya sudah mendapatkan siapa saja pelakunya" jelas Peter "Ohh hampir lupa, saya juga ingin memberitahukan kepada kalian bahwa semua aset keluarga Aska, sudah menjadi milik keluarga Sherlock, jika para hadirin tidak mempercayai perkataan saya ini, silahkan kalian di cek di internet. .Terimakasih sekali lagi. .dan untuk para petugas silahkan tangkap para pelaku yang berada disini, yang tidak berada disini serahkan kepada ku dan para bawahan ku" ucap Peter dan langsung turun kemudian menuju tempat parkir dan segera bergegas menuyul para bawahannya yang telah mengepung Yudha.


...----------------...


Mohon maaf kepada para Readers karena lama tidak update dikarenakan ada hal yang membuat saya untuk melanjutkan cerita Peter, mohon pengertiannya, dan untuk kedepannya saya akan usahakan untuk rajin update lagi seperti sebelumnya. Dan untuk sekarang saya akan update 1 bab dulu, dikarenakan cerita yang sudah di ketik dan tinggal di update hilang semua, jadi harus memikirkan cerita lanjutannya dari ulang, dan mohon maaf jika ada yang salah karena author tidak membaca nya dari awal hanya membaca dari bab sebelum nya saja🙏


Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.


Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah Follow, vote, dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁


__ADS_2