
"Maaf Tuan Danny aku tidak tau bahwa Tuan yang bernampilan biasa ini adalah Tuan Muda, maafkan aku yang telah berani mengusirnya tadi karena ulah Windy" jawab resepsionis dengan Raut wajah geram menatap Windy karena menurut resepsionis itu Windy membawa sial bagi dirinya. Dan tanpa dia sadari dia menyebut Peter dengan Tuan berpenampilan Biasa.
"Plak......." Gladys mendengar perkataan resepsionis itu langsung menampar nya dengan keras sampai pipi resepsionis itu terceplak bentuk tangan dengan warna merah yang begitu nyata. "Berani sekali kamu menyebut Tuan Muda dengan sebutan Tuan berpenampilan Biasa" Tambah Gladys membentak.
"Jadi kamu telah mengusirnya ya" ucap Nadine dengan sinis dan melangkah menghampiri resepsionis itu dan segera ingin menampar lagi resepsionis itu, namun tiba-tiba Peter menghentikan nya.
"Sudah kak jangan lakukan itu" ucap Peter yang telah meraih tangan Nadine sambil menatap Nadine dan juga menggelengkan kepalanya.
"Tapi dia telah berani mengusir Tuan Muda" ucap Nadine kepada Peter dengan raut wajah yang terlihat semakin geram karena telah ditahan oleh Peter.
"Aku tau, sudahlah lupakan saja, tidak perlu kasar seperti ituitu kak" lebih baik kita langsung kekamar saja, aku sudah lelah" ucap Peter "Windy kamu ikut kami, aku ingin mengobrol sebentar saja dengan mu" tambah Peter mengajak Windy untuk ikut ke kamarnya.
"Tuan Muda, orang ini harus diapakan, qpa harus aku pecat?" tanya Gladys yang rasanya masih kurang memberi pelajaran kepada resepsionis yang telah mengusir Peter.
"Tidak perlu di pecat, pindahkan saja dia ke bagian bersih-bersih Toilet selama 3 bulan kedepan dan tentunya semua toilet yang ada di hotel ini, jika dia bisa merubah sifatnya kembalikan dia keposisinya saat ini, namun jika tidak, terserah kepadamu mau terus mempekerjakan dia sebagai tukang bersih-bersih toilet atau memecatnya, dan apabila dia sudah berubah lebih baik dan dikembalikan diposisinya saat ini namun kembali berulah, pecat dia dan tidak perlu memberi pesangon sepeserpun" ucap Peter dengan tegas.
Gladys yang mendengar semua perkataan Peter langsung menyuruh bawahannya yang ada di belakang dirinya untuk melakukan perintah Peter, namun sang resepsionis menjatuhkan tubuhnya serta memeluk kaki Peter dan memohon kepada Peter agar tidak memindahkan nya ke bagian lain. Namun Peter hanya diam dan menatap kearah bodyguard memberi tanda untuk menarik resepsionis itu agar melepaskan pelukan di kaki Peter, setelah kakinya terbebas dari pelukan resepsionis itu dia pun melangkah menuju kamarnya dengan panduan sang GM yang berjalan di depannya dan segera masuk ke lift lantai 20 dimana itu adalah lantai tertinggi sebelum menara hotel itu yang terdapat hanya 1 Kamar besar dengan fasilitas lengkap didalamnya, dan didalam kamar itu pun masih ada 4 kamar lain, yang tak lain adalah 3 kamar Tidur dan 1 ruang kerja. dan ada ruang tamu, ruang rapat, ada kolam air panas yang ada di dekat sekali dengan jendela kaca agar bisa melihat sekeliling kota sambil berendam, serta ada juga ruang karaoke dan masih ada beberapa lagi ruang lainnya.
__ADS_1
Setelah mereka sampai di ruang tamu kamar itu, Peter Renna Windy pun duduk, sementara Danny, Nadine, Gladys, berdiri di hadapan mereka, sedangkan bodyguard berjaga di depan Pintu kamar besar itu.
"Kalian ber 3 mengapa masih berdiri, duduk lah tidak perlu sungkan terhadap ku" ucap Peter, Danny dan Nadine yang sudah tau dengan sikap Peter langsung menurut saja duduk di sofa yang ada di sebrang Peter sedangkan Gladys masih diam mematung karena merasa canggung. "Kamu masih ingin berdiri saja? jika begitu lebih baik kamu pergi saja keruangan mu" tambah Peter melihat Gladys masih tidak ingin duduk, sedangkan Gladys langsung buru-buru untuk duduk, dan menundukkan kepala dan meminta maaf karena dia tadi tidak segera mengikuti instruksi Peter, Peter pun tidak mempermasalahkan karena dia tau bahwa Gladys belum mengenal karakternya.
"Sungguh Tuan Muda yang murah hati, biarpun penampilan nya biasa saja tapi tidak menutup ketampanan nya" Gladys membatin.
"Jadi sebenarnya kamu baru memulai bekerja di sini Win?" tanya Peter.
"Iya Tuan Muda" jawab Windy dengan gugup setelah mengetahui Peter adalah Tuan Muda Royal Entertainment yang artinya dia adalah Bos besar RE.
"Ba..baiklah Tu. .Eh. .Peter"
"Windy bukan kah kamu bekerja dengan Jenny, mengapa tiba-tiba kamu bekerja disini apa yang membuatmu sehingga bekerja disini?" tanya Renna.
"Aku telah menyinggung seorang pelanggan disana makanya aku dipecat tanpa pesangon, makaya aku sekarang melamar kerja disini sebagai resepsionis, namun karena aku terlambat hari ini aku akhirnya di usir tadi, dan kebetulan Peter ada disana sampai akhirnya Peter pun terkena imbasnya karena aku" jawab Windy sedikit menjelaskan.
"Menyinggung? hanya menyinggung seorang pelanggan kamu dipecat olehnya?" tanya Peter heran kenapa hanya menyinggung langsung dipecat tanpa pesangon.
__ADS_1
"Sebenarnya aku tidak hanya menyinggung tapi aku juga telah menampar pelanggan itu, karena dia berlaku tidak senonoh dengan ku" jelaskan Windy lagi, mereka yang mendengar penjelasan Windy langsung terkejut karena Windy malah mendapatkan pemecatan tidak hormat akibat perlakuan pelanggan itu.
"Kita balas besok atas perlakuan Jenny kepada mu" ucap Peter geram karena Jenny malah membela yang salah daripada temannya yang mempertahankan harga dirinya karena perlakuan tidak senonoh yang dilakukan pelanggan terhadap Windy. lalu Peter menjelaskan rencana besok kepada Windy, Rennya, Danny, dan juga Nadine, sedangkan Gladys hanya menjadi pendengar yang baik disana. sampai ketika mereka semua selesai merencanakan semua untuk besok di acara Reuni tiba beberapa pelayan datang dengan membawa hidangan makan siang untuk mereka, yang tentunya makanan itu semua makanan yang terbaik di hotel itu dan juga di buat oleh koki terbaik.
Setelah selesai mereka semua makan siang bersama, Gladys pun berpamitan untuk menggelar Rapat dadakan untuk mengevaluasi para karyawan nya, agar tidak terjadi hal seperti yang tadi terjadi ketika Peter datang, dan Peter pun mengizinkan nya untuk pergi mengadakan rapat dadakan.
Selama rapat diadakan Gladys memberitahu kepada mereka semua harus bersikap baik dengan para pengunjung Hotel walaupun pengunjung hotel menggunakan pakaian biasa, asal benar mereka bisa membayar untuk sebuah kamar jangan mempersulit mereka atau memandang remeh, jika sampai hal itu terjadi Gladys tidak akan segan-segan untuk memecatnya dengan tidak hormat, tidak memberi pesangon dan juga mereka yang melanggar akan mendapatkan denda atas prilakunya itu, semua bawahan yang menghadiri rapat hanya bisa mengikuti semua instruksi Gladys tanpa membantah atau bertanya hingga rapat pun selesai dan mereka kembali ke tugas nya masing-masing.
...----------------...
Yak mungkin segini dulu ya Up nya, untuk bab selanjutnya dimana Peter menghadiri acara Reuni dilanjut besok.
Jangan Lupa untuk Vote, Gift, Like, dan juga komen nya, agar author tidak berhenti ditengah jalan cerita dan tentunya agar author bisa lebih semangat lagi menulis bab selanjutnya.
Sekali lagi terimakasih yang masih setia untuk sabar menunggu bab selanjutnya, dan masih setia dengan Peter.
sampai jumpa di bab selanjutnya 🙏😇
__ADS_1