Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 82


__ADS_3

Peter yang sudah menyuruh Danny untuk menyiapkan mobil mewah yang akan di kenakan oleh Peter menuju rumahnya pun langsung menuju mobilnya, tentu Jessy mengikutinya.


"Maaf Nona, mengapa Nona mengikuti saya? apa ada yang salah dengan saya?" ucap Peter yang sudah berada di depan pintu mobilnya.


Jessy melihat mobil yang dikenakan Peter sangat mahalpun tidak bisa diam saja, dia mencari cara agar bisa duduk didalamnya, ditambah dia juga sudah jatuh hati kepada Peter yang sedang menyamar ini.


"Ohh maaf Tuan, habis saya bingung ingin ikut pergi bersama siapa, karena saya kehilangan teman saya yang datang bersama saya tadi" jawab Jessy dengan raut wajah memelas.


Peter yang melihat raut wajah Jessy seperti itu, merasa jijik dengan sandiwara nya, namun karena dia sedang dalam keadaan menyamar untuk mencari tau benar atau tidaknya Jessy ini ikut serta dalam kejadian dirinya saat itu, diapun menahan rasa jijik nya itu.


"Mmm jadi seperti itu, yasudah Nona ikut dengan ku saja kebetulan aku juga sendiri saja" ucap Peter menawarkan tumpangan kepada Jessy.


Jessy yang merasa diijinkan untuk ikut bersamanya, raut wajahnya pun berubah menjadi semangat.


"Baiklah, terimakasih Tuan" jawab jessy lalu dia langsung berlari ke pintu penumpang dan langsung masuk begitu saja sebelum Peter masuk.


Peter melihat antusias Jessy untuk ikut bersamanya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah yang menjijikkan itu, dan langsung masuk juga kedalam mobil.


"Maaf Nona, sepertinya kita belum berkenalan, namaku Pet...ehh Fenser maksudku, nama Nona siapa?" ucap Peter memperkenalkan nama palsunya, lalu menyodorkan tangannya kearah Jessy.


"Nama ku Jessy" jawab Jessy dengan wajah yang begitu bersemangat karena merasa Peter tertarik dengannya, lalu Jessy menyambut tangan Peter.


"Nona kamu kenal dengan Tuan Muda Sherlock yang meninggal ini?" tanya Peter mulai memancing dengan kata-kata.


"Aku tentu kenal dengannya, bahkan bisa dikatakan sangat kenal, karena kita teman 1 sekolah dan bahkan 1 kelas" ucap Jessy dengan raut wajah sedikit malas. "Kalau Tuan Fenser sendiri mengenalnya?" tambah Jessy.


'


"Ohh jadi seperti itu, aku hanya kenal dengan Tuan Danny karena aku pernah rapat bersamanya, dan aku datang pun karena aku memandang Tuan Danny sekaligus aku ingin melihat Tuan Besar Sherlock, karena selama ini aku tidak pernah melihat dirinya"


"Ohh aku kira Tuan datang kesini karena mengenal Peter atau Ayahnya, jadi Tuan datang, ternyata karena Tuan Danny"

__ADS_1


"Benar, awalnya aku malas untuk datang karena menurutku tidak penting juga mendatangi acara pemakaman ini, tapi karena Tuan Danny mengabariku secara langsung jadi dengan agak berat hati aku putuskan untuk hadir"


"Mengapa kamu malas untuk hadir?" Jessy bertanya karena penasaran, mengapa orang yang ada di sebelah nya ini aneh, bukan bersyukur karena kematian Peter jadi dia bisa datang kesini dan bertemu orang-orang yang penting serta bisa mendapatkan sedikit keuntungan.


"Aku kan tadi sudah katakan, aku tidak mengenalnya, ditambah aku juga agak malas dengan orang-orang yang selalu berusaha untuk mendekatiku untuk menjalin pertemanan agar mendapatkan keuntungan dari diriku" jawab Peter masih terus berusaha untuk mengorek informasi.


"Ohh jadi seperti itu, aku pun sebenarnya enggan untuk datang jika bukan disuruh oleh salah 1 teman ku, ditambah aku juga tidak dekat dengan Peter dan juga aku pernah dirugikan oleh dirinya" jawab Jessy mulai membuka sedikit kebencian yang dia pendam kepada Peter.


"Dirugikan? memangnya dia membuat kamu rugi bagaimana? apakah dia menodai nona Jessy?"


"Ohh tidak bukan itu, dia membuatku rugi karena dirinya aku kehilangan pekerjaan yang dulu aku idam-idamkan"


"Mengaoa dia berbuat seperti itu? sungguh keterlaluan juga dirinya itu"


"Ceritanya sangat panjang, intinya sekarang aku senang dia telah tiada, karena kebodohannya sendiri mencari masalah kep........" ucapan Jessy terputus, dan menutup mulutnya dengan sebelah tangan, karena dia sadar hampir membuka kebusukannya sendiri. "Sial hampir saja aku membuka semuanya kepada orang ini" ucap Jessy dalam hati.


Peter menyadari jika Jessy hampir saja mengungkapkan sesuatu tentang hal yang sedang dirinya caritahu.


"Heh...seperti dugaan ku, jika dia salah satu pelaku atau pelaku tunggal atas kecelakaan ku" ucap Peter dalam hati.


"HAH......APA?" jawab Jessy terkejut dengan ucapan Peter seperti itu. dan membuatnya sedikit berteriak kearah Fenser.


"Sudah lupakan saja Nona, dan maafkan aku yang tidak tahu diri ini, berkata seperti itu"


"Tidak apa-apa Tuan, aku senang mendengar nya, dan sebaiknya panggil aku Jessy saja agar lebih akrab" jawab Jessy dengan muka yang sudah memerah karena merasa bahwa perasaan nya terbalaskan oleh Fenser ini.


"Benar begitu? and, ehh maksudku Jessy senang mendengar ucapan ku? memang nya Jessy belum memiliki kekasih?" Fenser langsung bertanya menjurus ke arah sana, karena sengaja agar bisa menjadi pacar pura-pura Jessy untuk mengorek informasi lebih dalam, karena menurut nya jika dia telah memiliki hubungan dengan Jessy, tentu Jessy akan bercerita semuanya.


"Ahh i..i..itu aku belum mempunyai" jawab Jessy sedikit tergagap, dan semakin memerah mukanya.


"Syukurlah, mungkin aku akan memiliki kesempatan untuk menjadi kekasih mu" ucap Fenser dengan suara agak pelan namun masih terdengar oleh Jessy.

__ADS_1


"Maksudnya?" Jessy semakin bersemangat mendengar ucapan Fenser ini.


"Ohh maaf apakah kamu mendengar nya?" Fenser dengan muka dibuat seolah-olah malu karena ucapannya terdengar oleh Jessy.


"Tentu mendengar nya, walaupun suaramu kecil tapi kuping ku masih mendengar nya dengan baik" Jessy dengan senyuman yang mulai terlihat semakin bersemangat.


"Maafkan aku Jessy aku lagi-lagi berkata sembarangan, memang mulutku ini jika sudah menyukai seseorang tidak tau situasi" *grep* ucap Fenser lagi diakhir dengan sebelah tangan menutupi mulutnya agar berhenti berbicara, agar terlihat benar jika dia seolah-olah keceplosan lagi dan lagi.


"Hahaha lucu sekali kamu Fenser, untuk apa meminta maaf kamu tidak salah, justru aku senang dengan mulutmu itu yang berberkata jujur sesuai perasaan yang dimiliki" Jessy semakin bahagia karena benar-benar terbalaskan juga perasaan pada pandangan pertamanya.


"Ohh sungguh? kamu senang mendengar ucapanku yang keluar begitu saja dari mulutku?"


"Tentu senang, sejujurnya aku juga menyukai dirimu, dan justru aku yang harusnya meminta maaf kepada mu, karena aku telah berbohong, karena aku sebenarnya tidak kehilangan temanku, tapi aku memang sengaja mengikuti mu agar aku bisa mengenal dan juga dekat dengan mu" ucap Jessy jujur.


"Kamu juga tidak perlu meminta maaf, justru dengan kejadian seperti ini kita bisa mengenal dan dekat satu sama lain"


"Jadi kita sekarang hubungan kita ini bagaimana?" Jessy bertanya dengan menggebu-gebu, dia terlihat begitu senang karena perasaan nya terbalaskan


"Menurut ku sebaiknya kita resmikan saja sebagai sepasang kekasih, dan tentu jika sudah begitu kita harus jujur satu sama lain tentang hal apapun itu" Fenser semankin melancarkan aksinya.


"Benarkah? baik jika begitu aku akan selalu jujur kepadamu tentang apapun itu" Jessy sangan bahagia, dan tanpa malu dia merangkul dan bersandar kebahu Fenser.


Fenser / Peter yang mendapatkan perlakuan seperti itu, benar-benar merasa jijik, tapi dia tahan dengan sekuat hatinya agar rencananya berhasil untuk mencari informasi selanjutnya.


...****************...


Maaf ya jika lama updatenya, dan sekalinya update hanya 1 bab, karena author sedang sibuk dengan pekerjaan yang lagi padat, dan ini pun author ngetiknya dicicil sedikit-sedikit. Mohon pengertiannya ya para Reader yang baik hati dan penuh kesabaran ๐Ÿ™


Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.


Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah Follow, vote, dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok๐Ÿ˜


__ADS_2