Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 74


__ADS_3

Setelah lama mereka menunggu kabar dari Peter, akhirnya dokter Reynold pun keluar dari ruang ICU.


"Bagaimana keadaan suami ku dokter?" tanya Adell yang pertama menghampiri Dokter Reynold.


"Mari kita duduk dulu nyonya muda" dokter Reynold pun berjalan dan mengambil tempat duduk yang ada di sebrang Wanda, Nadine, Renna, Anna, dan Adell yang telah duduk, sedangkan Danny dan Jessy duduk sejajar dengan dokter Reynold.


"Baik aku akan jelaskan, untuk saat ini kondisi Tuan Muda Peter sudah sedikit membaik, namun dia masih dalam keadaan koma, dan untuk luka yang dialami aku akan jelaskan kabar yang mungkin buruk" ucap Dokter Reynold terhenti melihat kearah mereka semua yang memiliki muka cemas hanya Jessy saya yang terlihat bahagia mendengar nya.


"Tuan Muda Peter mengalami patah tulang, dan ada beberapa saraf yang terputus, itu ada dibagian kaki, dan kemungkinan Tuan Muda Peter akan mengalami kelumpuhan, dan kemungkinan untuk bisa berjalan kembali sangat tipis sekali, dan untuk tangan kirinya hanya bergeser dibagian pundaknya dan itu tidak mempengaruhi apapun, sedangkan luka sobek ada di beberapa bagian tubuhnya, dan Tuan Muda Peter juga mengalami pendarahan di kepalanya namun sudah bisa diatasi" penjelasan Dokter Reynold.


Mereka yang mendengar kabar itu langsung bersedih kembali, sedangkan Adell langsung pingsan mendengar itu semua, dan langsung di bawa keruang perawatan oleh Nadine. Sedangkan Jessy terlihat semakin bahagia namun dia menutupi itu semua dengan berpura-pura bersedih.


Tak lama setelah Adell dibawa keruang lain untuk perawatan karena keadaannya yang semakin tidak bagus, Jessy mendapatkan Tlp dari Albert dan Jessy pergi menjauh dari mereka yang masih berbicara dengan dokter Reynold di depan Ruang ICU, setelah menyelesaikan panggilan Jessy pun pamit dan berkata bahwa dia akan kembali kerumah karena ibunya meminta dirinya untuk kembali karena ada sesuatu yang sangat penting, tak lupa Jessy juga memberikan hp Peter kepada Wanda.


Kepergian Jessy tak luput dari pengawasan pihak kepolisian yang berpakaian biasa yang sudah di informasikan oleh Danny untuk mengikuti kemana dia pergi, namun Jessy mengetahui jika dia sedang diawasi/diikuti, jadi dia kembali ke kediamannya dulu untuk mengecoh petugas kepolisian, dan itupun berhasil mengecoh, dia langsung buru-buru pergi ketempat dimana Albert menunggu nya.


"Bagaimana keadaan Peter Jess?" ucap Albert ketika Jessy baru saja tiba di villa keluarga Aska, karena mereka memang berjanji setelah melancarkan aksinya mereka berkumpul disana.


"Tunggu sebentar belum juga aku menyapa semua nya dan duduk" ucap Jessy kemudian menyapa Tuan Aska, dan Yudha kemudian duduk bersama mereka.


"Peter saat ini masih dalam keadaan koma, kepalanya mengalami pendarahan namun sudah di atasi oleh dokter Reynold, untuk luka sobek ada di beberapa bagian tubuh, dan walaupun dia hidup nantinya dia akan mengalami kelumpuhan yang sangat sedikit untuk bisa sembuh, bagian tangannya hanya mengalami pergeseran dibagian bahunya" tambah jessy menjelaskan setelah menyapa dan duduk diantara mereka.


"Sayang semali dia tidak langsung mati saja" ucap Albert dengan sinis setelah mendengar penjelasan Jessy.

__ADS_1


"Benar sayang sekali dia tidak langsung mati saja, tapi tidak masalah, walaupun dia hidup dia akan mengalami kelumpuhan dan akan menjadi orang yang tidak berguna nantinya, dan ini sudah bisa membuat Petrus kembali terpuruk, dan ini bisa aku jadikan kesempatan untuk membalikkan keadaan seperti sebelumnya agar aku bisa menjadi lebih unggul darinya" ucap Tuan Aska. "Dan untuk itu kita rayakan ini, aku akan memanggil pelayan terbaik kesini untuk memasak hidangan yang enak serta membeli anggur yang paling mahal untuk kita semua" tambah Tuan aska dan langsung menyurug anak buahnya untuk mengatur semua itu.


"Tuan Aska, aku akan memberitahu informasi sedikit sepertinya mereka menyadari bahwa aku ikut andil dalam kecelakaan yang Peter alami, karena saat aku tadi keluar dari RS anggota kepolisian sempat mengikuti ku, dan sepertinya mereka telah bergerak untuk mencari pelaku" ucap Jessy.


"Terus apakah kamu kesini masih dalam pengawasan mereka?" tanya Tuan Aska, Jessy pun menggelengkan kepalanya "Bagus jika seperti itu, dan kamu tenang saja untuk mobil yang sudah digunakan oleh kalian tadi sudah aku suruh anak buah ku untuk menghancurkan nya, dan tentu jalan yang aku arahkan kepada Albert dan Yudha tadi tidak memiliki CCTV jika pun ada itu sudah di buat rusak oleh anak buah ku sebagai pencegahan hahahaha" tambah Tuan Aska dan diakhiri dengan tertawa bahagia, mereka pun menjadi tenang saat ini dan berbincang hal lain untuk kedepannya.


...----------------...


"Wanda bagaimana sekarang, apakah kita akan memberitahu kepada Tuan Besar serta Nyonya besar?" tanya Renna


"Iya tentu aku akan memberitahu mereka, tapi mungkin nanti, karena aku masih berfikir akan menjelaskan mereka bagaimana agar mereka tidak panik" jawab Wanda gelisah.


"Bagaimana jika memberitahu tahu Tuan Brown saja, agar dia yang menyampaikan kepada Tuan Besar, aku yakin dia bisa membantu agar Tuan dan Nyonya besar tidak terlalu panik" usul Renna.


"Benar juga, aku akan hubungi sekarang" ucap Wanda langsung menghubungi Tuan Ricky menggunakan hp Peter.


"Oh iya Wanda, bagaimana kabar kalian, kami disini sangat merindukan kalian, kapan kalian akan kembali" jawab Tuan Ricky disebrang sana yang sedang berada di ruang keluarga bersama ayah dan ibu Peter, dan Tuan Ricky me-loadspeaker tlp nya.


"Aku akan jelaskan tapi aku harap paman bisa membantu menjelaskan kepada ayah dan ibu kak Peter, karena terjadi sesuatu yang tidak enak didengar untuk mereka" ucap Wanda lagi meminta tolong.


Mendengar perkataan Wanda yang seperti itu, Tuan Ricky, ayah dan ibu Peter saling berpandangan satu sama lain, seakan mereka tahu harus diam agar Wanda menjelaskan apa yang terjadi mereka menganggukan kepala satu sama lain, dan Tuan Ricky menjawab dengan singkat "Baik..."


Setelah itu Wanda menjelaskan apa yang terjadi, tentu saja itu membuat mereka kaget.

__ADS_1


"Wanda kami akan segera kesana" ucap Ayah Peter yang langsung berkata dengan suara bergetar, dan ibu Peter menangis didalam pelukan ayah Peter.


Wanda yang mendengar itu semua langsung kaget tidak disangka jika mereka ternyata sedang berkumpul di sebrang tlpnya.


"Paman Bibi, sebaiknya kalian tenangkan dulu diri kalian jika sudah tenang baru kesini" ucap Wanda yang ikut bersedih lagi karena mendengar suara tangisan ibu Peter.


"Baik, tapi beritahu kami dimana RS yang merawat kakak mu? apa di RS milik keluarga?" tanya Ayah Peter.


"Bukan Paman, kami di RS no.4 yang ada disini" jawab Wanda.


"Mengaoa kalian membawa nya ke RS yang tidak memiliki peralatan medis lengkap, minta pindahkan kakak mu sekarang ke RS keluarga, aku tidak mau keadaan ku akan semakin memburuk jika dirawat disana" ucap Ayah Peter semakin panik karena Peter dibawa ke RS yang tidak lengkap peralatan nya.


"Iya paman nanti aku akan membicarakan kepada Dokter Reynold terlebih dahulu, bisa atau tidak jika kakak dipindahkan segera" jawab Wanda.


"Baik, paman harap ketika paman sampai Peter sudah ada di RS milik keluarga" ucap Ayah Peter dan langsung mematikan tlpnya.


"Duh mengapa seperti ini, aku kira mereka tidak sedang bersama tapi ternyata" gumam Wanda.


"Dokter Reynold Paman ku meminta agar Kak Peter dipindahkan ke RS milik keluarga, apa bisa?


"Aku akan memeriksa dahulu, jika kondisi nya stabil kita bisa memindahkan nya keruangan Khusus yang ada di RS milik keluarga, tapi jika tidak bisa, aku akan menghubungi Tuan Besar dan menjelaskan nya" ucap Dokter Reynold dan langsung masuk kedalam Ruang ICU.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁


__ADS_2