
Peter pun tiba di depan pintu loby hotel seorang diri karena Renna harus tetap tinggal di mobil bersama Nadine dan juga Danny, dikarenakan dia tidak membawa pakaian yang terlihat sederhana, Peter dengan pakaian nya yang sederhana, tidak seperti tamu lainnya yang terlihat sekali memakai pakaian bagus dan terlihat seperti orang-orang kaya langsung memasuki loby, sampai akhirnya.
"Bruk....ahh...ahh" desah orang yang menabrang Peter, dan Peter ketika tubuh mereka berdua jatuh ke lantai karena tabrakan mereka itu, Peter yang melihat pelaku yang menabrak dirinya adalah seorang wanita dia hanya menggelengkan kepala nya.
"maaf...maaf Tuan aku tidak sengaja karena aku sedang terburu-buru dan sedang memeriksa isi tas bawaan ku sehingga tidak melihat ke arah depan" ucap wanita yang menabrak Peter, Peter yang terjatuh pun langsung berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu bangun.
"Tidak apa-apa Nona, karena akupun berjalan terlalu lambat tadi diepan mu" jawab Peter sambil mambantu wanita itu berdiri.
"Terimakasih dan sekali lagi maafkan saya tuan" ucap wanita itu sambil sedikit membungkukan badannya ke arah Peter. Peter yang mendengar wanita itu meminta maaf berulang-ulang hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Iya Nona tidak apa-apa, Nona tadi kau bilang sedang terburu-buru, jadi silahkan lanjut kan perjalanan mu" Peter menjawab permintaan maaf wanita itu dan langsung mengingatkan wanita itu tadi berkata bahwa dia sedang terburu-buru.
"Iya tuan, saya pergi, sekali lagi maaf tuan" ucap wanita itu yang lagi-lagi mengucapkan kata maaf sambil berjalan menuju ke arah meja resepsionis, sedangkan Peter hanyan tersenyum lucu melihat wanita yang terus-terusan meminta maaf sambil bergumam "Sepertinya aku mengenal dirinya, tapi dimana ya?" Peter memegang dagunya dengan tangan kanan tanda bahwa dia sedang berfikir, dan matanya masih melihat wanita itu yang sedang berbicara dengan petugas resepsionis didepannya. Dan sampai akhirnya petugas resepsionis membentaknya.
"Aku bilang pergi dari sini" ucap sang resepsionis dengan kasar.
Peter yang melihat itu langsung mendekati diri ke arah mereka.
"Maaf ada apa ini?" ucap Peter yang sudah ada di depan meja resepsionis dan langsung bertanya kepada petugas resepsionis itu.
__ADS_1
"Tuan orang ini baru bekerja 3 hari tapi sudah berani datang terlambat" jawab petugas resepsionis itu dengan wajah masih menatap tajam kearah wanita tadi "Heh siapa kamu, mengapa kamu ikut campur, apa kamu temannya?" tambah petugas resepsionis itu ketika sadar melihat seperti apa orang yang bertanya kepadanya.
"Aku hanya tamu disini Nona, aku melihat kamu membentaknya, memangnya hanya karena dia datang terlambat harus seperti itu cara anda berbicara kepadanya?" ucap Peter dengan raut wajah datar.
"Apa tamu? hahaha" melihat penampilan Peter yang biasa saja membuatnya tertawa "Selama aku bekerja disini aku baru sekali melihat tamu dengan penampilan seperti mu, apa kamu hanya membual saja? sudahlah cepat kalian pergi jangan mengganggu pekerjaan ku" tambah nya dan mengusir Peter serta wanita tadi.
"Memang aku tamu disini, walaupun aku tidak tahu dimana kamar ku, karena yang memesan tempat ini adalah teman ku" ucap Peter jujur
"Tamu tapi tidak tahu dimana kamar, apa teman mu sedang menipu mu? SUDAHLAH KALIAN BERDUA SEBAIKNYA ENYAH DARI SINI JANGAN MENGGANGGU PEKERJAAN KU." usir sang resepsionis dengan nada membentak.
"Peter sudahlah sebaiknya kita pergi saja" ucap wanita itu yang ternyata mengenal Peter.
"Kamu mengenal ku?"
"Huh sungguh kalian ini membuat ku tambah geram saja memainkan skenario didepan ku sejak tadi, PERGI KALIAN ATAU AKU PANGGIL SATPAM!!!" resepsionis membentak lagi ketika tau bahwa wanita itu mengenal Peter dan menganggap mereka sejak tadi bersandiwara. Wanita tadi langsung menarik Peter untuk pergi, sedangkan Peter yang masih berfikir siapa wanita ini menurut saja ketika di tarok untuk pergi.
Namun ketika mereka sudah hampir dekat dengan pintu loby, mereka di hentikan oleh Renna yang telah tiba bersama Nadine, Danny dan juga beberapa pengawal yang membawakan koper, resepsionis yang melihat itu langsung segera berlari meninggalkan konternya demi menyambut Nadine dan juga Danny yang dia kenal sebagai asisten pribadi dan juga ketua bodyguard dari Pemilik Royal Entertainment yang tidak di ketahui siapa namanya dan bagaimana rupanya.
"Nona Cantik, Tuan Danny, Nona Nadine, kalian telah tiba" sambut sang resepsionis dengan membungkukan tubuhnya didepan mereka, dia yang tak kenal dengan Renna hanya memanggilnya dengan sebutan Nona Cantik. Namun sayangnya dia tidak diperdulikan oleh Renna, Danny, dan juga Nadine yang acuh dan langsung mendekati Peter.
__ADS_1
"Peter kamu kenapa bisa bersama Windy?" ucap Renna yang sudah tepat berada didepan Peter dan Windy yang sedang ingin segera pergi.
"Hah Windy? Windy teman sekelas kita yang itu?" jawab Peter dan melihat kearah Windy, dan Windy yang melihat dia ditatap oleh Peter hanya menganggukan kepalanya saja. "Maafkan aku yang lupa dengan mu teman sekelas ku yang kutubuku, pantas saja aku tadi ketika melihat mu pertama kali seperti mengenal mu"
"Jadi bagaimana kalian bisa bersama?" Tanya Renna lagi.
"Tadi aku tidak sengaja menabrak Peter ketika sedang terburu-buru karena aku sudah telat untuk masuk bekerja" jawab Windy
"Terus kalian mau kemana kenapa kalian menuju arah pintu keluar loby?" tanya Renna menyelidik, dia juga bingung dan penasaran, karena Windy menarik Peter kearah pintu loby, sedangkan dia bilang sedang buru-buru untuk masuk bekerja, apa dia berniat mengusir Peter.
"Oh itu, kamu bisa tanyakan kepada dia" jawab Peter dan menunjuk kearah resepsionis yang ada didekat mereka semua, tepat ketika Peter menunjuk ke arang Resepsionis itu, seorang wanita muda yang tak lain adalah GM hotel dengan 2 orang wanita juga di belakang mengikuti langkah sang GM mendekat kearah mereka semua.
"SelamatDatang Tuan Muda, Nona Renna, Tuan Danny, dan Nona Nadine" Salam sang GM yang bernama Gladys dengan membungkukan tubuhnya, diikuti 2 orang dibelakangnya juga ikut membungkuk. Sang resepsionis yang melihat kejadian itu dan juga mendengar kata Tuan muda langsung bingun, dimana Tuan mudanya? apa laki-laki yang tadi baru saja dia usir? tapi dia merasa tidak mungkin karena pakaian nya saja biasa saja tidak terlihat seperti Tuan Muda walaupun dia terlihat tampan.
"kamu? apa yang kamu lakukan terhadap Tuan Muda?" Tanya Danny dengan nada membentak tanpa memperdulikan salam dari Gladys sang GM hotel.
...----------------...
yahh bersambung deh, kentang deh, tapi tenang hari ini akan up lebih dari 1 bab kok.
__ADS_1
tapi jangan lupa Vote, Gift, Like, Follow, dan juga komentar nya ya. biar author makin semangat untuk up bab bab selanjutnya.
Terimakasih atas kesetiaan dan kesabaran kalian buat nunggu bab selanjutnya yang menurut kalian makin tidak bagus seperti nya🙏😇