Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 27


__ADS_3

Setelah mereka menyelesaikan makan, merekapun kembali pulang, dan sebelum mereka kembali pulang, Wanda telah mengatakan bahwa besok jam 11 siang akan menjemput Adell di rumahnya, dan Adell pun meng-iya kan.


Setelah sampai kembali di Villa, Wanda langsung mencari Peter karna ingin memberitahukan bahwa Adell memilih ikut dengannya, setelah bertemu dengan Peter Wanda langsung bercerita tentang semuanya, dan Peter terlihat senang. .Setelah itu mereka merencanakan sesuatu untuk besok pagi di hari penyambutan Orangtua Peter.


*****


Pagi hari diacara penyambutan semua orang disibukan dengan tugas masing-masing di dalam aula villa, kecuali Peter dan juga Wanda yang hanya duduk santai di balkon Villa.


" Jadi kamu akan menjemput nya pukul berapa de? "


" Pukul 10 mungkin Kak "


" Ohh yasudah jika begitu, tapi tolong dipercepat saja de karna acara kita mulai pukul 12 "


" Tenang saja soal itu kak tidak perlu khawatir "


" baiklah kakak percaya dengan mu "


" oke kak, yasudah kak sebaiknya aku bersiap untuk pergi menjemput kakak ipar "


" Loh masih lama loh de "


" Memangnya aku tidak berias dan mengangti pakaian dulu, kakak ini bagai mana sih "


" oh iya aku lupa, yasudah cepat sana agar tepat waktu kembali kesini nanti "


" Baik bos hahaha "


Setelah selesai berRias Wanda pun langsung pergi menjemput Adell, dan disisi lain Adell pun sudah Siap menunggu Wanda menjemput nya, namun Tuan Brown masih terus memaksa Adell untuk tetap ikut dengannya, namun Adell tidak memperdulikan ajakan Tuan Brown, dia tetap bersikukuh untuk ikut dengan Wanda, sampai akhirnya Tuan Brown pun pergi dengan suasana hati tidak baik disepanjang jalannya. .Tidak lama setelah kepergian Tuan Brown, Wanda pun tiba didepan Rumah keluarga Brown dan langsung memberitahu Adell, Adell pun bergegas keluar untuk menemui Wanda.


" Kak aku sudah didepan "


" Baiklah aku segera keluar "

__ADS_1


Tak lama Adell pun keluar, dan Wanda benar-benar terkagum-kagum melihay Adell sang Kakak Ipar begitu Anggun dengan Gaun yang sama dengan dengan dirinya yang baru saja kemarin mereka beli bersama.


" Kakak kamu begitu anggun dan makin cantik, mungkin kak Pet.....kakak ku dan orang tuanya akan terkagum-kagum juga dengan mu kak " Hampir saja Wanda keceplosan menyebutkan nama Peter "


" Kamu bisa saja de, kamu lebih Anggun dan cantik dari pada aku de "


mereka tidak ada hentinya saling memuji satu sama lain selama perjalanan menuju ke Villa. .Sementara di satu sisi Peter sudah memperhatikan sudah banyak Tamu undangan sudah tiba dari kejauhan matanya, dan dia memutuskan untuk segera datang ke Aula, namun tak lama Orang Tuanya pun Tiba dan langsung masuk kedalam Villa, Peter mengetahui itu pun langsung segera menemuu mereka.


" Ayah Ibu " Ucap Peter dengan mata yang berkaca-kaca, semua rasa Rindu, Senang, Sedih, dan bersalah pun bercampur dalam hatinya saat ini.


" Peter " ucap kedua orang tua Peter berbarengan dan mereka langsung memeluk Peter bersama, dan Rangan Villa mendadak hening hanya terdengar tangis bahagia mereka yang telah lama berpisah.


" Ibu Ayah, aku memohon maaf atas semua kesalahan ku selama ini yang telah pergi meninggalkan kalian demi ke egoisan ku, dan membuat kalian bersedih hingga hampir membuat keluarga kita benar-benar bangkrut " ucap Peter didalam pelukan mereka berdua dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


" Peter ibu dan ayahlah yang seharusnya meminta maaf kepadamu karna tidak mengikuti kemauan mu sejak dulu, dan kami telah mengerti akan keputusan mu dan menjadikan mu lebih baik, ibu dan ayah mengetahui semua dari Wanda, dan Jhon setelah mereka bertemu dengan mu " stelah berkata seperti itu merekapun melepaskan pelukan mereka, dan duduk di Sofa, Jhon dan para bodyguard yang lain yang sejak tadi berada diruangan itu langsung pamit pergi untuk membatu yang sedang sibuk di Aula. Namun ketika Jhon ingin melangkah pergi dihentikan dengan suara Peter yang memanggilnya.


" Paman Jhon, sebaiknya kamu disini dulu paman bersama kami sampai Wanda tiba " Mendengar ucapan Peter kedua orang Tua nya menoleh 1 sama lain, karna kaget mendengar panggilan Peter kepada Jhon, dan mereka tersenyum bangga karna anaknya tidak menganggap Jhon sebagai bawahan, melainkan sebagai keluarga nya.


" Benar Jhon sebaiknya kamu disini dulu " Ucap ayah Peter


" Paman kenapa seperti itu lagi panggilan mu, kamu tidak perlu takut dengan ayah, aku akan bertanggung jawab jika ayah memarahi mu jika dia menghukum mu karna tidak memanggilku dengan sebutan itu, jika perlu paman panggil ayah dengan panggilan Kakak hehehe " Ucap Peter yang tidak senang dengan Jhon karna memanggilnya kembali dengan sebutan Tuan Muda dan juga menyuruhnya untuk memanggil ayah nya dengan pagilan kakak.


" Benar Jhon kamu tidak perlu takut, aku tidak akan menghukummu jika kamu tidak menyebutnya dengan sebutan Tuan Muda, dan aku juga tidak akan menghukummu jika memanggil ku kakak, karna aku percaya akan keputusan anak ku ini, hanya dengan panggilan itu akan menjadikan kita semua seperti keluarga, dan kedepannya akan membuat kita semakin erat dan kuat pastinya "


Mendengar ucapan Peter dan Ayahnya, Jhon pun terharu dan terlihat matanya berkaca-kaca karna ucapan ayah dan anak itu membuatnya seperti memberikan nafas baru baginya.


" Ba.b.baik Keponakan, Ka.ka.kakak Sherlock "


" Seperti itu lebih enak terdengar, jadi mulai saat ini tidak perlu lagi memanggilku dengan sebutan Tuan besar, kecuali dalam hal tertentu, dan panggil juga istriku dengan sebutan yang pantas untuknya tidak perlu memanggilnya lagi Nyonya besar "


" Baik baik aku akan menuruti semua kemauan Kakak Sherlock "


" hahaha " Peter Ayah dan Ibu nya pun tertawa bersama, dan Jhon hanya tersenyum karna mendapatkan kebahagiaan baru dari keluarga Tuan yang selama ini dia ikuti.

__ADS_1


Selama mereka berbincang akhirnya Peter mendapatkan kabar bahwa Wanda dan Adell akan segera tiba dalam waktu 10 menit, mendapatkan informasi itu Peter pamit kepada ayahnya, ayahnya hanya mengiyakan saja, karna dia tau akan rencana Peter dari Jhon.


Setelah Peter pergi meninggalkan ruangan itu, Peter bergegas ingin memasuki Aula, dan bertemu dengan Randy


" Kakak, aku akan menemani mu masuk ke Aula "


" Baik, tapi cukup agak menjaga jarak dengan ku, dan seperti biasa jika ada yang mempersulit ku, cukup perhatikan saja tidak perlu turun tangan "


" Baik kak, aku menurut "


Setelah itu Peter melanjutkan langkah nya untuk memasuki Aula, dan lancar saja dia memasuki Aula tidak ada yang menghambatnya, dan dia pun duduk di barisan paling belakang dengan di temani Randy yang berada agak jauh dari Peter hanya berjarak 4 bangku dari tempat Peter duduk saat ini, dan diantara mereka berdua ada 2 orang Pria dan Wanita, 1 Pria Setengah baya, 2 wanita yang diperkirakan seumuran dengan Wanda, dan 1 Pria yang mungkin dibawah Peter 1 tahun, mereka terlihat seperti dari kalangan berada dari apa yang mereka pakai.


*****


" Ayah disebelah mu siapa? apa ayah mengenalnya? " bisik seorang wanita yang duduk sejejar dengan Peter


" Tidak, ayah tidak mengenalnya Ralia, ada apa kamu menanyakan pria itu? " jawab sang ayah


" Ohh aku kira ayah mengenalnya, liat pakaiannya tidak terlihat seperti Pria kaya, apa dia seorang pelayan? "


" Jaga ucapanmu nak, tidak boleh menilai orang hanya dari penampilan nya saja " sang ayah mengingatkan


" Ahh pasti benar ucapan ku ini ayah, dia bukanlah pria kaya "


Peter yang mendengar pembicaraan mereka yang sedikit berbisik hanya tersenyum getir, dan tidak memperdulikan nya sama sekali.


" Benar paman apa yang di katakan oleh Ralia, pasti dia bukan lah dari kalangan pria kaya " Wanita yang 1 lagi pun ikutan berbicara


" duh Dania Ralia sudah jangan berisik, lebih baik kita melihat-lihat sekeliling kita, kali saja ada pria atau wanita yang pantas untuk kita, abaikan saja pria itu " Ucap Pria muda yang sejak tadi mendengarkan juga pembicaraan mereka yang berbisik


" Benar juga katamu Nino, itu lebih baik, dari pada kita membicarakan dan memperhatikan si pria kumuh yang sejajar dengan kita itu " jawab Dania


" Yasudah sibukan mata kalian untuk mencari yang lebih baik "

__ADS_1


Mereka ini adalah 1 keluarga, Ralia adalah anak dari Andy Ben, sedangkan Nino dan Dania adalah sepupu Ralia, dan mereka adalah keluarga yang selalu ingin berdekatan dengan Anak-anak kaya yang lainnya, dan menjauhi yang tidak kaya.


__ADS_2