
Ketika Wanda, Renna, Danny, Nadine, dan juga Adell yang telah bangun tiba di rumah sakit, langsung menuju IGD tempat dimana Peter yang sedang dalam penanganan, namun mereka hanya bisa menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani di luar ruang IGD, semua menangis, kecuali Renna, Danny, Nadine, dan juga Jessy.
Selama menunggu kabar dari dokter yang sedang melakukan penanganan terhadap Peter, Nadine, dan Danny melihat gerak/i dari Jessy yang sedikit mencurigakan menurut mereka dan berfikir Jessy ada hubungannya dengan kejadian yang dialami Peter, namun merka tidak bisa membuktikan semua ini.
"Nona Wanda apakah kiya harus memberitahu Tuan Besar?" tanya Danny kepada Wanda yang masih menangis.
"Ja..jangan dulu, kita dengar dulu kabar dari dokter nanti, dan biar aku saja nanti yang menghubungi Paman Sherlock" jawab wanda sedikit sulit berbicara karena merasakan sesak karena berbicara dalam keadaan menangis.
"Baiklah jika begitu, aku permisi sebentar Nona, karena aku ingin menemui pihak kepolisian didepan" ucap Danny meminta ijin, dan Wanda langsung meminta agar dirinya ikut menemui pihak kepolisian. .Danny tidak bisa melarang nya, akhirnya Wanda pun ikut dengan Danny untuk menemui pihak kepolisian yang berada di halaman RS.
"Permisi" ucap Danny ketika sudah bertemu dengan pihak kepolisian.
"Tuan Danny mengapa anda ada disini?" ucap Oliver James kanit lakalantas.
"Aku akan jelaskan, sebaiknya kamu hubungi pimpinan mu sekarang, aku ingin bertemu dan berbicara dengannya, dan kamu ikut aku" ucap Danny lalu berjalan ke arah Taman yang ada di RS tersebut.
"Baik Tuan Danny" jawab Oliver James, dan langsung menghubungi pimpinan nya, dan pimpinan nya pun terkejut karena Danny mendadak ingin bertemu dengannya. tanpa banyak bicara langsung berangkat menuju RS dimana Danny berada saat ini.
"Tuan aku sudah menghubungi Pak Renaldi, kemungkinan 15 menit lagi akan tiba disini" Oliver memberitahu Danny.
"Baik aku akan menunggu nya, aku akan menjelaskan semuanya nanti ketika Renaldi tiba" ucap Danny, dan langsung mengeluarkan Handphone nya dari saku celana, dan langsung menghubungi Nadine yang berada di ICU.
__ADS_1
"Nadine, hubungi Dokter Reynold, agar datang dan membantu dalam penanganan Tuan Muda, dan Hubungi juga Jendral kepolisian untuk datang kesini, aku ingin mengusut tuntas apa yang menimpa Tuan Muda hari ini" ucap Danny begitu panggilannya nya terhubung ke Nadine.
"Untuk dokter Reynold sudah ku hubungi mungkin 5 menit lagi akan tiba, dan untuk Jendral kepolisian akan segera aku hubungi" ucap Nadine, lalu menutup panggilan dari Danny dan langsung menghubungi Jendral Kepolisian.
Tepat ketika Nadine menutup tlp nya, Reynold tiba di dampingi beberapa dokter yang di bawah kepimpinannya, dan Nadine langsung menyuruhnya untuk langsung menggantikan Dokter yang ada didalam, dan Reynold langsung masuk dan begitu pintu telah dibuka, dan tidak lama Reynold masuk ke dalam Ruang ICU, kepala rumah sakit datang dengan beberapa staf karena mendengar Reynold Dokter yang sangat terkenal dengan ke ahliannya dalam menangani pasien, namun Kepala rumah sakit terkejut karena adanya Nadine yang berada didepan ruang ICU, dan dia langsung menyapa dan bertanya tentang keberadaan Nadine kenapa bisa ada di depan ICU, dan Nadine langsung menjelaskan semuanya.
Setelah menunggu hampir 20 menit Danny, Wanda, dan juga Oliver, tidak lama iring-iringan mobil kepolisian pun tiba, tentunya membuat orang yang ada di rumah sakit itu bertanya-tanya mengapa Jendral kepolisian datang ke rumah sakit itu, kepala rumah sakit tidak terkejut lagi karena dia sudah tau tujuan Jendral kepolisian kesini karena dipanggil oleh Danny.
"Siang Tuan Danny" sapa Niga Zain yang tak lain Jendral kepolisian, dan Renaldi begitu sampai di taman tempat dimana Danny, Wanda, dan Oliver menunggu.
"Siang Jendral Niga, Pak Renaldi, Silahkan duduk" jawab Danny dan mempersilahkan mereka duduk, dan sementara pihak kepolisian yang datang bersama dengan Jendral dan juga pak Renaldi langsung berjaga disekitar taman agar tidak ada yang ke taman untuk sementara waktu sampai mereka berbicara, sedangkan Oliver hanya berdiri di dekat Danny, dia enggan untuk duduk, dan awalnya dia ingin pergi namun tidak di perbolehkan oleh Danny.
"Jadi yang mengalami kecelakaan itu Tuan Muda Sherlock?" tanya Oliver yang masih tidak menyangka, Danny hanya menganggukkan kepalanya meng-iyakan pertanyaan Oliver.
"Jadi Peter sudah kembali dan mengalami kecelakaan?" kali ini Jendral Niga yang bertanya, dan Danny lagi-lagi menjawab dengan anggukan kepalanya. Sedangkan Pak Renaldi hanya diam saja karena dia tidak tahu ingin berbicara apa.
"Aku mau usut tuntas permasalahan ini, aku ingin pelaku tabrak lari kakak ku ditangkap dan langsung serahkan kepada ku tidak perlu di penjarakan, aku akan habisi mereka semua yang terlibat dengan tangan ku sendiri" ucap Wanda dengan emosi yang sangat besar dan terlihat aura nya saat ini sungguh seperti bukan seorang wanita yang lemah dan manja.
"Nona Wanda tolong tenang, kita pasti akan usut masalah ini dan mencari tahu siapa pelakunya, dan kita lihat apa ini semua sudah rencana kan, atau ini memang murni tabrak lari yang seperti sering terjadi" ucap Danny mencoba menenangkan Wanda yang saat ini sangat emosi.
"Aku yakin jika ini pelaku yang sama seperti sebelumnya, aku akan hubungi kak Vivian untuk melihat dari CCTV yang ada di jalan di sekitar kejadian" ucap Wanda dan langsung menghubungi Vivian, namun ternyata Vivian sudah bergerak terlebih dahulu, karena Vivian sudah mendapatkan perintah dari Nadine ketika Wanda dan Danny meninggalkan ruang Tunggu yang ada di depan ruang ICU.
__ADS_1
"Ternyata benar mobil yang menabrak Kak Peter adalah mobil yang sama dengan mobil yang menyerempet kak Peter" ucap Wanda semakin emosi, memberitahu kepada mereka. "Ini kak Vivian mengirim Video detik-detik kak Peter tertabrak, eh maksudnya ditabrak. dan saat ini kak Vivian sedang mencari jejak tentang keberadaan mobil itu, karena 1 km dari tempat kak Peter ditabrak, sudah tidak ada CCTV disekitar situ, atau kemungkinan CCTV nya rusak" tambah Wanda memberitahu yang dijelaskan kepada Vivian tadi di tlp.
"Nona Wanda bisa kirim kepada ku, jadi aku bisa mengirim kepada Jendral Niga, dan juga Pak Renaldi" Pinta Danny, kemudian Wanda langsung mengirim video itu.
Setelah Jendral Niga dan Pak Renaldi menerima video yang dikirim Vivian mereka langsung mengirim kepada seluruh anak buahnya untuk segera mencari keberadaan mobil itu.
"Nona Wanda, Tuan Danny selanjutnya serahkan kepada kami, dan tolong beritahu Vivian agar menghubungi ku jika sudah mendapatkan petunjuk lain" ucap Jendral Niga. "Dan sebaiknya Nona dan Tuan lebih baik focus kepada Tuan Muda, jika bisa pindahkan kerumah sakit keluarga Sherlock, karena setahu saya disini kurang begitu lengkap alat-alat nya" tambah Jendral menyarankan.
"Baik, aku akan memerintahkan anak Tuan Jendral si Vivian agar memberi informasi, aku berharap kepada kalian untuk segera menangkap pelaku, dan tolong tutup rapat semua ini dari pihak lain" ucap Danny mengingatkan.
"Tenang saja kami akan tutup rapat penyelidikan ini dari pihak luar" Jendral Niga berjanji, di iringi anggukan kepala Pak Renaldi dan Oliver.
"Baiklah aku akan kembali ke ICU, terimakasih atas waktu Tuan Jendral, dan Pak Renaldi" ucap Danny dengan hormat kepada mereka. "Oh iya pak Renaldi, tolong selidiki keluarga Aska, aku yakin mereka juga terlibat, dan juga Valor Gengster." tambah Danny meminta kepada Pak Renaldi sebelum Danny melanjutkan langkah nya menuju ICU.
"Baik Tuan Danny aku akan selidik mereka" jawab Pak Renaldi. dan merekapun bubar dan meninggalkan taman.
...----------------...
Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.
Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁
__ADS_1