Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 83


__ADS_3

"Sayang aku sudah memancing Jessy dan benar seperti dugaan ku bahwa Jessy ada keterkaitannya dengan kecelakaan yang aku alami, tapi aku belum tau dia bekerja sendiri atau ada orang lain yang membantu nya, dan aku meminta maaf karena aku berpura-pura menjadi kekasih nya untuk memancing dia agar mau mengungkapkan semuanya nanti, tapi aku berjanji ini tidak akan berlangsung lama" Peter Diam-diam menulis pesan kepada Adell


"APAAA....!!! kamu menjadi kekasih nya? aku sungguh tidak rela sekali di duakan oleh perempuan berhati iblis itu" balas Adell.


"Hahaha... Sayang ini hanya berpura-pura saja hanya sekedar untuk mencari informasi darinya"


"Tetap saja aku tidak rela huh, tapi lakukan lah dengan cepat untuk mencari informasi darinya, aku tidak ingin kamu menjadi khilaf bersamanya..HUH"


Peter tidak membalas lagi karena sudah akan berangkat menuju kediamannya untuk memakamkan Peti kosong dirinya.


Disisi lain Adell jengkel dengan keputusan Peter untuk berpura-pura menjadi kekasih Jessy, namun dia tidak bisa melarang nya karena itu semua dilakukan oleh Peter semata-mata hanya untuk mencari informasi tentang kecelakaan yang menimpa Peter.


Adell pun memberitahu kepada orang Tua Peter, Wanda, dan juga Ayahnya, bahwa Peter sudah mendapatkan sedikit titik terang akan kecelakaan yang menimpa dirinya.


Tapi mereka juga kesal mendengar kabar mengapa Peter harus menjadikan Jessy sebagai kekasih nya walaupun hanya berpura-pura.


Setelah mendengar kabar dari Adell, Wanda langsung menginformasikan kepada Nadine untuk meminta beberapa bawahan agar memantau Albert karena Wanda yakin Albert juga ikut membantu Jessy, atau sebaliknya Albert lah otak dari semua kejadian kecelakaan Peter.


Singkat cerita, mereka semua telah sampai di kediaman Peter.


Jessy yang berjalan bersama Fenser membuat Albert bertanya-tanya, mengapa Jessy bersama pria asing itu, dan Jessy sebelum berangkat ke kediaman Peter dari rumah sakit mengatakan kepada Albert bahwa dia bersama teman yang lain, tapi mengapa dengan Pria asing itu.


"Jessy...!!!" panggil Albert, Jessy pun menoleh kearah Albert, dan melambaikan tangan agar Albert menghampiri dirinya.


"Jess siapa dia? seperti nya aku baru melihatnya" tanya Albert yang sudah berada didepan Jessy.


"Ohh iya Albert kenalkan, di Fenser, kekasih baru ku" ucap Jessy memperkenalkan Fenser kepada Albert.

__ADS_1


"Ohh kekasih baru mu" Albert tersenyum kecut, karena bisa-bisanya Jessy mendapatkan kekasih dalam keadaan seperti ini. "Albert, senang berkenalan dengan Tuan Fenser" Tambah Albert lalu menyodorkan tangannya kearah Fenser.


Fenser hanya menyambut tangan Albert saja tanpa mengatakan sepatah katapun, dan langsung melepaskan jabatan tangannya, dan langsung menarik tangan Jessy dan mengajak Jessy menjauh dari Albert, itu di lakukan oleh Fenser agar dirinya tidak terlalu lama bersandiwara dan cepat terungkap semuanya.


Kini Jessy dan Fenser sudah duduk di bawah tenda yang sudah di pasang di halaman Rumah Peter, dan tidak terlalu jauh dari lubang kubur.


"Fenser mengapa kamu bersikao seperti itu kepada teman ku Albert?" tanya Jessy yang heran kenapa Fenser bersikap tidak baik kepada teman nya.


"Maafkan aku hanya melihat dia memiliki wajah yang tidak bisa bersahabat, jadi aku enggan berlama-lama dengannya" jawab Fenser meminta maaf namun muka tidak menunjukkan bahwa dia benar-benar meminta maaf.


"Wajahnya dia memang seperti itu, namun dia itu teman yang baik dan mengerti aku selama ini, jadi sebaiknya kedepannya kamu harus menganal dia lebih baik lagi agar kamu bisa memiliki teman selain diriku" ucap Jessy dengan nada yang lembut.


"Baik-baiklah" jawab Fenser singkat "Ohh iya kamu bilang dia itu teman yang baik dan mengerti dirimu, maksudnya mengerti bagaimana?" tambah Fenser, berbalik bertanya.


"Ohh itu, ya pokoknya dia mengerti dengan apa yang aku inginkan serta apa yang aku fikirkan" jawab Jessy


"Baiklah, aku beri contoh seperti beberapa bulan lalu, aku ingin sek....." ucap Jessy terhenti karena Fenser mendapatkan tlp.


"Lanjutkan" ucap Fenser yang mematikan panggilan yang ternyata dari Adell, dan Fenser langsung berinisiatif untuk merekam pembicaraan dirinya dengan Jessy.


"Ya jadi beberapa bulan lalu aku ingin sekali membalaskan dendam kepada salah satu teman ku yang telah membuatku kehilangan pekerjaan, tapi aku tidak memiliki keberanian itu, sampai akhirnya Albert tiba-tiba menghubungi ku dan mengajakku untuk merencanakan sesuatu untuk membalaskan dendam kepada orang itu" Jessy sedikit menjelaskan "Maafkan aku jika menurutmu aku ini adalah wanita yang memiliki hati yang tidak begitu baik" tambah Jessy.


"Untuk apa kamu meminta maaf karena hal itu, jika aku mendapatkan perlakuan sama seperti mu aku pun mungkin akan langsung menghabisi orang itu pada hari itu juga" ucap Fenser semakin memancing dan memperlihatkan seolah-olah dirinya memiliki hati yang jahat juga sama seperti Jessy.


Jessy mendengar ucapan Fenser semakin terpancing untuk mengungkapkan semuanya, karena menurutnya dia mendapatkan pasangan yang begitu berkuasa dan bisa menghancurkan siapa saja yang ingin berurusan dengannya.


"Sudah apa sampai disitu saja cerita kamu?" Fenser berusaha agar Jessy meneruskan ceritanya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Fenser Jessy pun menoleh ke kakan, ke kiri, ke depan, dan ke belakang seperti mencari sesuatu.


"Mengapa kamu malah melihat-lihat kesana kesini?" ucap Fenser lagi karena melihat Jessy yang aneh di tanya bukannya menjawab malah tolah toleh.


"Baik aku akan meneruskan ceritanya, tapi kamu agak sedikit mendekat ya, aku takut ada yang menguping" ucap Jessy yang melihat bahwa Albert, Tuan Aska, dan Yudha jauh dari dirinya dan juga Fenser.


"Oke baiklah" Fenser menyetujui dan sedikit mendekat kepada Jessy.


"Sekarang dengarkan baik-baik, aku tidak akan mengulangi ceritaku kepada mu ya................" Jessy memperingati Fenser, dan melanjutkan cerita nya, alangkah terkejutnya Fenser mendengar pengakuan Jessy, bahwa dirinya bersekongkol dengan Albert, Tuan Aska, dan juga Yudha.


"Jadi kalian yang melakukan itu semua kepada Ak... maksud ku Anak Tuan Besar Sherlock?" ucap Fenser yang sudah geram sekali mendengar pengakuan Jessy, namun Fenser masih menahannya dan belum saatnya dia mengambil tindakan.


"Benar, apa kamu membenci ku karena melakukan semua ini?" tanya Jessy kepada Fenser karena melihat Fenser yang seperti orang yang sedang menahan emosi setelah mendengar semua cerita nya.


"Ohh tentu tidak aku hanya terkejut saja karena rencana kalian benar-benar sungguh kejam, tapi itu cukup bagus yang kalian lakukan" Fenser menjawab dengan nada sedikit bergetar karena menahan emosi yang semakin besar "Aku ke toilet sebentar, tidak tahan dari tadi hihihi" tambah Fenser berusaha sedikit menggoda agar tidak di curigai oleh Jessy.


"Ohh baiklah, jangan terlalu lama di toilet nanti takut aku di rebut oleh orang lain" jawab Jessy terlalu Percaya diri.


"Hmmm" Fenser menjawab dengan singkat merasa jijik dengan ucapan Jessy dan melihat ruat wajahnya yang seolah menggoda dirinya.


...----------------...


Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.


Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah Follow, vote, dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2