Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 64


__ADS_3

Pagi hari mereka sudah berkumpul di kamar Hotel kecuali Anna yang belum tiba karena dia masih dalam perjalanan menuju hotel. Setelah menunggu hampir 30 menit sejak waktu yang di tentukan, akhirnya Anna pun tiba dengan dandanan yang membuatnya sungguh cantik tidak kalah cantik oleh Adell, sampai Peter pun sedikit tertegun melihatnya, namun Peter tersadar karena senggolan yang di berikan oleh Renna.


"Anna kemana saja kamu baru tiba, tumben sekali kamu akan terlambat tidak seperti biasanya yang selalu tepat waktu" tanya Renna kepada Anna yang berjalan melewati Peter dengan sengaja menyenggol Peter agar dia tersadar dari keterkejutan nya melihat Anna.


"Maafkan aku, tadi aku sudah akan pergi yanya saja mobil ku sedikit ada masalah, jadi mau tidak mau aku menggunakan taxi, dan menunggu kedatangan taxi yang aku pesan sungguh membutuhkan waktu, aku berniat ingin menghubungi mu atau Windy tapi hp ku ternyata terjatuh didalam koper, makanya aku tidak bisa menghubungi kalian sampai aku tiba disini" ucap Anna sedikit menjelaskan tentant keterlambatannya, tapi dia tidak menyebutkan tidak bisa menghubungi Peter juga karena merasa tidak enak kepada Adell yang tidak lain adalah istrinya.


"Huh pantas saja kamu tidak ada kabar, dan hampir saja kami akan meninggalkan mu dan akan meminta mu langsung ke Villa dekat pantai sesuai yang sudah kita tentukan kemarin" ucap Renna lagi sedikit berbohong kepada Anna bahwa akan meninggalkan nya dan berjalan sendiri ke Villa yang sudah mereka tentukan kemarin.


"Benarkah? sungguh aku beruntung segera tiba sebelum kalian pergi meninggalkan ku untuk berjalan sendiri" jawab Anna percaya akan ucapan Renna.


"Ahahaha. Dari dulu kamu itu selalu saja mudah tertipu ya Anna, tidak mungkin kami meninggalkan mu berjalan sendiri sebelum mendapatkan kabar dari mu, kamu sungguh-sungguh tidak berubah sama sekali soal sifat mu yang mudah percaya saja pada ucapan ku" hahahaha " ucap Renna tertawa dan di ikuti oleh semua orang yang ada dikamar itu.


"Sudah-sudah lebih baik kita sarapan dulu sebelum berangkat ke tempat tujuan kita biar tidak kelaparan sepanjang perjalanan nanti" sahut Adell yang melihat Anna tertunduk malu karena ditertawakan oleh mereka semua.


"Baiklah, sebaiknya kita cepat agar tidak terjebak macet nanti dijalan" ucap Peter meng-iyakan dan memperingati mereka semua, dan mereka langsung bergegas ke meja makan dan langsung menyantap sarapan yang telah disediakan dengan sedikit canda tawa mereka di meja makan.

__ADS_1


Setelah 15 menit mereka sarapan, mereka pun bersiap untuk berangkat ke tujuan mereka yang pertama untuk hari ini yang tak lain Villa di dekat pantai tentunya villa yang telah di sewakan oleh Danny untuk mereka ini memiliki kawasan pantai pribadi jadi tidak ada orang lain selain mereka dipantai itu nantinya.


Sepanjang perjalanan mereka berbincang didalam mobil sambil menghilangkan rasa bosan yang melanda karena sudah hampir 1 jam belum juga tiba karena mereka beberapa kali terkena macet di beberapa ruas jalan.


Hampir memakan waktu 1 ½ jam akhirnya mereka pun tiba di villa yang mereka sewa, mereka langsung masuk dan memilih kamar masing-masing, villa ini memilki 1 kamar utama yang ada di lantai 2, dan 5 kamar lain di lantai 1. dan villa itu juga memiliki balkon yang cukup luas di dekat kamar utama lantai 2 yang langsung menghadap ke arah pantai tentunya. setelah mereka meletakkan barang masing-masing di kamar mereka, mereka pun berkumpul di balkon untuk sekedar istirahat sejenak sambil meminum minuman kaleng yang mereka beli di perjalanan tadi sebelum mereka kepantai. Namun tidak lama setelah mereka beristirahat di balkon bersama, ada suara mobil yang seperti nya tiba di depan villa itu dan Peter pun langsung turun kebawah untuk melihat siapa yang datang sebelum sampai di pintu dia bertemu supir yang telah mengatar mereka tadi dan dia memberi tahu bahwa mobil itu mengantar 5 pelayan yang di utus oleh Danny untuk melayani mereka selama mereka liburan.


"Tuan Muda saya Dorris dan ini adalah bawahan saya yang lain, kami adalah pelayan utusan Tuan Danny untuk membantu Tuan Muda serta yang lain selama liburan" ucap Dorris sang kepala pelayan, ketika Peter menghampiri nya.


"Baiklah silahkan masuk, tapi maaf aku tidak tahu kalian akan tidur dimana karena kamar di villa ini tidak banyak, dan hanya tersisa 1, apa mungkin kalian bisa untuk tidur dalam 1 kamar, tapi rasanya tidak pantas karna diantara kalian ada 2 wanita"


"Ohh maaf Tuan Muda mungkin Tuan Muda belum tau bahwa di villa ini ada 3 kamar lain yang di khususkan untuk pelayan yang ada berada di samping villa ini, saya tau karena saya sudah beberapa kali ke villa ini untuk membantu keluarga Tuan Muda jika mereka datang kemari"


"Aku tau Tuan Muda, karena Tuan Danny sudah memberitahu kepada saya tentang Tuan Muda yang baru saja tiba dan pertama kali berkunjung di villa pribadi keluarga Tuan Muda yang baru saja di bangun 3 tahun lalu" Dorris memberitahu.


"Apa jadi villa ini milik pribadi keluarga ku" ucap Peter yang kaget mendengar nya dan Dorris hanya meanggukan kepalanya saja "sungguh Danny ini telah berkata jujur, dia bilang kepada ku telah menyewa villa ini" tambah Peter ucap dalam hatinya sedikit jengkel karena Danny tidak jujur, ditambah Wanda juga tidak mengatakan apa-apa, pantas saja ketika sampai Wanda langsung memberitahu tahu letak kamar dimana saja ternyata villa ini milik keluarga.

__ADS_1


"Sudah sebaiknya kalian masuk, aku akan kembali ke atas" ucap Peter dan langsung meninggalkan mereka.


"Sayang siapa yang datang" tanya Adell begitu Peter kembali ke balkon.


"Hah paling para pelayan yang biasa melayani disini" sahut Wanda yang sudah tau tanpa harus melihat siapa yang datang.


"Wanda kamu... kenapa kamu tidak bilang jika villa ini milik keluarga, malah diam saja ketika paman Danny memberitahu ku jika dia sudah menyewa villa" ucap Peter jengkel.


"Hahaha aku sengaja melakukan itu, karena biar kamu tau sendiri dari orang lain, aku juga yang memberi ide kepada paman Danny untuk bilang bahwa villa ini villa yang telah dia sewa" jawab Wanda tertawa geli melihat kakaknya jengkel.


"Kamu itu ya, awas saja kamu nanti aku balas" ucap Peter mengancam


"Ha-ha-ha" mereka tertawa bersama mendengar ucapan Peter dengan raut wajah seperti anak kecil yang sedang ngambek kepada orang tua nya.


...----------------...

__ADS_1


1bab dulu ya, jika author ada waktu, akan nambah lagi hari ini, karena ada tugas dadakan seperti biasa.


Jangan Lupa Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya. .terimakasih 🙏


__ADS_2