
3 hari setelah kejadian kecelakaan Peter, mereka hari ini sudah memutuskan untuk kembali pada kegiatan mereka masing-masing, selama beberapa hari semenjak kecelakaan Peter, mereka menghabiskan waktu hanya bermain di pantai untuk menghilangkan kejenuhan mereka, hanya Peter saja yang berdiam di balkon memperhatikan mereka sambil melihat situasi, terkadang ada orang yang sepertinya mengintai mereka namun mereka tidak beraksi sedikitpun.
Peter, Adel, Wanda, dan Renna mendatangi Kantor pusat Royal, sedangkan Anna, dan Windy kembali kerumah mereka, Windy yang sekarang sudah menggantikan Jessy langsung kekantor untuk memulai bekerja.
Sesampainya Peter di kantor Pusat, Peter yang baru pertama kali datang terkejut melihat begitu besarnya gedung milik Royal yang di miliki ayahnya. Tentu saja Peter mendapatkan sambutan yang sangat besar, banyak karyawan yang belum mengenalnya merasakan terkagum dengan Peter yang begitu tampan, berkarisma, rendah hati, dia terus melebarkan senyuman kepada semua karyawan yang menyambut nya, sedangkan karyawan yang telah mengenalnya sejak kecil, semakin terkagum dengan perubahan Peter saat ini, benar-benar perubahan yang sangat baik sejak saat terakhir mereka melihat Peter pada waktu di gedung yang dulu.
"Tuan Muda Peter......." teriak salah 1 karyawan yang sangat cantik tidak kalah dengan Adell.
Peter melihat kearah siapa yang memanggilnya Peter terheran siapa wanita cantik itu, sesungguhnya dia merasa tidak mengenal nya.
"Hey kamu lancang sekali menghambat jalan Tuan Muda dengan suara teriakan mu yang tidak enak di dengar" teriak Danny, dan langsung menghampiri wanita itu. Namun Peter menahannya dengan mengangkat tangannya, dan berganti Peter yang menghampiri wanita yang berteriak memanggil dirinya.
"Peter apa kamu sudah lupa dengan ku?" ucap wanita itu yang mengenal Peter.
"Maaf mungkin aku pergi terlalu lama jadi aku sedikit tidak ingat orang yang mungkin aku kenal" jawab Peter "Sebaiknya kita teruskan mengobrol nya nanti, sekarang kau ikutlah dengan ku dan yang lainnya" tambah Peter mengajak wanita itu untuk mengikuti nya.
"Baik" ucap wanita itu singkat.
Sementara Adell yang mwlihat kejadian itu sedikit tidak nyaman, selama perjalanan dia memperhatikan wanita itu, wanita yang sungguh cantik dengan riasan wajah yang tidak begitu tebal seperti wanita pada umumnya, selama dia memperhatikan wanita itu, dia akhirnya mendapatkan senggolan dari Wanda, dan Wanda membisikan sesuatu "Kamu tidak perlu khawatir kak, dia itu teman masa kecil kak Peter, yang dulu pernah tinggal di sebelah rumah ku"
"Jadi dia teman kecilnya, mengapa Peter tidak mengenalnya, sedangkan kamu mengenalnya?" Adell heran.
"Tentu saja kak Peter tidak mengenalnya karena dia telah berubah sekarang, dan kak Peter tidak pernah bertemu dengannya lagi sejak dia pindah bersama paman dan bibi kesini, pada waktu kak Peter berumur 5 tahun kalau tidak salah ingat aku, aku mengenalnya karena sewaktu kak Peter menghubungi ku pertama kali semenjak dia pergi dari rumah, aku bertemu dengannya, pada waktu itu dia baru saja melamar pekerjaan disini" Wanda menjelaskan sedikit yang dia ketahui dengan berbisik.
"Oh jadi seperti itu, sebaiknya kita dengar dari nya nanti lebih lengkap nya" ucap Adell
"Akhirnya sampai juga di ruangan ayah, rasanya perjalanan cukup lama untuk tiba di ruangan ini" Peter mengeluh dan menghelakan nafasnya dan duduk di sofa.
__ADS_1
"Besar sekali ya ruangan pribadi ayah, seperti sebuah rumah saja, masuk keruangan kerja, ada pintu lain selain pintu kamar mandi dan didalamnya ada Ruang pribadi yang sangat luas, terdapat ruang tamu, 2 kamar tidur, serta ada dapur, persis sekali seperti rumah" Peter berbicara didalam hati.
"Kak kenapa kamu diam saja" ucap Wanda yang mengagetkan Peter yang sedang melamun.
"Ohh maaf aku terkejut melihat ruangan pribadi ayah yang seperti ini, tidak menyangka ruangan ini seperti sebuah rumah saja setelah kita memasuki pintu dari ruangan kerja ayah" jawab Peter.
"Loh bukankah kakak juga Punya ruang Pribadi disana? kenapa kakak terkejut dengan adanya ruang pribadi disini?" Wanda heran dengan Peter.
"Bagaimana aku tidak terkejut, ruangan ini begitu besar dan seperti rumah saja, sedangkan ruangan ku disana, hanya seperti kamar hotel" jawab Peter.
"Hahaha benar juga ya kak"
"Tunggu, aku lupa disini ada orang lain, ohh iya siapa namamu? dan bagaimana kamu bisa mengenal ku?" tanya Peter kepada wanita tadi yang ikut ke ruangan pribadi milik ayahnya.
"Kamu benar-benar lupa dengan ku Peter?" tanya Wanita itu, Peter hanya menganggukkan kepalanya menandakan dia benar-benar lupa. "Baiklah, aku Stefanie Robinson, dan kamu bisa memanggilku Fanie" Fanie memberitahu namanya, berharap Peter akan mengingat nya hanya dengan memperkenalkan namanya. Namun apadaya Peter yang benar-benar sudah lama tidak bertemu dengannya, lupa dengan Fanie.
"Maaf aku benar-benar tidak ingat, coba jelaskan lebih jauh agar aku mengingat mu Fanie" Peter benar-benar melupakan dirinya, karena sejak dia pindah dia benar-benar tidak berhubungan dengannya sama sekali sampai saat ini baru bertemu kembali.
"Ohh aku ingat sekarang, apa kabar mu, maafkan aku yang dulu pergi dan tidak pernah mengabarimu setelah aku pindah" ucap Peter sedikit menyesal karena melupakan teman kecilnya itu. dan menerima kalung miliknya dulu.
"Untuk saat ini aku sudah lebih baik, Tidak apa-apa aku bisa memaklumi nya, apakah ini istri mu? sungguh cantik sekali, benar-benar cocok dengan mu yang sekarang menjadi pria tampan" ucap Fanie jujur dan kagum Peter mendapatkan istri yang begitu cantik.
"Iya aku Adell istri Peter" Adell mengulurkan tangannya ke Fannie dengan senyum manisnya, dan Fanie langsung menjabatkan tangan kepada Adell, tentu dengan tersenyum juga.
"Maksudnya sudah lebih baik apa itu Fanie? apa kamu mengalami sesuatu yang membuatmu menjadi tidak baik?" tanya Peter mendengar ucapan Fanie.
"I.. i.. itu, aku mendapatkan musibah beberapa bulan lalu seminggu setelah aku menikah, mendiang suami ku mengalami kecelakaan ketika dia di tugaskan dari perusahaan nya untuk keluar kota" ucap Fanie sedih.
__ADS_1
"Ohh maafkan aku Fanie aku sungguh tidak mengetahui itu" Peter merasa bersalah.
"Ohh tidak apa-apa Peter, sekarang aku sudah membaik" Fanie membalas dengan diiringi senyumannya.
"Kak fanie sekarang kamu tinggal dimana? dan dengan siapa?" tanya Wanda kepada Fanie.
"Aku menyewa sebuah rumah didekat kantor ya kira-kira 10 menit jika berjalan kaki kekantor ini, dan aku tinggal sendiri disana karena ayah dan ibuku disana" jawab Fanie.
"Ohh jadi kamu tinggal sendiri disini, bagaimana jika kamu ikut tinggal bersama kami, dan tinggal di kediaman Renna, kamu tentu juga pindah kerja, masih di perusahaan milik Peter tentu nya, kita bisa sering bersama disana" sahut Adell menawarkan "Bagaimana sayang apa kamu setuju?" tambah Adell bertanya kepada Peter.
"Aku setuju saja jika itu permintaan mu sayang" jawab Peter tidak menyangka jika istri nya ingin Fanie ikut tinggal di dekat villa miliknya. "Baik aku akan berbicara dengan Danny nanti mengenai perpindahan Fanie" tambah Peter.
"Apa aku pantas bersama dengan kalian? apa keluarga yang lain tidak keberatan jika aku tinggal didekat kalian? dan apa Renna juga mengijinkan?" jawab Fanie takut.
"Tidak perlu khawatir kak, keluarga kak Peter tidak mungkin keberatan, justru mereka akan senang karena semakin banyak orang yang tinggal disana dan bisa menemani kak Adell, dan aku tentunya" jelas Wanda semangat.
"Aku juga tidak keberatan jika kamu tinggal dengan ku, karena aku sungguh kesepian jika aku sedang di tempatku" Renna juga sangat senang jika Fanie mau tinggal bersama nya.
"Kamu dengarkan Fanie, jadi tidak ada alasan lagi bagimu untuk menolaknya" ucap Adell.
"Baiklah aku akan ikut dengan kalian, tapi aku tentu akan beritahu orang tua ku jika aku ikut dengan kalian" ucap Fanie pasrah karena paksaan mereka.
"Baik baik. kamu cukup bawa pakaian saja kesana, dan jika ada barang yang lain akan dibawa, itu bisa di urus oleh yang lain untuk mengantarkan nya, kami tenang saja" ucap Peter "Dan kemungkinan 5 hari kedepan kita akan kembali" tambah Peter.
Setelah obrolan mereka itu selesai, Fanie melanjutkan pekerjaan nya, dan Peter, Adell, Wanda, dan Renna berkeliling gedung itu.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.
Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁