Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 77


__ADS_3

Sudah memasuki waktu ke 2 bulan tetap tidak ada perubahan yang baik dengan Peter, namun perubahan lain ada pada Adell yang sudah memperhatikan kondisi dirinya dan juga kandungan nya, kini tubuhnya pun telah berisi kembali bahkan lebih berisi dari sebelumnya disaat sebelum Peter mengalami kecelakaan, ditambah dengan kandungan nya semakin membesar, hanya tinggal 2 bulan lagi sampai waktu dia melahirkan, dan semua itu berkat Anna, sejak hari dimana Anna menasehati nya dengan nada yang sedikit tinggi.


"Anna aku sangat ber terimakasih sekali kepadamu, andai saja kamu tidak menasehati ku waktu itu entah aku bisa bertahan bersama anak yang ada di dalam kandungan ku atau tidak karena terlalu larut dalam kesedihan karena hanya memikirkan Peter setiap harinya tanpa perduli dengan diri dan juga anak yang ada di dalam kandungan ini" ucap Adell dengan tulus dan sangat berterimakasih kepada Anna di ruangan tempat mereka selama ini menunggu Peter sadar, dan tidak ada siapapun selain mereka berdua ( Adell dan Anna )


"Adell jangan sungkan kepadaku dan tidak perlu berterimakasih kepada ku, karena biar bagaimanapun kamu sudah menjadi sahabat ku yang lain selain Renna, ditambah lagi kamu adalah istri dari orang yang sangat aku cintai......" ucap Anna dan langsung menutup mulutnya agar karena dia sadar dia keceplosan tentang perasaan nya, karena terlalu larut dalam ucapan nya sehingga keceplosan tentang dirinya yang mencintai Peter.


Mendengar pengakuan Anna bolamata Adell langsung membesar karena terkejut atas pengakuan Anna yang tidak sengaja itu, dan berkata "Jadi kamu mencintai Peter? sejak kapan? apa itu sejak kalian sekolah" ucap Adell mencecar Anna.


"Tidak Adell, maksud ku aku mencintai Peter sama seperti mencintai Renna dan juga kamu, sebagai sahabat" ucap Anna dengan menundukkan kepalanya sambil melirik ke arah Adell, namun Adell tidak bertanya kepadanya lebih lanjut melainkan menatap Anna dengan tatapan menyelidik kearah mata Anna, Anna yang menyadari nya tidak berdaya akhirnya dia mengakui nya "Baiklah aku akan jujur kepada mu, benar aku mencintai Peter sejak di sekolah, tepatnya ketika aku 1 kelas dengannya, namun aku tidak mengatakan kepadanya sama sekali hingga saat ini, dan aku menyimpan perasaan ku hingga saat ini, tapi aku telah memutuskan untuk menghilangkan perasaan yang ku miliki kepada Peter ini karena aku tau bahwa Peter hanya mencintai dirimu, dan aku tidak mau merusak kebahagiaan Peter dan kamu, jadi aku cukup berteman dengan kalian saja sudah cukup membuat ku bahagia" jelas Anna sambil menatap mata Adell dengan mata yang berkaca-kaca karena sangat terasa sakit mengatakan bahwa dirinya akan menghilangkan perasaannya kepada Peter.


Adell yang mendengar perkataan Anna sambil melihat kejujuran yang terpampang di kedua matanya ikut merasakan betapa sedihnya Anna saat ini, dia berfikir jika dia ada di posisi Anna pasti belum tentu bisa melewati ini semua dan ingin berteman dengan istri dari lelaki yang dia cintai selama ini dan harus menghilangkan perasaan itu. Dan langsung saja Adell memeluk Anna dan tidak dia sadari dia menangis, Anna yang kaget karena pengakuan nya itu bukan membuat Adell marah malah membuat Adell memeluk nya dengan erat serta menangis dan kali ini air matanya kembali keluar namun bukan karena Peter tapi melainkan karena kejujuran Anna.

__ADS_1


"Adell aku minta maaf....." ucap Anna terputus karena disaat dia mengatakan itu, Adell langsung melepaskan pelukannya dan menaruh telunjuknya di depan bibir Anna dan menggelengkan kepalanya menandakan agar Anna tidak meneruskan ucapannya.


"Anna tidak perlu meminta maaf, kita ini sahabat jadi tidak perlu mengatakan itu, andai saja Peter memiliki perasaan yang sama kepadamu, aku tidak keberatan jika dia ingin menikahimu juga, karena aku yakin kita ber 3 bisa melengkapi 1 sama lain, dan Peter juga bisa berlaku adil kepada kita berdua" ucap Adell jujur dan tulus sekali memberi lampu hijau serta mengijinkan Peter untuk berpoligami, Anna yang mendengar itu tentu saja terkejut, karena kejujuran nya itu bukan mendapatkan hal buruk melainkan hal yang menurut nya baik, tapi jika di fikir kembali, dia tidak tahu apakah Peter mencintai nya atau tidak, jika tidak tentu saja ucapan Adell tidak akan terwujud.


"Adell aku tidak tau harus berkata apalagi mendengar semua ucapan mu itu, tapi yang perlu kita tau saat ini orang yang kita cintai memerlukan doa kita agar dia lekas sadarkan diri, wlaupun ketika sadar nanti dia mengatakan tidak mencintai ku, aku tidak perduli, karena dengan dia sadar serta dengan aku bisa dekat dengannya saja aku sangat bahagia tanpa harus memiliki nya" jawab Anna kali ini terasa lega sekali mengatakan semua itu seperti tidak ada beban sedikit pun walaupun ada kepahitan di dalam perkataan nya itu.


Dan mereka berpelukan cukup lama dan hanya menangis tanpa bersuara hanya mengeluarkan air mata, sampai Ibu Peter, Wanda, dan Stefanie masuk keruangan itu, dan mereka langsung buru-buru melepaskan pelukan mereka dan langsung menyeka air mata yang mengalir dipipi mereka masing-masing. Namun Ibu Peter, Wanda, dan Stefanie menyadari jika mereka baru saja menangis.


"Ada apa dengan kalian berdua, mengapa kalian menangis? apa karena keadaan Peter yang hingga saat ini belum ada perubahan atau ada hal lain?" tanya Ibu Peter sambil berjalan mendekati mereka dan duduk di antara mereka sambil melihat mereka secara bergantian.


"Benar juga Adell, sampai kapan Peter akan terbaring saja disana tanpa ada perubahan sedikitpun, dan setiap hari dokter Reynold hanya melaporkan bahwa keadaan nya hanya stabil, stabil, dan stabil namun tidak ada perubahan yang menandakan Peter akan sadar sebentar lagi, atau beberap waktu lagi" ucap Ibu Peter dengan nada yang semakin mendekati kalimat akhir semakin sedih "Hhhuuuuu.... Tapi kita tidak boleh sedih kita harus bantu dengan doa untuk kesadaran Peter dan kesembuhannya" Ibu Peter menarik nafas dalam-dalam kemudian membuangnya dengan perlahan agar tidak menagis karena takut malah akan membuat semua yang ada disitu menjadi ikutan sedih, sebelum menambahkan beberapa kalimat.

__ADS_1


Adell, dan Anna hanya saling berpandangan dan menganggukan kepalanya seakan mereka berkata satu sama lain secara bersautan.


"Untung saja ibu mertua ku percaya dengan ucapan ku Anna" Adell


"Untung saja kamu bisa dengan cepat mencari alasan, jika tidak, aku tidak tau harus berbicara apa, karena tidak ada alasan apapun yang melintas di benaku setelah mengungkapkan perasaan ku terhadap suami mu" Anna


Kurang lebih seperti itu ( tapi kalo mau di rubah sama masing-masing reader pada saat membacanya, silahkan saja hihihi )


...----------------...


Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁


__ADS_2