Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 62


__ADS_3

"Tuan Muda, maaf kami datang terlambat karena jalan begitu padat" ucap Danny yang langsung menghampiri Peter. Teman yang lain yang melihat itu semua terkejut karena Danny memanggil Peter dengan sebutan Tuan Muda, Jenny, Delila, dan juga Albert tidak hanya terkejut tapi takut karena mereka sudah merasa bersalah karena telah menyinggung Peter Sebelumnya.


"Tidak apa-apa paman, aku hanya ingin bertanya, apakah semua hidangan tambahan serta minuman yang di ganti oleh pihak restoran ini atas suruhan mu?" ucap Peter


"Benar Tuan Muda, kemarin aku meminta Nadine untuk mengurus ini, apa ada masalah Tuan Muda?" ucap Danny agak sedikit takut jika suguhan yang tak seberapa ini membuat Peter marah.


"Ohh tidak ada masalah apapun, tapi ini membuat teman ku menjadi besar kepala karena dia menganggap karena dia yang memesan tempat ini jadi pihak restoran menyediakan ini semua, aku harap kedepannya jika tidak aku perintahkan jangan bertindak seperti ini lagi paman, aku tidak ingin membuat orang semakin sombong dan tidak memandang orang lain lebih dalam" ucap Peter yang telah memutar bangku serta tubuhnya melihat ke arah Albert.


Nadine yang melihat tatapan Peter kearah Albert langsung menarik nya kembali serta mendorong tubuhnya agar berlutut kepada Peter dibarengan dengan terikan yang begitu mengerikan "CEPAT BERLUTUT KEPADA TUAN MUDA KAMI"


Mendengar ucapan Nadine Albert pun langsung berlutut dan memohon maaf kepada Peter.


"Untuk apa kamu berlutut dan meminta maaf pada ku? bukankah kamu tadi begitu mendominasi diruangan ini, bahkan kamu juga menantang ku apa aku bisa membuat kamu kehilangan pekerjaan bukan, dan bahkan menghina istri dan diriku bersama kedua teman mu itu serta bawahan kalian itu? mana Albert yang begitu berkuasa tadi, hanya di suruh bersujud oleh Nadine saja sudah takut." ucap Peter dengan nada dingin sambil mengejek Albert yang telah bersujud di depannya.


"Siapa yang telah menghina suami serta diriku" Teriak Adell dari arah luar ruangan. kemudian berjalan masuk bersama Wanda, dan beberapa Bodyguard di belakangnya, kemudian Nadine bergeser agak kesamping memberi jalan kepada Adell dan juga Wanda.

__ADS_1


"Istri ku, de Wanda? kenapa kalian kesini? dan kapan kalian tiba? kenapa kalian tidak mengabari ku jika ingin menyusul ku kesini?" ucap Peter dengan beberapa pertanyaan secara berturut-turut tanpa menjawab ucapan yang diteriakan oleh Adell tadi , dan langsung menghampiri Istri dan Adik nya itu. dan Renna juga terkejut melihat mereka berdua ada disini, dan langsung menghampiri mereka dan memeluk mereka berdua dengan mendorong Peter kesamping yang sebelumnya ada di depan Adell dan Wanda.


"Duh Renna, kamu jawab dahulu lah pertanyaan ku, siapa yang menghina ku dan Peter?" tanya Adell kepada Renna yang sedang memeluknya.


" Duduk dulu lah baru kita bicara, kamu pasti lelah" jawab Renna dan menunjuk ke arah perut Adell. "Pengawal tolong minta kepada pelayan kursi yang empuk untuk Nona Adell" tambah Renna memberi perintah kepada pengawal yang ada di depan pintu, dengan segera langsung menjalankan perintah dari Renna. Dan tidak sampai 1 menit mereka kembali dengan 4 kursi empuk dan langsung meletakkan didekat meja makan.


"Oke aku sudah duduk jadi kalian semua duduklah tidak perlu sungkan terhadap ku, karena kalian juga tidak sungkan kan kepada suami ku dan berani menghinanya" ucap Adell kepada mereka semua. Mereka yang mendengar seketika langsung gugup dan takut akan terjadi sesuatu yang buruk yang akan menimpa mereka, namun tidak dengan Anna dan Windy karena mereka merasa mereka tidak sedikit pun bersalah kepada Peter. .Namun ada rasa lain yang dia rasakan bukan rasa takut atau gugup tapi melainkan rasa cemburu yang dia rasakan karena benar kata Renna bahwa istri Peter lebih cantik darinya.


"Sayang jawab pertanyaan ku yang tadi" ucap Peter


"Benar kak, tidak boleh seorang pun yang boleh menghina kakak dan juga kakak ipar ku, atau akan berurusan dengan ku langsung" tambah Wanda yang juga emosi, karna ternyata teman Peter tidak sebaik Renna. walaupun Wanda dan Adell sesungguhnya tidak tahu bahwa Renna juga dulu pernah meremehkan Peter sebelum mengetahui siapa Peter.


"Mereka, mereka mengatakan bahwa kamu hanya gadis desa yang hidupnya sudah terbiasa hanya pas-pasan, dan berwajah buruk" sahut Renna dengan menunjuk ke arah Albert Jenny Delila serta bawahan mereka yang tak lain teman mereka juga. "Mereka juga menantang Peter jika memang Peter mempunyai kekuatan bisa menghilangkan pekerjaan mereka segera tunjukan, karena Peter dianggap hanya banyak membual saja" tambah Renna


"Berani sekali menghina kakak iparku yang cantik ini" sahut Wanda dan berdiri menghampiri Albert yang sedang berdiri menggunakan lututnya dan menendang tepat di perut Albert, kemudian menghampiri Jenny, Delilda, dan orang bawahannya yang masih berdiri dibelakang Albert, dan menampar Jenny dan Delila dengan keras masing-masing mendapatkan tamparan di pipi kanan dan kiri, sedangkan yang lain di tangani oleh Nadine selaku ketua Bodyguard keluarga besar Sherlock.

__ADS_1


"Kalian ingin bermain-main dengan kakak ku? kalian belum mengatahui bahwa kakak ku adalah pewaris tunggal keluarga Sherlock yang merupakan pemilik Royal Entertainment, dan kalian bekerja diperusahaan nya dan sekarang berani menghina diri nya serta istri nya?" teriak Wanda dan mendorong Jenny dan Delila agar berlutut.


"De sudah cukup" ucap Peter dengan tegas "Untuk kalian aku sudah memberikan peringatan tapi kalian tidak memperdulikan nya, sekarang aku rasa aku uuga tidak perlu sungkan untuk segera memecat kalian dari perusahaan cabang ku" ucap Peter tegas, dan mereka ber 3 dan bawahan mereka langsung bersujud dan membenturkan kepala mereka dilantai dan meminta maaf kepada Peter serta memohon agar tidak dipecat, serta Albert berani memeluk Kaki Peter, namun Peter sudah geram dengan Albert langsung saja menendang Albert agar melepaskan pelukannya dikaki Peter.


"Paman Danny tolong urus pekerjaan mereka, hapus nama dan jabatan mereka ber 3 dari anak perusahaan serta bawahan mereka itu turunkan menjadi tukang pembersih WC, ohh iya jangan lupa untuk blacklist mereka, agar kelak perusahaan manapun tidak sudi mempekerjakan mereka" ucap Peter kembali dengan nada tegas. "Oh iya berikan jabatan Jenny kepada Windy, aku yakin anak perusahaan kita akan berkembang lebih baik" tambah Peter menunjuk kearah Windy yang sejak tadi hanya diam memperhatikan wajah Adell yang begitu cantik. Sedangkan windy yang mendapatkan promosi dari Peter terkejut dan menoleh ke arah Peter.


"Peter sungguh kamu mempercayakan jabatan itu kepada ku?" ucap Windy tidak percaya.


"Tentu aku bersungguh-sungguh atas ucapan ku itu Windy jadi terimalah, dan bekerja lah dengan baik" jawab Peter dengen senyumnya.


"Peter aku sungguh berterimakasih atas semua ini, aku berjanji akan selalu bekerja dengan baik, jika aku salah sedikit saja aku akan terima semua hukuman yang akan kamu berikan nantinya" ucap Windy dan langsung berlutut kepada Peter, Peter yang melihat itu langsung membantu nya berdiri.


"Tidak perlu begitu sungkan kepada ku Windy, aku yakin kamu akan menjadikan anak perusahaan ku lebih baik dari sekarang ini" jawab Peter dan membantu Windy untuk bangun dan kembali duduk di kursinya.


...----------------...

__ADS_1


Sebelum lanjut jangan lupa Vote Like Gift dan juga komen nya ya.


__ADS_2