Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 75


__ADS_3

Setelah dokter Reynold memeriksa keadaan Peter akhirnya Peter pun bisa segera di pindahkan ke RS milik keluarga nya, tentu dengan ambulans yang memiliki peralatan medis yang lengkap didalamnya, dan tidak hanya Peter Adell pun dipindahkan karena kondisinya cukup lemah akibat terlalu sedih dan mempengaruhi kondisi dirinya juga kandungannya. Dan Danny pun menghubungi penanggung jawab RS milik keluarga untuk mempersiapkan ruangan Khusus untuk Peter dengan semua alat yang di perlukan untuk Peter, dan juga ruangan untuk Adell yang berada disebelah nya.


Dalam waktu 1 jam semua persiapan telah selesai di lakukan oleh RS milik keluarga, Peter dan Adell pun segera dipindahkan dikarenakan kondisi Peter yang masih dalam keadaan stabil.


Hanya dalam waktu 20 menit perjalanan menggunakan ambulan dan di kawan oleh petugas kepolisian yang menggunakan motor serta di ikuti mobil Anna, dan juga beberapa mobil para pengawal mereka telah tiba di RS milik keluarga, namun tepat Peter sudah memasuki ruangan khusus di RS milik keluarga, mendadak kondisinya memburuk kembali, dan beruntung dokter Reynold tidak pernah meninggalkan Peter, jadi segera melakukan tindakan agar Peter minimal kembali ke keadaan sebelum nya. Setelah berjuang hampir 30 menit Peter pun kembali dalam kondisi stabil, namun tetap dengan pengawasan langsung dari dokter Reynold.


*Diruangan lain, yang tak lain ruangan Adell*


"Kak cepatlah sadar kak, jangan seperti ini, kasihan kandungan mu kak, dan kasihan kak Peter yang saat ini membutuhkan dukungan mu untuk bisa sadar" ucap Wanda di samping ranjang Adell. Anna, Renna, dan juga Nadine hanya terdiam melihat kesedihan Wanda saat ini, tapi mereka juga takjub karena Wanda masih bisa mengendalikan dirinya untuk tidak terlalu lama sedih akan kejadian yang menimpa keluarganya ini.


"Wanda kita doakan untuk kakak dan kakak ipar mu agar mereka segera sadar dan pulih" ucap Anna kepada Wanda sambil mengelus kepala Wanda. Wanda mendapatkan perlakuan serta mendengar ucapan Anna itu menganggukan kepalanya kemudian berdiri dan menghamburkan tubuhnya seraya memeluk Anna dan menangis kembali.


"Iya kak aku tau, tapi apakah kedua kakak ku ini bisa cepat sadar? atau mungkin salah 1 dari mereka, agar mereka bisa saling menguatkan" ucap Wanda didalam pelukan Anna dengan sedikit sulit karena mengatakan itu semua dalam kondisi sambil menangis.


"Aki yakin kedua kakak mu adalah orang yang kuat dan memiliki ikatan batin yang kuat jadi tentunya pasti akan cepat sadar salah 1 dari antara mereka untuk saling menguatkan nantinya" ucap Anna lagi dan Wanda hanya menganggukan kepalanya.


"Sudah sebaiknya kita duduk saja dulu di sofa, sambil menunggu kedatangan kedua orang tua Peter dan juga orang tua Adell" tambah Anna dan langsung melepaskan pelukan Wanda dan memapah Wanda untuk duduk di sofa.

__ADS_1


"Nona Nadine, aku minta tolong belikan makanan dan juga minuman untuk Wanda" ucap Anna lagi meminta tolong kepada Nadine, Nadine hanya menganggukan kepalanya dan langsung bergegas keluar.


"Bagaimana keadaan Nyonya Muda Adell Nadine, apakah dia sudah sadarkan diri?" tanya Danny yang berada di luar.


"Masih belum sadar" jawab Nadine dengan lemas.


"Bagaimana ini jika Tuan Besar, Nyonya Besar, dan juga Tuan Besar Besan datang melihat keduanya seperti ini pasti akan membuat mereka semakin sedih, dan aku juga Khawatir dengan kondisi janin yang ada di dalam kandungan Nyonya Muda" ucap Danny lagi dengan mimik muka penuh dengan ke khawatiran.


"Sebaiknya kita berdoa saja semoga Nyonya Muda cepat sadar, agar tidak mempengaruhi kondisi janin yang ada didalam kandungan nya, Aku pergi dulu sebentar untuk membeli makanan dan juga minuman untuk kita semua, walau bagaimana pun kita harus tetap berjaga disini sampai keluarga datang" jawab Nadine.


"Kamu sebaiknya disini saja agar bisa memberikan informasi masih jika ada sesuatu yang terjadi selama aku pergi, biarkan aku ditemani oleh anak buah ku saja" jawab Nadine lagi.


"Baiklah, segeralah kembali" ucap Danny dan Nadine hanya menganggukan kepalanya dan segera pergi meninggalkan Danny diikuti 3 anak buahnya.


"Adell kamu sudah sadar?" ucap Renna yang berada di samping ranjang Adell. Wanda yang mendengar itu langsung melihat ke ranjang dimana Adell berada.


"Kak Adell akhirnya kamu sadar juga" ucap Wanda, dan Adell dengan muka Pucat dan raut muka yang datar hanya melirikan bola matanya melihat ke sekeliling ruangan. " Kak Renna tolong panggilkan dokter" ucap Wanda lagi.

__ADS_1


"Tidak Perlu aku baik-baik saja, sebaiknya bantu aku untuk bangun aku ingin melihat keadaan suami ku" ucap Adell dengan suara hampir seperti berbisik namun masih bisa terdengar oleh mereka yang ada diruang itu, serta memegang tangan Renna agar dia tidak pergi untuk memanggil dokter.


"Adell, maafkan kami bukan kami tidak ingin mengantarkan kamu untuk melihat Peter, tapi kondisi mu saat ini tidak memungkinkan untuk bangkit, karena kondisi mu yang masih lemah, sebaiknya kamu istirahat dulu disini sampai kondisi mu membaik dan tenangkan fikiran mu" ucap Anna kepada Adell dengan senyum manisnya, mendengar perkataan Anna itu Adell sedikit marah karena menurut nya Anna melarang dirinya untuk bertemu Peter suaminya sendiri. Melihat raut wajah Adell yang berubah menjadi marah, Anna pun berkata kembali "Kami disini tidak akan melarang mu untuk melihat Peter, tapi untuk kondisi mu seperti ini kamu tidak akan bisa untuk melihat nya, jadi sebaiknya pulihkan keadaan mu dahulu dan tenangkan dirimu, Peter pasti sangat sedih jika mengetahui keadaan mu seperti ini ditambah pasti Peter akan semakin sedih karena kondisi mu yang seperti ini mempengaruhi kondisi janin yang ada di dalam perut mu, jadi saat ini kita hanya bisa mempercayakan keadaan Peter kepada dokter Reynold"


Mendengar perkataan Anna Adell pun akhirnya tersadar jika dia seperti ini terus dia tidak akan bisa memberi semangat kepada Peter, jangankan memberi semangat, untuk sekedar melihat nya saja mungkin tidak akan bisa di tambah dengan keadaan dirinya yang berbadan 2. Adell pun menganggukan kepalanya dia tidak mengikuti keegoisan dirinya.


Setelah melihat bahwa Adell telah luluh, Anna pun meminta Renna untuk memanggil dokter lain yang tak lain bawahan Dokter Reynold untuk memeriksa keadaan Adell saat ini.


"Keadaan nyonya Muda Adell saat ini sudah membaik, dan untuk kondisi kandungan nya juga baik, tapi saya harapkan jangan sampai seperti yang sebelumnya karena bisa sangat fatal jika terus seperti itu untuk kandungan nya, dan aku akan menyuntikkan vitamin untuk nyonya muda dan juga kandungan nya lewat air infus ini, dan aku juga akan memberikan beberapa obat untuk nyonya muda agar benar-benar membaik" ucap dokter wanita yang memeriksa Adell, mereka yang mendengar itu semua hanya menganggukan kepala bersama-sama.


...----------------...


Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.


Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁

__ADS_1


__ADS_2