
Singkat cerita.
3 hari berlalu, Anna tidak pernah datang ke kediaman Peter lagi, Adell merasa bersalah kepada Anna, karena dirinya mengungkapkan perasaan yang dimiliki Anna kepada Peter membuat Anna tidak berkunjung lagi ke kediaman nya, dia sudah berkali-kali menghubungi namun nomor Anna tidak aktif, ditambah lagi Peter yang menjadu sedikit murung sejak pembicaraan itu, Adell menjadi benar-benar merasa bersalah, dan berfikir bahwa keputusan nya waktu itu salah mengungkapkan semuanya.
"Sayang maafkan aku, aku merasa bersalah kepada kamu dan Anna, karena aku kamu jadi murung setiap hari, dan ditambah Anna tidak datang beberapa hari ini, dan nomornya pun tidak bisa dihubungi" ucap Adell didalam kamar bersama dengan Peter yang sedang sibuk didepan laptop ( sibuk dengan pandangan kosongnya, bukan sibuk mengecek laporan dari pada bawahan )
Mendengar ucapan Adell, Peter langsung tersadar dari lamunannya, dia mendengar apa yang di katakan Adell "Jangan berfikir seperti itu sayang, aku tidak mempermasalahkan hal itu lagi, dan untuk Anna biarkan dia sendiri, mungkin dia merasa malu karena aku sudah tau bahwa dia mencintaiku juga" ucap Peter menggunakan kata Juga.
"Hah apa apa apa, jadu kamu mencintai nya juga, akhirnya kamu mengakuinya sayang, aku sangat senang dengan ke jujuran mu itu............." ucapan Adell terhenti ketika tangan Peter membekapnya.
"Ahh bukan itu maksud ku dulu, kamu jangan seperti itu bagaimana jika didengar orang yang ada dirumah ini, nanti disangka nya benar" ucap Peter masih mengeles ketika sudah ketahuan bahwa dia ternyata masih menyimpan rasa untuk Anna.
"Biarkan saja yang lain tau, mereka juga tidak akan keberatan sama seperti ku, karena mereka tau kamu pasti akan bersikap adil kepada kami nantinya, yakan yakan..." entah mengapa Adell tidak merasakan sakit ketika Peter memang mencintai Anna juga, mungkin karena Adell sudah merasakan kedekatan dengan Anna jadi dia malah merasa senang akhirnya dia akan mempunyai teman sehidup semati selain Peter.
"Ahh aku belum memutuskan nya, kamu jangan asal berbicara seperti itu, dan itu dia yang aku takutkan jika aku menerima Anna untuk menjadi yang kedua, aku takut tidak akan bisa berlaku adil kepada kalian, atau mungkin aku malah akan mencari lagi untuk yang ke3 nantinya, apa kalian mau" Ucap Peter sedikit menakuti Adell.
"Ohh jika untuk yang ke 3, akan aku hancurkan dia dan keluarga nya, aku tidak akan menerima lagi, cukup aku dan Anna saja yang berada disisi mu, selain itu aku akan singkirkan sejauh mungkin" Adell mengancam balik.
"Hah baiklah terserah kepada mu saja sayang, aku menyerah, dan sekarang aku akui bahwa aku memang mencintai nya juga, dan untuk masalah akan menjadikannya istri ku juga, aku akan membiarkan kepada seluruh keluarga kita, dan jika mereka semua setuju, baru aku akan menemui keluarga Anna bersama mu" Peter pasrah, karena dia tidak mau membohongi istri nya karena memendam perasaan lain juga kepada orang lain ( Anna ).
"Oke baiklah, aku akan selalu menemanimu untuk mendapatkan restu dari semuanya" ucap Adell semakin antusias.
( Namanya juga Novel bebas aja lah ya mau dibikin seperti apa cerita nya, mau berapa banyak istri nya juga ya, jangan disamakan sama dunia nyata yang belum tentu ada istri seperti Adell ini hehehe )
Setelah pembicaraan mereka dikamar akhirnya Adell mengajak Peter keluar untuk meminta restu kepada keluarga nya, kebetulan sudah waktunya makan siang, jadi pasti semua berkumpul, walaupun mereka tidak bekerja dirumah, tapi setiap siang diharuskan untuk kembali kerumah untuk makan siang bersama.
Setelah keluar dari kamarnya dan menuju meja makan, Adell melihat sudah ada Ibu dan Ayah mertuanya, Ayah nya, Wanda, Renna, Querto, Nadine, Windy, Stefanie, Jendral Niga, dan juga Vivian.
"Wah tumben sekali ramai orang, ada acara apa ini? tumben juga ada Jendral Niga dan Vivian" ucap Adell dengan teriak karena dia sedang merasa bahagia.
"Nak pelankan suaramu itu loh, hampir pecah ini gendang telinga kami semua apalagi Peter yang tepat ada disebelah mu itu" ucap Ayah Adell "Ahahahaha" disambung dengan tawa dari yang lainnya, sedangkan Peter menutupi telinganya, karena teriakan Adell.
"Ups maaf" Adell cengegesan.
__ADS_1
"Duh sepertinya ada yang sedang bahagia nih, kenapa gak bagi-bagi bahagia nya kepada kami yang ada disini" Ibu Peter menimpali.
"Tenang, pasti akan aku bagi kepada semuanya nanti, sebaiknya makan siang dulu, karena yang didalam perut sudah rewel minta di kasih nutrisi" ucap Adell sambil menunjuk ke arah perutnya yang semakin buncit.
"Baiklah mari kita makan terlebih dahulu, baru kita bicara nanti di ruang keluarga biar lebih santai" ucap Ayah Peter, dan semua langsung menyantap makanan yang ada di atas meja.
15menit berlalu, akhirnya mereka 1/1 menyelesaikan makanannya, dan menuju ruang keluarga.
Setelah semuanya selesai dan telah berkumpul di ruang keluarga, mereka menunggu Adell yang sedang berjalan dengan lambatnya sambil dituntun oleh Wanda dan Vivian, sedangkan Peter asik dengan dirinya sendiri yang sudah duduk di atas sofa sedang merasakan perutnya kepenuhan. Peter siang ini makan banyak sekali, karena dia merasa harus mempersiapkan tenaga extra takut akan beradu argumen dengan keluarga nya nanti ketika dia meminta restu dari mereka.
Setelah Adell sudah duduk di sebelah Peter, Adell langsung memasang wajah serius kearah Peter, agar Peter cepat meminta Restu kepada keluarga.
Mendapatkan tatapan seperti itu dari istri nya, Peter hanya bisa menghela nafasnya, dan mengikuti apa yang dimaksud oleh istrinya itu.
"Maaf semuanya aku ingin mengatakan sesuatu, ini berhubungan dengan masa depan ku" ucap Peter, dan semua orang yang ada di tempat itu merasa tegang, enath kenapa ini bukan seperti berita bahagia yang akan disampaikan oleh Peter.
"Ayah Ibu Ayah mertua, adik, serta semua yang ada disini aku minta maaf sebelumnya jika permintaan atau permohonan ku kurang baik untuk kalian, tapi aku dan Adell sudah memutuskannya, aku mau meminta restu dari kalian semua untuk menikahi wanita lain yang aku cintai sejak lama" ucap Peter sedikit gemetar karena takut ditentang oleh keluarga nya.
"Apaaaaaaa........." jawab mereka serentak kecuali, Adell, Jendral Niga, dan Vivian. karena Adell mengetahui, dan Jendral Niga serta Vivian sudah akan menduga hal ini akan terjadi, karena melihat kedekatan Adell dan Anna akhir-akhir ini, karena kedekatan mereka bukan seperti teman biasa melainkan teman yang sedang berbagi kekasih.
"Aku yakin yah, wanda, dan justru ini karena Adell yang mengungkapkan semua nya jadi aku memutuskan untuk menikahinya" Peter menjawab semua pertanyaan yang dilempar kan oleh ayah, ibu serta adik nya.
Pada akhirnya Adell menceritakan semuanya kepada orang yang berada di ruang keluarga itu, dan mereka akhirnya tau siapa wanita itu, dan mereka sedikit terkejut karena Adell bahagia dengan itu semua, dan malah dia yang meminta suaminya untuk meminta restu kepada keluarga.
"Baiklah, jadi sekarang lebih baik kita ke kediaman Anna untuk mengungkapkan niat mu itu Nak sebelum semuanta terlambat, karena ayah berfikir alasan Anna tidak berkunjung beberapa hari ini karena dia malu dengan semua yang di ungkapkan Adell terhadapmu tempo hari, dan dia memutuskan untuk menjauhi dirimu dan juga keluarga kita" ucap Ayah Peter yang menduga-duga saja alasan Anna tidak berkunjung lagi.
"Tidak perlu paman, aku sudah disini, aku akan minta orang tua ku untuk datang kesini sekarang, pasti tidak keberatan" sahut Anna yang entah sejak kapan dia sudah berada didalam ke kediaman keluarga Peter.
Ternyata sejak Peter meminta restu Anna sudah ada disana namun dia tidak mendekat dia mendengarkan semuanya dari kejauhan namun masih terdengar apa yang dibicarakan.
"Anna........" ucap Adell terkejut melihat siapa yang berbicara, dan Adell berusaha berdiri dari tempatnya. seketika itu Anna langsung mempercepat jalannya menghampiri Adell, dia tidak mau Adell begitu terburu-buru menghampiri nya dan malah mengalami sesuatu yang buruk ( entah jatuh, entah apapun deh )
Anna yang sudah menghampiri Adell langsung memeluk Adell dengan sedikit membungkuk.
__ADS_1
"Kamu kemana aja, aku kesepian karena kamu tidak datang beberapa hari" ucap Adell yang masih berpelukan dengan Anna.
"Maafkan aku, aku sedang sibuk karena banyak kerjaan yang menumpuk di kantor, jadi tidak sempat kesini, dan kebetulan kemarin semua sudah selesai semua jadi aku bisa datang" Anna beralasan.
"Ohh jadi seperti itu, aku kira ada hal lain yang sangat mengganggu sehingga membuat mu tidak akan datang lagi kesini" Adell lalu mereka melepaskan pelukannya, Anna pun bersalaman kepada semua yang ada disitu, kecuali dengan Peter, dia masih merasa malu.
"Baiklah Anna hubungi keluarga mu, bilang bahwa siang ini kami akan berkunjung" ucap Ayah Peter.
"Baik paman aku akan mengabari orang tua ku" ucap Anna dan langsung menghubungi orang tuanya, dan orang tuanya kebetulan sedang berada dirumah.
Setelah selesai Anna menghubungi orang tuanya, semua berganti pakaian, kecuali Adell, Peter, Jendral Niga, dan Vivian. Adell dan Peter memang sudah rapi sejak keluar kamar dan berencana selesai meminta restu dari keluarga nya langsung pergi menuju ke kediaman Anna, sedangkan Jendral Niga dan Vivian, kebetulan mereka bertamu ke kediaman Peter jadi sudah pasti rapi, bukan seperti orang yang sedang ngantor.
Singkat cerita, semua orang telah sampai di kediaman Anna, dan tanpa banyak basa/i Peter mengungkapkan kedatangannya ke kediaman Anna, awalnya keluarga Anna tidak setuju, namun Anna mengungkapkan bahwa dia tidak keberatan untuk menjadi yang kedua, ditambah melihat kedekatan Anna dan Adell seperti adik dan kakak yang sedang ingin berbagi boneka.
setelah mendapatkan restu dari keluarga Anna, akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pernikahan 1 bulan lagi, dan pernikahan akan diadakan di Villa milik Peter, jadi semua keluarga Anna akan di berangkatkan kesana menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Sherlock.
...****************...
Lagi-lagi singkat cerita nih.
beberapa bulan telah berlalu dari sejak acara pernikahan Peter dan Anna yang diadakan di Villa, sekarang keluarga Sherlock, kerabat dekat, serta para bawahanya sedang merasakan ketegangan yang sangat amat tegang, karena hari ini hari dimana Adell akan melahirkan anak Pertamanya, sedangkan Peter dan Anna yang menemani Adell didalam lebih merasakan tegang, Peter melihat penderitaan istrinya berjuang lebih besar demi seorang buah hati mereka.
Setelah keluarga menunggu hampir 2jam, akhirnya tangisan seorang bayi terdengar dari dalam kamar Peter yang sudah di ubah menjadi kamar persalinan untuk istri nya. Semua menangis bahagia mendengar suara tangisan Bayi, setelah menunggu sejak tangisan pertama, akhirnya Peter keluar, dan memberitahu kepada semua orang bahwa anaknya laki-laki dan keadaan Adell baik-baik saja.
Setelah itu seluruh penjuru negeri menyiarkan berita kelahiran anak dari Tuan Peter Sherlock yang di beri nama PETRA SHERLOCK.
1 tahun berikutnya Anna melahirkan seorang anak kembar dan diberi nama ANDRI SHERLOCK & ANDINI SHERLOCK
Akhirnya Peter beserta keluarga besar atau pun keluarga kecilnya pun hidup dengan tenang tanpa ada usikan besar dari pihak lain, dan Group serta perusahaan-perusahaan yang tergabung didalamnya semakin besar dan semakin mengepakan sayapnya hingga ke negara-negara lain.
......____****The End****____......
Mohon maaf jika akhir cerita nya kurang bagus, karena hanya ini yang ada dikepala saya sebagai penganti. Terimakasih untuk para Readers yang telah membaca novel ini.
__ADS_1
dan mohon maaf juga karena novel ini sempat berhenti lama sekali, dikarenakan ada musibah yang tidak terduga menimpa author yang sebelumnya.
...🙏____See You____👋...