
Setelah semua telah berkumpul di RS sakit, suasana begitu sedih, karena kepergian Peter untuk selamanya, mereka masih tidak menyangka bahwa Peter akan pergi secepat ini.
Setelah semua alat yang menempel di tubuh Peter sudah dilepaskan, dan semua keluarga, orang-orang kepercayaan keluarga Sherlock dan orang di luar keluarga dan orang kepercayaan keluarga yang hadir seperti, Jenderal Niga, Pak Renaldi, Oliver, semua masuk kedala. ruangan dimana Peter sempat mendapatkan perawatan selama mengalami koma, semua menangis bahkan Adell, Anna, Ibu Peter, dan Wanda sempat beberapa kali jatuh pingsan benar-benar tidak percaya akan kenyataan itu.
Dan seiring waktu, didalam ruangan itu hanya menyisakan Adell, Ibu Peter, dan juga Anna, sedangkan yang lain sibuk untuk menyiapkan pemakaman Peter, semua di siapkan secara sangat tertutup agar kabar meninggal nya Peter tidak sampai tembus ke pihak lain.
Disisi lain Renna, Jhon, Duo R, Freddy, Yen Cing, Querto, Derry, Grammy, Donald, Frans, Brandy, dan Rio, sudah bersiap di bandara dan akan segera terbang ke tempat asal Peter untuk melihat jasad terakhir Peter, di dalam Pesawat mereka masih tidak percaya bahwa Tuan Muda mereka telah tiada, mereka semua merasa terpukul sekali dengan kepergian Peter. Renna tidak henti-hentinya menangis, dan Randy mencoba menenangkan nya.
Perjalanan tidak begitu lama hanya beberpa jam, dan mereka tiba di bandara pribadi keluarga Peter, dan disana semua bodyguard sudah berkumpul menunggu mereka dan akan ke RS bersama.
Singkat cerita semua telah Berkumpul diRS. sontak pihak RS bertanya-tanya mengapa begitu banyak sekali mobil mewah dan beberapa Bodyguard yang berjaga di pintu belakang, sedangkan pihak RS tidak ada pemberiantahuan apapun, entah ada pihak yang sangat penting sedang di rawat atau meninggal, hanya penanggung jawab saja yang mengetahui itu semua, tapi dia tidak berani untuk mengungkapkan apa yang terjadi.
"Tuan Besar, Adell ingin berbicara dengan anda" ucap Anna yang baru saja keluar dari ruangan untuk menyampaikan kepada Ayah Peter.
"Ayah aku ingin Peter dimakamkan di Villa, aku tidak ingin dia di makamkan disini, karena aku tidak ingin jauh dengan Peter karena bagaimana pun aku tinggal di villa bukan disini, dan aku mengenal serta menikah dengan Peter pun disana bukan disini, disini terlalu buruk, aku tidak ingin mengingat negara ini" ucap Adell kepada Ayah Peter begitu baru saja memasuki ruangan, tanpa memberi Ayah Peter kesempatan untuk berbicara.
Mendengar permintaan sang menantu, Ayah Peter tidak bisa berbicara apapun dan hanya kembali keluar untuk meminta kepada bawahannya untuk membatalkan acara pemakaman di sini.
"Danny, batalkan acara pemakaman disini, dan Jhon tolong suruh semua bawahan yang berada di villa untuk menyiapkan semuanya disana, karena Adell meminta agar Peter di makamkan disana" perintah Tuan Petrus kepada Danny dan juga Jhon, mereka pun langsung menghubungi bawahannya masing-masing untuk menjalankan perintah dari Tuan Petrus.
__ADS_1
Sudah hampir 6 jam kematian Peter, dan tubuh Peter masih didalam Ruangan bersama dengan Adell, Adell tidak mengijinkan siapapun memindahkan nya, sebelum semuanya beres dan tinggal membawa tubuh Peter ke villa.
Anna dan juga Ibu Peter sudah berada di luar mereka sengaja meninggalkan Adell mungkin menurut mereka agar Adell bisa menerima kepergian Peter, walaupun nyatanya Adell tidak menerima nya begitu saja, Adell masih dengan memeluk tubuh Peter yang sudah mulai kaku hingga Adell pun tertidur.
"Sayang mengapa kamu tidur disini? mengapa kamu menangis? bangun lah sayang" ucap suara laki-laki.
Adell yang mendengar suara itupun terbangun, dia seperti bermimpi melihat siapa yang berbicara, dia menampar serta mencubit tangannya, dan semua yang dia lakukan terasa sakit berarti dia tidak sama sekali bermimpi dan semua yang dia lihat dan dengar saat ini nyata, Peter hidup kembali.
"Sa..sa..saaaayanggggggg....................!!!!" teriak Adell sangat keras hingga terdengar semua orang yang berada di luar ruangan.
"Adell, kenapa dengan dia" ucap mereka serentak hampir semua orang yang ada di luar berkata seperti itu. Ayah Peter, Tuan Ricky, Ibu Peter, Wanda, Renna, Anna, Nadine, Windy, dan Stefanie langsung masuk, mereka begitu terkejut melihat Peter yang telah duduk sambil dipeluk oleh Adell.
"Anak ku, kakak, Peter, Menantuku" semua berkata bersahut-sahutan, melihat Peter yang telah hidup kembali.
Semua orang yang tersisa penasaran apa yang terjadi didalam sebenarnya dan mereka membuka pintu lebar-lebar, dan mereka semua ikut terkejut melihat itu semua, mereka seakan tidak percaya melihat Peter sedang duduk dan memeluk istri nya.
"Semua harap tenang, Nyonya Muda, tolong lepaskan sebentar, aku akan memeriksa kondisi Tuan Muda terlebih dahulu, jadi saya dengan sangat hormat memohon untuk semua orang keluar, biar aku bisa dengan leluasa memeriksa keadaan Tuan Muda" ucap Dokter Reynold sedikit menundukkan kepalanya.
Mereka semua pun keluar, semua mata masih berpandangan satu sama lain dengan mata yang berbinar-binar seakan tidak percaya Peter yang sudah 6 jam meninggal kembali hidup.
__ADS_1
Setelah hampir 1 jam Dokter Reynold memeriksa, akhirnya dia pun keluar dengan raut wajah yang bahagia, dan memberitahukan bahwa ada sebuah keajaiban, Peter seakan tidak mengalami apapun, kaki yang mengalami patah Tulang yang sudah di vonis harapannya sangat tipis untuk sembuh dan normal, tapi pada kenyataannya sekarang sembuh total bahkan tidak terlihat ada bekas patahan di kakinya.
Semua yang mendengar penjelasan Dokter Reynold pun sulit untuk percaya, tapi Dokter Reynold yang terkenal Dokter paling ahli dalam mendiagnosa pasien yang berbicara mereka pun mempercayai nya.
Akhirnya mereka pun bergantian untuk melihat ke ruangan Peter berada, mereka menceritakan kejadian yang menimpa Peter berapa lama Peter mengalami koma hingga dia meninggal dunia beberapa jam yang lalu, Peter mendengar itu semua hanya tersenyum.
"Ayah aku punya rencana" ucap Peter lalu meminta Nadine untuk memanggil orang-orang yang selama ini membantu penyelidikan. sedangkan semua wanita selain, Nadine dan Wanda, mereka berpindah ke kamar sebelah.
"Baik aku punya rencana agar pelaku yang membuat ku seperti ini terungkapkan" ucap Peter dengan raut wajahnya yang sangat dingin, dan sedikit berubah dari biasanya karena tidak hanya raut mukanya saja yang dingin, melainkan auranya sangat mendominasi sekali, seperti aura pembunuh, bahkan melewati tingkat itu, bahkan Guru Yen yang ikut masuk pun merasa ngeri dengan aura yang di pancarkan Oleh Peter.
"Jadi apa rencana mu nak" tanya Ayah Peter.
" Jadi seperti ini yah...................." Peter menjelaskan, dan mereka semua sepakat dan sangat setuju dengan rencana Peter "Ohiya tolong semuanya berbagai informasi dan tugas serta menjelaskan kepada yang lain tentang rencana kita ini, sedangkan untuk para wanita, biarkan aku yang akan jelaskan tentang yang rencana kita yang sudah kita sepakati" tambah Peter. dan mereka hanya menganggukan kepala. Ayah Peter yang melihat anak nya berubah seperti ini sangat takjub dan tersenyum bahagia, karena dia melihat bahwa saat ini Peter benar-benar seperti seorang pemimpin yang bisa memimpin dalam bidang apapun.
...----------------...
Tenang, karakter utama gak mungkin mati kok ๐โ
Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.
Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok๐