Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 81


__ADS_3

Setelah Peter keluar dari keruangan menuju taman, Peter menjadi pusat sorotan oleh para bawahan yang berada di luar ruangan sampai ke arah taman karena mereka benar-benar takjub atas penyamaran Peter yang benar-benar tidak bisa mereka sendiri pun mengenali wajahnya, namun mereka tau bahwa itu peter karena mereka sudah di beritahu dengan ada nya tanda yang ada di jas yang dia kenakan. Mereka semua yang menyadari Peter lewat melewati mereka, hanya tersenyum saja tidak membungkuk atau menyapanya dengan panggilan Tuan Muda.


Sesampainya di Taman, dia mendekati Ayahnya serta yang lain untuk menyapa mereka semua dan memberikan ucapan belasungkawa ya tentu dilakukan hanya berpura-pura saja, setelah melakukan itu, Peter pun duduk diantara tamu pelayat yang lain, hingga tidak lama, rombongan Albert, Jessy, Tuan Aska, dan Yudha tiba dan langsung menuju Ayah Peter untuk mengucapkan belasungkawa terhadapnya,


Renna dan Windy yang ada di antara ayah Peter pun terkejut melihat Albert dan Jessy datang bersama Tuan Aska dan Juga Yudha, hingga membuat Renna spontan saja bertanya kepada Albert dan Jessy.


"Albert, Jessy...kalian mengenal Tuan Aska dan juga Tuan Yudha?" tanya Renna pelan ketika Albert dan Jessy menghampiri dirinya dan juga Windy.


"Maksudmu siapa? Mereka?" jawab Albert melihat ke arah Tuan Aska dan Yudha yang telah duduk diantara pelayat lain.


"Iya tentu saja mereka, siapa lagi jika bukan mereka yang datang bersama dengan kalian barusan" ucap Renna dengan raut wajah yang menyelidik sambil melihat kearah Peter yang sedang memperhatikan kearahnya.


"Ohh itu karena aku dan Jessy tidak sengaja bertemu dengan mereka didepan jadi kami berjalan mengikuti mereka saja, karena tadi aku tidak diijinkan masuk kedalam ruangan dimana tubuh Peter berada" jawab Albert lagi berbohong. "Jadi dia itu Tuan Aska dan Tuan Yudha? jika benar sungguh beruntung aku bisa berjalan dibelakang mereka begitu dekat" tambah Albert.


"Mmm seperti itu, baiklah silahkan kalian duduk, aku masih menunggu teman kita yang lain yang masih didalam perjalanan" ucap Renna yang mempersilahkan Albert dan Jessy untuk duduk.


"Baiklah" jawab Albert singkat dengan senyum lega karena semua alasan yang dia berikan diterima oleh Renna.


Disisi lain Peter memperhatikan Tuan Aska, Yudha, Albert, dan Jessy. Peter mengirim pesan kepada Danny dan Nadine untuk memperhatikan ke 4 orang ini, karena Peter sangat curiga sekali dengan mereka Ber-4.

__ADS_1


Sudah hampir 30 menit sejak kedatangan Tuan Aska, Yudha, Albert, dan Jessy, mereka ber-4 focus sekali dengan hp mereka masing-masing, Peter yang sedari tadi duduk didekat Yudha pun sudah beberapa kali melirik kearah ponsel milik Yudha, Peter melihat bahwa Yudha berkirim pesan kepada Tuan Aska, Albert, dan Jessy, karena terlihat nama yang ada di layar chat grup Yudha saat ini.


"Sepertinya dugaan ku benar, dalang dari semua ini adalah mereka ber-4, sebaiknya aku harus focus kepada mereka ini" Peter berkata dalam hati sambil menyunggingkan senyum sinisnya.


"Kak Nadine suruh beberapa bawahan untuk benar-benar focus kepada 3 orang yang tadi sudah aku beritahu kan kecuali Jessy, karena dia urusan ku, aku sudah yakin sekali bahwa mereka ber-4 bersekongkol untuk mencelakai ku diwaktu dulu" isi Pesan Peter kepada Nadine.


"Paman Danny tolong beritahu ayah dan Master Yen tentang kecurigaan ku kepada ke orang 4 yang tadi sudah aku sebutkan, karena aku sangat yakin mereka adalah dalang dari semuanya" isi pesan Peter kepada Danny.


"Baik, aku akan suruh Brandy, Rio, Donald, dan Frans untuk Fokus ke masing-masing orang itu" balas Nadine.


"Baik Tuan Muda aku akan melaporkan nya kepada Tuan Besar dan juga master" balas Danny


Brandy, dan Donald fokus kepada Tuan Aska.


Rio fokus kepada Yudha.


Frans fokus kepada Albert.


Sedangkan Jessy Peter sendiri yang akan mendekati nya secara langsung, karena dia mengenal sekali karakter temannya itu seperti apa, jadi dia memanfaatkan kelemahan Jessy itu

__ADS_1


Mereka ber-4 ( Brandy, Donald, Rio, dan Frans ) dibantu oleh Duo R, dan juga Freddy untuk memperhatikan mereka ber-3 dari kejauhan di masing-masing tempat dimana mereka menyebar.


15 menit kemudian ayah Peter pun mendapatkan panggilan telepon dari Vivian yang memberitahu kan bahwa Peti kosong yang akan di kuburkan sudah siap untuk di berangkatkan kekediaman keluarga. Setelah mendapatkan panggilan telepon dia pun berpamitan serta memberitahu kepada para pelayat bahwa dia akan kembali ke ruangan dimana Jenazah Peter berada karena sudah akan di berangkatkan ke kediamannya.


Setelah ayah Peter menyampaikan itu kepada mereka semua, beberapa pelayat yang ada di situ bahkan Tuan Aska, Yudha, dan Albert berniat untuk ikut bersamanya, namun di hadang oleh Nadine dan 4 bawahannya ketika ayah Peter masuk kedalam RS.


"Maaf tuan-tuan dan nyonya-nyonya tanpa mengurangi rasa hormat saya sebagai bawahan Tuan Besar Sherlock, sebaiknya kalian menunggu di kendaraan kalian masing-masing karena didalam sudah penuh dengan yang lain, dan juga sebentar lagi peti jenazah akan segera diberangkatkan" ucap Nadine sambil membungkukkan tubuhnya kepada mereka.


Dengan sedikit kecewa mereka pun mengikuti ucapan Nadine dan bergegas ke kendaraan mereka masing-masing, sedangkan Peter sedang bersama Jessy karena disaat Jessy mengikuti semua tamu yang berjalan mengikuti ayah Peter.


Peter yang sedang menyamar mencari kesempatan untuk bisa mendekati Jessy, dan benar sesuai dengan dugaan sangat mudah sekali untuk mendekati Jessy hanya berpura-pura menabrak Jessy saja dia sudah bisa dekat dengan Jessy.


Ya tentu saja sangat mudah, karena disaat Peter menabrak nya, Jessy memperhatikan Peter dari atas kepala sampai kebawah kaki, Jessy melihat semua yang di kenakan oleh Peter sangat tau bahwa yang di gunakan oleh Peter adalah barang mahal, tentu saja ini tidak akan di lewatkan oleh Jessy begitu saja, ditambah melihat Peter begitu berwibawa dengan Brewok nya dan rambutnya yang tertata rapih menggunakan minyak rambut.


...----------------...


Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.


Jangan lupa juga untuk kritik dan sarannya, agar bisa membantu Author untuk melanjutkan cerita nya, dan tambah semangat tentunya.

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁


__ADS_2