Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 58


__ADS_3

Kembali ke Peter yang baru saja bertemu Danny dan Nadine di depan pintu masuk loby.


"Oh baiklah, tapi mobil ini sebaiknya kamu bawa saja, aku memakai mobil yang biasa saja jangan mobil milik ayah ku, bisakah kamu menukarnya?" jawab Peter


"Maaf tuan tidak ada lagi selain mobil ini, yang aku pakai pun ini untuk menjemput, dan aku tidak berani menjemput orang memakai mobil Tuan Besar" Danny beralasan.


"Baiklah jika begitu"


*Mobil yang mereka gunakan saat ini adalah Rolls Royce Boat Tail yang sudah di modifikasi bagian luar maupun dalam nya, jadi mobil ini benar-benar sudah dikatakan mobil termahal di dunia*


Setelah berbasa-basi sedikit merekapun memasuki mobil masing-masing, Peter Renna dan juga Windy masuk kedalam mobil milik ayah Peter yang dikemudikan oleh Peter sendiri, sedangkan Danny dan Nadine mereka menaiki mobil Danny dan langsung ke kantor pusat RE untuk menjemput Adell dan juga Wanda.


Didalam perjalanan Renna bertanya "Peter bukankah ini akan menarik perhatian teman-teman kita nantinya karena ada yang melihat kita menaiki mobil ayah mu yang sebagus ini?"


"Ya aku juga berfikiran seperti itu, tapi mau bagaimana lagi" jawab Peter


"Atau kita nanti memarkirkan mobil ini ditempat yang benar-benar tidak terlihat oleh orang lain? dan meminta kepada penjaga parkir untuk mencarikan sebuah penutup mobil" sahut windy memberikan ide.


"Benar juga, tapi apa mereka memiliki penutup mobil? tunggu aku sebaiknya tanyakan dulu kepada Danny barang kali dia ada" Peter langsung menghubungi Danny, setelah selesai dia langsung terlihat lega.


"Bagaimana? apakah Tuan Danny punya?" tanya Renna penasaran.


"Tenang saja ternyata penutup mobil ini ada didalam bagasi, jadi kita langsung bisa menutupinya tanpa harus meminta kepada petugas parkir untuk mencarinya" jawab Peter.


"Syukur lah" ucap Renna dan Windy bersamaan.

__ADS_1


Tepat didepan Restoran Anna telah tiba dan dia sedang menunggu kehadiran Renna yang dikabarkan sedang dalam perjalanan bersama Peter dan juga Windy. Hampir 5 menit menunggu beberapa teman pun tiba dan langsung menghampiri Anna dan berbasa-basi dengannya, tidak lama datang teman lainnya yang tidak lain adalah Jenny, Albert, dan Delila yang tiba secara beriringan. Melihat mereka tiba Anna merasa malas, karena mereka adalah kelompok orang sombong karena telah merendahkan Peter, namun disisi lain temen yang bersama Anna langsung mencari muka kepada mereka berharap mereka akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari mereka, sedangkan yang sudah mendapatkan pekerjaan dari mereka bersikal hormat dengan mereka dan menyapa dengan Tuan dan Nona.


"Hallo Anna kamu cantik sekali hari ini, dan juga tidak segan untuk menunggu ku disini" ucap Albert yang telah tiba didepan Anna, namun Anna yang merasa mendapatkan pujian darinya dan mengatakan bahwa dirinya menunggu Albert justru merasa jijik mendengar nya.


"Maaf Albert saya disini bukan menunggu anda melainkan menunggu teman yang lain yang lebih penting bagiku" jawab Anna sedikit ketus.


"Anna..Anna, kamu itu masih saja bersikap seperti itu kepada Albert, bukankah dia pria yang lebih baik dari semua teman sekelas kita?" sahut Jenny membela Albert.


"Benar Anna tidak lihatkah sekarang seberapa kaya nya dia, lihat dari pakaian yang dia gunakan, dan lihat juga jam tangannya" Delila juga membela Albert dan juga meninggikan Albert.


"Aku tidak perduli itu semua, apakah dengan kekayaannya aku akan tertarik dan akan menyukai dirinya seperti yang lain? .membanggakan kekayaan dengan cara licik saja apa hebatnya" jawab Anna semakin jijik saja melihat 3 temannya ini.


Mendengar perkataan Anna membuat Albert emosi, namun dia menahan itu semua karena tidak ingin memberi kesan buruk kepada teman yang lain jika dia bersikap kasar didepan teman-temannya, jadi dia hanya menggelengkan kepala nya dan berkata dengan lembut kepada Anna. "Jadi apa yang harus aku lakukan agar kamu tertarik dengan ku jika dengan kekayaan saja kamu tidak tertarik, dan aku juga mendapatkan kekayaan ini pun dengan bekerja dengan sungguh-sungguh bukan dengan cara licik"


"Renna sahabat baikku, aku merindukan mu" Anna berkata sambil berlari lalu memeluk Renna, dan Renna membalas pelukan Anna dan berkata "Aku juga sangat merindukan mu sahabat mandiri ku"


Mendengar kata sahabat mandiri Anna langsung menatap muka Renna dan berkata "Sahabat mandiri? maksudnya?"


"Iya karena kamu memang sahabat ku yang paling mandiri karena membuka usaha sendiri dari pada bekerja kepada orang lain hehehe" ucap Renna jujur


"Huh aku kira apa" lalu Anna melepaskan pelukannya dan berganti memeluk Windy, "Hallo Windy bagaimana kabarmu, kamu sungguh berubah sekali saat ini dan lebih cantik" tambah Anna berkata setelah memeluk Windy.


"Tentu saja kabarku baik. aku cantik? ahh kamu bisa saja menghibur ku Anna, dibandingkan dengan mu aku tidak ada apa-apa nya, benarkan Peter?" jawab Windy yang tentu saja di akhir katanya mengagetkan Peter yang masih tertegun melihat kecantikan Anna, wanita yang paling cantik diantara teman lainnya.


"Benar Anna sangat cantik sekali" jawab Peter spontan dan langsung menutup mulutnya karena baru saja tersadar apa yang di ucapkannya. mendengar jawaban Peter, muka Anna langsung memerah seketika dan semakin terlihat manis dengan senyum malunya itu.

__ADS_1


"Sudah-sudah lebih baik kita masuk saja, tuh lihat semua teman sedang menunggu kita disana" sahut Renna karena bahaya jika saling menggoda akan ada yang semakin tersakiti nantinya.


"baik" jawab Peter Anna Windy bersamaan, dan langsung saja berjalan kearah teman-temannya.


"Wah ternyata sungguh datang pangeran kita dengan ditemani oleh Nona cantik nomor 2 dikelaa kita Nona Renna" ucap Albert tiba disaat Peter sudah berada diantara teman lainnya.


"Tentu saja dia datang Albert karena dia tau bahwa diantara kita semua sudah memiliki pekerjaan, dan kedudukan di sebuah perusahaan ternama jadi pasti dia akan menjadikan semua ini untuk moment mencari pekerjaan yang lebih layak untuknya demi menutupi kerugian keluarga nya yang bangkrut sejak lama ahahahaha" sahut Delila, dan sontak membuat teman yang lain tertawa.


"Tapi kalian telah lihat kan dia datang bersama dengan Nona Renna pastinya dia sekarang sudah mendapatkan pekerjaan dari Nona Renna tentunya" ucap Jenny.


"Pekerjaan apa memangnya itu Renna yang kamu berikan kepada Peter?" tanya seorang teman lelaki yang lain kepada Renna.


Sebelum Renna menjawabnya Peter sudah menjawab nya terlebih dahulu "Aku menjadi Supir pribadi Nona Renna, dan kebetulan hari ini aku bisa hadir karena Nona Renna juga, dan semua berkat Windy yang telah meminta Nona Renna untuk menjadikan ku supirnya daripada aku tidak memiliki pekerjaan selama disini"


Mendengar jawaban Peter semua yang ada disitu terkejut ternyata yang bersama mera adalah Windy sungguh mereka tidak memperhatikan nya dengan jelas siapa sebenarnya wanita yang bersama Renna dan juga Peter.


"Hah kamu Windy?" sahut seorang teman wanita yang lain yang tidak menyangka bahwa Windy bisa secantik itu, tidak kalah dengan Renna dan Anna, bisa dibilang dia sekarang diurutan No 3 setelah Anna dan Renna.


...----------------...


Mohon maaf sudah beberapa hari kemarin author tidak up 1 bab pun, dikarenakan harus menyelesaikan pekerjaan lain yang tidak bisa di tunda, jadi sebagai gantinya, author akan menyelesaikan cerita Peter yang berada di acara Reuni.


Mohon jangan lupa untuk Vote, Gift, Like, Dan komentar nya ya.


terimakasih atas kesabaran dan kesetiaan kalian kepada Peter 🙏

__ADS_1


__ADS_2