
Benar saja Peter sangat emosi setelah mendengar ucapan Jenny, dia tidak mempermasalahkan jika dia dihina, tapi dia tidak akan membiarkan orang untuk menyinggung istrinya, dan Anna yang mengetahui itu langsung berbicara seperti itu, dan berusaha agar Peter tidak terpancing, dan terlihat dari wajahnya Peter langsung meredah dari emosinya itu setelah ucapan Anna.
"Benar jangan menilai seseorang yang kalian belum kenal dengan sembarangan, karena aku lebih tau istrinya Peter seperti apa, dan istrinya benar-benar cantik bisa dikatakan lebih cantik dari Anna dan aku" ucap Renna yang emosi karena istri bosnya di lecehkan dengan perkataan seperti itu.
"Woo Peter dibela oleh 2 bidadari kelas kita, semakin besar kepala saja pastinya dia" ucap salah seorang teman lainnya yang tak lain teman yang bekerja sebagai bawahan Jenny.
"Benar lihat saja senyumnya dia itu terlihat mengejek kita semua karena dia merasa telah mendapat perlindungan dari 2 bidadari kita" sahut teman lain yang bekerja sebagai bawahan Delila.
"Hahaha, Peter undanglah istri mu kesini aku ingin melihatnya apa benar yang dikatakan Renna bahwa istrimu lebih cantik daripada Anna dan juga Renna, atau itu hanya pembelaan dari Renna saja karena kamu adalah bawahannya?" ucap Albert kali ini, yang kesal karena Peter mendapatkan pembelaan dari kedua bidadari kelas.
"Aku bisa saja mengundangnya kesini tapi apa kalian masih punya waktu untuk menunggunya? karena dia harus menaiki pesawat agar sampai disini" jawab Peter angkuh.
"Ahahaha menaiki pesawat? apa kamu mempunyai cukup uang untuk biaya transportasi istri mu itu? atau kamu akan menyuruh istri mu mencari pinjaman untuk biaya transportasi nya?" ucap Albert semakin meledek.
"Sudahlah Peter jangan kebanyakan membual, akui saja istri mu itu memang tidak buruk sehingga kamu tidak membawanya dari awal kesini, dan juga kamu mana mampu untuk membiayai transportasi istri mu, kamu saja kesini di biayai oleh Renna, apa kau lupa?" ucap Delila kali ini.
"Ahahaha benar benar ucapan mu Delila" sahut beberapa teman lainnya di iringi dengan tawa mereka.
__ADS_1
"Jangan terlalu meremehkan orang kalian, jika kalian tidak tahu yang sebenarnya, dan kamu Delila aku yakin kamu akan menyesal atas perkataan mu tentang istri ku tadi yang berkata bahwa istri ku buruk" ucap Peter semakin geram.
"Menyesal? jangan sombong Peter, apa kamu lupa keluarga mu telah lama bangkrut jadi jangan berbicara seolah-olah kamu masih memiliki kekuasaan" jawab Delila emosi karena diancam oleh Peter.
"Aku sudah bilang padamu, jangan meremehkan orang jika kamu tidak tahu kebenarannya"
"Braakkk " "Hey mantan anak kaya, tunjukan jika kamu mampu, tidak perlu banyak bicara dengan nada angkuh seperti itu" sahut Albert kali ini sambil menggebrak meja dan menunjuk ke arah Peter, karena geram melihat Peter yang semakin angkuh saja.
"Kalian yakin atas tantangan kalian? tidak takut kehilangan apapun yang kalian miliki sekarang?" kali ini Peter menjawab dengan meledek, karena melhiat temannya emosi, dan dia malah hilang emosi melihat temannya seperti itu.
"Benar tunjukkan saja tidak perlu banyak bicara" ucap Jenny.
"Renna? aku meminta pertolongan kepadanya? sepertinya tidak akan bisa, karena dia tidak punya kekuasaan disini, benarkan Renna?" ucap Peter dan menoleh kearah Renna.
"Hey Peter sopan sedikit dengan majikan mu, tidak tahu terimakasih kau ini, malah bersikap kaulah yang bos nya" ucap Albert.
"Sudah cukup, kalian tidak perlu seperti itu terhadap Peter. kalian yang memulainya dan membuat nya seperti ini sungguh kalian teman yang tidak punya hati" ucap Anna dengan nada tinggi, ikut emosi karena temannya semakin dibiarkan semakin menjadi saja.
__ADS_1
"Peter yang tau tentang ku, jadi aku tidak masalah atas perkataan nya karena dia tau segalanya" ucap Renna dengan senyum sinisnya.
"Jika kalian tau yang sebenarnya kalian akan menyesal bahkan akan berlutut memohon ampun kepada Peter" ucap Windy yang sejak tadi hanya diam saja.
"Anna Renna Windy" ucap Peter dengan wajah serius nya melihat kearah mereka ber 3 bergantian, memberi isyarat agar mereka diam dan jangan membelanya. "Albert, Jenny, Delila kalian sudah siap kehilangan pekerjaan kalian?" Tambah Peter dengan rauh wajah yang datar dingin namun terasa menakutkan jika melihat nya.
"Tunjukan kemampuan mu jika kamu bisa membuat ku kehilangan pekerjaan" Jawab Albert dengan sinis namun ada rasa takut di hatinya karena melihat wajah Peter yang telah berubah seperti itu.
"Tok Tok Tok" 3 kali suara ketukan pintu terdengar dan mereka semua melihat ke arah pintu namun tidak terbuka juga, namun Peter berteriak meminta yang di luar untuk masuk, semua yang melihat siapa yang datang terkejut, kecuali Peter Renna dan Windy.
"Tuan Danny, Nona Nadine" ucap Anna Albert, Jenny, Delila, dan beberapa teman lain yang mengenalnya, Albert Jenny Delila yang 2 orang teman lain langsung berdiri dan langsung menghampiri Danny dan Nadine, sementara Anna Renna Windy dan teman lain yang belum pernah melihat Danny dan Nadine hanya mengetahui nama besar mereka hanya bangkit dari duduk nya, sementara Peter masih saja duduk dan tidak melihat kearah siapa yang datang. Albert yang melihat Peter masih saja duduk langsung meneriaki Peter.
"Hey sampah cepat bangun dari duduk mu, apa kamu tidak melihat bahwa Tuan Danny dan Nona Nadine ada disini?" maki Albert kepada Peter, Albert tau bahwa Peter pasti tidak mengenal Danny dan Nadine, tapi menurut Albert Peter ini bodoh tidak bisa melihat situasi, teman lain telah berdiri menandakan orang penting yang telah datang, tapi kenyataan nya dia hanya duduk diam tidak perduli.
"Plak..plak" 2 kali tamparan telak mendarat di pipi kanan dan kiri Albert yang menyangka tamparan itu dia dapat karena tidak bisa mengurus teman yang tidak mau berdiri menyambut Danny dan juga Nadine.
"Nona maafkan teman ku, dia baru saja berada disini jadi tidak mengenak anda dan tidak pandai melihat situasi, aku akan menyuruh nya berlutut kepada Tuan dan Nona karena tidak menyambut Tuan dan Nona" ucap Albert panik takut terkena tamparan lagi, dan berinisiatif untuk menyuruh Peter melakuan itu semua, namun baru saja dia ingin berbalik mendatangi Peter, lengannya ditarik oleh Danny dengan sangat kencang sehingga dia terhempas ke arah Jenny dan Delila kemudian menabrak mereka berdua, untung saja Jenny dan Delila sadar ketika tubuh Albert ingin menabrak mereka, seketika mereka langsung menahan diri agar tidak terjatuh.
__ADS_1
----------------
Sebelum lanjut jangan lupa Vote Like Gift dan juga komen nya ya.