
Tidak lama sehabis memberikan nomor kontak yang ingin di lacak, Nadine memberi kabar bahwa nomor tersebut berada di lokasi tidak jauh dari villa tidak lama setelah di datangi lokasi yang di berikan oleh Nadine ternyata lokasi tersebut berada di pinggir pantai, namun tidak ada orang satupun di pantai itu, setelah di telusuri ditemukan sebuah Handphone yang masih menyala, kemungkinan handphone itu sengaja dibuang oleh pelaku agar membingungkan pencarian dirinya.
"Sungguh Pintar orang itu ternyata" ucap Peter yang telah mendapatkan kabar dari Dorris yang mendatangi lokasi tersebut.
"Benar kemungkinan dia telah tau tentang kekuatan kita, jadi dia bermain cukup Hati-hati Tuan Muda" jawab Dorris meng-iyakan ucapan Peter. "Sebaiknya mulai sekarang Tuan Muda harus dikawal ketat sampai Tuan Muda kembali ke rumah Tuan Muda disana" tambah Dorris.
"Sepertinya tidak perlu, karena aku akan memancing pelaku untuk keluar dengan sendirinya" ucap Peter dengan dinginnya.
"Tapi Tuan Muda......." ucap Dorris tertahan karena Peter melambaikan tangan ke arah Dorris, menyuruhnya untuk diam.
________
Di Tempat lain, pelaku yang tak lain adalah Albert dengan seorang pria paruh baya sedang menikmati minuman mereka sambil sedikit meratapi kegagalan kejadian sebelumnya.
"Bagaimana selanjutnya Tuan Yudha?" tanya Albert kepada pria paruh baya yang ada di hadapannya itu yang bernama Yudha, dia seorang pemimpin gangster paling di takuti di dunia bawah disana.
"Selanjutnya aku sendiri yang akan turun kejalan dengan mu, tidak perlu kamu menggunakan anak buah ku yang sungguh bodoh" jawab Yudha dengan raut wajah sedikit emosi dengan ke gagalan anak buahnya tadi.
"Baik lah, tapi apa kita akan melakukan hal yang sama atau kita menggunakan cara yang lain?" Albert kembali bertanya.
"Kita lihat situasi saja, kau cukup ikut menyaksikan saja, dan jangan lupa setelah rencana kita sukses, bayar sisa kekurangan pembayaran sesuai yang telah kau janjikan sebelum nya" jawab Yudha dengan sinis.
"Tenang saja Tuan Yudha aku tidak akan berani mengingkari janji ku kepadamu" Jawab Albert dengan senyum demi membuat Yudha percaya padanya. "Baiklah Tuan Yudha aku pamit untuk beristirahat, karena aku cukup tertekan untuk kegagalan ini" tambah Albert, dan Yudha hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya Albert ijin pamit untuk istirahat, tapi sebenarnya dia ingin mencari uang untuk membayar kekurangan uang yang harus dibayarkan kepada Yudha.
"Kemana ya aku harus mencari kekurangan nya, uang ku semua sudah habis, atau aku jual mobil ku saja?" gumam Albert yang telah berada di dalam mobil.
Tepat ucapannya berakhir, handphonenya berdering, dan di layar handphone nya tertera nama Jessy, seketika senyumnya melebar karena dia langsung berfikir akan mengajak Jessy untuk mencelakai Peter melalui Yudha.
"Halo Jessy bagaimana kabarmu sekarang?" ucap Albert ketika terhubung.
"Lumayan, tapi aku masih merasa sangat kesal dengan Peter atas kejadian di acara reuni kita tempo hari, ingin rasanya aku membalasnya" jawab Jessy.
"Jadi kamu berniat untuk membalasnya?" tanya Albert semakin semangat, belum dia mengajaknya, ternyata Jessy telah mengatakannya sendiri.
"Benar sekali, apa kamu tidak ingin?" Jessy balik bertanya.
"Apa kamu tidak melihat chat grup? kurasa sekarang sedang ramai membicarakan tentang keadaan Peter" Albert memberitahu kepada Jessy yang ternyata tidak tahu tentang keadaan Peter yang habis terserempet oleh anak buah suruhannya.
"Coba saja kamu lihat dulu, tidak perlu mematikan panggilan ini karena masih ada yang akan aku sampaikan kepadamu" ucap Albert.
"Baik, tunggu sebentar aku ingin melihat isi pesan grup dulu" ucap Jessy langsung melihat isi pesan grup.
Ternyata isi pesan nya sedang membiarkan tentang keadaan Peter yang baru saja mengalami kecelakaan, walaupun tidak parah namun cukup membuat semua nye heboh. Dan mereka mengetahui itu dari Anna yang memfoto kaki Peter yang telah di balut oleh perban coklat khusus untuk patah tulang.
"Wah ternyata Peter baru saja mengalami kecelakaan, dia terserempet mobil, tapi sayang dia hanya mengalami cidera ringan saja, kenapa tidak langsung lumpuh selamanya saja, atau bahkan mati saja lah" Jessy sangat senang sekali setelah melihat isi pesan grup itu.'
__ADS_1
"Hahaha, tapi aku ingin jujur kepada mu, sebenarnya aku lah yang melakukan itu, melalui tangan orang lain" ucap Albert memberitahu kepada Jessy dengan senang.
"Ahhh benarkah itu perbuatan mu?" Jessy mempertegas karena tidak percaya bahwa Albert berani melakukan itu walaupun bukan dia yang secara langsung melakukannya.
"Tentu saja, tapi sayang sekali hanya menyerempet nya karena dia dengan cepat menghindari mobil orang ku karena dia menyadari kedatangan mobilnya" Albert memberitahu tentang sedikit kegagalan nya itu "Tapi tenang saja lain waktu aku akan membuat nya lebih parah dari keadaan nya saat ini" tambah Albert.
"Ahh jadi bena-benar kamu yang melakukan semua itu? mengapa kamu tidak memberitahu ku jika ingin mencelakai Peter agar aku bisa melihat nya secara langsung" Jessy bersemangat sekali.
"Tadinya sebelum aku melakukan nya ingin sekali mengabari dan mengajakmu untuk berpartisipasi tapi aku takut kamu tidak ingin bergabung, tapi sekarang mendengar kamu begitu semangat sekali, lain waktu aku akan mengajak mu, tapi dengan syarat" Albert memberikan syarat.
"Apa itu, katakan saja selama aku bisa melihat Peter menderita aku akan usahakan untuk memenuhi syarat dari mu"
"Aku telah menyewa sekelompok gengster yang terkenal di dunia bawah di sini, tapi aku terbentur biaya jadi aku belum melunasi nya, jadi jika ingin melanjutkan untuk mencelakai Peter aku harus membayar kekurangan uang yang sudah disepakati oleh kepala gengster itu" Albert sedikit menjelaskan, walaupun sebenarnya dana itu harus di lunasi setelah selesai Peter benar-benar mengalami kecelakaan yang parah.
"Jadi seperti itu, baiklah berapa yang kamu butuhkan, aku ada sedikit tabungan, Mudah-mudahan saja cukup untuk menutupi kekurangan nya" jawab Jessy yang ingin menyanggupi syarat dari Albert yang tak lain sebenarnya hanya ingin meminta tambahan biaya untuk membayar gengster.
Setelah mendengar itu Albert senang karena dia tidak perlu repot mencari pinjaman atau apapun demi mendapatkan uang tambahan untuk membayar Yudha.
Pembicaraan mereka pun berakhir dan Jessy sudah mengirim uang kepada Albert sesuai berapa nominal yang Albert perlu kan.
...----------------...
Lagi-lagi dibuat kentang hihihi.
__ADS_1
Jangan lupa Follow, Vote, Gift, Like, Share, dan komennya ya.
Terimakasih untuk kalian para Readers yang telah vote gift like share dan juga komen yang membuat saya ingin terus meneruskan cerita Peter. Dan untuk yang belum, boleh lah vote dan gift nya hehehe. .sekali lagi terimakasih kasih untuk semua nya ya. kita bertemu lagi di bab selanjutnya besok😁