Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal

Suami Ku Ternyata Sang Pewaris Tunggal
Bab 50


__ADS_3

Sementara di kediaman keluarga Brown, mereka sedang menikmati sarapan dengan penuh ketegangan, tidak ada yang berbicara sedikitpun. Hingga akhirnya acara sarapan mereka pun selesai, mereka lalu berkumpul di ruang keluarga masih dengan fikiran masing-masing akan nasib perusahaan kedepannya. Sementara kepala asisten rumah tangga yang telah di hubungi oleh Querto secara diam-diam melihat dan memantau mereka semua, namun sudah 5 menit diapun memberi laporan kepada Querto bahwa keluarga Brown sampai saat ini masih terlihat diam tidak membicarakan sesuatu.


Namun sampai akhir nya 2 menit kemudian, keheningan dipecahkan oleh suara Rocky yang bertanya kepada Nyonya Besar Brown.


"Ibu, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, mungkin ini akan mengurangi sedikit beban untuk perusahaan kita"


"Apa itu, katakan saja langsung tidak usah bertele-tele"


"Baik bu, jadi begini bu, bagaimana jika kita menjual tempat tinggal Ricky, dan uangnya bisa kita gunakan untuk membayar gaji karyawan di kantor, dan sisanya bisa kita gunakan untuk mencicil hutang kita kepada pihak bank"


"Mm....seperti nya ide mu sedikit bagus, jadi lakukan lah, tapi ingat jual dengan harga yang tinggi, dan setelah terjual langsung bayar semuanya sesuai ucapanmu tadi jangan sampai meleset dari ucapanmu" jawab Nyonya Besar dan langsung memperingati Rocky agar tidak menyalahgunakan uang hasil menjual rumah Ricky.


"Semua ini sebenarnya bukan ide ku, tapi ide Derby bu, semalam dia mengatakan ini setelah kepergian ibu ke kamar" ucap Rocky agar ibunya melihat bahwa anaknya bisa berfikir lebih baik.


"Hmm" jawab singkat Nyonya Besar Brown.


Setelah percakapan berakhir Rocky dan Derby pun berangkat ke Brown Corporation, dan meminta bawahannya untuk membantu menjual rumah Ricky.


Disisi lain kepala asisten rumah tangga keluarga Brown sudah melaporkan rencana dari keluarga Brown kepada Querto, dan Querto pun langsung memberitahu Peter, dan Adell tentang itu semua.


"Benar-benar manusia serakah mereka semua, aku akan pergi ke kediaman keluarga Brown, aku harus mencegah nya, biar bagaimana pun Rumah itu adalah rumah tempat dimana aku dibesarkan dan tempat dimana menyimpan kenangan bersama ibu ku" ucap Adell kesal mendengar kabar itu, dan juga sedih karena mengingat mendiang ibunya. Peter yang melihat istri nya seperti itu, langsung memeluknya berusaha menenangkan nya.

__ADS_1


"Sabar sayang, tenang saja rumah itu tidak akan jatuh ketangan orang lain kok, serahkan semua nya kepada ku" ucap Peter, Adell yang mendengar ucapan 0


Peter langsung menatapnya.


"Apa yang ingin kamu lakukan sayang? jangan bilang kamu akan binasakan mereka semua?"


"Tentu saja tidak sayang, justru sebaliknya aku akan membantu mereka, karna bagaimana pun mereka pernah baik kepada mu dan juga ayah Ricky"


"Jadi apa yang akan kamh lakukan? dan ingin membantu mereka seperti apa? aku tidak ingin mereka besar kepala jika perusahaan nya mendadak mendapatkan investasi besar"


"Bukan sayang aku tidak akan menginvestasikan apapun kepada mereka, aku hanya akan sedikit memberi mereka uang saja, dengan cara aku membeli rumah keluarga mu dengan harga 2x lipat, anggap saja ini bantuan terakhir dari kita, jika mereka bisa menggunakan uang dengan baik, mereka pasti bisa mempertahankan perusahaan dengan waktu yang lama atau mungkin akan mengembangkannya lagi, tapi jika tidak, ya mereka hanya akan menderita kedepannya"


Mendengar ucapan Peter Adell sangat senang dan menyetujui semuanya, walaupun kemarin suaminya terlihat seperti raja tega, namun setelah mendengar semua ucapannya dia melihat bahwa suaminya ternyata memiliki pemikiran dan hati yang sangat baik, karna dengan kejadian yang selama ini di deritanya, dia masih tetap ingin membantu keluarga Brown walaupun untuk yang terakhir kalinya.


"Baik, aku akan segera mengatur nya"


*****


Berselang 5 hari akhirnya urusan pembelian rumah pun terselesaikan dengan baik, bahkan Tuan Besar Sherlock telah menyarankan untuk menaikkan harga 3x lipat, yang membuat keluarga Brown pun bisa melunasi hutang-hutangnya, dan memiliki tabungan untuk menjalankan perusahaan mereka, Tuan Besar melakukan ini karena dia merasa biar bagaimana pun keluarga Brown adalah keluarga Besannya, walaupun Besannya telah mengganti nama belakang nya menjadi sama dengan istrinya.


Tapi jika suatu saat keluarga Brown berusaha bermain-main dengan keluarga Sherlock, sudah tidak ada lagi toleransi, mereka semua akan dihabiskan sampai tidak tersisa.

__ADS_1


"Yah aku sedikit meminta persetujuan dari ayah, aku ingin mendirikan sebuah apartemen untuk warga tidak mampu di Blistered South City, dan mereka cukup membayar listrik dan air saja setiap bulannya, karena aku lihat rumah-rumah yang ada disana terlihat kurang baik, dan jika suatu saat terjadi badai angin, aku yakin dalam sekejap rumah mereka akan rubuh, tapi tidak hanya itu aku juga ingin membangun sebuah sekolah dari tinggat dasar sampai menengah atas dengan biaya gratis, agar anak-anak dari kalangan yang tidak mampu itu bisa bersekolah, bagaimana apa ayah menyetujuinya?" ucap Peter kepada ayahnya yang saat ini mereka sedang di ruang keluarga bersama Master Yen, Tuan Ricky.


"Sungguh kamu itu telah banyak berubah nak selama pergi dari rumah, kamu menjadi anak yang begitu murah hati dan memikirkan sekeliling mu yang patut kamu tolong, jadi ayah tidak bisa tidak menyetujuinya untuk hal yang sungguh mulia seperti itu nak" jawan Tuan Sherlock yang melihat ketulusan anak nya yang ingin membantu orang sekeliling yang tidak mampu, Master Yen dan juga Tuan Ricky yang ada disitu juga tertegun dan tersenyum bangga, karna masih ada seorang Tuan Muda kaya yang begitu memikirkan orang di sekelilingnya, yang mereka sering lihat adalah Tuan Muda kaya yang selalu menyombongkan diri mereka untuk menindas yang lemah, dan hanya tau menghamburkan uang mereka untuk hal yang tidak berguna sama sekali. Tapi lain hal dengan Peter yang begitu murah hati.


"Baik jika begitu aku akan segera hubungi paman Jhon agar bisa mengurus nya" ucap Peter dan langsung menghubungi Jhon dan menjelaskan semuanya. setelah selesai menghubungi Jhon, dia lalu bertanya kepada ayah mertua nya.


" Ayah Rick bagaimana setelah tinggal disini apa merasa bosan hanya duduk-duduk saja dan hanya menemani Besan ayah mengobrol dan melakukan hoby bersama" tanya Peter dan melirik ke arah Ayah-nya


"Hei Tuan Muda, tentu saja mertua mu tidak bosan karna dia tidak perlu lagi memikirkan perusahaan dan bisa hidup tenang disini menikmati hasil kerja menantu nya yang tidak berguna selama ini, seperti saya yang tinggal menikmati hasil kerja mu ahahaha" ucap Tuan Sherlock bercanda, Sedangkan Tuan Ricky yang mendengar itu merasa tidak enak hati karna pernah menilai Peter sebagai menantu tidak berguna, tapi pada kenyataannya justru Peter adalah menantu yang sangat berguna dan harus dihargai dengan penghargaan yang sangat tinggi.


"Aku bertanya kepada ayah Ricky bukan kepada Besannya" sahut Peter dengan jengkol karena ayahnya telah membuat ayah mertua nya sedikit canggung akan perkataan nya barusan


"Oke oke, tapi pasti perkataan ku benarkan ayah Mertua Tuan Muda?" balas Tuan Sherlock dengan nada bercanda


"Hahaha bisa saja Besan ku ini, tapi benar juga sih, aku tidak bosan dan sangat nyaman sekali ada disini selain bisa mengobrol dan bercanda, aku juga bisa melakukan hoby bersama, ya walaupun aku terkadang juga sangat rindu dengan dunia kantor" ucap Tuan Ricky jujur.


"Nah benar kan apa kata ayah, mertuamu tidak bosan berada disini" ucap Tuan Sherlock kepada Peter


"Huft bagus lah jika begitu" ucap Peter merasa kalah dari ayahnya. dan mereka pun melanjutkan acara mengobrol mereka dengan penuh canda.


——————

__ADS_1


Cukup Up 3 Bab dulu ya hari ini, lanjut besok lagi Up nya dan Seperti biasa, Author tidak bosan - bosannya mengingat kan untuk Like, Coment, dan Juga Follow, agar Author semakin semangat setiap harinya.


Terimakasih 🙏


__ADS_2