
Setelah Albert meminta Peter untuk melanjutkan ceritanya, pintu ruangan mereka terbuka dan beberapa pelayan masuk dengan membawa makanan yang begitu banyak, Albert merasa bingung mengala begitu banyak makanan yang dibawa, dan ada beberapa makanan juga yang tidak tertera didalam paket yang dia ambil ketika dia pesan tempat dan juga menunya, ditambah anggur yang ada di menu pun tidak ada, melainkan anggur termahal di The Royal Luxury Kitchen lah yang di bawakan oleh pelayan, setelah semua menu di hidangkan, Albert mau tidak mau bertanya kepada salah satub pelayan.
"Maaf apa ini tidak salah mengantarkan menu makanan? karena ini sepertinya tidak seperti paket menu yang aku pesan kemarin, ini terlalu banyak dan juga untuk minumannya juga terlalu mahal, aku tidak akan membayar untuk kekurangan menu yang kalian hidangkan ini nantinya" ucap Albert yang sedikit takut akan ada penagihan lain di saat selesai acara reuni ini, karena uang yang dia miliki tinggal untuk biaya sehari-hari sampai gaji nya bulan ini dibayarkan nanti.
"Ohh tenang tuan, ini semua memang menu paket yang tuan ambil, hanya saja ada penambahan menu yang di berikan oleh restoran kami dan minuman pun di ganti dengan minuman yang lebih baik, saya dan beberapa pelayan lain hanya mendapatkan perintah untuk menambahkan menu dan mengganti minuman nya, untuk masalah pembayaran tidak akan di kenakan biaya tambahan lain" jawab pelayan itu dengan sedikit menjelaskan.
"Mengapa seperti itu? apa kamu mengetahui alasannya?" tanya Albert kembali, dia semakin bingung karena adanya tambahan menu dan juga peganti minuman ke yang lebih mahal, tapi tidak ada biaya tambahan.
"Yang aku tau dari atasan bahwa diantara kalian ada seorang tamu yang sangat penting bagi restoran kami ini" jawab pelayan itu.
"Jika boleh saya tau, siapa salah satu orang itu yang ada diantara kami?" Albert penasaran tentang ucapan pelayan.
"Untuk itu aku juga tidak tahu tuan siapa diantara kalian ini orang yang dimaksud" jawab pelayan jujur.
"Hmmm baiklah, terimakasih atas penjelasan mu" ucap Albert masih dengan bertanya-tanya didalam hati, siapa sebernarnya diantara mereka seorang yang dimaksud itu.
__ADS_1
"Baik tuan, saya permisi dahulu, dan selamat menikmati semua ini" ucap pelayan itu dan langsung pergi setelah itu.
"Aku seperti nya tau siapa tamu yang dimaksud itu Albert" ucap Delila setelah pelayan itu pergi.
"Siapa siapa?" jawab Albert dengan antusias.
"Ya kamu sendiri lah, kamu yang memesan tempat ini, ditambah jabatan kamu yang sangat bagus di anak perusahaan RE, dan siapa juga yang tidak tahu itu semua, jadi aku yakin itu kamu" ucap Delila lagi.
"Benar juga ya seperti nya memang begitu, yasudah kita lebih baik makan dulu sebelum makanan ini semua menjadi dingin, dan kita juga harus menghabiskan ini semua agar perut kita kenyang, karena kita akan mendengarkan lanjutan cerita Peter yang mungkin sangat memakan waktu nanti nya" Albert dengan nada senang mendengar analisa Delila, dan semakin semangat untuk membuat malu Peter.
Selama acara makan, semua terlihat sangat menikmati menu makanan itu, dan wajah mereka terlihat sangat bahagia bisa memakan menu makanan mahal yang belum pernah mereka makan, sedangkan untuk Peter, Renna, dan juga Anna, mereka bisa saja karena mereka sudah sangat terbiasa dengan makanan mahal apapun, dan rasanya sama saja hanya hidangan dan kualitas bahan makanan nya saja yang membedakan.
"Mmm" Jawab Peter singkat dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Sungguh lezat sekali Makanan-makan ini, aku baru merasakan sekali ini, aku sungguh berterimakasih kasih kepada Albert yang telah memesan ruangan dan juga memilih menu paket yang sangat lezat ini, Albert memang hebat, andai saja aku bisa ikut bekerja dengan Albert" ucap dari banyak teman yang hampir semua ucapannya sama seperti itu.
__ADS_1
"Tenang saja kalian ajukan saja lamaran di tempat ku, aku pasti akan memberikan posisi bagus untuk kalian, asal berjanji kalian bekerja dengan baik, dan tentunya...." ucap Albert dengan jari tangan yang menandakan kepada temannya untuk tidak lupa memberi uang pelicin kepada dirinya.
"Aku juga bisa memberi kalian posisi yang bagus ditempatku, jika kalian mau tentunya" ucap Jenny dan Delila menawarkan, sama seperti Albert tentunya memberi kode untuk memberi uang pelicin untuk dirinya.
Peter dan Renna melihat mereka ber 3 seperti itu saling tengok, sesuai dugaan bahwa mereka ber 3 ini tidak baik bagi anak perusahaan ayah Peter.
"Peter apa kamu berminat? aku akan memberikan pekerjaan yang sangat cocok kepada mu, tentunya dengan gaji yang lebih mahal daripada menjadi supir pribadi Renna yang aku yakin tidak seberapa itu" Albert menawarkan Peter tentunya dengan muka meledek.
"Ohh sungguh aku berterimakasih kepada mu Albert yang telah menawariku, tapi aku sungguh sudah sangat nyaman bekerja sebagai supir Pribadi Renna saat ini, dan istri ku juga tidak mempermasalahkan gaji ku yang hanya cukup untuk makan 1 bulan" jawab Peter menolak dengan asal. Anna yang berada tepat di sebelah Peter sedih karena harus menerima kenyataan bahwa Peter telah menikah, namun dia juga senang mendengar Peter memiliki istri yang sungguh pengertian dan baik karena tidak mempermasalahkan gaji dirinya yang hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. karena kebanyakan wanita pasti ingin memiliki suami dengan gaji lebih besar sehingga bisa membeli pakaian atau make-up.
"Sungguh manusia tidak punya otak, teman sudah baik hati menawarkan pekerjaan yang lebih baik malah di tolak seperti itu, sungguh kasihan wanita yang menjadu istri mu" ucap Delila kesal mendengar ucapan Peter.
"Benar teman seperti mu tidak pantas mendapatkan perhatian seharusnya karena di perhatikan oleh teman malah tidak tahu diri, aku penasaran dengan wujud istrimu seperti apa, atau jangan-jangan gadis desa yang sudah terbiasa hidup pas-pasan, karena tidak mungkin gadis kota masih mau menerima lelaki yang mempunyai gaji tidak seberapa seperti mu itu" ucap Jenny kali ini.
"Sudahlah kalian semua tidak perlu menghakimi Peter seperti itu, semua adalah hak dirinya, dan juga jangan menilai istri nya yang belum kita kenal dan lihat, karena bisa saja istri nya sungguh lebih cantik dan merupakan orang kota yang rendah hati" Anna membela Peter, karena melihat raut wajah Peter yang sudah terlihat emosi.
__ADS_1
----------------
Sebelum lanjut jangan lupa Vote Like Gift dan juga komen nya ya.